Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual Di SMA Negeri 1 Polewali Muhrima, Iin; Liliandriani, Andi; Abidin, Urwatil Wusqa
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.4738

Abstract

Penyakit menular seksual atau disebut juga penyakit kelamin merupakan penyakit yang dapat ditularkan dengan melakukan hubungan seksual baik itu melalui vaginal, anal ataupun oral. Selain itu, dapat pula di tularkan melalui transfuse darah dan penggunaan jarum suntik dengan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada remaja SMA Negeri 1 Polewali tentang penyakit menular seksual. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test & post-test dengan diantarai oleh kegiatan penyuluhan. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sample sebanyak 24 responden. Berdasarkan hasil analisis yang di dapatkan tingkat pengetahuan remaja di SMA Negeri 1 Polewali Hasil pada kategori pengertian IMS diperoleh tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 responden (62.5%), Jenis – jenis IMS diperoleh tingkat pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (58.3%), Cara Penularan IMS diperoleh tingkat pengetahuan kurang sebanyak 10 responden (41.7%), Tanda dan gejala diperoleh tingkat pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (50%), Faktor Risiko diperoleh hasil sebanyak 11 responden (45.8%), Pencegahan IMS diperoleh tingkat pengetahuan baik 15 responden (62.5%). Peneliti berharap ditingkatkannya kerjasama antar sektor pendidikan dengan kesehatan agar dapat bekerjasama dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan khususnya mengenai penyakit menular seksual dan kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) PADA BALITA 6 – 24 BULAN DI PUSKESMAS SALUGATTA KEC. BODONG-BUDONG KAB. MAMUJU TENGAH Liliandriani, Andi; Abidin, Urwatil Wusqa; Gusnining, Gusnining
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 2 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.2, November 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i2.2580

Abstract

Makanan Pendamping ASI sangat penting pada bayi setelah berusia 6 – 24 bulan, karna  ASI sudah tidak lagi mencukupi zat gizi yang dibutuhkan. Dalam hal ini pengetahuan tentang MP-ASI yang dimiliki ibu sangat berpengaruh. Adapun faktor yang mempengaruhi dalam memberikan MP-ASI antara lain pendidikan, dan umur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian makanan pendamping ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Salugatta Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Observational Analitik dengan desain penelitian Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Salugatta Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju tengah dengan sebanyak 83  responden. Sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini dengan wawancara terstruktur yang berpedoman pada cheklist Ya atau Tidak. Hasil penelitian dari jumlah sampel 83 responden menunjukkan  pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI dengan tingkatan baik sebanyak 28 (93,3%), dan pengetahuan ibu  tentang  makanan pendamping ASI Kurang sebanyak 2 (3,8%) pemberian makanan pendamping ASI yang cukup sebanyak 2 (3,8%), dan pemberian makanan pendamping ASI yang kurang sebanyak 51 (92,3) 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPI KECAMATAN ANREAPI Astuti, Astuti; Mukharrim, Muh. Said; Abidin, Urwatil Wusqa
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.3235

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Menurut WHO dan UNICEF, terjadi sekitar 2 milyar kasus penyakit diare di seluruh dunia setiap tahun. Dari semua kematian anak balita karena penyakit diare, 78% terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas anreapi kecamatan Anreapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya diare seperti tindakan ibu dalam memilih sumber air bersih yang digunakan untuk membuat makanan / minuman , namun tidak terdapat hubungan signifikan antara tindakan ibu dalam cara penyajian makanan terhadap kejadian diare. Atas dasar dari hasil penelitian ini maka disarankan bagi puskesmas, masyarakat dan bagi peneliti mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan judul pada penelitian dengan para petugas meningkatkan program-program yang telah dilaksanakan yang berkaitan dengan masalah penelitian tersebut, .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya diare seperti tindakan dalam memilih sumber air bersih yang digunakan untuk membuat makanan / minuman. terhadap kejadian diare pada Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2022.Namun Berdasarkan hasil penelitian dan analisis variabel yang diteliti tentang kejadian diare terhadap warga Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DROP OUT PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAPILLI Liliandriani, Andi; Abidin, Urwatil Wusqa; Diana, Alfi Syahri Futri
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2024): J-KESMAS Volume 10 Nomor 2, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v10i2.5909

Abstract

 Increasing drop out rates in contraceptive use can have an impact on population growth, which in turn affects welfare, quality of education, development and health, thereby reducing the quality of the population in a country. This study aims to identify risk factors that cause drop outs in contraceptive use among women of childbearing age (PUS) in the Mapilli Community Health Center area. The type of research used is analytical observational with a case control design. Samples were taken using the Lames How formula with a ratio of 1:1, and the total sample was 176 people. Data were analyzed using the chi square test and odds ratio test. The results of the study showed that there was a significant relationship between age (p=0.001) and the incidence of dropping out of contraceptive use, while knowledge (p=0.232), side effects (p=0.061) and husband's support (p=0.395) did not have a significant relationship with the incidence of drop out use of contraceptives in women of childbearing age in the working area of the Mapilli Health Center. Women at reproductive age who are classified as healthy have a tendency to experience drop outs (OR=5.051) or 5 times greater than women who are not reproductively healthy.