Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas minuman kunyit asam dan rempah jahe asam terhadap penurunan skala nyeri haid primer Sugiharti, Rosi Kurnia; Sundari, Ririn Isma
MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i2.2714

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak dan dewasa dimana terjadi pacu tumbuh (growth spurt) sehingga mereka harus menghadapi tekanan emosi dan sosial yang saling bertentangan. Pada masa remaja ini biasanya terjadi nyeri haid primer. Nyeri haid dapat diatasi dengan pemberian terapi nonfarmakologis yaitu minuman rempah jahe asam dan kunyit asam.Tujuan: Mengetahui efektivitas minuman kunyit asam dan rempah jahe asam terhadap penurunan tingkat nyeri haid primerMetode: Model penelitian yang digunakan adalah quasi experiment design dengan non randomized  control group pre and post tes.  Penelitian dilakukan di STIKES Harapan Bangs Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswi yang mengalami nyeri haid dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil secara purposive sampling. . Analisis data menggunakan uji paire t-test dan independent t-tesHasil: Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan yang signifikan penurunan skala nyeri haid primer sebelum dan setelah minuman kunyit asam (p<0.01). Ada perbedaan yang signifikan penurunan skala nyeri haid primer sebelum dan setelah minuman rempah jahe asam (p<0.01). ada perbedaan efektivitas penerunan skala skala nyeri haid primer antara kelompok yang diberikan minuman kunyit asam dengan kelompok yang diberikan rempah jahe asam (p<0.01).Kesimpulan: Minuman kunyit asam maupun minuman rempah jahe asam sama-sama dapat menurunkan skala nyeri haid primer, akan tetapi, minuman kunyit asam lebih efektif dalam menurunkan nyeri haid primer dibandingkan rempah jahe asam.
KECANDUAN GADGET DENGAN MASALAH EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA Afdalia, Faizah; Sundari, Ririn Isma; Arni Nur Rahmawati, Arni Nur
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1198

Abstract

Latar belakang: Gadget adalah salah satu jenis kemajuan teknologi yang sangat disukai. Remaja yang kecanduan perangkat elektronik akan asik dengan diri mereka sendiri, mengabaikan lingkungan sekitar, jam tidur, dan menurunkan prestasi akademik di sekolah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecanduan gadget dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di MAN 1 Banyumas Tahun 2024. Metode :  Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah desain analitik dengan metode pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 230 responden diambil dengan cara teknik proportionate random sampling. Instrument pada penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu kuesioner Smartphone Addiction Scale – Short Version (SAS-SV) dan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ). Hasil: responden dengan mayoritas kecanduan gadget dengan kategori berat sebanyak 126 responden (54,8%) sedangkan responden dengan mayoritas masalah emosi dan perilaku normal sebanyak 113 responden (49,1%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara kecanduan gadget dengan masalah emosi dan perilaku pada remaja di MAN 1 Banyumas.
PERILAKU BULLYING DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA Affandi, Fauzan Afif; Rahmawati, Arni Nur; Sundari, Ririn Isma
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1205

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam siklus pertumbuhan dan perkembangan manusia di mana individu mengalami transisi dari anak-anak ke dewasa. Salah satu jenis prilaku nefgatif yang terjadi pada remaja adalah Perilaku bullying adalah salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto.  Metode :  Desain penelitian cross-sectional berdasarkan pendekatan korelasional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 136 siswa kelas VIII SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto menjadi populasi penelitian ini yang dipilih melalui teknik total sampling. Kuesioner perilaku bullying dan tingkat stres digunakan dalam penelitian ini. Hasil: 66 responden (57,4%) mengalami perilaku bullying tingkat tinggi dan 38 responden (33,0%) mengalami tingkat stres sangat tinggi. Uji statistik Rank Spearman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,188 dan nilai p-value sebesar 0,045 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat lemah antara perilaku bullying dengan tingkat stres pada remaja kelas VIII di SMP Ma'arif NU 1 Purwokerto.  Kesimpulan: Adanya hubungan perilaku bullying dengan tingkat stres remaja.
BODY IMAGE DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PUTRI Fajrianti, Gustin; Sundari, Ririn Isma; Apriliyani, Ita
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v19i4.1218

Abstract

Latar belakang: Remaja mengalami perkembangan dan perubahan pada body image dan kepercayaan diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara body image dengan kepercayaan diri remaja putri. Metode :  jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 340 siswi kelas X. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak 184 responden. Hasil: Remaja putri di MAN 1 Banyumas sebagian besar responden berusia 16 tahun sebanyak 132 responden (71,7%). Kategori body image positif sebanyak 100 responden (54,3%), 159 responden (86,4%) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai p 0,000<0,05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,273 yang artinya terdapat hubungan positif antara body image dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri Kesimpulan: Body image dengan kepercayaan diri berhubungan maka semakin positif body image seseorang, semakin tinggi kepercayaan dirinya.
Asuhan Keperawatan Gangguan Integritas Jaringan/Kulit pada Pasien Ny. O dengan Ulkus Dekubitus di Iryou Houjin Aiwakai Ikeda En Hidayannah, Uji Niswa; Susanti, Indri Heri; Sundari, Ririn Isma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.5963

Abstract

Ulkus dekubitus pada lansia akibat tekanan berkepanjangan memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini didasarkan pada tantangan perawatan lansia di Jepang, di mana populasi lanjut usia semakin meningkat, sehingga masalah ulkus dekubitus menjadi perhatian utama dalam pelayanan kesehatan. Metode studi kasus digunakan sebagai metode dalam melakukan asuhan keperawatan gangguan integritas jaringan/kulit pada pasien melalui proses keperawatan selama 3 hari. Kasus yang dikaji adalah lansia berusia 75 tahun dengan ulkus dekubitus tahap II di pinggang bagian belakang (atas gluteal). Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan metode head-to-toe, skala fungsi kesehatan Gordon, penilaian nyeri dengan skala PQRST, serta pengkajian khusus pada lansia. Diagnosis utama yang ditegakkan adalah gangguan integritas kulit/jaringan, dengan diagnosis kedua nyeri kronis. Intervensi yang dilakukan meliputi perawatan luka menggunakan obat topikal berbahan gula dan povidone-iodine, reposisi posisi miring kanan dan kiri setiap 2 jam, serta manajemen nyeri untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Hasil menunjukkan bahwa selama 3 hari belum terdapat perbaikan signifikan pada kondisi luka, namun intensitas nyeri menurun sehingga memberikan kenyamanan lebih baik bagi pasien. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa kombinasi perawatan luka dan manajemen nyeri efektif dalam mengurangi nyeri kronis, meskipun penyembuhan luka memerlukan waktu lebih lama. Pendekatan holistik, kolaboratif, dan perawatan berkelanjutan diperlukan untuk mempercepat pemulihan ulkus dekubitus pada lansia.
Penerapan Terapi Dzikir pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Wulandari, Nuri; Sundari, Ririn Isma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6019

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan proses berfikir yang tidak teratur yang dimanifestasikan oleh halusinasi, delusi, waham dan perilaku aneh. Salah satu gejala yang muncul dalam skizofrenia dengan perilaku kekerasan adalah tindakan amarah, seperti riwayat mencederai dirinya sendiri ataupun orang lain dan lingkungannya di sekitarnya baik secara fisik, emosionalnya maupun secara langsung hal tersebut di karenakan ketidakmampuan mengendalikan dan mengontrol amarah secara konstruktif. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui output yang didapat pada pasien dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini berupa metode deskriptif naratif. Penyajian data dan analisis dalam studi kasus ini berupa deskriptif naratif. Pasien di studi kasus ini yaitu Tn. A dengan diagnosa medis skizofrenia dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Wawancara dan observasi pasien merupakan beberapa metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam studi kasus ini. Evaluasi dilakukan dengan memantau perubahan dalam gejala klinis, dan respons terhadap intervensi yang telah dilakukan. Setelah dilakukan tindakan keperawatan penerapan terapi dzikir selama 3 hari berturut turut, pasien terlihat agresif menurun, emosi stabil, dan mempertahankan kontak mata. Pasien mengatakan rasa marah mulai berkurang, menjadi lebih tenang dan rileks.
Penerapan Teknik Menghardik untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran pada Pasien Skizofrenia Afdalia, Faizah; Sundari, Ririn Isma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6614

Abstract

Penelitian pada pasien skizofrenia umumnya berfokus pada pemahaman gejala utama seperti halusinasi, terutama halusinasi pendengaran, serta bagaimana gangguan ini memengaruhi persepsi dan interaksi sosial. Studi-studi menunjukkan bahwa halusinasi pada skizofrenia berkaitan dengan aktivitas abnormal di otak, khususnya di area pendengaran dan regulasi emosi. Penelitian juga mengeksplorasi efektivitas terapi, baik farmakologis seperti antipsikotik maupun psikososial seperti terapi kognitif, dalam mengurangi intensitas halusinasi dan memperbaiki fungsi sosial pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk mengatasi dan menangani halusinasi pendengaran yang dialami oleh pasien. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah deskriptif naratif. Subjek penelitian terdiri dari satu pasien yaitu Tn. A, yang telah didiagnosis menderita skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Sumber informasi diperoleh melalui pengkajian, observasi, serta wawancara mendalam dengan pasien, merumuskan masalah, menyusun rencana perawatan, melakukan pelaksanaan, dan mengevaluasi perawatan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan setelah pasien diajarkan teknik menghardik, dalam waktu sekitar 3 hari, pasien melaporkan bahwa ia sudah tidak lagi mendengar bisikan-bisikan seperti yang dialaminya saat pertama kali dirawat di rumah sakit.
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Prestasi Akademik Siswa Smp Negeri 1 Rawalo Putri, Auliya Anisa; Sundari, Ririn Isma; Andini, Amelia
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.403

Abstract

Society and education need each other. Education helps individuals develop their potential, while society needs education to improve the quality of life. Education lasts from early childhood (PAUD) to college, forming individuals with mature skills and personalities. Adolescents, especially junior high school students aged 13–15, are going through an important transition period in their development. At this stage, they begin to build their identity and life principles. Adolescence is a transitional period for children, where during this period there will be many behaviors that reflect the development of self-concept, which can affect educational aspects including academic achievement. Students with a positive self-concept are more confident, open to criticism, and have realistic goals. Conversely, negative self-concept can hinder confidence and academic achievement. This study aims to determine the relationship between self-concept and academic achievement of SMP Negeri 1 Rawalo students. The research method is quantitative with a cross-sectional approach. The sample of this study was 154 respondents from grade 8 students at SMP Negeri 1 Rawalo which was taken using a simple random sampling technique. Data collection was carried out by distributing the Self-Concept questionnaire and the average ASAS score for semester 1. Data analysis uses spearman-rank test. The results showed a significant value of p value < 0.05 with a correlation coefficient value of r = 0.0182. The conclusion of this study is that there is a positive
Prevalence and associated factors of emotional and behavioral problems in Indonesian early adolescents: A cross-sectional study Sundari, Ririn Isma; Sitaresmi, Mei Neni; Lusmilasari, Lely
Belitung Nursing Journal Vol. 11 No. 4 (2025): July - August
Publisher : Belitung Raya Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33546/bnj.3990

Abstract

Background: Emotional and behavioral problems (EBPs) in early adolescence are a growing public health concern, particularly in low- and middle-income countries like Indonesia. The COVID-19 pandemic has further disrupted adolescent development, highlighting the need to identify both internal and external contributing factors to these issues. Objective: This study aimed to assess the prevalence of emotional and behavioral problems among early adolescents in Central Java, Indonesia, and to identify internal and external factors associated with these problems during the post-pandemic transition from hybrid to offline learning. Methods: A cross-sectional study was conducted from May to June 2023 involving 256 adolescents aged 10–14 years in Central Java. Emotional and behavioral problems were measured using the Strengths and Difficulties Questionnaire – Self-Report (SDQ-SR). Internal factors were assessed using the Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) and the Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents (ERQ-CA). External factors were measured through sociodemographic questionnaires and the Revised Family Communication Pattern (rFCP) Scale. Descriptive statistics were used to characterize the sample. Associations were analyzed using multiple logistic regression, and model fit was assessed using the Hosmer–Lemeshow test and Nagelkerke R². Results: The prevalence of adolescents with abnormal total difficulties scores was 15.6%. Among SDQ subscales, emotional problems showed the highest abnormal prevalence (30.1%), followed by peer problems (10.9%), conduct problems (10.5%), and hyperactivity-inattention (4.3%). Multivariate logistic regression analysis revealed that adolescents with an eveningness chronotype were significantly more likely to experience EBPs (OR = 21.11, 95% CI: 5.82–76.63, p <0.001). Similarly, low emotional regulation increased the risk (OR = 5.08, 95% CI: 2.18–11.80, p <0.001). Among external factors, low maternal education (OR = 1.34, 95% CI: 1.12–1.94, p = 0.015) and low intrafamilial communication (OR = 3.35, 95% CI: 1.45–7.74, p = 0.004) were also significant predictors. The model showed good fit (Hosmer–Lemeshow χ² = 6.050, p = 0.642) and explained 40.6% of the variance in EBPs (Nagelkerke R² = 0.406). Conclusion: Emotional and behavioral problems remain a concern among Indonesian early adolescents in the post-pandemic, with emotional symptoms being the most prevalent. Internal risk factors, such as eveningness chronotype and low emotional regulation, as well as external factors like maternal education level and intrafamilial communication, were significantly associated with these issues. These findings suggest a need for early mental health screening and targeted interventions. For nursing practice, this highlights the role of nurses in school and community settings in promoting emotional regulation, strengthening family communication, and delivering health education tailored to familial and developmental contexts.
Penerapan Terapi Butterfly Hug untuk Mengelola Kecemasan Ujian pada Remaja di SMP Negeri 9 Purwokerto Wardhani, Debora Betty Dwi; Sundari, Ririn Isma; Apriliyani, Ita
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.635

Abstract

Introduction: Adolescence is marked by physical and emotional changes that can increase the risk of anxiety disorders. The butterfly hug is a non-pharmacological relaxation technique to help control anxiety. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of butterfly hug therapy in reducing anxiety levels among 9th-grade students at SMP N 9 Purwokerto. Method: This activity was conducted at SMP N 9 Purwokerto on March 20, April 9, and April 17, 2025, targeting adolescents aged 12–18 years selected purposively based on mild to moderate anxiety levels measured by the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) and parental consent. The intervention applied the Butterfly Hug technique, consisting of crossing the arms on the chest and alternately tapping the shoulders combined with mindful breathing. The implementation included preparation (coordination with school and parents, preparation of educational materials), education (providing information on anxiety and demonstration of the Butterfly Hug), intervention sessions (guided individual and group practice), and evaluation (pre- and post-intervention ZSAS, observation, and feedback). Data were analyzed descriptively to assess changes in anxiety levels. Ethical principles were maintained, including informed consent, confidentiality, and voluntary participation. Result: The results show that the majority of respondents were 15 years old (51.4%) and male (51.4%). After the intervention, 31 students (88.6%) experienced a decrease in anxiety to the point of no anxiety, while 4 students (11.4%) decreased from moderate anxiety to mild anxiety. Conclusion: Butterfly hug therapy effectively reduces students' anxiety levels when facing exams.