Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The The Effect of Locally-Generated Revenue, General Allocation Fund, Special Allocation Fund, and Revenue Sharing Fund on Capital Expenditure of Regencies and Municipalities in Indonesia Haq, A'am Ikhwanul; Masdar, Rahma; Ikbal A, M; Betty
E-Jurnal Akuntansi Vol. 35 No. 12 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EJA.2025.v35.i12.p14

Abstract

This study aims to analyze the influence of regional revenue components namely Local Own-Source Revenue (PAD), the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), and Revenue Sharing Funds (DBH) on capital expenditure in regency and city governments across Indonesia for the period 2017–2020. The research uses a sample of 503 local governments and relies on secondary data obtained from the Regional Revenue and Expenditure Realization Reports (APBD) published by the Ministry of Finance. The data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that all components of regional revenue PAD, DAU, DAK, and DBH have a positive effect on capital expenditure. This finding suggests that the greater the fiscal capacity of local governments, the greater their ability to allocate funds for public investment, such as infrastructure, social facilities, and public service amenities. In other words, stronger regional revenue not only expands fiscal space but also reflects the commitment of local governments to strengthening long-term development through capital spending.
Menyingkap Akuntabilitas Laut: Blue Accounting sebagai Strategi Legitimasi dan Pertanggungjawaban Stakeholder dalam Ekonomi Biru Berkelanjutan Sari, Kiki Berlian; Dewi, Iren Citra; Yamin, Nina Yusnita; Paranoan, Selmitha; Betty
Jurnal Pustaka Aktiva (Pusat Akses Kajian Akuntansi, Manajemen, Investasi, dan Valuta) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Aktiva (Pusat Akses Kajian Akuntansi, Manajemen, Investasi, dan Va
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakaaktiva.v6i1.1995

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis konsep blue accounting dalam perspektif teori legitimasi dan teori stakeholder sebagai landasan akuntabilitas organisasi yang memanfaatkan sumber daya kelautan. Kajian ini penting karena ekonomi biru tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi maritim, tetapi juga menuntut tanggung jawab organisasi dalam mengukur, mencatat, mengungkapkan, dan mempertanggungjawabkan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis aktivitasnya terhadap ekosistem laut serta masyarakat yang bergantung padanya. Penelitian menggunakan metode studi literatur kualitatif dengan pendekatan systematic narrative review. Data diperoleh dari 25 sumber ilmiah dan regulatif yang relevan, meliputi artikel jurnal, buku, standar pelaporan keberlanjutan, dan dokumen konseptual terkait blue accounting, ocean accounting, akuntansi lingkungan, teori legitimasi, dan teori stakeholder. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengodean tematik, pemetaan kesenjangan penelitian, sintesis teoritis, dan penyusunan model konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blue accounting merupakan pengembangan akuntansi lingkungan yang berfokus pada pencatatan aset kelautan, biaya lingkungan laut, manfaat ekosistem, risiko iklim pesisir, serta pengungkapan dampak ekonomi, sosial, dan ekologis organisasi. Teori legitimasi menjelaskan fungsi blue accounting sebagai sarana memperoleh dan mempertahankan legitimasi sosial, sedangkan teori stakeholder menekankan perannya sebagai instrumen pertanggungjawaban kepada berbagai pemangku kepentingan. Integrasi kedua teori menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tujuan dan arah pengungkapan informasi keberlanjutan berbasis kelautan.