Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Corelation Of Devotional Service With The Motivation To Implement Devotional Worship Of Buddhis Sumbersari Village Of Sekampung Sub-district In East Lampung District Rapiadi, Rapiadi; Pranata, Joni
Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2021): JIAPAB Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan Puja bakti Ajangsana dengan motivasi melaksanakan puja bakti. Berdasarkan hasil analisis data. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara puja bakti anjangsana dengan motivasi melaksankan puja bakti. Dapat dilihat dari bebarapa bukti yang telah dilakukan melalui hasil penelitian berupa kusioner, kemudian dianalisis dari masing-masing variabel sehingga mendapatkan suatu hasil analisis yang dapat diuji dan dipertanggung jawabkan kebenarannya dan dapat dipergunakan dalam mengambil keputusan dan kesimpulan penelitian. Motivasi melaksanakan pujabakti yang dimaksudkan dalam hal ini yang dimiliki oleh setiap individu untuk mampu memahami makna puja bakti dan manfaat dari pujabakti. Dari hasil penelitian memberikan gambaran bahwa terdapat korelasi yang positif antara variabel puja bhakti anjangsana dan motivasi melaksanakan puja bhakti divihara Manggala Ratna. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan SPSS 16 diperoleh nilai r ( 100) = 0, 857, sig <0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Berarti kolerasi antara kedua variabel tersebut adalah sebesar 85,7%. dan 14,3% dipengerahui oleh faktor. Berdasarkan hal tersebut, terlihat bahwa puja bhakti anjangsana memiliki keterkaitan yang positif dengan motivasi melaksanakan puja bhakti divihara Manggala Ratna.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Interpersonal Ketua Vihara Terhadap Kepuasan Pelayanan Umat: Studi Pada Umat Buddha Di Vihara Se-Kabupaten Lampung Timur Susilo, Agus; Sutawan, Komang; Rapiadi, Rapiadi; Ismoyo, Tejo
Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 3 No. 2 (2021): JIAPAB Vol. 3 No. 2 September 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1) dan Komunikasi Interpersonal (X2) terhadap Kepuasan Pelayanan (Y) Umat Buddha di Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Subyek penelitian ini adalah umat Buddha se-Kabupaten Lampung Timur dengan jumlah populasi sebanyak 1685 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner (angket) dan didukung dengan data wawancara. Teknis analisis data menggunakan regresi linier berganda. Namun sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik antara lain; uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, autokorelasi, multikolinearitas, heteroskedastisitas dan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh informasi bahwa Ada pengaruh gaya kepemimpinan (X1) dan komunikasi interpersonal (X2) terhadap kepuasan layanan umat (Y). Kriteria pengujian hipotesis dengan menggunakan Alpha 5%, yaitu Ho ditolak jika Sig. ? 0,05. Nilai besarnya R (korelasi) adalah 0,082, hal ini menunjukkan bahwa (X1) dan (X2) terhadap (Y) memiliki hubungan yang kuat. Hal ini telah sesuai dengan asumsi bahwa semakin nilai R mendekati angka 1, berarti hubungan yang terjadi semakin kuat. Besarnya pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 8,2% sedangkan sisanya sebesar 91.8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam persamaan regresi tersebut.
PENGARUH KOMUNIKASI INTRAPERSONAL TERHADAP KONSEP DIRI PEMUDA KARANG TARUNA RAPIADI, RAPIADI; KASRAH, RINI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v3i4.2723

Abstract

Intrapersonal communication, or communication with oneself, is the foundation for effective communication with others.The concept of intrapersonal communication is based on the understanding that communication occurs not only between individuals, but also within oneself. This concept relates to the understanding that individuals have complex internal processes in communicating with themselves, which influence the way they communicate with others. Intrapersonal communication is a communication process that occurs within an individual. It involves using language and thought to understand oneself, manage emotions, and make decisions. Understanding yourself aims to direct yourself to be able to interact with other people in communicating to improve the quality of your self-concept, because communication will have good understanding if it starts from within yourself. This research uses a quantitative approach with a survey method conducted in Kubu Liku Jaya village, West Lampung Regency, Lampung Province, and aims to find out whether there is and how big the influence of intrapersonal communication is Regarding the Self-Concept of Karang Taruna Youth in Kubu Liku Jaya Village, West Lampung Regency. The research results show thatSelf-Concept is related to increasing intrapersonal communication, this can be seen from the coefficient of determination value of 0.681 so that the diversity in Self-Concept contributes 68.1%. Meanwhile, 31.9% is influenced by other factors outside intrapersonal communicationnot examined in this study. ABSTRAKKomunikasi intrapersonal, atau komunikasi dengan diri sendiri, merupakan fondasi bagi komunikasi yang efektif dengan orang lain. Konsep komunikasi intrapersonal didasarkan pada pemahaman bahwa komunikasi tidak hanya terjadi antara individu-individu, tetapi juga dalam diri sendiri. Konsep ini berkaitan dengan pemahaman bahwa individu memiliki proses internal yang kompleks dalam berkomunikasi dengan diri sendiri, yang mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang terjadi dalam diri individu. Ini melibatkan penggunaan bahasa dan pikiran untuk memahami diri sendiri, mengelola emosi, dan membuat keputusan. Memahami diri sendiri bertujuan untuk mengarahkan diri agar mampu berinteraksi dengan orang lain dalam berkomunikasi meningkatkan kualitas konsep diri, sebab komunikasi akan memiliki pengertian yang baik jika diawali dari dalam diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan di desa Kubu Liku Jaya Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, dan bertujuan untuk mengetahui apakah ada dan seberapa besar pengaruh komunikasi intrapersonal Terhadap Konsep Diri Pemuda Karang Taruna di Desa Kubu Liku Jaya Kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Diri memiliki kaitan dengan peningkatan komunikasi intrapersonal, hal tersebut dapat dilihat dari nilai koefesien determinasi sebesar 0,681 sehingga keragaman yang ada pada Konsep Diri dengan kontribusi sebesar 68,1%. Sedangkan 31,9% dipengaruhi oleh faktor lain diluar Komunikasi Intrapersonal yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
MEMPERKUAT IDENTITAS GENERASI BUDDHIS YANG UNGGUL BERLANDASKAN NILAI-NILAI BUDDHAYANA (BUDDHIS CAMP PEMUDA BUDDHAYANA SEPROVINSI NTB) RAPIADI, RAPIADI; SENERU, WISTINA; SAPUTRI, VIKE APRILIANIN MARWINTARIA; PANNA, PANNA; KRISTIANTO, ADI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v3i2.2726

Abstract

The Buddhist Camp activities for Buddhayana youth throughout NTB Province which will be held on 07–09 April 2023 at Vihara Jaya Wijya, North Lombok, West Nusa Tenggara, carry the theme "Strengthening the Identity of a Superior Buddhist Generation Based on Buddhayana Values". This theme was chosen because the young generation of Buddhists is the hope for the future of Buddhism. Buddhayana Youth Buddhist Camp throughout NTB Province is an activity that aims to strengthen the identity of a superior Buddhist generation based on Buddhayana values. carried out through a series of activities, such as Dharma classes, group discussions, and meditation. Participants are given a deep understanding of Buddhist teachings and empowered to apply them in everyday life. The result is young people who are more connected to religious values and are able to use Buddhayana as a moral foundation in their actions. Buddhist Camp participants are also given the opportunity to develop themselves through various activities, such as mindfulness and art. These activities can help participants to better understand themselves and their potential. Buddhist Camp participants are encouraged to practice Buddhist teachings in their daily lives. ABSTRAKKegiatan Buddhis Camp pemuda buddhayana se-Provinsi NTB yang diselenggarakan pada tanggal 07–09 April 2023 di Vihara jaya Wijya Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mengusung tema "Memperkuat Identitas Generasi Buddhis yang Unggul Berlandaskan Nilai-Nilai Buddhayana". Tema ini dipilih karena generasi muda Buddhis merupakan harapan masa depan agama Buddha. Buddhis Camp Pemuda Buddhayana se-Provinsi NTB merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat identitas generasi Buddhis yang unggul dengan landasan pada nilai-nilai Buddhayana. dilakukan melalui serangkaian kegiatan, seperti kelas Dharma, diskusi kelompok, dan meditasi. Peserta diberikan pemahaman mendalam terhadap ajaran Buddha dan diberdayakan untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah pemuda yang lebih terkoneksi dengan nilai-nilai agama dan mampu menjadikan Buddhayana sebagai landasan moral dalam tindakan mereka.Peserta Buddhis Camp juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan, seperti mindfulness, dan seni. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat membantu peserta untuk lebih memahami diri sendiri dan potensinya.Peserta Buddhis Camp didorong untuk mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
The Effect of Lecturer Performance and Organizational Culture on Students' Learning Motivation in Higher Education Institutions Sutawan, Komang; Burmansah, Burmansah; Susanto, Susanto; Widiyanto, Widiyanto; Rapiadi, Rapiadi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i6.2845

Abstract

The research aims to know the influences of the performance of lecturers and cultural organizations on students' higher education motivation. There are some other problems, there are students who do not see lecturers as he explained, there are students who do not collect the class, there is a student who does not answer the question asked by teachers, and there is still a student who talks to the friend when lecturers explained the materials class in class. Researchers offer a solution to overcome problems with the motivation to study. The motivation to learn this is defined as a learning process using shared potential students, whether physical, mental, or emotional, to achieve educational objectives with insight into cognitive functioning, effective, and psychomotor optimally. The methodology used is descriptive quantitative research. The subject of the study was a student of the Buddhist Religious Education study program with 107 students. The sample in the study was 84 people. Data collection techniques in this study include using interviews and quisionary. The study used multiple linear regression analysis with a 5% error rate. The value of r square or R²=0.471=47.1% indicates that variables of student learning motivation can be explained by the performance variables of lecturers and organizational culture together at 47.1%. In other words, the performance variable of lecturers and organizational culture affects student learning motivation by 47.1%, and the remaining 52.9% are influenced by other factors not included in this research model. While R = 0.686, meaning lecturer performance variable, organizational culture has a solid relationship to learning motivation. Based on data analysis, it can be concluded that 1) there is a simultaneous influence between the performance of lecturers and organizational culture on learning motivation. 2) This shows that the more positive the lecturer's performance and the higher the organizational culture, the more motivation for students to learn in higher education institutions.
The Influence of Mindfulness on Student Learning Interests at Higher Education Institutions Rapiadi, Rapiadi; Gautama, Sidartha Adi; Burmansah, Burmansah; Sutawan, Komang; Susanto, Susanto
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i6.2846

Abstract

This research aims to measure mindfulness's impact on students' learning motivation in Buddhist College. Learning motivation sometimes becomes a problem in a learning society. So it needs a solution to students do not lose their motivation anymore. The researcher tries to investigate how the role of mindfulness in teaching-learning. The method that the researcher applied was a survey method with a quantitative approach. The sampling technique of this study was proportional random sampling, and the questionnaires were distributed randomly. The number of statements in the questionnaire was 74 items distributed to 71 respondents with a measurement scale of questionnaire answers using a Likert scale. The results of hypothesis testing and simple linear regression obtained a t arithmetic value of 24,322 with a significant level of 0.000, while ttable with n = 71 and = 0.05 got a value of 1.667. It can be assumed that t arithmetic ttable (24,322 > 1.667) or sig < 0.05 (0.000 0.05), then Ha is accepted while H0 is rejected. While the value of R Square in this study is 0.896, meaning that mindfulness affects interest in learning by 89.6%. With the results of the data analysis, it is concluded that there is an Influence of Mindfulness on Student Interest in the Jinarakkhita School of Buddhism, Bandar Lampung, in 2021. The magnitude of the influence is 89.6%, while other factors influence 10.4%.
Interactive Multimedia Based on Android Applications: Development of Learning Media for Non-Formal Schools Susanto, Susanto; Burmansah, Burmansah; Sutawan, Komang; Seneru, Wistina; Rapiadi, Rapiadi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 6 : Al Qalam (November 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i6.2847

Abstract

Learning media encourages learning. Limitations of learning media in Buddhist education in Sunday schools give impetus to researchers to develop multimedia to develop appropriate media. This research aims to build Android application-based learning media on the material of puja facilities and infrastructure in Buddhism. A Multimedia set is expected to be able to provide good results in learning. This approach uses research and development methods to develop Android-based Multimedia as a learning medium for Buddhist Sunday Schools in Pesawaran Regency. The study population was 144, with a sample of 21 learners. The development flow refers to the Bord and Gall development steps. The data analysis technique used is descriptive percentages to determine the questionnaire's validity and reliability and evaluate the product's effectiveness—assessment of product trials tested to media experts, material experts, and teacher and student users. The results showed that Android-based Multimedia had passed validation and operational tests with reasonable criteria, and the effects of field tests showed a significant difference between the average scores before and after using the application. Therefore, the application developed can be an effective learning medium for Buddhist Sunday Schools.
Pengaruh Mindfulness terhadap Minat Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Bandar Lampung Tahun 2021 Sugata, Ary; Gautama, Sidartha Adi; Pramono, Eko; Burmansah, Burmansah; Rapiadi, Rapiadi
Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/abip.v8i2.649

Abstract

Minat belajar sering menjadi permasalahan dalam pembelajaran. Pembelajaran menjadi kurang efektif dengan keadaan mahasiswa yang kurang senang, kurang tertarik, kurang perhatian dan kurang antusias dalam mengikuti perkuliahan. Hal ini perlu adanya mindfulness untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran Pengaruh Mindfulness Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Bandar Lampung Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan proportional random sampling sehingga kuesioner didistribusikan secara acak. Hasil pengujian hipotesis dan regresi linear sederhana diperoleh nilai t hitung sebesar 24,322 dengan tingkat signifikan 0,000 sedangkan t tabel dengan n = 71 dan α = 0,05 diperoleh nilai 1,667. Hal ini dapat diasumsikan bahwa t hitung ≥ t tabel (24,322 > 1,667) atau sig < 0,05 (0,000 ≤ 0,05) maka Ha diterima sedangkan H0 ditolak. Sedangkan nilai R Square pada penelitian ini adalah 0,896 yang berarti bahwa mindfulness berpengaruh terhadap minat belajar sebesar 89,6%. Dengan hasil analisis data tersebut maka disimpulkan bahwa ada Pengaruh Mindfulness Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Jinarakkhita Bandar Lampung Tahun 2021. Besaran pengaruh tersebut adalah 89,6%, sedangkan 10,4% dipengaruhi oleh factor lain.