Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Model Problem Based Learning pada Materi Ajar Struktur Bumi di Kelas VIII SMP Negeri 2 Weru Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon Julika, Wahyu Indah; Sati; Fatnah, Nurwanti; Andayana, Iwan
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i2.11323

Abstract

Motivasi belajar merupakan elemen krusial dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil pemetaan awal, motivasi belajar peserta didik kelas VIII B teridentifikasi rendah karena materi pembelajaran dianggap kurang menarik, sehingga menurunkan antusiasme mereka dalam mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, diterapkan pembelajaran sosial emosional (PSE) melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan model Problem Based Learning (PBL) dengan bantuan media Augmented Reality (AR) pada materi Struktur Bumi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu suatu pendekatan penelitian yang bersifat reflektif dan bertujuan untuk memperbaiki serta meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara profesional melalui siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel, yaitu dengan memilih kelas VIII B yang teridentifikasi memiliki motivasi belajar rendah sebagai subjek penelitian berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.dengan dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II. Subjek yaitu kelas VIII B SMPN 2 Weru. Data dikumpulkan melalui observasi dan angket, lalu dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan pembelajaran sosial emosional (PSE) yang didukung media Augmented Reality (AR) berhasil meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VIII B secara signifikan. Peningkatan motivasi belajar yang tercermin dari kenaikan rata-rata skor motivasi dari 35% pada Siklus I menjadi 60,3% pada Siklus II, dengan nilai signifikansi di bawah 0,0005, menegaskan efektivitas pendekatan ini. Selain itu, mayoritas peserta didik (87,5%) mengaku merasa lebih termotivasi, yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu membangkitkan minat dan antusiasme belajar siswa secara nyata.
Sosialisasi Pembuatan Burger Tempe Bergizi Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Wanasaba Kidul Fatnah, Nurwanti; Safitri, Sheysilia Dwi; Hidayat, Akhmad Mauludin; Seno, Bisma Nasrullah Dwi; Azzahra, Soraya Sabrina; Saptono, Rano; Rohman, Aru; Nurhakim, Fajar; Imtiyas, Ambarwati; Nurdin, Zezen Zaini; Fitri, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2665

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan di Desa Wanasaba Kidul dengan fokus pada sosialisasi pembuatan burger tempe sebagai makanan pendamping yang bergizi. Tempe, sebagai sumber protein nabati yang tinggi, memiliki potensi besar dalam mencegah stunting. Kegiatan sosialisasi meliputi penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang, khususnya protein, dalam tumbuh kembang anak, serta demonstrasi langsung pembuatan burger tempe. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah makanan bergizi dan bervariasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan manfaat tempe bagi kesehatan. Partisipasi aktif masyarakat dalam demonstrasi pembuatan burger tempe juga menandakan adanya minat yang tinggi untuk menerapkan menu baru yang bergizi ini. Dengan demikian, sosialisasi pembuatan burger tempe dapat menjadi salah satu upaya efektif dalam meningkatkan status gizi masyarakat dan mencegah stunting di Desa Wanasaba Kidul.
The Effectiveness of PjBL-STEAM Using GeoAI Media: Junior High School Students' Creative Thinking Skills Ajeng, Ajeng; Rinto, Rinto; Fatnah, Nurwanti
ETDC: Indonesian Journal of Research and Educational Review Vol. 4 No. 4 (2025): September
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/ijrer.v4i4.3788

Abstract

The problem identified in this study stemmed from the condition of science learning, which remained limited to the learning model and media used, resulting in less effectiveness in developing creativity. Therefore, this study was conducted to test the effectiveness of the Project Based Learning (PjBL) model integrated with the Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) approach using Geospatial Information System Artificial Intelligence (GeoAI) media in improving students' creative thinking skills. This study used a mixed-methods design with an embedded experimental model, where the data collection techniques were carried out through pre-research interviews, pretests and posttests, questionnaires, and interviews after the intervention. The research sample consisted of second-semester students from class VIII at Public Junior High School 1 Weru. We processed the data using normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, independent sample t-tests, and N-Gain tests. The results showed a significant increase in creative thinking skills in the experimental class. The improvement was evidenced by the results of the average pretest score of 66.32, then the posttest increased to 90.44, with a very significant difference compared to the control class. The N-Gain test also recorded improvements, with an average score of 0.69 in the moderate category. This finding is reinforced by qualitative data from questionnaires and interviews, which showed a very positive response from students to the GeoAI-assisted PjBL-STEAM model, achieving an average score of 75.99% out of a maximum score of 100%.
ANALISIS BUTIR SOAL PADA BAHAN AJAR IPA KELAS VII MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN DITINJAU DARI DOMAIN KOGNITIF TAKSONOMI BLOOM Rosdianah Rosdianah; Zakiyyah Zakiyyah; Nurwanti Fatnah
JoISE : Journal of Intergratet Science Education Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/joise.v1i1.4666

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fakta hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan bahwa guru memerlukan instrument penilaian dalam bentuk modul, buku atau kumpulan soal-soal, yang sudah sesuai dengan standar C1-C6 berdasarkan tingkatan sekolah menengah pertama. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Menggunakan sumber Buku IPA Terpadu dari Erlangga dan Yudhistira kelas VII materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Hasil penelitian pertama membahas tentang kesesuaian soal terhadap KI dan KD dan didapatkan hasil bahwa sebagian besar soal-soal yang ada pada buku IPA Terpadu Erlangga dan Yudhistira termasuk ke dalam kompetensi Inti, karena sebagian besar dari soal-soal tersebut membahasa pengetahuan konseptual, yaitu, pengertian, ciri-ciri, contoh. Hasil analisis kedua sesuai dengan karakteristik taksonomi bloom didapatkan hasil bahwa lebih banyak membahas soal kategori C1 (mengingat) dan pada Buku Yudhistira didapatkan hasil bahwa lebih banyak membahas soal kategori C1 (mengingat) dan C2 (memahami).
Readiness of the Science Education Study Program in the Implementation of the ‘Merdeka Belajar - Kampus Merdeka’ (MBKM) Curriculum Zakiyyah Zakiyyah; Mutiara Dwi Cahyani; Nurwanti Fatnah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v10i2.9243

Abstract

The purpose of this research is the readiness of the science education study program to implement the MBKM curriculum, which is explained through the characteristics of cooperation, lecturer competence, student perception and participation, and analysis of stakeholder needs. The research method uses case study qualitative analysis, and the subjects are teachers, students, and stakeholders in the science education study program. One of the results obtained is the characteristics of the cooperation carried out by the achievement of the graduates. The competencies possessed by lecturers as facilitators in the implementation of MBKM. There is a biased understanding of students' perceptions and involvement in the implementation of MBKM. The stakeholders involved in the preparation of this curriculum have conformity with the needs of the curriculum structure. Furthermore, these results can be used as the basis for the readiness of the Science Study Program in implementing MBKM.
Investigating Teachers’ Conceptualizations of Deep Learning in Science Education Nurwanti Fatnah; Zakiyyah; Mutiara Dwi Cahyani
Journal of Science Education Research Vol. 10 No. 1 (2026): J. Sc. Edu. Research
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jser.v10i1.90040

Abstract

This study investigates junior high school science teachers’ conceptualizations of deep learning within the context of Indonesian educational reform. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from 39 science teachers in Cirebon through open-ended questionnaires and analyzed thematically using Atlas.ti. The results reveal that teachers define deep learning as a holistic process that integrates cognitive, affective, and psychomotor dimensions, emphasizing student-centeredness, collaboration, and meaningful learning. Teachers further articulated key principles of deep learning, including contextualization, critical and creative reasoning, innovation, independence, joyful and mindful learning, ethical awareness, and the ability to connect science concepts to real-life situations. The implementation of deep learning was characterized by project-based learning, authentic tasks, collaborative practices, backward design, and supportive classroom environments. However, teachers reported challenges such as limited resources, unequal technological access, time constraints, and diverse student readiness, indicating the complexity of translating deep learning into practice. To address these issues, teachers highlighted the need for systematic supports including sustained professional training, mentoring, peer observation, and high-quality instructional modules. The study contributes theoretically by clarifying teacher perspectives on deep learning and practically by offering recommendations for professional development and policy directions to strengthen deep learning in Indonesian science education.
Co-creation dan Capacity Building Modul IPA Berbasis Deep Learning melalui Permainan Tradisional Zakiyyah Zakiyyah; Nurwanti Fatnah; Nugraha Permana Putra; Mutiara Dwi Cahyani; Siti Ardiyatunnur; Nabilah Adwa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.954

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru IPA SMP dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning yang kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan. Program dilaksanakan melalui pendekatan capacity building yang dipadukan dengan prinsip co-creation untuk membangun kemampuan reflektif dan inovatif guru dalam menyusun modul ajar interaktif berbasis permainan tradisional. Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan konsep deep learning, lokakarya penyusunan modul, dan refleksi hasil pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kualitas perangkat ajar guru, dengan rata-rata peningkatan sebesar 23 %, terutama pada aspek inovasi dan integrasi konteks lokal. Produk utama kegiatan berupa Modul Ajar IPA Berbasis Deep Learning bertema “Bentuk-bentuk Energi” yang mengintegrasikan permainan tradisional Boy-boyan Energi dan asesmen digital interaktif menggunakan PhET Simulation dan Quizizz. Modul hasil co-creation ini dinilai memenuhi karakteristik meaningful, mindful, dan joyful learning yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif siswa. Kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas guru dan inovasi pembelajaran sains berbasis kearifan lokal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK MELALUI KEGIATAN FUN CHEMISTRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SMK Nurwanti Fatnah; Dewiantika Azizah; Mutiara Dwi Cahyani
Jurnal Zarah Vol. 9 No. 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v9i1.2461

Abstract

Model pembelajaran berbasis proyek yang menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia, sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dan berdampak pada peningkatan keterampilan proses sains. Model Pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan fun chemistry diharapkan dapat membuat pembelajaran kimia menjadi lebih menyenangkan, kemudian peserta didik menjadi lebih aktif, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan proses sains. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMK Analis Kimia YPPT Majalengka 2017/2018. Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam model PjBL meliputi penentuan pertanyaan, perancangan proyek, penyusunan jadwal, monitor setiap kemajuan proyek, presentasi hasil dan penilaian serta evaluasi. Penguasaan konsep materi yang menghasilkan prestasi peserta didik diukur melalui teknik One Group Pretest and Postest Design, kemudian tingkat efektivitas pembelajaran diamati pada tiap tahap pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek sesuai dengan sintaksnya dan aspek kinerja digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik sebesar 40,7% dan meningkatkan kinerja peserta didik pada setiap tahapan proses sains yang dilakukan.
ANALISIS GURU PENDIDIKAN KIMIA DALAM MENGAJAR MATA PELAJARAN IPA TERPADU TINGKAT MENENGAH PERTAMA DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Dewiantika Azizah; Nurwanti Fatnah; Mutiara Dwi Cahyani
Jurnal Zarah Vol. 8 No. 2 (2020): October, 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v8i2.2462

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menganalisis kesulitan guru – guru pendidikan kimia dalam mengajar IPA Terpadu tingkat menengah pertama pada sekolah berbasis pesantren serta memberikan rekomendasi positif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, yakni dengan memberikan penjelasan secara deskriptif hasil analisis yang dilakukan, dengan menggunakan analisis data wawancara dengan model open-ended question. Peneliti melibatkan 3 guru pendidikan kimia yang mengajar IPA terpadu di kelas dan tempat yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan melalui 3 kali pengambilan data melalui metode wawancara untuk masing – masing guru. Hasil analisis penelitian ini memberikan solusi agar guru harus menguasai kemampuan PTCK untuk memberikan inovasi dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan untuk menyusun RPP serta bahan ajar yang tepat disesuaikan dengan kurikulum sekolah.
Pengaruh Model PjBL-STEM Menggunakan Algodoo terhadap Pembelajaran IPA dalam Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Berpikir Kreatif Eri Ardiyansah; Rinto Rinto; Nurwanti Fatnah
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 13, No 2 (2024): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v13i2.91876

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan fokus utama untuk mengetahui pengaruh model PjBL-STEM menggunakan Algodoo terhadap pembelajaran IPA. Penelitian ini menerapkan metode quasieksperimental dengan desain nonequivalent control group design. Populasi yang dipilih yaitu peserta didik Semester 2 Kelas IX di SMPN 2 Mundu Tahun 2023/2024. Sampel penelitian ini melibatkan 20 peserta didik dari kelas IX D dan IX E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes essay dan angket respon peserta didik. Metode pengolahan data menggunakan uji prasyarat, uji independent sample t-test dan uji NGain. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pretest dan posttest pada kelas eksperimen dari 36. 8 poin menjadi 73 poin dengan skor N-Gain sebesar 0. 57 poin termasuk golongan sedang. Sedangkan berdasarkan keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif setiap peserta didik mengalami peningkatan pada seluruh indikator, dengan rata-rata skor pretest sebesar 32 poin dan 38. 38 poin serta rata-rata skor posttest sebesar 72. 8 poin dan 73. 63 poin. Masing-masing N-Gainnya adalah 0. 60 poin dan 0. 55 poin termasuk golongan sedang. Peserta didik menunjukkan respon sangat positif pada model PjBL-STEM menggunakan Algodoo dengan skor rata – rata pada setiap aspek sebesar 84. 13%. Aspek menarik memperoleh rata-rata skor sebesar 88. 75%, aspek ketercapaian tujuan pembelajaran sebesar 83. 33% dan aspek kemudahan sebesar 80. 31%.This research was carried out with the main focus to determine the influence of the PjBL-STEM model using Algodoo on science learning. This study applies a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The selected population is class IX Semester 2 students at SMPN 2 Mundu in 2023/2024. The sample of this study involved 20 students from classes IX D and IX E. Data collection techniques were carried out through essay tests and student response questionnaires. The data processing method uses prerequisite test, independent sample t-test and N-Gain test. Overall, the results of the study showed an increase in the average pretest and posttest scores in the experimental class from 36. 8 points to 73 points with an N-Gain score of 0. 57 points, included in the medium category. Meanwhile, based on critical thinking skills and creative thinking skills, each student experienced an improvement in all indicators, with an average pretest score of 32 points and 38. 38 points and an average posttest score of 72. 8 points and 73. 63 points. The N-Gain is 0. 60 points and 0. 55 points, respectively, and is included in the medium category. Students showed a very positive response to the PjBL-STEM model using Algodoo with an average score of 84. 13% in each aspect. The interesting aspect obtained an average score of 88. 75%, the aspect of achieving learning objectives was 83. 33% and the aspect of convenience was 80. 31%.