Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Kabupaten Kupang Indri Lay, Rispa; Yasintha Goa, Maria; Ina Lea, Analizza; Febriyanti, Erna; Yoanita Bina, Maria
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 17 No 1 (2025): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v17i1.2569

Abstract

Anemia is a global public health problem that contributes to increasing morbidity and mortality rates. Anemia in pregnancy is categorized as a condition that has the potential to endanger the mother and fetus. Therefore, it is important to identify factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in order to design more effective prevention strategies. This study aims to determine the factors associated with the incidence of anemia in pregnant women in Kupang Regency. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique was purposive sampling with a sample size of 114 respondents. Data were collected through questionnaires and hemoglobin level examination results, then analyzed using statistical tests. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between several factors and the incidence of anemia in pregnant women, namely: knowledge of pregnant women (p = 0.000), compliance in consuming Fe tablets (p = 0.000), age of pregnant women (p = 0.000), and parity (p = 0.000). To reduce the incidence of anemia in pregnant women, it is recommended that pregnant women routinely attend counseling sessions with health workers to increase knowledge. In addition, pregnant women are expected to be more compliant in consuming Fe tablets according to the recommendations of health workers. The government and health workers need to improve education programs and monitoring of Fe tablet consumption for pregnant women, especially for certain age and parity groups who are at higher risk of anemia. Anemia in pregnant women is influenced by various factors, including knowledge, compliance with consuming Fe tablets, age, and parity. Intervention efforts based on education and monitoring compliance with consuming Fe tablets are very important to prevent anemia and its negative impacts on the mother and fetus.
Penerapan Transtheoretical Model untuk Perubahan Perilaku Pencegahan Stunting di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Tage, Petrus Kanisius Siga; Dion, Yohanes; Febriyanti, Erna; Tahu, Sebastianus Kurniadi; Bina, Maria Yoanita; Goa, Maria Yasintha
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): JIPPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.960

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi tingginya angka stunting di Desa Noinbila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, yang masih mencapai sekitar 50%. Permasalahan stunting di wilayah ini tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan pangan, tetapi juga rendahnya kesadaran gizi, praktik pemberian MPASI yang kurang tepat, dan pola asuh anak yang belum optimal. Melalui pendekatan Transtheoretical Model (TTM), program ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku ibu secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif keluarga, kader posyandu, dan tokoh desa. Metode kegiatan meliputi edukasi gizi berbasis pangan lokal, pelatihan pembuatan MPASI, pendampingan rumah tangga, serta pemeliharaan perilaku melalui grup WhatsApp sebagai media komunikasi dan dukungan sosial. Proses pelaksanaan menekankan prinsip partisipatif, di mana warga menjadi pelaku utama dalam pembelajaran dan praktik gizi keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu. Pengetahuan tentang stunting dan gizi seimbang meningkat dari kategori kurang menjadi baik, 80% peserta menunjukkan sikap positif terhadap praktik baru, dan perilaku penerapan MPASI berbasis pangan lokal meningkat sebesar 36%. Selain itu, keterampilan ibu dalam mengolah pangan lokal semakin baik, keterlibatan suami meningkat, dan terbentuk jejaring dukungan sosial melalui grup digital komunitas. Kegiatan ini berdampak pada penguatan kapasitas keluarga dalam pemenuhan gizi anak berbasis sumber daya lokal serta membangun model pemberdayaan yang berpotensi direplikasi di desa lain. Pendekatan TTM terbukti efektif dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan pangan masyarakat pedesaan.