Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Repressive Political Communication through Legal Products to Preserve Ideology of Jokowi's Government arianto, oni dwi; Sujoko, Anang; Wahyudi, Agus
The Journal of Society and Media Vol 5, No 1 (2021): Life Changes in Social Life and Media
Publisher : Department of Social Science, Faculty of Social Science &Law, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsm.v5n1.p173-198

Abstract

The fundamental value of democracy is civil liberties to express an opinion, assembly, and organization. Data from various institutions observing Indonesian democracy show that since Jokowi's leadership, Indonesia has had problems with civil liberties, from previously free to partly free, thus falling into the flawed category of democracy. The decline in civil liberties was triggered by the Jokowi administration's repressive political communications manifested in the form of repressive legal products. These repressive legal products are used to suppress critical opposition groups who are at odds with the Jokowi administration. This study uses a critical paradigm based on qualitative methods that utilize the theory of Political Discourse Analysis (PDA). The research objective is to reveal the various repressive legal products of the Jokowi administration as well as to explain the context, history, power, and ideology behind the production of these repressive laws. The object of study related to repressive legal products is limited to online news published by media verified by the Press Council. The results of the study concluded that the Jokowi administration presented repressive legal products to perpetuate power and smooth the implementation of capitalist neoliberal ideology.
Pelatihan Literasi Media dalam Menangkal Hoax di Yayasan Al-Huda Surabaya Wahyuni, Jauhar; Norhabiba, Fitri; Mutiah, Mutiah; Setiadi, Tatak; Firmannandya, Ade; Lina, Hasna Nur; Arianto, Oni Dwi; Tansen, Robert; Putri, Erza Angelia; Abiyozza, Joean
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.520

Abstract

Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan penting untuk dilakukan, namun akses dan pemahaman terkait teknologi yang dapat menyediakan informasi tak terbatas memerlukan kolaborasi bersama akademisi di perguruan tinggi dalam memberikan edukasi terkait literasi media. Maka, pelatihan literasi media di lingkungan pendidikan dipandang perlu untuk dilakukan, sebagai upaya untuk membangun pemahaman dan keterampilan pada guru dan siswa, khususnya di yayasan Al-Huda Surabaya, dalam menangkal hoax dan mengidentifikasi fake news selama menggunakan jaringan online pada proses belajar mengajar. Pelatihan Literasi Media terbagi ke dalam 2 (dua) kegiatan utama, yakni penyampaian materi yang berjudul Hoax, Fake News dan Disinformasi dan materi kedua yang berjudul Literasi Digital dan Etika Bermedia. Selama pelaksanaan kegiatan pelatihan, dilakukan juga evaluasi melalui kuisioner pre-test dan post-test yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan dilaksanakan. Kuisioner terdiri atas 10 (sepuluh) item pilihan ganda yang berkaitan dengan materi pelatihan. Melalui pelatihan tersebut, kompetensi guru dan kepala sekolah di yayasan Al-Huda, Surabaya dalam mengidentifikasi perbedaan berita dan menelusuri sumber informasi, baik yang valid maupun hoax atau fake news semakin meningkat dan pemahaman tersebut dapat terus disebarluaskan kepada siswa-siswi sekolah.
Election Dispute Resolution and Justice as Fairness: A Study of Regional Head Elections in Indonesia Indarto, Ervan Kus; Wirayuda, Arya Wanda; Arianto, Oni Dwi; Firdaus, Rima; Ufomba, Henry
Jurnal Mengkaji Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): December
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmi.v2i2.258

Abstract

Abstract: The concept of justice is still relevant for debate, involving two political and legal perspectives. However, the two met in the context of resolving election disputes. Namely the election justice mechanism to resolve all forms of election disputes. This study will focus on resolving election result disputes, the 2020 Regional Head Election Results Dispute. John Rawls is a philosopher and political theorist who strongly influenced the tradition of justice theory. The concept of justice is offered from criticism of utilitarianism and intuitionism. Justice as fairness is a concept of justice that is procedurally fair but also justice that benefits as well as opportunities that are just (equal). Purpose: This article aims to elaborate Regional Head Election Results Dispute from Rawls’ justice as fairness approach to resolve election disputes. Design/Methodology/Approach: The research method used is qualitative research. Using a descriptive approach and literature study as data collection techniques.  Findings: There is still a serious debate about achieving the concept of justice between substantive and procedural justice in electoral studies regarding the equitable settlement of election result disputes. A just Regional Head Election Results Dispute indicates the degree of democracy in implementing direct, general, free, confidential, and honest, fair elections (LUBER JURDIL). Constitutional democracy is a meeting point between Rawls' democratic tradition and Plato's nomocracy. Originality/value: Many articles on Regional Head Election Results Dispute philosophically explain Rawls’ justice as a fairness concept. However, this article explores the relationship between Regional Head Election Results Dispute phenomenon through Rawls’ philosophical concepts.
Pendampingan Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Public Speaking Menuju Desa Wisata Berbasis Digital di Desa Tambakcemandi, Sedati, Sidoarjo Arianto, Oni Dwi; Norhabiba, Fitri; Setianingrum, Vinda Maya; Sukardani, Puspita Sari; Lina, Hasna Nur; Setiadi, Tatak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3686

Abstract

Desa Tambakcemandi di Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, memiliki potensi wisata alam yang kaya, namun pengelolaannya masih terbatas dan belum optimal. Untuk mengembangkan desa ini menjadi desa wisata berbasis digital, diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam hal komunikasi, pengelolaan, dan promosi digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Public Speaking, yang akan memperkuat peran masyarakat dalam mengembangkan desa wisata secara profesional dan berbasis teknologi. Pendampingan FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan di desa, seperti pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha wisata, untuk merumuskan strategi pengembangan desa wisata berbasis digital. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun rencana aksi yang terkoordinasi dalam mempromosikan desa menggunakan teknologi digital dan meningkatkan daya tarik wisata. Pelatihan Public Speaking meningkatkan keterampilan komunikasi masyarakat, terutama pelaku wisata lokal, dalam menyampaikan informasi tentang potensi wisata desa kepada wisatawan. Keterampilan berbicara di depan umum yang baik sangat penting untuk memberikan pengalaman yang positif kepada wisatawan serta meningkatkan citra dan daya tarik desa wisata. Melalui kegiatan ini masyarakat Desa Tambakcemandi mampu memanfaatkan teknologi digital dalam mempromosikan desa mereka, mengelola desa wisata dengan lebih efektif, serta meningkatkan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.Pendekatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar pemangku kepentingan dan menciptakan ekosistem desa wisata yang berkelanjutan dan inovatif.