Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Media Daring Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Kehamilan di Era New Normal Ida Maryati; Yani Marlina; Diana Ulfah
Media Karya Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v4i1.29211

Abstract

Saat ini pemerintah menerapkan kebijakan new normal terkait pandemik Covid-19  termasuk pemeriksaan kehamilan. Sehingga diperlukan pemberian pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan kehamilan. Tujuan dari kegiatan meningkatkan pengetahuan perempuan tentang pemeriksaan kehamilan di era new normal. Sasaran kegiatan seluruh masyarakat Jawa Barat terutama ibu hamil dan anggota keluarganya. Jumlah peserta sebanyak 103 orang. Kegiatan diawali dengan mengisi form pretest, pemberian materi, dilanjutkan sesi tanya jawab dan diakhiri posttest. Platform yang digunakan adalah Zoom. Data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan t test. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan kader kesehatan pretest sebesar 72.43 dan posttest 75.92 dengan nilai signifikansi 0.00. Penggunaan metoda daring ini, dapat memfasilitasi pembelajaran pada ibu hamil tentang bagaimana cara pemeriksaan kehamilan di era new normal. Tentunya materi tersebut sangat dibutuhkan oleh ibu hamil maupun keluarga untuk menjaga kesehatan kehamilannya sehingga hal tersebut membuat antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Kesimpulan pembelajaran pada ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan dan metoda daring dapat direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran bagi ibu hamil. Diharapkan pembelajaran melalui daring dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan dengan materi yang berkaitan dengan menjaga kesehatan selama kehamilan sehingga dapat menciptakan kondisi tetap sehat selama hamil di era new normal.Kata Kunci: Era New Normal, metoda daring, pemeriksaan kehamilan.
Student Empowerment to Improve Immune System in Classroom Teaching Preparation Rizki Muliani; Yani Marlina; Ika Kurnia Sukmawati; Kania Fajarwati; Yakobus L Sinaga; Reni Nurdianti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.009 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1725

Abstract

Along with the declining number of Covid-19 cases, in January 2021 the government has suggested classroom teaching for green zones. Activities at school will return to running as usual, namely by holding face-to-face learning. According to the head of the Hidayatullah Islamic Boarding School in Cilengkrang, so far there have been no cases of COVID-19 and all students are in good health. However, it was found that Islamic boarding schools do not yet have a clear flow related to health protocols, especially in dealing with classroom teaching, there are still many students who have not been vaccinated because they are worried about being vaccinated, and compliance with health protocols is starting to decrease because they think that Covid-19 cases are starting to decline and are still declining, lack of knowledge of students to improve the immune system one of them with herbal plants. The solutions given in overcoming the partner's problems are conducting counseling about students' readiness for classroom teaching, counseling about Covid-19 vaccination, counseling about tips to improve the immune system, and demonstrations on the use of herbal plants to improve the immune system. The method of implementing this community service activity is directly/offline which is carried out in Islamic boarding schools, the targets are students, teachers, and school employees who are invited to take part in community service activities. The result of this activity is the implementation of a series of counseling activities, simulations, and demonstrations attended by students, teachers, and school staff as planned. All participants in each activity can follow to the end with a conducive and enthusiastic.
Terapi Non-Farmakologi untuk Mengurangi Nyeri Persalinan Sectio Caesarea: Systematic Review Tetti Solehati; Amalia Rizqi Sholihah; Syoifa Rahmawati; Yani Marlina; Cecep Eli Kosasih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1487

Abstract

Persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) memiliki efek samping seperti timbulnya nyeri yang hebat pada luka post operasi. Oleh karena itu perlu dilakukan terapi tambahan disamping farmakologi untuk menurunkan nyeri post SC dengan menggunakan terapi non-farmakologi. untuk mengidentifikasi terapi non-farmakologi yang dapat diberikan kepada ibu post-SC. Desain penelitian menggunakan systematic review. Pencarian artikel menggunakan kata kunci “Non-Pharmacological” AND “Theraphy” AND “Pain” AND “Post Cesarean Sectio” AND “Intervention menggunakan database seperti: Science Direct, Pubmed, Oxford Academic, DOAJ, PMC, Cochrane Library, dengan kriteria inklusi artikel full-text, dipublikasikan dalam waktu tahun 2015-2020, artikel memiliki DOI, penelitian kuantitatif, menggunakan jenis penelitian eksperiment, RCT, serta membahas tentang terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri pada ibu post-SC. Hasil pencarian artikel didapatkan 988 artikel pada database Pubmed 33 artikel, Oxford Academic 232 artikel, DOAJ 10 artikel, Cochrane Library 228 artikel, PMC 5 artikel, Science direct 480 artikel. Setelah dilakukan penyaringan dan penilaian artikel, maka 8 artikel (dari database Pubmed 2 artikel, Oxford Academic 1 artikel, DOAJ 1 artikel, Cochrane Library 2 artikel, PMC 1 artikel). ditemukan beberapa terapi non-farmakologi efektif mengurangi nyeri post-SC  diantaranya adalah: penggunaan aroma terapi lavender, Terapi Nature Based Sound, Pijat Minyak Zaitun, Perancangan design interior dan tata letak jendela ruangan, Benson Relaksasi, Elastic Abdominal Binders. Ada berbagai jenis terapi non farmakolgi dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri post SC.
Edukasi Kesehatan Teknik Menyusui Menggunakan Media Video dan Media Leaflet terhadap Pencegahan Puting Lecet pada Ibu Postpartum Marlina, Yani; Widiasih, Restuning; Maryati, Ida
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.8386

Abstract

This study aims to analyze the comparison of health education on breastfeeding techniques using video media with leaflets on the prevention of sore nipples in postpartum mothers. The research method used was quasi-experimental with a two-group pre-test-posttest design. The research results show a comparison of knowledge and skills in leaflet media and video media after education, namely that there is no significant difference in understanding with a p-value of 0.301. Still, there is a substantial difference in skills with a p-value of 0.008; video media health education influences skills. Postpartum mothers should use breastfeeding techniques because they attract more attention and provide auditory and visual stimuli simultaneously to maximize results. In conclusion, video media health education can be used to improve the skills of postpartum mothers so that video media can be an alternative for delivering information to postpartum mothers. Keywords: Health Education, Postpartum Mothers, Laeflet Media, Video Media
Edukasi Kader tentang Perawatan Payudara dan Teknik Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Cileunyi Kabupaten Bandung Diana Ulfah; Yani Marlina; Tri Nur Jayanti; Ade Iwan Mutiudin; Roganda Situmorang
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.558-565.2024

Abstract

Breast milk is the best food for babies because it has benefits. Babies who are not exclusively breastfed have been more susceptible to infections compared to babies who are exclusively breastfed. However, the benefits of breast milk do not necessarily mean that all mothers are providing breast milk as recommended. This can be caused by problems during breastfeeding, such as sore nipples, tenderness, swelling, mastitis, and even breast abscess. Therefore, breast care and breastfeeding training must be carried out so mothers avoid breastfeeding problems. Educational activities in this activity were conducted at Posyandu Mulus Rahayu 22, attended by 14 cadres, and Posyandu Shofa 11 A, B, C by 11 cadres. Education is carried out using lectures, demonstrations, and question-and-answer methods, such as PowerPoint, leaflets, and teaching aids. Pre-tests and post-tests were carried out to evaluate participants. The evaluation results showed increased participants' knowledge from an average of 6.44 at the pre-test to 7.6 at the post-test. Education is an important step that needs to be taken to increase knowledge. It is hoped that cadres who have taken part in this activity can convey information to mothers around them so that they avoid breastfeeding problems.
Pengalaman ibu post partum tentang perawatan luka perineum dalam perspektif budaya Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Tambunan, Irisanna
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.480

Abstract

Background: The post partum period is an important period for mothers because perineal wound care plays a crucial role in recovery. Cultural beliefs and values ​​often influence maternal compliance with medical education. Many mothers still choose traditional practices, such as the use of herbal concoctions or restricted bathing, which sometimes conflict with medical standards. Understanding post partum mothers' experiences of perineal wound care from a cultural perspective is important for a scientifically based, culturally sensitive care approach. Purpose: To explore the experiences of post partum mothers in caring for perineal wounds and provide an understanding of how to care for these wounds which is influenced by local culture. Apart from that, to broaden nurses' horizons to better appreciate cultural values ​​in society and be able to provide appropriate education regarding perineal wound care. Method: The research design uses a descriptive qualitative phenomenological approach. The informants taken in this research were 6 post partum mothers who were carried out in the independent practice of midwives in the Cileunyi Kulon sub-district area in September - November 2024. The data analysis in this study used the Collaizzi method which has simple, systematic and detailed stages. Results: Beliefs influence mothers' compliance with health education and mothers often prefer traditions. The use of herbal concoctions and activity restrictions dominate wound care so that the family's role is to provide support and advice, thereby influencing treatment decisions. Conclusion: Culture influences post partum mothers' compliance with medical education. There are still many mothers who choose traditional practices in treating perineal wounds. Three main themes were found, namely the influence of culture on compliance, culturally based perspectives on perineal wound care, and the role of family and community. Suggestion: Further research is needed to explore the influence of culture on maternal compliance in perineal wound care.   Keywords: Culture; Perineal Wound Care; Post partum Mothers.   Pendahuluan: Masa post partum adalah periode penting bagi ibu karena perawatan luka perineum memegang peran krusial dalam pemulihan. Kepercayaan dan nilai-nilai budaya sering memengaruhi kepatuhan ibu terhadap edukasi medis. Banyak ibu masih memilih praktik tradisional, seperti penggunaan ramuan herbal atau pembatasan mandi yang kadang bertentangan dengan standar medis. Pemahaman tentang pengalaman ibu post partum dalam perawatan luka perineum dari perspektif budaya penting untuk pendekatan keperawatan peka budaya berbasis ilmiah. Tujuan: Untuk menggali pengalaman ibu post partum dalam merawat luka perineum dan memberikan pemahaman tentang cara merawat luka tersebut yang dipengaruhi oleh budaya setempat. Selain itu untuk memperluas wawasan perawat untuk lebih menghargai nilai-nilai budaya di masyarakat serta mampu memberikan edukasi yang tepat mengenai perawatan luka perineum. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif fenomenologi. Informan yang diambil dalam penelitian ini adalah 6 orang ibu post partum yang dilaksanakan di praktek mandiri bidan wilayah kelurahan Cileunyi Kulon pada bulan September - November 2024. Adapun analisa data pada penelitian ini menggunakan metode Collaizzi yang memiliki tahapan sederhana, sistematis, dan rinci. Hasil: Kepercayaan memengaruhi kepatuhan ibu terhadap edukasi kesehatan dan seringkali ibu lebih memilih tradisi. Penggunaan ramuan herbal dan pembatasan aktivitas mendominasi perawatan luka sehingga peran keluarga adalah memberi dukungan dan nasihat sehingga memengaruhi keputusan perawatan. Simpulan: Budaya mempengaruhi kepatuhan ibu post partum terhadap edukasi medis. Masih banyak ibu yang memilih praktik tradisional dalam perawatan luka perineum. Tiga tema utama ditemukan yaitu pengaruh budaya terhadap kepatuhan, perspektif perawatan luka perineum berbasis budaya, dan peran keluarga serta komunitas. Saran: Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali pengaruh budaya terhadap kepatuhan ibu dalam perawatan luka perineum.   Kata Kunci: Budaya; Ibu Post Partum; Perawatan Luka Perineum
Peningkatan kemampuan kader dalam perawatan luka dan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan Marlina, Yani; Anri, Anri; Megawati, Sri Wulan; Situmorang, Roganda; Lengga, Vivop Marti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i5.602

Abstract

Background: Postpartum mothers often face problems such as perineal wounds, surgery, and conditions that need to be watched out for. Lack of knowledge about wound care and emergency risks can lead to serious complications that affect maternal health and infant care. Health cadres have an important role in disseminating health information, but are often under-trained in providing appropriate education and support to postpartum mothers. This hinders the dissemination of accurate information, which can lead to inappropriate wound and emergency care, risking postpartum hemorrhage, infection, and embolism. Purpose: To improve the knowledge and skills of health cadres (Posyandu cadres) in providing education on wound care and emergency care for postpartum mothers to reduce the risk of complications. Method: The activity was carried out on November 15, 2024 in Cileunyi Wetan Village, Bandung Regency, attended by 32 cadres. The methods used included lectures, questions and answers, and demonstrations with ppt, leaflet, and video media. Results: Shows that the majority of cadres, 84.4%, managed to achieve a good category after participating in education. The increase from 59.4% before education to 84.4% after receiving education reflects the success of the program in improving cadre competence, educational activities ran smoothly, effectively and conducively. Participants were able to answer questions correctly. It is hoped that cadres who have participated in this activity can pass on information to the wider community, especially postpartum mothers. Conclusion: Community service activities by providing direct education are very effective and have a significant influence on increasing the knowledge, abilities, skills, and self-confidence of posyandu cadre mothers regarding wound care and emergency handling for postpartum mothers. Keywords: Emergency; Health education; Postpartum mothers; Wound care Pendahuluan: Ibu pasca melahirkan sering menghadapi masalah seperti luka perineum, bedah, dan kondisi yang perlu diwaspadai. Kurangnya pengetahuan tentang perawatan luka dan risiko kegawatdaruratan dapat mengakibatkan komplikasi serius yang mempengaruhi kesehatan ibu dan perawatan bayi. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kesehatan, namun seringkali kurang terlatih dalam memberikan edukasi dan dukungan yang tepat kepada ibu pasca melahirkan. Hal ini menghambat penyebaran informasi akurat, yang dapat menyebabkan penanganan luka dan kegawatdaruratan yang kurang tepat, berisiko menimbulkan perdarahan postpartum, infeksi, dan emboli.   Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan (kader Posyandu) dalam memberikan edukasi perawatan luka dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan untuk mengurangi resiko komplikasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 15 November 2024 di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, dihadiri oleh 32 kader. Metode yang digunakan meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan media ppt, leaflet, dan video. Hasil: Menunjukkan mayoritas kader sebesar 84.4% berhasil mencapai kategori baik setelah mengikuti edukasi. Peningkatan dari sebesar 59.4%% pada sebelum edukasi menjadi sebesar 84.4% pada sesudah mendapatkan edukasi mencerminkan keberhasilan program dalam meningkatkan kompetensi kader, kegiatan edukasi berjalan lancar, efektif dan kondusif. Peserta dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Diharapkan kader yang telah mengikuti kegiatan ini dapat meneruskan informasi kepada masyarakat luas, khususnya ibu pasca melahirkan. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan pemberian edukasi langsung sangat efektif dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri ibu kader posyandu mengenai perawatan luka dan penanganan kegawatdaruratan pada ibu pasca melahirkan.
Penguatan Pendidikan Hipertensi Sebagai Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Sinarjaya Garut Situmorang, Roganda; Mutiudin, Ade Iwan; Ulfah, Diana; Marlina, Yani; Jayanti, Tri Nur
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1389

Abstract

Warga desa merupakan sasaran mendasar pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia dalam target kesehatan nasional. Informasi ditemukan bahwa kajian situasi warga di wilayah Desa Sirnajaya tertinggi warganya banyak mengalami penyakit tidak menular salah satunya adalah hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan promosi dan preventif kesehatan tentang pemberian pendidikan kesehatan hipertensi pada warga di wilayah Desa Sirnajaya. Metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan warga di wilayah Desa Sirnajaya tentang hipertensi dari kurang baik menjadi baik. Diperlukan sosialisasi secara berkala yang melibatkan banyak masyarakat dan kader serta warga diharapkan mengaplikasikannya dirumah dan melakukan penyebarluasan informasi terkait hipertensi.
Edukasi Kader tentang Perawatan Payudara dan Teknik Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Cileunyi Kabupaten Bandung Diana Ulfah; Yani Marlina; Tri Nur Jayanti; Ade Iwan Mutiudin; Roganda Situmorang
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.558-565.2024

Abstract

Breast milk is the best food for babies because it has benefits. Babies who are not exclusively breastfed have been more susceptible to infections compared to babies who are exclusively breastfed. However, the benefits of breast milk do not necessarily mean that all mothers are providing breast milk as recommended. This can be caused by problems during breastfeeding, such as sore nipples, tenderness, swelling, mastitis, and even breast abscess. Therefore, breast care and breastfeeding training must be carried out so mothers avoid breastfeeding problems. Educational activities in this activity were conducted at Posyandu Mulus Rahayu 22, attended by 14 cadres, and Posyandu Shofa 11 A, B, C by 11 cadres. Education is carried out using lectures, demonstrations, and question-and-answer methods, such as PowerPoint, leaflets, and teaching aids. Pre-tests and post-tests were carried out to evaluate participants. The evaluation results showed increased participants' knowledge from an average of 6.44 at the pre-test to 7.6 at the post-test. Education is an important step that needs to be taken to increase knowledge. It is hoped that cadres who have taken part in this activity can convey information to mothers around them so that they avoid breastfeeding problems.
Pengaruh Penkes Pada Ibu Hamil Trimester III tentang Tehnik Menyusui terhadap Pengetahuan Ibu sebagai Upaya Pencegahan Puting Lecet Marlina, Yani; Ulfah, Diana; Darajat, Agus Miraj
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2547

Abstract

ASI eksklusif di Indonesia pemberiannya belum mencapai target yang ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah puting susu lecet yang dialami oleh ibu menyusui. Tujuan penelitian, mengetahui pengaruh penkes tentang tehnik menyusui pada ibu hamil trimester ke III terhadap pencegahan puting lecet di PKM Cibiru Bandung. Desain pada penelitian ini kuantitatif, metode yang digunakan quasi eksperimen two groups pretest-posttest, dengan sampel penelitian 30 reponden ibu hamil trimester III, pengambilan sample digunakan non-probability sampling dengan metode quota sampling. Lembar kuesioner yang sudah baku digunakan untuk pengumpulan data, proses pengolahan data mencakup editing, coding, entry, tabulating dan cleaning. Uji Wilcoxon Signed Rank Test digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian sebelum dilakukan edukasi kesehatan setengahnya pengetahuan baik 15 responden (50%), dan pengetahuan cukup 15 responden (50 %) dan setelah dilakukan edukasi kesehatan sebagian besar pengetahun baik 28 orang (93,3%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,000. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan kesehatan terdapat pengaruh terhadap pengetahuan tentang teknik menyusui ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Cibiru Kota Bandung.