Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KADAR SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE (SGPT) PADA TIKUS YANG TERINHALASI PESTISIDA Marisa Marisa; Lisa Fradisa; Inayah Cahaya Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15075

Abstract

Pestisida dapat memberikan manfaat yang menguntungkan dan merugikan bagi manusia. Kebanyakan bahan  aktif dalam pestisida tidak mempunyai toksisitas yang spesifik, sehingga bisa mempengaruhi organisme target ataupun non target. SGPT merupakan enzim yang keberadaan dan kadarnya dalam darah dijadikan penanda terjadinya gangguan fungsi hati. Enzim tersebut normalnya berada pada sel-sel hati. Kerusakan pada hati akan menyebabkan enzim-enzim hati lepas ke dalam aliran darah  sehingga kadarnya dalam darah meningkat dan menandakan adanya gangguan fungsi hati. Hati merupakan salah satu organ target  pestisida. Akumulasi penggunaan pestisida jika masuk  kedalam hati tidak dapat diuraikan serta dieksresikan dan tersimpan dalam hati akan menyebabkan gangguan sel organel hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar SGPT pada tikus yang terinhalasi   pestisida. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik, dengan menggunakan distribusi frekuensi. Sampel yang digunakan adalah darah tikus yang diinhalasi  pestisida sebanyak 18 sampel dengan penambahan 2 sampel sebagai control negatif. Pemeriksaan SGPT dan Acethylcholinesterase menggunakan metode fotometer. Hasil penelitian, kadar SGPT dalam darah tikus didapatkan kadar tertinggi 262U/L, dan kadar terendah 1U/L dengan rata- rata 88,06U/L. Kadar Acethylcholinesterase dalam darah tikus didapatkan kadar tertinggi 922U/L dan kadar terendah 127U/L dengan rata-rata 4,482U/L. Berdasarkan hasil uji kolerasi person dengan hubungan Acethylcholinesterase dan SGPT diperoleh nilai signifikan P<0,000 (0,000 <0,05) besar kolerasi ini menunjukkan adanya hubungan antara Acethylcholinesterase         dan SGPT.
IMPLEMENTASI MODUL BERBASIS ETNOSAINS MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA KEPERAWATAN Lisa Fradisa; Kalpana Kartika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.22330

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan mengimplementasikan modul Ilmu Biomedik Dasar berbasis etnosains melalui Problem Based Learning  untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa Program Studi Diplomaiga Keperawatan FIKes Universitas Perintis Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang timbul selama proses pembelajaran yaitu keterampilan berpikir kritis mahasiswa masih belum baik, kurang rasa ingin tahu, serta rendahnya pemahaman mahasiswa dalam pembelajaran Ilmu Biomedik Dasar pada pokok bahasan keseimbangan cairan dan elektrolit. Merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan modul IBD berbasis etnosains dengan model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan Universitas Perintis. Adapun penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan dalam pembelajaran Ilmu Biomedik Dasar. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, tes hasil belajar mahasiswa, dokumentasi dan catatan lapangan. Pengambilan data dilakukan dengan instrument penilaian aktivitas dan keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa melalui pre test dan post test. Dari hasil tersebut dapat dibandingkan bahwa peningkatan siklus II lebih besar dibandingkan dengan siklus I. Peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada siklus I sebesar 58,56 dan siklus II sebesar 80,68. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Modul Ilmu Biomedik Dasar berbasis etnosains melalui Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA PRAKTIKUM KIMIA DASAR marisa, marisa; Lisa Fradisa
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengembangkan modul kimia dasar inkuiri terbimbing yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D), yaitu penelitian yang menghasilkan produk tertentu. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian adalah model 4D yaitu define, design, develop, disseminate. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket yang terdiri dari lembar validitas dan lembar kepraktisan serta tes hasil belajar pada kemampuan praktikum kimia dasar. Modul praktikum kimia dasar divalidasi oleh tiga orang validasi yang terdiri dari tiga dosen yaitu 1 dosen kimia UNP, 2 dosen kimia Universitas Perintis Indnesia. Uji kepraktisan dilakukan oleh dua dosen kimia dan 30 mahasiswa program studi D III Analyzer. Hasil analisis validitas lembar, kepraktisan dosen dan kepraktisan mahasiswa menunjukkan skor rata-rata momen kappa (k) berturut-turut adalah 0,94, 092 dan 0,78. Ketiga nilai tersebut jika diinterpretasikan dalam kategori momen kappa, maka kategori validitas dan kepraktisan modul ini sangat tinggi, dan kepraktisan siswa dalam kategori tinggi. Modul yang berhasil dikembangkan sangat valid dan praktis digunakan untuk laboratorium kimia dasar.
Edukasi Dini Kesehatan Ginjal dan Metabolit Untuk Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis Fradisa, Lisa; Kartika, Kalpana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/43y4jz92

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat. Faktor penyebab utama termasuk gaya hidup tidak sehat, pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, serta minimnya deteksi dan pemahaman dini tentang fungsi ginjal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak usia dini serta mengenalkan peran metabolit, seperti kreatinin dan urea, sebagai indikator awal gangguan fungsi ginjal. Metode pelaksanaan kegiatan bersifat edukatif dan interaktif, meliputi penyampaian materi melalui ceramah sederhana, diskusi kelompok, kuis berhadiah, serta pemanfaatan media visual seperti poster dan video animasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap fungsi ginjal dan faktor risiko PGK. Selain itu, terjadi perubahan sikap dan perilaku siswa menuju kebiasaan hidup sehat, seperti memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi makanan tinggi garam, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Edukasi kesehatan yang diberikan secara menarik dan sesuai dengan usia terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran preventif terhadap PGK. Intervensi sejak dini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan jangka panjang penyakit ginjal di masa depan.
Edukasi Pencegahan Dan Penatalaksanaan Stroke Pada Masyarakat Di Kecamatan Batipuh Selatan Tanah Datar Amalia, Endra; Maidaliza, Maidaliza; Fradisa, Lisa; Sesrianty, Vera; Arif, Muhammad; Kartika, Kalpana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.997

Abstract

Prevalensi stroke di Indonesia tahun 2013 meningkat 56% dari 7 per 1000 penduduk, menjadi 10,9 per 1000 penduduk. Sedangkan di Sumatera Barat prevalensi penyakit stroke mengalami kenaikan sebanyak 3,4% dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, yaitu dari 7,5% di tahun 2013 menjadi 10,9% tahun 2018. Data pasien stroke rawat inap di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M Hatta Bukittinggi pada tahun 2020 sebanyak 2.425 orang. Faktor keterlambatan deteksi menjadi salah satu hal yang berperan dalam kasus stroke. Edukasi kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penatalaksanaan stroke. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan, pengukuran tekanan darah, dan membagikan leaflet untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam pencegahan stroke. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 30 April 2024 di Kecamatan Batipuh Selatan Tanah datar. Bagi masyarakat yang terdeteksi tekanan darah tinggi disarankan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat. Kegiatan ini dapat mendeteksi dini sebagai upaya pencegahan stroke dan memperkuat peran tenaga kesehatan sebagai penggerak dalam kegiatan promosi kesehatan.
Pemberian Edukasi PHBS di SD Negeri 25 Gadut Sawah Dangka dengan Metode PEREKAT Fradisa, Lisa; Kartika, Kalpana
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1816

Abstract

The lack of awareness and knowledge among students regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) can significantly impact the quality of school environments and students' overall health. SD Negeri 25 Gadut, Agam Regency, faces similar challenges, including the suboptimal implementation of the School Health Unit (UKS) program and students' low understanding of personal and environmental hygiene. This community service program aimed to enhance students' knowledge and awareness of the importance of PHBS through the PEREKAT method (Religious and Cultural Approach). This method integrates religious values and local culture into health education to build students' character in caring for cleanliness and health. The activities included interactive counseling using PowerPoint and video presentations, demonstrations of the six steps of proper handwashing, and group discussions. Evaluations conducted using pre-tests and post-tests showed significant improvements in students' understanding of PHBS. Moreover, the PEREKAT method successfully engaged students, as indicated by their active participation and numerous questions, particularly regarding the connection between cleanliness and religious values. The results highlight the effectiveness of religious and cultural approaches in health education at the elementary school level. This program is expected to be replicated in other schools to improve students' health and foster cleaner, healthier, and more productive learning environments. Keywords: PHBS, health education, PEREKAT method, cultural approach, healthy living behavior
RELATIONSHIP BETWEEN ANTIPSYCHOTIC THERAPY WITH CREATININE LEVELS IN SCHIZOPHRENIA PATIENTS Marisa, Marisa; Endang Suriani; Rinda Lestari; Lisa Fradisa
JURNAL KATALISATOR Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Katalisator ( On Progres)
Publisher : LLDIKTI X Sumbar, Riau, Jambi, Kepri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62769/katalisator.v10i1.3427

Abstract

Schizophrenia is a condition of severe mental disorder, characterized by many disturbances in thinking, language, perception and sense of awareness. The use of antipsychotic therapy in the long term can cause damage to kidney function and aggravate the work of the kidneys marked by increased creatinine levels. The purpose of this study was to determine the relationship between duration of antipsychotic therapy and creatinine levels in schizophrenic patients at the Mendawai Health Center. The type of research used is analytic research with a cross sectional approach. In this study the sampling technique used was purposive sampling. This study used the T-Independent Sample T Test. The results showed that there was a relationship between duration of antipsychotic therapy and creatinine levels in schizophrenic patients. It can be seen that the average value of respondents in the category of long antipsychotic therapy is 1.06 and short antipsychotic therapy is 0.71 and the value of equal variance assumed has a sig (2 Talled) p-value of 0.005 (<0.05), so Ha is accepted. So in conclusion there is a significant relationship between the duration of antipsychotic therapy and creatinine levels in schizophrenic patients at the Mendawai Health Center. It is recommended to pay more attention to the side effects of the treatment carried out for further therapy.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN ASUPAN NUTRISI MAHASISWA UPERTIS DALAM MENYUSUN SKRIPSI Fradisa, Lisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29358

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir, seringkali mengalami stres saat menghadapi banyaknya kendala dan tuntutan dalam upaya menyelesaikan studinya. Salah satu tuntutan tersebut adalah menyelesaikan  persyaratan akademik berupa menyusun skripsi. Stres dapat mengganggu keseimbangan fungsi tubuh, salah satunya adalah fisiologi tubuh yang berkaitan dengan asupan nutrisi. Stres yang dialami dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak sehat dikonsumsi oleh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan asupan nutrisi mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi di Universitas Perintis Indonesia.  Metode penelitian yang digunakan  deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dan teknik sampling adalah total sampling sebanyak 25 responden. Instrument yang digunakan adalah kuesioner Perceived Stress Scale (PSS), Food Frequency Questionnaire (FFQ), Food Recall 2x24 Jam. Analisis yang digunakan univariat dan bivariate menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian setelah dilakukan uji statistic dengan uji Chi-Square menunjukkan, hasil analisis untuk energy, protein, lemak dan karbohidrat dimana diperoleh nilai  PValue  = (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan nutrisi mahasiswa keperawatan Universitas Perintis Indonesia dalam menyusun skripsi yang ditandai dengan (P-value >0,05). Saran untuk institusi pendidikan, diharapkan juga memperhatikan mekanisme koping atau pertahanan stres mahasiswa yang sedang menyusun skripsi dan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan instrument yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih banyak.
MENGINTEGRASIKAN PERMAINAN KARTU DALAM PBL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KOGNITIF MAHASISWA KEPERAWATAN Fradisa, Lisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan permainan kartu domino dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa keperawatan pada mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan (IDK). Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing mencakup empat tahapan: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada aktivitas dosen dan mahasiswa. Pada siklus pertama, rata-rata aktivitas dosen tercatat 3,71 (kategori sangat baik) dan meningkat menjadi 4,00 pada siklus kedua. Aktivitas mahasiswa juga mengalami peningkatan dari 3,37 pada siklus I menjadi 3,89 pada siklus II. Penggunaan permainan kartu domino dalam pembelajaran PBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam diskusi, penyelidikan kelompok, dan evaluasi proses pemecahan masalah. Selain itu, motivasi belajar mahasiswa juga meningkat, dengan persentase mahasiswa yang merasa lebih termotivasi untuk mengikuti pembelajaran meningkat dari 28,10% pada siklus I menjadi 68,80% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PBL yang dipadukan dengan permainan kartu domino dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa keperawatan, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di pendidikan tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PBL dan permainan kartu domino adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi mahasiswa, sehingga dapat diadopsi lebih luas dalam pendidikan keperawatan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.
Penerapan modul biologi berorientasi problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa keperawatan Lisa Fradisa; Kalpana Kartika
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 4 No. 02 (2019): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v4i02.260

Abstract

The low understanding of students in learning biology in cell communication materials. One way to overcome these problems is to apply a problem-based learning-oriented biology module. This study aims to determine the improvement of cognitive learning outcomes of nursing students through the application of problem-based learning oriented biology modules. This type of research is Classroom Action Research conducted 2 cycles. The study was conducted at STIKes Perintis Padang. The subjects of this study were 28 nursing students. The research instrument consisted of observation sheets, student cognitive learning test results, documentation and field notes. Data collection is done by formative tests. Data analysis techniques using descriptive analysis. The results showed that the application of problem based learning oriented biology modules could improve student cognitive learning outcomes with classical completeness from 79% to reach 89% and increase in cognitive learning outcomes into the medium category (N-gain 0.5). Based on these results it can be concluded that the application of problem-based learning-oriented biology modules can improve the cognitive learning outcomes of nursing students.