Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pedagogi Feminis sebagai Framework : Menelusuri Upaya dan Strategi Pencegahan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain; Putra Anwar Ginting, M. Alief Akhbar; Melinda, Melinda
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v9i4.4817

Abstract

This article aims to provide a form of sexual violence prevention strategy based on feminist pedagogy as a framework for the PPKS Task Force in universities. It is known that the main factor in the rampant cases of sexual violence in several universities in Indonesia is basically caused by the imbalance of power relations in unbalanced gender positions, a culture of masculine oppression, including the lack of literacy in understanding knowledge about gender equality so that its linearity has an impact on various forms of sexual violence that occur. The theoretical approach used in this study uses the theory of feminist pedagogy, while the methodology used in this study is qualitative-reflective through literature studies from learning data and observations on the existence and role of the PPKS Task Force in Palembang City, including the PPKS Task Force at Sriwijaya University and the PPKS Task Force at Indo Global Mandiri University. The results of the study show that the prevention of sexual violence carried out by the two PPKS Task Forces at the two universities plays a role in two indicators, namely First, self-reflection and the PPKS Task Force's partisanship on feminist issues. Second, Empowerment of collaborative communities by involving academics through the formation of anti-sexual violence solidarity, namely "Volunteer Satgas PPKS" and "Sister bootcamp" while the transformative social role has not been fully constructive, because there has been no integration of alternative feminist-based curriculum as comprehensive and systematic sexual violence learning in preventing sexual violence in higher education.
PENGEMBANGAN SMART VILLAGE MELALUI PROGRAM PEMASANGAN WIFI DI DESA SUMBER MEKAR MUKTI KECAMATAN TANJUNG LAGO KABUPATEN BANYUASIN Ningsih, Erna Widiyati; Febriyanti, Doris; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 4 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i4.15271

Abstract

The development of the Smart Village in Sumber Mekar Mukti Village was carried out top-down through the signing of a memorandum of understanding (MoU) from CSR, namely PT. Telkom Indonesia, Tbk. In 2022. This research aims to find out the extent of the implementation of the Smar Village dimensions in Sumber Mekar Mukti Village as well as the factors inhibiting the implementation of the Wifi installation program. The theory used is Ramachandra's Theory (2015), which refers to Herdiana's (2019) study, namely the Smart Government, Smart Community and Smart Environment indicators. This research was conducted using qualitative research methods, with a phenomenological case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The results of this research show that the implementation of Smart Government, Smart Community and Smart Environment in Sumber Mekar Mukti Village is not yet in accordance with what was expected, in the Smart Government indicator itself the implementation of public and social services is still not optimal because there are still many people who come directly to village office. In the Smart Community indicator itself, community participation in contributing and making decisions is not yet optimal, because there are still people in Sumber Mekar Mukti Village who do not understand government policies, and digital technology users are limited to information only on the WhatsApp feature. Community participation in this case related to the Smart People dimension is also the main key in sustainability indicators. Community participation as the subject of program implementation plays an important role in the development of Smart Villages in villages. The Smart Environment indicator here is not yet running according to the existing concept, because many people still do not know about public information and have not received public services from the Sumber Mekar Mukti Village government, this is due to a lack of socialization and the absence of a SID Website to make it easier for the people of Sumber Mekar Mukti Village. Blooming Mukti. The inhibiting factors in implementing Smart Village development in Sumber Mekar Mukti Village are the community's limitations in accessing ICT for the elderly and limited facilities and infrastructure related to smartphone (cellphone) ownership for accessing information in the village.
EFEKTIVITAS FUNGSI BAWASLU DALAM MENGAWASI TAHAPAN PEMILU 2019 DI KOTA PALEMBANG Cali, Fatmalia; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain; Nofrima, Sanny
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 9 No. 1 (2025): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted with the aim of finding out the effectiveness of the function of the Palembang City Bawaslu in the 2019 Election stage process. In this research, the researcher usednqualitative methods, the data peroduced in this research is in the from of  written and spoken sentences so that it can describe issues regarding the effectivenes  the function in Palembang City Bawaslu the  supervising the  2019 election stages. The qualitative research approach used by researchers in the research is case studies, data collection techniques using three methods, namely obsevation, interviews and documentation. The results of the analysis and findings in the field from this research show that the  effectiveness of the function of the Palembang City Bawaslu in  supervising the  2019 election stages has severral obstacles in terms of facilities and infrastructure which have not been maximized, the effectiveness is function of the Palembang City Bawaslu in  supervising the  2019 election stages process, namely carrying out its duties and obeligations as well as its authority in the 2019 election, Bawaslu is not only a supervispry. Based on the results of the research and discussion carried out, the researchers came to a conclusion, namely the effectiveness function of the Palembang City Bawaslu in  supervising the  2019 election stages process, namely carrying out its duties and obeligations as well as its authority in the 2019 election through the process of plenning, supervising and implementing general election violations. As regulated in PKPU No. 5 Of 2018 concerning amandements to General Election Commiddion regulations no. 7 of 2017 concerningstages, programs and shedules for holding the 2019 general election.
IMPLEMENTASI PP NO.7 TAHUN 2021 DALAM MENDUKUNG UMKM DI KOTA PALEMBANG Permata, Yola Adikara; Putra, Dwiki Adi; Isabella, Isabella; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 7 عدد 2 (2025): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (Maret 2025)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v7i2.261

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan pemerintah dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kota Palembang dan Dalam skripsi ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan cara mengamati dan terlibat langsung dalam fenomena yang sedang terjadi dan melakukan inovasi dalam situasi sosial, kemudian metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teori Van Meter dan Van Horn untuk melakukan analisis terdapat lima (5) indikator, yaitu (1) Ukuran dan Tujuan Kebijakan, upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi & UMKM Kota Palembang untuk membantu kelompok UMKM berupa pemberian program sosialisasi dan BIMTEK agar masyarakat UKM di Kota Palembang maju dan berkembang dan masalah dalam bentuk barang atau dana di dukung oleh pusat atau pemerintah, (2) Sumber Daya, dinas ini memberikan sumber daya akhir yang bekerja sama dengan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Kota Palembang dibatasi sesuai aturan yaitu maksimal tiga juta tanpa agunan, sedangkan bank lain maksimal dua ratus lima puluh juta tanpa agunan. (3) Pelaksanaan Kegiatan dan Komunikasi Antar Organisasi, (4) Karakteristik Agen Pelaksana, karakteristik utama bagian yang efektif dalam mendukung UKM adalah membantu mengembangkan, memajukan dan mensukseskan UKM Kota Palembang dengan mengadakan pameran-pameran di Kota Palembang maupun di luar Kota Palembang, (5) Lingkungan Ekonomi, Sosial, dan Politik, bahwa politik tidak ada kaitannya dengan dinas koperasi & UKM Kota Palembang yang lebih banyak terlibat dalam pemerintahan dan (6) Sikap/Kecenderungan (Disposisi) Para Pelaksana, bahwa SPAP merupakan pinjaman modal tetapi dari pihak bank hanya meminta data saja. Dan dinas berperan sebagai perantara atau jembatan bagi UKM dan dinas. Dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Palembang sudah berjalan cukup baik dan menunjukkan bahwa Dinas Koperasi & UMKM Kota Palembang telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Melalui penerapan kebijakan yang berfokus pada pelatihan, penjangkauan, dan kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga lainnya, mereka berusaha memperkuat ekosistem UMKM. Meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya sumber daya dan keterbatasan keuangan, dinas ini terus berusaha untuk meningkatkan kinerja dan mendukung pertumbuhan UKM di Kota Palembang. Dengan tiga (3) saran, yaitu (1) Memperkuat Pelatihan dan Pendampingan, (2) Memperkuat Akses Pembiayaan, dan (3) Menjalin Kemitraan dengan Pihak Swasta.
KINERJA DINAS DLHK KOTA PALEMBANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA SUKAWINATAN KECAMATAN SUKARAME PALEMBANG Frezy, Fauziyyah Rifqah; Febriyanti, Doris; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) مجلد 7 عدد 2 (2025): Jurnal Ilmu Administrasi dan Studi Kebijakan (JIASK) (Maret 2025)
Publisher : MAP Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jiask.v7i2.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang dalam pengelolaan sampah di TPA Sukawinatan, Kecamatan Soekarame, Palembang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, pihak yang digunakan sebagai sumber data adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, petugas lapangan pengelolaan sampah. Teknik pengumpulan data adalah data primer berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian program dilakukan untuk target Dokumen JAKSTRADA yang mencapai 30%, capaian tahun 2023 sebesar 18% melalui sosialisasi kepada masyarakat sehingga peran bank sampah lebih optimal. Dana yang tersedia DLHK Kota Palembang adalah biaya operasional yang bersumber dari dana APBD yang digunakan untuk BBM, gaji 55 karyawan. Kinerja pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam mengangkut sampah dari TPA sementara menggunakan sistem pembuangan terbuka dan pengolahan lanjutan menggunakan sistem pembuangan terbuka. Proses pengelolaannya diawali dengan dipisahkan terlebih dahulu di bank sampah dan dilanjutkan dengan pengiriman ke TPA Sukawinatan. Sebagian limbah digunakan sebagai kerajinan tangan dan kompos.
STRATEGI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI SUMATERA SELATAN DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KONFLIK AKSI DEMONSTRASI DI KOTA PALEMBANG Putri, Rindi Antika; Isabella, Isabella; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan Vol 12 No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : FISIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/prj.v12i1.1214

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini penulis membahas tentang strategi yang dilakukan oleh Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan dalam melakukan pencegahan dan penanganan konflik aksi demonstrasi di kota Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dan tindakan yang dilakukan oleh Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan pada saat aksi dekomnstrasi yang berakhir ricuh di Kota Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan secara tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi dari Geoff Mulgan (2009) dan teori kelembagaan dari Scoot (2008). Hasil analisis dan temuan selama melakukan penelitian di lapangan menunjukkan bahwa strategi dalam melakukan pencegahan dan penanganan konflik aksi demonstrasi yaitu dengan mencari informasi, melakukan rapat koordinasi, memantau atau memonitoring, dan melaporkan. Kata Kunci: Strategi ; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ; Pencegahan Konflik; Penanganan Konflik; Demonstrasi. Abstract In this research the author discusses the strategies carried out by the National Vigilance and Conflict Handling Division at Kesbangpol of South Sumatra Province in preventing and handling conflict demonstrations in Palembang city. The purpose of this research is to find out the strategies and actions taken by Kesbangpol of South Sumatra Province during the decomnstration action which ended in chaos in Palembang City. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques were carried out in three methods, namely observation, interviews, and documentation. The theories used in this research are Geoff Mulgan's strategy theory (2009) and Scoot's institutional theory (2008). The results of the analysis and findings while conducting research in the field show that the strategy in preventing and handling demonstration conflicts is by seeking information, conducting coordination meetings, monitoring or monitoring, and reporting. Keywords: Strategy; National and Political Unity Agency; Conflict Prevention; Conflict Handling; Demonstration.
Pelatihan animasi dasar bagi IREMA Baiturrahman Palembang Halim, Bobby; Lubis, Hestia Rachmat Nunciata; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.26963

Abstract

Abstrak Animasi saat ini sudah menjadi hal yang lumrah diterapkan di luar bidang hiburan. Misalnya untuk bidang pemasaran hingga pendidikan. Animasi ada yang bersifat 2 dimensi (2D) maupun yang 3 dimensi (3D). Untuk menciptakan animasi baik 2D maupun 3D sekarang ini sudah banyak alternatif perangkat lunak dan perangkat keras. Bahkan dapat menggunakan smartphone untuk menciptakan karya animasi 2D seperti Stick Nodes, Adobe Spark dan lain sebagainya. Penulis yang termasuk dalam tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Indo Global Mandiri telah melakukan observasi lokal dan mendapatkan data bahwa anak-anak tingkat Sekolah Dasar belum memahami proses pembuatan animasi dasar, begitu pula dengan anggota dari IREMA Baiturrahman yang sangat buta dengan proses pembuatan animasi baik 2D maupun 3D Metode yang dipakai dalam pelatihan ini meliputi: observasi, wawancara, diseminasi dan pengajaran, dan peragaan. Pelaksanaan Pelatihan animasi dasar ini dapat disimpulkan sebagai berikut, pertama yaitu masih minimnya pengetahuan para peserta pelatihan mengenai seni rupa khususnya di bidang Animasi; kedua yaitu terlihat antusiasme para peserta pelatihan Animasi Dasar ini yang menandakan bahwa anak-anak Sekolah Dasar ingin mempelajari Seni Rupa khususnya Animasi sehingga dapat menjadi pemacu pihak Institusi Pendidikan lainnya maupun pihak Industri Animasi mulai memikirkan transfer ilmu kepada anak-anak Sekolah Dasar. Kata kunci: pelatihan; animasi dasar; stick nodes; IREMA; palembang. Abstract Animation is now commonplace outside the entertainment field. For example, for marketing to education. Animations are either 2-dimensional (2D) or 3-dimensional (3D). To create animations, both 2D and 3D, there are now many alternative software and hardware. You can even use a smartphone to create 2D animation works such as Stick Nodes, Adobe Spark and so on. The author, who is part of the Community Service (PKM) team from Universitas Indo Global Mandiri, has conducted local observations and obtained data that elementary school children do not understand the process of making basic animations, as well as members of IREMA Baiturrahman who are very blind to the process of making animations, both 2D and 3D. The methods used in this training include: observation, interviews, dissemination and teaching, and demonstrations. The implementation of this basic animation training can be concluded as follows, first, the lack of knowledge of the training participants regarding fine arts, especially in the field of animation; Secondly, the enthusiasm of the participants in the Basic Animation training is visible, indicating that elementary school children want to study Fine Arts, especially Animation, so that it can be a motivator for other educational institutions and the Animation Industry to start thinking about transferring knowledge to elementary school children. Keywords: training; basic animation; stick nodes; IREMA; palembang.
Pola Rekrutmen Partai PDIP Dalam Menetapkan Kandidat Calon DPRD Tingkat 1 Sumatra Selatan Titale, Obrial Panggi; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain; Isabella, Isabella
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 2 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i2.894

Abstract

Rekrutmen politik merupakan fungsi yang sangat penting bagi partai politik terlebih di negara yang menganut demokrasi, jika partai politik gagal melakukan fungsi rekrutmen politik maka akan berhenti menjadi partai politik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola rekrutmen partai PDIP dalam menentukan kandidat calon DPRD Tingkat 1 Provinsi Sumatera Selatan. Hasil analisis dan temuan di lapangan yaitu bahwa terdapat dua mekanisme rekrutmen partai PDIP dalam menetapkan kandidat calon DPRD Tingkat 1 Provinsi Sumatera Selatan yakni terbuka dan tertutup. Mekanisme ini merupakan proses dalam melakukan fungsi partai sebagai sarana rekrutmen legislatif yang dilaksanakan PDIP Provinsi Sumatera Selatan. Adapun pola kandidat dalam rekrutmen partai PDIP dalam menentukan kandidat calon DPRD Tingkat 1 Provinsi Sumatera Selatan yaitu Compartmentalization, dalam rekrutmen politik latar belakang pendidikan seorang calon legislatif tidak menjamin kesiapan mereka terjun ke dunia politik tanpa adanya pembekalan khusus dari partai politik. Immediate Survival, dalam proses rekruitmen calon legislatif PDIP Provinsi Sumatera Selatan terkait dengan kedekatan personal masih menyisakan kesenjangan di antara kader, walaupun tidak menimbulkan konflik yang keras. Partisan, rekrutmen juga dilakukan oleh DPD PDIP Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan metode infiltrasi yaitu masuk ke dalam elemen-elemen atau organisasi-organisasi masyarakat. Meritokrasi, PDIP Provinsi Sumatera Selatan dalam proses rekrutmen politiknya menggunakan sistem karir dan meritokrasi dimana para kader untuk menjadi elit politik harus memulai jenjang karir sesuai dengan mekanisme yang ada di tubuh partai.
Peran Kepala Desa dalam Pengelolaan Infrastruktur Desa untuk Meningkatkan Aksesibilitas Jalan di Desa Sungai Pinang Kabupaten Banyuasin Reyhan Khalidsyah, Muhammad Rofi; Putra, Dwiki Adi; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain
TheJournalish: Social and Government Vol. 6 No. 2 (2025): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v6i2.900

Abstract

Peningkatan aksesibilitas jalan di desa merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kepala desa memiliki peran strategis dalam pengelolaan infrastruktur desa guna memastikan pembangunan jalan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala desa dalam pengelolaan infrastruktur jalan di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa berperan dalam perencanaan, penganggaran, pengawasan, serta evaluasi pembangunan infrastruktur jalan. Kepala desa juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan anggaran, kondisi geografis, serta kurangnya tenaga ahli dalam pengelolaan infrastruktur. Untuk mengatasi kendala tersebut, kepala desa menginisiasi kerja sama dengan pihak swasta dan program bantuan pemerintah guna mempercepat pembangunan jalan. Kesimpulannya, peran kepala desa sangat menentukan keberhasilan pengelolaan infrastruktur jalan di desa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas kepala desa dalam aspek perencanaan dan manajemen infrastruktur untuk memastikan aksesibilitas jalan yang lebih baik bagi masyarakat.
Preparing an independent generation: Sharpening language, instilling integrity and building self-reliance Febriyanti, Doris; Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain; Anggraini, Nike
Community Empowerment Vol 10 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.13388

Abstract

Empowering adolescent girls in orphanages is crucial for enhancing their self-reliance and readiness for the future. This community service program aimed to equip adolescent girls at Panti Aisyiyah Humairah with English language skills (focusing on daily conversation), instill integrity (anti-corruption values), and build self-reliance (cooking techniques, food safety, culinary business opportunities). The training methodology involved theoretical sessions, practical application, and skill evaluation. Evaluation results showed a significant improvement in participants' understanding and competency, with average scores increasing from 3.3–4.2 to 4.3–4.6, notably in key knowledge/skill aspects measured. This program proved effective in comprehensively enhancing the capacity of adolescent girls, expected to broaden their employment and entrepreneurial opportunities, while also fostering their motivation and independence.