Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INDEKS KARIES GIGI DITINJAU DARI PENYAKIT UMUM DAN SEKRESI SALIVA PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 30 PALEMBANG 2017 LISTRIANAH, LISTRIANAH
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi yang disebabkan oleh karbohidrat jenis sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri menjadi asam. Salah satu faktor penyebab karies adalah saliva. Saliva berperan penting dalam menjaga integritas gigi. Berkurangnya aliran saliva hingga mencapai 0,7 ml/menit akan meningkatkan laju pertumbuhan karies. Penurunan aliran saliva dapat disebabkan karena beberapa faktor terutama penyakit dan konsumsi obat-obatan. Penelitian ini berjudul gambaran angka kejadian karies dengan sekresi saliva dan penyakit umum pada anak sekolah dasar negeri 30 Palembang tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran angka kejadian karies dengan sekresi saliva dan penyakit umum. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Metode dengan pendekatan survei. Jumlah sampel sama dengan populasi sebanyak 495 anak. Analisa data yang digunakan adalah univariate. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor DMF-T 0,7 dengan kriteria sangat rendah dan skor def-t3, 4 dengan kriteria sedang sedangkan untuk kriteria sekresi saliva tertinggi dengan kategori normal sebanyak 319 anak dan 11 anak memliki penyakit umum dengan kategori sedang gangguan fungsi fisk dan motorik dan gangguan penglihatan (rabun). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa rata-rata anak sekolah dasar negeri 30 Palembang tahun 2017 mempunyai karies gigi dengan criteria tinggi, sekresi saliva dengan criteria normal dan penyakit umum dengan kriteria sedang. Saran dari hasil penelitian ini adalah perlu dilakukan upaya promotif dan preventif oleh petugas kesehatan melalui UKGS agar siswa dapat memelihara kesehatan gigi dan mulutnya.
GAMBARAN KARIES GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN PADA SISWA – SISWI SEKOLAH DASAR NEGERI 13 PALEMBANG TAHUN 2018 Listrianah, Listrianah; Zainur, R.A.; Hisata, Levi Saputri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i2.238

Abstract

Molar pertama permanen merupakan gigi yang sangat rentan karies. Hal ini disebabkan gigi merupakan gigi permanen yang pertama erupsi, disamping itu bentuk anatomis yang mempunyai fit dan fissure yang dalam memudahkan penumpukan sisa makanan dan mikroorganisme yang sukar dibersihkan dengan cara menyikat gigi, sehingga mudah terjadi karies. Maka dari itu, penelitian ini berjudul Gambaran Karies Gigi Molar Pertama Permanen sspada Siswa – Siswi Sekolah Dasar Negeri 13 Palembang Tahun 2018.Tujuan penelitian ini diketahui gambaran karies gigi molar pertama permanen pada Siswa – Siswi Sekolah Dasar Negeri 13 Palembang Tahun 2018.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian adalah anak-anak kelas I sampai V SD Negeri 13 Palembang berjumlah 185 anak. Hasil penelitian diketahui jumlah karies gigi molar pertama permanen sebanyak 106 (57%) anak, karies gigi molar pertama permanen berdasarkan usia, 6 tahun sebanyak 1 (4%) anak, pada usia 7 tahun sebanyak 8 (47%) anak, pada usia 8 tahun sebanyak 44 (77%), pada usia 9 tahun sebanyak 31 (69%) anak, pada usia 10 tahun sebanyak 18 (64%) anak, dan usia 11 tahun sebanyak 4 (29%) anak. Sedangkan karies gigi molar pertama permanen berdasarkan jenis kelamin, perempuan sebanyak 61 (61%) anak, laki laki sebanyak 45 ( 53%) anak.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PEMBUATAN JELLY BUAH SENDUDUK UNTUK PENCEGAHAN KARIES GIGI BALITA Telisa, Imelda; Marlindayanti, Marlindayanti; Listrianah, Listrianah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1423

Abstract

Toddlers often nibble on items like candy, wafers, cakes, and biscuits. These foods include sucrose, which lowers salivary buffer capacity and increases the risk of tooth decay. Dental caries affects children's nutritional status, prolongs health issues, and interferes with their growth and development by causing pain, making it difficult for them to chew food, and making them cranky. The first way parents can learn about their child's development and progress is through integrated service post. Senduduk fruit, which is abundant in Pipa Putih Village, is rich in flavonoids, saponins, tannins, glycosides, and steroids/triterpenoids. Fruit extract from Senduduk is capable of preventing bacteria from colonizing and plaque from growing on teeth. The purpose of community service is to enable early childhood education teacher cadres and instructors to prepare Senduduk jelly, which helps shield kids' teeth from cavities. Activities included creating a location survey, simulating the creation of Senduduk jelly candy and presenting it to early childhood education cadres and teachers, distributing prepared goods and Senduduk jelly candy recipe pamphlets. The exercise concluded with an assessment of the cadres' performance in a simulated scenario including the preparation of Senduduk jelly for moms attending the Integrated service post. Based on the evaluation results, the understanding of early childhood education cadres and teachers regarding making sedunia jelly can be done well. The average knowledge results of early childhood education cadres and teachers increased from 62 to 78.