Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Etika Digital dalam Menanggulangi Ujaran Kebencian pada Penggunaan Media Sosial Instagram oleh Generasi “Z” Dini Naila Utami; Asep Deni Normansyah; Darda Abdullah Sjam
MISTER: Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 1 No. 3c (2024): JULI (Tambahan)
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v1i3c.1871

Abstract

One of the social media that is often used lately especially for Generation-Z is Instagram. With the number of Instagram social media users in Indonesia reaching more than 104.8 million users. The Instagram social media users are young people. So that makes Instagram a social media that provides freedom in the use of content. The freedom in using social media instagram often does not pay attention to ethics and morals in social media so that it becomes a concern. The purpose of the research intends that Generation-Z is able to have an awareness of the importance of digital ethics on social media, can increase awareness in interacting on social media wisely, and can also analyze the negative impact in the use of social media on Instagram. The research method involves interviews, observations, and documentation with interviews with the principal, teachers, and also students totaling 6 people. The results of the study are that Generation-Z has an understanding of digital ethics in using social media, where digital ethics become manners and manners in using Instagram social media, the actions they take in responding to netizens on Instagram social media by responding to positive comments, as well as strategies in overcoming the existence of hate speech to Generation-Z by providing habituation before learning fostered by subject teachers, socialization on school social media accounts, BK or on the osis social media account.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP LITERASI POLITIK PADA PEMILIH PEMULA PADA GENERASI Z Rozi, Farhan Fahrul; Normansyah, Asep Deni; Sjam, Darda Abdullah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i1.5988

Abstract

The development of technology and information in Indonesia, particularly social media, has significantly influenced various aspects of life, including socio-political aspects. Social media platforms such as Instagram, WhatsApp, and TikTok have become ingrained in society, especially among the younger generation or Generation Z. This generation often uses social media as their primary source of information, including political information. This study aims to investigate the influence of social media on the political literacy of young voters, particularly students from the FKIP Unpas. One of the impacts examined is how exposure to social media potentially mobilizes political participation and shapes political preferences among the public. The study results indicate that social media not only serves as a communication tool but also influences the knowledge, mindset, and political behavior of the younger generation. However, young voters tend to rely on social media without adequate guidance, making them more vulnerable to misinformation or manipulation. Therefore, there is a need for education on the proper use of social media in a political context to enhance political literacy among young voters. This research is expected to provide a deeper understanding of the role of social media in shaping political literacy and facilitating political participation among Generation Z. Perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia, khususnya media sosial, telah memberikan pengaruh yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kehidupan sosial-politik. Media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan TikTok telah menjadi platform yang melekat di masyarakat, terutama generasi muda atau Generasi Z. Generasi ini banyak informasi menggunakan media sosial sebagai sumber utama, termasuk informasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh media sosial terhadap literasi politik pemilih pemula, khususnya mahasiswa FKIP Unpas. Salah satu dampak yang diteliti adalah bagaimana paparan media sosial berpotensi memobilisasi partisipasi politik dan membentuk preferensi politik dikalangan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mempengaruhi pengetahuan, pola pikir, dan perilaku politik generasi muda. Namun, pemilih pemula cenderung bergantung pada media sosial tanpa pengarahan yang memadai, sehingga mereka lebih rentan terhadap informasi yang salah atau manipulatif. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi mengenai penggunaan media sosial yang lebih baik dalam konteks politik, sehingga literasi politik di kalangan pemilih pemula dapat ditingkatkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai peran media sosial dalam membentuk literasi politik dan memfasilitasi partisipasi politik generasi z.
EVOLUSI TRADISI RUWATAN BUMI DALAM KONTEKS NILAI-NILAI SILA PERTAMA PANCASILA Maharani, Ervina; Asep Deni Normansyah; Darda Abdullah Sjam
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 12 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i12.5123

Abstract

ABSTRAK Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yakni stigma negatif tentang tradisi budaya ruwatan bumi di kampung adat banceuy, yang dinilai bertolak belakang dengan ajaran agama Islam, peneliti bertujuan untuk menganalisis ketidakbenaran tersebut dan apabila keliru peneliti ingin meluruskan stigma yang dinyatakan tidak benar, kemudian menganalisis nilai-nilai Ketuhanan didalamnya, dengan melakukan penelitian secara langsung dan mendalam ke kampung tersebut, dengan wawancara ke beberapa narasumber warga asli disana, peneliti berkeyakinan penelitian ini harus dilaksanakan karena Kampung Adat Banceuy sendiri merupakan keberagaman wisata yang Subang miliki bahkan Indonesia miliki yang berasal dari tanah pasundan dan etnis sunda, yang patut dijaga image atau nama baiknya, dan diluruskan apabila terdapat berita yang simpang siur dan hoaks terhadap isi daripada tradisi-tradisi yang selama ini dilaksanakan di kampung adat banceuy yaitu salah satunya ruwatan bumi dengan mengetahui adanya fakta yang sesungguhnya dari masyarakat disana diharapkan penelitian ini dapat meluruskan hal yang tidak benar, namun semuanya kembali lagi ke prinsip dan keyakinan daripada masyarakat manapun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat nilai-nilai ketuhanan yang maha esa dalam tradisi budaya ruwatan bumi yakni ijab rosul, sholawatan, dakwah, pertunjukan seni gembyung, pertunjukan wayang golek, nyawer dewi sri, kemudian terdapat hoaks yang berhasil diluruskan oleh warga sana yakni mengubur kepala kerbau yang pada kenyataan nya tidak, kepala kerbau dibagikan dan dimakan tidak dikubur sama sekali. Kata kunci: kebudayaan, nilai-nilai ketuhanan, tradisi ABSTRACT The research in this thesis is motivated by the existence of a problem, namely the negative stigma regarding the cultural tradition of Ruwatan Bumi in the Banceuy traditional village, which is considered to be contrary to the teachings of the Islamic religion. divine values in it, by conducting direct and in-depth research into the village, by interviewing several sources from native residents there, the researcher believes this research must be carried out because the Banceuy Traditional Village itself is a tourist diversity that Subang has, even Indonesia has, which originates from the land. Pasundan and Sundanese ethnic groups, who should maintain their image or good name, and straighten out if there is confusing news and hoaxes regarding the contents of the traditions that have been carried out in the Banceuy traditional village, one of which is Ruwatan Bumi. By knowing the real facts from the community There is hope that this research can straighten out things that are not true, but it all comes back to the principles and beliefs of any society. The results of this research show that there are one and only divine values in the Ruwatan Bumi cultural tradition, namely Ijab Rosul, sholawatan, da'wah, gembyung art performances, wayang golek performances, nyawer Dewi Sri, then there is a hoax that has been successfully corrected by the residents there, namely burying their heads. buffalo which in reality is not, the buffalo head is distributed and eaten, it is not buried at all. Keywords: culture, divine values, earth ruwatan, tradition
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN ARJASARI Darda Abdullah Sjam; Cep Miftah Khoerudin; Novi Widiawati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 5 (2023): Volume 09 No. 05 Desember 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i5.2544

Abstract

The low critical thinking abilities of students are often attributed to the inappropriate use of teaching models by teachers during the learning process. The choice of teaching models used by teachers plays a significant role in influencing students' thinking abilities. Therefore, an effort to address this issue is to innovate teaching methods through the implementation of the discovery learning model. This research aims to determine the impact of using the discovery learning model on students' critical thinking abilities. The research method employed a survey technique and research design. Data collection techniques included the use of questionnaires to assess the implementation of the discovery learning model and tests to measure critical thinking abilities. Data analysis involved normality tests, linearity tests, and simple regression tests, assisted by IBM SPSS Statistic 26 software. The research findings highlight the role of teachers in implementing the discovery learning model. There is a significant influence of using the discovery learning model on students' critical thinking abilities, with a regression test value of 0.039.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar IPAS Peserta Didik Sekolah Dasar Velia Margaretifera Septia Adhyaksa; Darda Abdullah Sjam; Yuni Indryani
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 2 No. 2 (2025): April - Juni
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS, sehingga diperlukan upaya pembaruan untuk meningkatkan capaian belajar mereka. Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1) mendeskripsikan proses pembelajaran yang berlangsung; (2) menganalisis perbedaan rata-rata hasil belajar IPAS peserta didik; (3) mengevaluasi peningkatan hasil belajar IPAS; dan (4) menilai seberapa besar pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning yang dipadukan dengan media audio visual terhadap pembelajaran IPAS pada materi kegiatan jual beli. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 125 Taruna Karya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment, serta menggunakan desain nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mencakup tes sebanyak 15 butir soal pilihan ganda, serta teknik non-tes seperti observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pembelajaran di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol; (2) hasil uji rata-rata menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,002 < 0,05; (3) peningkatan hasil belajar di kelas eksperimen mencapai 57%, sedangkan kelas kontrol meningkat sebesar 55%; dan (4) perhitungan effect size menggunakan rumus Cohen's d menghasilkan nilai sebesar 0,918, yang termasuk dalam kategori efek besar. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning yang didukung media audio visual memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV di SDN 125 Taruna Karya.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Berbantuan Media Digital Siswa Sekolah Dasar Kelas 3 Khoirunnisa Supiyanti; Darda Abdullah; Yuni Indriyani
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 2 No. 2 (2025): April - Juni
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar peserta didik tergolong dalam kategori rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Gambaran proses pembelajaran peserta diidk yang menggunakan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar Matematika dengan berbantuan media digital, 2) Perbedaan rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media digital dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa, 3) Pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan hasil belajar Matematika pada siswa kelas III dengan berbantuan media digital. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 50 orang Dimana 25 peserta didik kelas 3 A dan 25 orang peserta didik kelas 3 B yang memeproleh pelajaran  biasa di SD Kartika X-3 tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen tes dan non tes untuk meneliti hasil belajar matematika peserta didik. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan bantuan Microsoft Excel 2010 dan SPSS 25.0 for Windows. Berdasarkan analisis daa hasil penelitian, didapatkan kesimpulan : 1) Hasil Belajar peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL berbantuan media digital lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang biasa digunakan, 2) Terdapat perbedaan pencapaian antara hasil belajar yang menggunakan model problem based learning terhadap peserta didik kelas 3 SD, 3) Model problem based learning  berbantuan media digital terdapat pengaruh besar terhadap hasil belajar peserta didik kelas 3 di SD Kartika X-3 tahun ajaran 2024/2025.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Wordwall Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah  Mata Pelajaran IPAS Pada Peserta Didik Di Sekolah Dasar Ira Rahma Aulia; Darda Abdullah Sjam; Yuni Indriyani
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 2 No. 2 (2025): April - Juni
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN Margahayu 02, serta masih terbatasnya pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran. Rendahnya kemampuan tersebut menjadi tantangan dalam membentuk peserta didik yang mampu berpikir kritis dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Untuk menjawab permasalahan ini, diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media digital Wordwall. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran tersebut, membandingkan kemampuan pemecahan masalah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, serta menganalisis pengaruh penggunaan model PBL berbantuan media Wordwall terhadap peningkatan kemampuan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes esai (pretest dan posttest), observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas eksperimen. Nilai Cohen’s d sebesar 1,100 mengindikasikan pengaruh yang sangat tinggi, sedangkan nilai N-Gain sebesar 0,7225 menunjukkan peningkatan yang termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning yang didukung oleh media Wordwall terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
PENGGUNAAN MODEL PROJECT BASE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Inne Sulastri; Darda Abdullah Sjam; Acep Roni Hamdani
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i6.563

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar peserta didik. Banyak peserta didik merasa bosan dan lelah ketika mendengarkan materi, terlalu banyak aktivitas menulis yang monoton, selain itu pendidik masih menggunakan model direct instruction yang dimana pendidik hanya menerangkan materi juga memberi tugas. jika tidak diimbangi dengan model pembelajaran yang tepat dapat membuat peserta didik merasa cepat lelah dan jenuh sehingga mengakibatkan pengetahuan peserta didik terkendala dan pemikirannya tidak berkembang.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen jenis quasi eksperimen dengan tipe nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan observasi, dan kuisioner/angket, dan dianalisis dengan uji N-Gain. Berdasarkan Hasil Uji Gain Ternormalisasi bahwa setelah melakukan kegiatan penelitian dan diperolehnya hasil data pretest dan posttest maka didapatkan hasil indeks gain dari kela eksperimen sebesar 37.8443 dan kelas kontrol sebesar 27,8860. Dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen mendapat kategori sedang dan kelas kontrol mendapat kategori rendah. Itu menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar menggunakan model project based learning dibanding kelas kontrol yang menggunakan model direct intruction.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbantuan Media Video Youtube Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Mata Pelajaran Ipas Kelas Iii Sekolah Dasar Deudeu Nurul Wahidah; Darda Abdullah Sjam; Nurul Fazriyah
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 7 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juli 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i7.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media video YouTube terhadap hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas III SD. Studi tersebut dilatarbelakangi hasil belajar IPAS yang rendah pada peserta didik kelas III di SDN Ciluncat 01 Kabupaten Bandung, tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berbantuan media video YouTube terbukti jauh lebih efektif dalam meningkatkan antusiasme dan hasil belajar IPAS dibandingkan model direct instruction. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi, kecepatan penyelesaian tugas, dan hasil belajar, didukung oleh pengalaman belajar baru dari video YouTube. Sebaliknya, kelas kontrol kurang termotivasi dan pasif. Peningkatan hasil belajar IPAS kelas eksperimen cenderung tinggi (N-Gain 0,8091, kategori tinggi) dibanding kelas kontrol (N-Gain 0,6607, kategori sedang). Uji effect size sebesar 1,747 mengindikasikan pengaruh besar PjBL berbantuan video YouTube terhadap hasil belajar IPAS. Temuan ini diperkuat penelitian sebelumnya mengenai efektivitas YouTube dan PjBL dalam meningkatkan partisipasi, antusiasme, dan keterampilan esensial melalui proyek nyata. Disimpulkan bahwa model PjBL yang didukung media video YouTube secara signifikan membuat peningkatan hasil belajar peserta didik. Inovasi pendekatan dan media pembelajaran ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mendorong prestasi. Disarankan peserta didik proaktif memanfaatkan media digital, guru terus mengintegrasikan PjBL dengan media digital, dan peneliti selanjutnya mengkaji dampak jangka panjang model ini serta faktor-faktor keberhasilannya.
PERAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR Darda Abdullah Sjam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.43153

Abstract

Character education is a fundamental aspect that should be instilled from an early age, particularly at the elementary school level. One of the essential character values to be developed is the spirit of mutual cooperation and social care. These values can be cultivated through various approaches, one of which is community empowerment. This study aims to examine the role of community empowerment in fostering the values of mutual cooperation and social care through character education in elementary schools. The research employs a qualitative approach using a literature study method by analyzing relevant books and scholarly journal articles. The findings indicate that community empowerment plays a significant role in strengthening the values of mutual cooperation and social care among students, teachers, and the surrounding community. Active community involvement in character education activities enhances students’ social awareness, cooperative skills, and empathy. Furthermore, community empowerment contributes to improving the quality of character education implementation in a contextual and sustainable manner at the elementary school level. Keywords: character education, community empowerment, mutual cooperation, social care, elementary school. ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental yang perlu ditanamkan sejak usia dini, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Salah satu nilai karakter yang penting untuk dikembangkan adalah jiwa gotong royong dan kepedulian sosial. Penanaman nilai tersebut dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemberdayaan masyarakat dalam menumbuhkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial melalui pendidikan karakter di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, melalui analisis terhadap berbagai buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berperan signifikan dalam menumbuhkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial pada peserta didik, guru, serta masyarakat. Keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan pendidikan karakter mampu meningkatkan kesadaran sosial, keterampilan bekerja sama, serta empati peserta didik. Selain itu, pemberdayaan masyarakat juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas implementasi pendidikan karakter secara kontekstual dan berkelanjutan di sekolah dasar. Kata kunci: pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, gotong royong, kepedulian sosial, sekolah dasar.