Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Komunitas Melalui Pelatihan Digital Marketing Untuk UMKM di Era Ekonomi Digital Haq, Ziyaul; Alhamidi, Lubban Anwari; Burhan, Mulya
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v13i1.8421

Abstract

ABSTRAK Meskipun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, banyak dari mereka masih menghadapi kesulitan untuk mengadopsi teknologi digital. Dengan menggunakan digital marketing, Anda dapat meningkatkan daya saing Anda, memperluas jangkauan Anda, dan mengoptimalkan strategi pemasaran Anda di era ekonomi digital. Oleh karena itu, pelatihan digital marketing adalah langkah penting dalam membantu komunitas UMKM menjadi lebih siap untuk mengikuti kemajuan teknologi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendidik pelaku UMKM dalam strategi pemasaran digital yang efektif, seperti menggunakan media sosial, platform e-commerce, dan membuat konten yang dipromosikan. Sesi pelatihan langsung dan praktik penggunaan berbagai aplikasi pemasaran digital digunakan dalam pelatihan ini. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta lebih memahami cara mengelola pemasaran digital secara lebih strategis, yang berdampak pada visibilitas usaha dan pertumbuhan bisnis. Pelatihan ini juga terbukti memperkuat daya saing UMKM dan mendukung keberlanjutan usaha di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat. Kata kunci: Teknologi Digital Marketing, UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, E-Commerce, Strategi Pemasaran
Role of Parents in the Academic Development of a Child with ADHD Burhan, Mulya
Candradimuka: Journal of Education Vol. 2 No. 1 (2024): Candradimuka: Journal of Education
Publisher : Pusat Penerjemah dan Penyunting Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/cje.v2i1.70

Abstract

This study aims to discover what motivates children with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) to perform academically. In addition, this paper also tries to search viable methods to assist children with ADHD and what factors determine their academic motivation. The research method used is descriptive qualitative research method. The primary focus of this study were children with ADHD and their parents or legal guardians. The techniques used in this research included rigorous observation, interrogation, and documentation based on the notion that the academic motivation of students with ADHD tends to be lower than that of students in with no discernable mental disorder. This is mostly due to three prominent symptoms: hyperactivity, inattention, and impulsivity. Symptoms like these effectively renders them less productive, and children with ADHD requires a specialized approach in nurturing and development, like allocating more attention to detail and being able to handle them patiently without applying harsh or punitive measures as it will affect their mental and psychological state.
Pelatihan Sintaksis Fungsional Basic Structure untuk Meningkatkan Keterampilan Speaking dan Writing Guru SMK Haq, Ziyaul; Rasul, Tarmizi; Hampu, Laode; Burhan, Mulya
Darma Cendekia Vol. 4 No. 2 (2025): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v4i2.182

Abstract

Bahasa Inggris merupakan keterampilan kunci bagi lulusan SMK untuk menghadapi tantangan global, namun kemampuan produktif seperti speaking dan writing masih rendah. Hasil observasi menunjukkan sebagian besar siswa belum percaya diri menggunakan bahasa Inggris karena lemahnya pemahaman terhadap struktur dasar kalimat. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara kurikulum yang ada dan kompetensi faktual siswa. Kegiatan Pelatihan Sintaksis Fungsional pada Level Basic structure dirancang sebagai upaya pemberdayaan profesional guru Bahasa Inggris SMK melalui peningkatan pemahaman konsep sintaksis fungsional, kemampuan analisis struktur kalimat, serta penerapan dalam pembelajaran speaking dan writing. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis problem-based learning dengan 30 guru peserta dari MGMP Bahasa Inggris Kota Bekasi. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan interaktif, dan evaluasi-refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap fungsi gramatikal unsur kalimat, penggunaan tenses, dan penerapan struktur kalimat secara komunikatif. Guru lebih mampu mengaitkan unsur gramatikal dengan makna dalam konteks sosial, serta merancang kegiatan berbicara dan menulis yang lebih kontekstual. Pelatihan ini juga mendorong terbentuknya komunitas guru yang kompeten, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris berbasis fungsi kalimat. Kesimpulannya, pendekatan SFL berbasis pelatihan partisipatif efektif meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar speaking dan writing secara fungsional, sehingga berpotensi meningkatkan kemampuan komunikasi siswa SMK secara bermakna.
PELATIHAN IMPLEMENTASI DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMP ISLAM MANDIRI, BOGOR Triyuono, Arif; Nugroho, Nugroho; Purwanto, Kokok Djoko; Suwandi, Sahri; Hadi, Irfan; Putri, Nia Liska; Fidinillah, Mildan Arsdan; Purnama, Yogi; Burhan, Mulya; Hampu, La Ode
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37939

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran bermakna masih menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penerapan pendekatan deep learning di tingkat sekolah menengah pertama. Permasalahan ini juga ditemukan di SMP Islam Mandiri, Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan pedagogik guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning. Mitra kegiatan adalah 12 guru SMP Islam Mandiri yang terlibat secara aktif, dengan pendampingan oleh tiga dosen dan dua mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) koordinasi awal dan analisis kebutuhan; (2) sosialisasi program; (3) pelatihan konseptual; (4) workshop penyusunan perangkat pembelajaran; (5) pendampingan implementasi di kelas; serta (6) monitoring dan evaluasi. Keberhasilan program dinilai melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, observasi pembelajaran, serta analisis perangkat pembelajaran yang disusun guru. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konsep deep learning dari 33,3% menjadi 83,3%. Keterampilan merumuskan tujuan pembelajaran berorientasi HOTS meningkat dari 25,0% menjadi 75,0%, dan penggunaan aktivitas kolaboratif meningkat dari 33,3% menjadi 83,3%. Selain itu, keterlibatan aktif siswa meningkat dari 35–40% menjadi 70–80%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik dengan tahapan sistematis efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan kualitas pembelajaran bermakna.Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Deep Learning; Kompetensi Pedagogik; Guru SMP. ABSTRACTThe implementation of the Independent Curriculum is still hampered by teachers' poor pedagogical competence in creating meaningful learning, especially when it comes to using the deep learning approach at the junior high school level. A partner in this community service project, SMP Islam Mandiri in Bojonggede, Bogor Regency, also had this issue. The goal of this program is to enhance teachers' pedagogical abilities and conceptual knowledge in creating and executing deep learning-based instruction. Twelve SMP Islam Mandiri teachers actively participate in the activity, with two students and three lecturers providing mentorship. The activity was conducted in multiple stages: (1) needs analysis and initial coordination; (2) program socialization; (3) conceptual training; (4) learning tool development workshop; (5) classroom implementation support; and (6) monitoring and evaluation. Learning observations, a comparison of pre-test and post-test results, and an examination of teacher-created learning resources were used to gauge the program's effectiveness. The findings demonstrated a rise in comprehension of the deep learning concept from 33.3% to 83.3%. Collaborative activity use rose from 33.3% to 83.3%, and HOTS-oriented learning objective formulation skills rose from 25.0% to 75.0%. Furthermore, student active engagement increased from 35–40% to 70–80%. These findings indicate that practice-based training and mentoring with systematic stages are effective in improving teachers' pedagogical competence and the quality of meaningful learning.Keywords: Community Service; Deep Learning; Pedagogical Competence; Junior High School Teachers.