Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

THE EFFECT OF BITTER MELON JUICE ON BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN JAGAMUKTI VILLAGE, SURADE HEALTH CENTER WORKING AREA Utami, Anniswah; Alamsyah , Azhar Zulkarnain; Mulyadi, Egi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1094

Abstract

This study aims to analyze the effect of consuming bitter melon juice on blood pressure in hypertensive patients in Jagamukti Village, Surade Health Center's working area. Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence that requires serious attention. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design, involving 15 respondents selected using cluster sampling. Data were analyzed using parametric statistical tests with a T-test. The results showed that the average systolic blood pressure before the intervention was 151 mmHg, while after the intervention, it decreased to 145 mmHg. Statistically, there was a significant difference with a p-value of 0.000 (<0.05), indicating that bitter melon juice is effective in lowering blood pressure in hypertensive patients. Most respondents were female (60%) aged 46–55 years (66.7%), and the majority worked as housewives (60%). Bitter melon, rich in potassium and possessing diuretic effects, effectively lowers sodium levels in the blood, helping to reduce blood pressure. This study reinforces the potential of bitter melon as a safe and natural non-pharmacological intervention for hypertension. These findings are expected to encourage the use of herbal plants in the management of hypertension.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepuasan Hidup Lansia dengan Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Selabatu Kota Sukabumi Jamas, Jamas; Suryadin, Asep; Lutiyah, Lutiyah; Mulyadi, Egi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.21851

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is a serious chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin. Elderly people are one of the age groups at greatest risk for developing diabetes mellitus. Furthermore, elderly people face challenges in life satisfaction. Life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus is influenced not only by medical factors but also by psychosocial factors, namely family support. Family support plays a crucial role in improving life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus. This study was conducted to determine the relationship between family support and life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus. This was a cross-sectional analytic study with a sample of 80 elderly people using the HDFSS and SWLS questionnaires. This study shows a relationship between family support and life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus (p=0.001).There is a significant relationship between family support and life satisfaction in elderly people with diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus, Life Satisfaction In Elderly, Family Support ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, lansia menjadi salah satu kelompok usia dengan risiko yang paling rentang dan tertinggi terhadap penyakit Diabetes Melitus. Selain itu lansia akan menghadapi masalah dalam kepuasan hidup. Kepuasan hidup lansia dengan Diabetes Melitus tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis, tetapi juga oleh faktor psikososial yaitu dukungan keluarga. Dukungan keluarga memainkan peran krusial dalam meningkatkan kepuasan hidup lansia dengan Diabetes Melitus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepuasan hidup lansia dengan Diabetes Melitus.Penelitian ini adalah studi analitik cross sectional dengan sampel penelitian berjumlah 80 orang lansia menggunakan kuesioner HDFSS dan SWLS. Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepuasan hidup lansia diabetes melitus dengan (p=0,001). Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepuasan hidup lansia dengan diabetes melitus Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kepuasan Hidup Lansia, Dukungan Keluarga
Pengaruh rendaman air garam hangat dan jahe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi Nursakinah, Fina; Alamsyah, Azhar Zulkarnain; Mulyadi, Egi; Danismaya, Irawan
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3vbv8d87

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian hipertensi masih menjadi tantangan serius karena tingginya angka kejadian dan keterbatasan kepatuhan penderita terhadap terapi farmakologis jangka panjang. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan non-farmakologis yang sederhana, efektif, dan dapat diterapkan di masyarakat. Salah satu alternatif yang potensial adalah penggunaan rendaman air garam hangat dan jahe sebagai terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendaman air garam hangat dan jahe terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi.Metode: Penelitian menggunakan desain one group pretest-posttest dengan jumlah sampel 60 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama lima hari dengan perendaman kaki selama 15 menit per hari.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dari rerata 158,08 mmHg menjadi 146,25 mmHg dan diastolik dari 89,42 mmHg menjadi 81,42 mmHg. Uji Wilcoxon menunjukkan hasil signifikan (p = 0,001) untuk tekanan darah sistolik dan diastolik.Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah rendaman air garam hangat dan jahe efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Disarankan terapi ini dapat dijadikan pilihan intervensi non-farmakologis yang sederhana, aman, dan dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Hubungan indeks massa tubuh dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang recovery Mulyadi, Egi; Hamzah, Amir; Basri, Burhanudin; Yulya, Ayu
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/brwse991

Abstract

Latar Belakang: Waktu sadar kembali setelah anestesi umum merupakan indikator penting dalam pemulihan pasien pascaoperasi. Salah satu faktor yang memengaruhi proses ini adalah Indeks Massa Tubuh, yang berperan terhadap distribusi dan metabolisme obat anestesi. Pasien dengan Indeks Massa Tubuh tinggi berpotensi mengalami penumpukan obat dalam jaringan lemak sehingga memperlambat pemulihan kesadaran. Namun, hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi, sehingga diperlukan analisis lebih lanjut mengenai hubungan keduanya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan observasional analitik pada 87 pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan Rumah Sakit Islam Assyifa. Data Indeks Massa Tubuh dan skor Aldrete dikumpulkan melalui lembar observasi, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Sebagian besar partisipan memiliki Indeks Massa Tubuh normal (64,4%) dan pulih sadar cepat (58,6%). Pasien dengan Indeks Massa Tubuh tinggi cenderung mengalami pemulihan kesadaran lebih lambat. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan durasi pulih sadar (p = 0,003).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan waktu pulih sadar pasca anestesi umum. Temuan ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam memantau pemulihan pasien berdasarkan status gizi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, TINGKAT PENDIDIKAN, DAN PERSEPSI MASYARAKAT PADA PETUGAS KESEHATAN TERHADAP PENCEGAHAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAROS Azhar Febriansyah, Muhammad; Mulyadi, Egi; Tarwati, Kartika
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v2i1.1257

Abstract

Until now, DHF is one of the communicable diseases which is a major public health problem in all tropical and subtropical regions of the world including the islands of Indonesia to northern Australia. DHF is a disease caused by one of four different dengue viruses and is transmitted by mosquitoes, especially Aedes aegypti. This study aims to determine the relationship between knowledge, level of education and public perception of health workers on DHF prevention in the working area of the Baros Health Center. This research method uses descriptive analytic with cross sectional approach. The number of respondents in this study were 92 respondents. The instrument in the research is a questionnaire. The research was analyzed using the Chi square formula. Statistical test results of the relationship between knowledge of DHF prevention and chi-square at the resulting P value of 0.000 <0.05. Statistical test results of the relationship between education level and DHF prevention with chi-square resulting P value of 0.000 <0.05, and Statistical test of the relationship between public perception of health workers on DHF prevention with a chi-square P value of 0.015 <0.05. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and prevention of DHF in the Working Area of the Baros Health Center, there is a relationship between education level and prevention of DHF in the Working Area of the Baros Health Center, and there is a relationship between the public's perception of health workers towards the prevention of DHF in the Working Area of the Baros Health Center. It is recommended for the Baros Community Health Center to further improve and optimize counseling or outreach activities regarding DHF and how to prevent DHF.