Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

MENJELAJAHI PENGGUNAAN NILAI-NILAI BUDAYA MADURA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MEREDUKSI PENYALAH GUNAAN OBAT-OBATAN TERLARANG Budianto, Ahmad Andry
Jurnal Konseling Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konseling Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAI Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jkpi.v5i1.1607

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan merumuskan model bimbingan dan konseling berbasis nilai-nilai budaya Madura sebagai strategi preventif dan intervensi dalam mereduksi penyalahgunaan obat-obatan terlarang pada remaja. Penelitian dilandasi oleh tingginya kerentanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba yang dipengaruhi faktor sosial, ekonomi, serta keterbatasan pendekatan layanan konseling yang belum sepenuhnya kontekstual secara budaya. Studi ini mengintegrasikan nilai-nilai budaya Madura seperti shilaturrahim, parebasan, Bhupa Babu Guru Rato, dan etika kerja dengan kerangka konseling multikultural yang dikembangkan oleh Derald Wing Sue, khususnya konsep cultural competence, introspeksi bias, dan pemahaman konteks sosial-politik klien. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Subjek penelitian meliputi konselor sekolah, tokoh masyarakat, serta remaja di wilayah Madura yang relevan dengan isu penyalahgunaan obat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya Madura dalam praktik konseling mampu meningkatkan kedekatan emosional konselor-konseli, memperkuat identitas budaya remaja, serta membentuk faktor protektif terhadap penyalahgunaan obat. Model konseling yang dihasilkan menekankan pendekatan naratif budaya, konseling kelompok berbasis identitas, serta kolaborasi dengan keluarga dan komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan konseling multikultural kontekstual di Indonesia serta rekomendasi praktis bagi konselor, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan layanan konseling berbasis budaya lokal.