Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edu Masda Journal

HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN WORK ENGAGEMENT PADA MAHASISWA/I ILMU FARMASI Yulia, Yulia; Rohanah, Rohanah; Qomariyah, Lailatul; Suswanti, Ika; Ma'muroh, Ma'muroh
Edu Masda Journal Vol 8, No 2 (2024): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v8i2.234

Abstract

                                                     ABSTRACTWork engagement is positive feeling .Work on student is an idea to determine the level of involvement of student in the field of Pharmacy studies. The measuring tool for this research uses the Utrecht work engagement scale for students (UWES-S) 17 items and self-efficacy 10 items. The sample in this study consisted of 86 students from various levels of study in the Pharmaceutical Science department who were already working and were willing to voluntarily fill out a questionnaire distributed online. This research method is quantitative with a cross-sectional study design. The aim of this research is to determine the relationship between self-efficacy and work engagement as indicated by an increase in the cumulative achievement index of students in the field of Pharmacy. The results of this research show that the self-efficacy of Pharmacy Science students has a positive contribution to work engagement which is characterized by vigor, dedication, and absorption. Then, the research results also show that years of education provide a positive relationship with vigor dan dedication. Self-efficacy positive influence on the work involvement of Pharmacy students, where each individual Pharmacy student who has worked, has the ability to divide the time to complete their tasks and has a negative influence to postpone work. The limitation of this research is that it uses samples from certain types of studies.                                                    ABSTRAKWork engagement adalah perasaan positif seseorang terhadap pekerjaannya. Pekerjaan pada pelajar merupakan pikiran untuk menentukan tingkat keterlibatan mahasiswa/i bidang ilmu Farmasi terhadap studinya. Alat ukur penelitian ini menggunakan Utrecht Work Engagement Scale for Students (UWES-S) item 17 dan Self-Efficacy memiliki 10 item. Sampel dalam penelitian ini terdapat 86 mahasiswa/i berbagai tahun tingkatan studi di jurusan ilmu Farmasi yang sudah bekerja yang memiliki kesediaan yang secara sukarela untuk mengisi kuesioner yang disebarkan secara online. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan  work engagement yang ditunjukan dengan peningkatan nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa/i bidang ilmu Farmasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self-efficacy mahasiswa/i Ilmu Farmasi memiliki kontribusi positif terhadap work engagement yang ditandai dengan vigor, dedication, dan absorption. Kemudian, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tahun pendidikan memberikan hubungan positif yang ditandai dengan vigor dan dedication. Sehingga, sumber daya pribadi seseorang yang pada penelitian ini adalah self-efficacy terhadap keterlibatan kerja mahasiswa/i ilmu Farmasi memberikan pengaruh positif, dimana setiap individu setiap mahasiswa/i Ilmu Farmasi yang telah bekerja, memiliki kemampuan untuk membagi waktu menyelesaikan tugasnya dan memberikan pengaruh negatif untuk menunda pekerjaannya. Keterbatasan pada penelitian ini adalah menggunakan sampel pada jenis studi tertentu.
EFEKTIVITAS PSIKORELIGI TERHADAP PENURUNAN DEPRESI, GANGGUAN MENTAL, DAN PENCEGAHAN BUNUH DIRI PADA KORBAN PINJAMAN ONLINE DI TANGERANG SELATAN Ma'muroh, Ma'muroh; Yulia, Yulia; Qomariyah, Lailatul
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.295

Abstract

                                          ABSTRACTThe phenomenon of online lending (pinjol) in Indonesia, particularly in South Tangerang, has evolved into a complex issue that affects economic, social, and psychological aspects. Easy access and low financial literacy make individuals highly vulnerable to high-interest debt and aggressive debt collection practices. These conditions often trigger severe psychological distress such as chronic anxiety, major depression, and even suicidal ideation. This study aims to examine the effectiveness of psychoreligious intervention in reducing depression, mental disorders, and suicide risk among online loan victims. A quantitative quasi-experimental design was employed, using pre-test and post-test with a total of 80 respondents divided equally into intervention and control groups. Standardized instruments including the Beck Depression Inventory (BDI), General Health Questionnaire (GHQ), and Suicide Ideation Scale (SIS) were applied. Data were analyzed using an independent t-test. The findings revealed a significant difference between the intervention and control groups (p < 0.05), with the intervention group showing more favorable outcomes. Psychoreligious intervention proved effective in reducing depressive symptoms and improving mental well-being among victims of online loans. These results highlight the potential of Islamic spirituality-based approaches as both preventive and curative strategies, contributing to suicide prevention efforts and strengthening the psychological resilience of vulnerable communities.                                            ABSTRAKFenomena pinjaman online (pinjol) di Indonesia, khususnya di Tangerang Selatan, telah berkembang menjadi persoalan kompleks yang berdampak pada aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Kemudahan akses dan rendahnya literasi keuangan membuat masyarakat mudah terjerat utang berbunga tinggi dengan praktik penagihan yang intimidatif. Kondisi ini menimbulkan tekanan psikologis serius berupa kecemasan, depresi, hingga risiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi psikoreligius dalam menurunkan depresi, gangguan mental, dan ideasi bunuh diri pada korban pinjol. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental (pre-test dan post-test) melibatkan 80 responden yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen yang digunakan antara lain Beck Depression Inventory (BDI), General Health Questionnaire (GHQ), dan Suicide Ideation Scale (SIS). Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test independen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05), dengan nilai rata-rata lebih baik pada kelompok intervensi. Intervensi psikoreligius terbukti efektif dalam menurunkan tingkat depresi dan meningkatkan kesejahteraan mental korban pinjol. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan berbasis spiritualitas Islam sebagai strategi preventif dan kuratif, sekaligus memberikan kontribusi pada upaya pencegahan bunuh diri serta penguatan ketahanan psikologis masyarakat rentan.