Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dikdea Skrining Risiko Diabetes Melitus pada Remaja Uni Afriyanti; Muhammad Ra’uf; Yosra Sigit Pramono; Candra Kusuma Negara; Ricky Prawira
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 4 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/1y3sxe28

Abstract

This study aimed to analyze the effectiveness of Dikdea as a Diabetes Mellitus risk screening tool for adolescents. The study employed a quantitative research design using a Randomized Controlled Trial (RCT) with a pretest–posttest control group design. The results showed that the intervention group experienced significant improvements in knowledge, attitudes, and healthy behaviors related to Diabetes Mellitus prevention compared to the control group, with significant differences in knowledge (p=0.021), attitudes (p=0.017), and healthy behaviors (p=0.013). Receiver Operating Characteristic (ROC) analysis also showed that Dikdea had good diagnostic ability (AUC=0.87; sensitivity 84.2%; specificity 79.5%). In conclusion, Dikdea is an effective non-invasive screening tool for identifying the risk of Diabetes Mellitus among adolescents and has the potential to be implemented as a school-based screening strategy to support the early detection and prevention of Diabetes Mellitus.   Keywords: Adolescents, Diabetes Mellitus, Early Detection, Risk Screening
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Dispepsia di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Riska Adelia; Uni Afriyanti; Novia Heriani; Dessy Hadrianti
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.9001

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan yang sering dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan primer dan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Menurut WHO, dispepsia adalah keluhan nyeri atau tidak nyaman di perut atas, rasa penuh, dan cepat kenyang, dengan prevalensi di Indonesia 40–50%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, pola makan, tingkat stress, dan konsumsi obat OAINS yang mempengaruhi kejadian dispepsia di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang mengalami dispepsia di Puskesmas Pekauman dengan jumlah sampel 104 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji spearman rho dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola makan (p=0,019), tingkat stres (p=0,024). Namun, tidak terdapat hubungan antara usia (p=0, 548) dengan kejadian dispepsia dan , dan konsumsi obat OAINS (p= 0,813),. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi kesehatan mengenai pengaturan pola makan, tingkat stress, serta penggunaan OAINS yang rasional guna menurunkan kejadian dispepsia di masyarakat.
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Pola Asuh Suportif di Desa Pupuyuan Anggi Evi Safitri; Uni Afriyanti; Muhammad Nasir; Haura' Tsabitah Rais; Giovanza Kemala Dewi; Siti Rahma; Wahidah Wahidah; Luthfi Musyaffa Rahmatullah; Athaya Nandana Zayyan Chandraningtyas; Nanda Risky Amalia; Wahdatun Nisa; Yona Repalia
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1659

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi isu sosial yang berpotensi memengaruhi pendidikan, kesehatan, dan kesiapan psikologis remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua dan remaja mengenai risiko pernikahan dini serta pentingnya pola asuh dan komunikasi yang suportif dalam keluarga. Program dilaksanakan di Desa Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, melalui pendekatan edukatif partisipatif berupa penyampaian materi interaktif dan diskusi terbuka. Materi mencakup batas usia perkawinan, faktor dan dampak pernikahan dini, jenis pola asuh, serta komunikasi orang tua-remaja. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan keterlibatan peserta, respons diskusi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Kegiatan menghasilkan ruang diskusi yang mempertemukan perspektif orang tua dan remaja serta memunculkan refleksi mengenai praktik pernikahan usia muda dan komunikasi keluarga. Kegiatan dapat menjadi langkah awal edukasi komunitas yang memerlukan tindak lanjut secara berkelanjutan.