Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENDIDIKAN KELUARGA DAN PERAN TEKNOLOGI DI ERA MILLENNIAL Hikmatullah
Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru Vol. 15 No. 1 (2023): TING XV 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The progress of science and technology is increasingly unlimited and unstoppable. Therapid growth of technology culture, even this technology culture has entered remote areas, evenin many ways it is very dependent on technological engineering. The purpose of this study is todiscuss what is meant by the definition of family education, as well as technology used as alearning medium in the Millennial Era which is carried out through descriptive methods basedon literacy sources of books and journals related to technology which are used as a reference infamily education in the Millennial Era. Family education in the Millennial Era is an innovationor change in the results of rational human thinking in the Millennial Era, technology becomes acontrol in educational innovation. The role of technology in family education becomes a mediumand as a tool in delivering an education first and foremost. The millennial generation is oftenreferred to as the generation that is responsive to changes in modern times, the main study thattriggers a change is technology, during the period of human development in the modernizationera deceived by technological sophistication, including in the learning process in familyeducation. Wider coverage and very easy access by every human being, the internet has becomea very important thing in the process of family education in the Millennial Era
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH, WAKAF, DAN DANA SOSIAL DI PONDOK PESANTREN AL-IHSAN RIAU Hikmatullah; Irwandi; Asmarika; Wage; Ali Wardana; Mukhlis
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 4 No. 3 (2025): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/djce.v4i3.2530

Abstract

This community service activity aims to enhance the capacity of managing zakat, infaq, sadaqah, waqf, and social funds at Pondok Pesantren Al-Ihsan Riau. The research method used is qualitative with a descriptive-participatory approach, in which the implementing team was directly involved in the mentoring process. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects included the pesantren leaders, zakat and waqf unit managers, senior students, and beneficiary communities.The results show that the mentoring activities improved the administrators’ understanding and skills in administration, transparency, and accountability of social fund management. In addition, the program encouraged the participation of students and the community in practicing professional management of funds oriented toward community empowerment. In conclusion, mentoring in the management of zakat, infaq, sadaqah, waqf, and social funds at the pesantren contributed positively to strengthening sustainable sharia financial governance and generated significant social impacts for the surrounding community.
Artikel Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Judi online dan Pinjaman online melalui Penyuluhan Kelompok 74 KKN UIN SMH Banten di Kampung Simangu: Judi Online, Penyuluhan Hukum, Pinjaman Online medi, jumaedi; Hikmatullah; Nurfitriyani; Selvy Anugrah Maharani; Diah Ayu Suciyati; Amira Sohwa Azzahra
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 2 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i2.5292

Abstract

Online gambling (judol) and illegal online loans (pinjol) are two negative phenomena that have rapidly grown in the digital era. Judol involves online betting with the promise of quick profits, but often results in financial loss, addiction, and social disruption. Illegal pinjol offer easy, unsecured loans with high interest rates and aggressive collection efforts that harm borrowers and misuse personal data. Both practices have serious economic, social, and psychological impacts, especially for less educated communities and those experiencing financial difficulties. To address these issues, legal education and outreach are crucial to increase public understanding of the dangers and regulations related to illegal judol and pinjol. Students from the 74th batch of the UIN SMH Banten Community Service Program (KKN) conducted outreach in Pageragung Village, Walantaka, with the aim of equipping teenagers and parents to recognize operational methods, avoid pitfalls, and play an active role in reporting illegal practices. These efforts are expected to strengthen legal awareness and community socioeconomic resilience, thereby creating a safer, healthier, and more productive environment in facing the challenges of digital technology.
Perkawinan dan Kewarisan dalam Perspektif Maqasid Al-Syari’ah: Studi Kritis terhadap Praktik Masyarakat Muhamad Fikri; M.Rifki Alfa Rizki; Alif Fazri Ramadhan; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3887

Abstract

Perkawinan dan kewarisan merupakan dua pilar penting dalam sistem hukum Islam yang berfungsi menjaga keteraturan sosial, moral, dan ekonomi umat. Kedua institusi ini tidak hanya beroperasi pada tataran normatif, tetapi juga berperan sebagai sarana pencapaian tujuan syariat Islam (maqāṣid al-syarī‘ah), yang meliputi perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep perkawinan dan kewarisan dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah serta melakukan analisis kritis terhadap praktik sosial masyarakat yang dalam banyak kasus belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai kemaslahatan syariat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum Islam, serta realitas praktik sosial yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī‘ah memposisikan perkawinan sebagai instrumen utama dalam melindungi keberlanjutan keturunan dan menjaga martabat manusia. Praktik-praktik seperti perkawinan siri, perkawinan usia anak, dan poligami yang dijalankan tanpa prinsip keadilan dinilai bertentangan dengan maqāṣid karena berpotensi menimbulkan dampak sosial yang merugikan. Dalam bidang kewarisan, pendekatan maqāṣid menekankan pentingnya keadilan substantif serta keseimbangan antara hak dan tanggung jawab sosial, bukan sekadar kesetaraan nominal. Pembagian harta warisan harus diarahkan pada kemaslahatan keluarga dan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. Kajian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara idealitas hukum dan praktik sosial yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap maqāṣid al-syarī‘ah. Oleh karena itu, penguatan integrasi maqāṣid dalam sistem hukum dan pendidikan Islam menjadi langkah strategis untuk mewujudkan hukum yang berkeadilan, kontekstual, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Pengaruh Pendidikan Dan Kemiskinan Terhadap Keputusan Pernikahan Usia Dini Tinjauan Perspektif Islam Khoirul Umam; M. Septian Bisyarof; Ahdiat Mujadi; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3961

Abstract

Jumlah pernikahan dini yang tinggi di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh tradisi di beberapa daerah, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Pernikahan dini ini menimbulkan banyak masalah, terutama bagi perempuan yang belum siap secara mental, dan menyebabkan tingginya angka perceraian dan kematian di kalangan ibu muda. Studi ini menganalisis pengaruh pendidikan (tingkat melek huruf di kalangan usia 15+) dan kemiskinan terhadap keputusan menikah di usia dini di kalangan perempuan berusia 20-24 tahun di Indonesia menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2014-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan dan pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan, namun keduanya memiliki pengaruh sebesar 52,1% terhadap pernikahan dini. Dari segi maqashid syariah, pernikahan dini dianggap melanggar hukum Islam karena kurangnya Ḥifẓ al-‘aql (perlindungan akal), Ḥifẓ al-nafs (perlindungan jiwa), dan Ḥifẓ al-nasl (perlindungan keturunan).
Kepastian Hukum Waris Aset Digital dalam Perspektif Hukum Islam dan Nasional Riyana Putri, Novi; Tatu Amaliya Rahman; Syahrul Rizki Mu’aziah; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4032

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan bentuk kekayaan baru berupa aset digital seperti cryptocurrency, dompet elektronik (e-wallet), akun media sosial bernilai ekonomis, dan Non-Fungible Token (NFT). Keberadaan aset digital tersebut menimbulkan permasalahan hukum baru, khususnya dalam konteks pewarisan, karena belum adanya pengaturan yang eksplisit baik dalam hukum Islam maupun sistem hukum nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum aset digital sebagai objek waris dalam perspektif hukum Islam, menelaah kepastian hukum waris aset digital dalam sistem hukum nasional Indonesia, serta mengkaji kemungkinan harmonisasi antara hukum Islam dan hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset digital yang memiliki nilai ekonomi dan kepemilikan yang sah dapat dikualifikasikan sebagai māl mutaqawwim dan dengan demikian dapat diwariskan menurut hukum Islam. Namun demikian, kekosongan norma dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menimbulkan izin hukum bagi ahli waris. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi hukum Islam dan hukum nasional guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum terhadap hak waris atas aset digital.
Analisis Perbandingan Kewarisan Islam dan Hukum Waris Perdata di Indonesia Rukniyah; Fauziah, Tsurayya Haniatul; Muhammad Saepudin; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4071

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pluralisme hukum di Indonesia, khususnya dalam bidang hukum kewarisan, di mana hukum kewarisan Islam dan hukum waris perdata (Burgerlijk Wetboek) berlaku secara berdampingan dalam masyarakat. Kondisi ini menimbulkan perbedaan prinsip, sistem pembagian, serta mekanisme hukum yang sering kali berimplikasi pada perbedaan praktik dan potensi sengketa kewarisan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komparatif prinsip dasar, sistem pembagian warisan, serta penerapan dan mekanisme pilihan hukum antara hukum kewarisan Islam dan hukum waris perdata di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui telaah terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen hukum yang relevan dengan kajian kewarisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum kewarisan Islam bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad ulama yang bersifat religius dengan pembagian warisan yang telah ditentukan untuk mewujudkan keadilan ilahiah. Sementara itu, hukum waris perdata berlandaskan tradisi hukum Barat yang menekankan keadilan individual, kebebasan kehendak, dan rasionalitas hukum. Pluralisme hukum kewarisan di Indonesia memberikan ruang pilihan hukum, namun juga menghadirkan tantangan dalam kepastian dan penyelesaian sengketa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman komprehensif terhadap kedua sistem hukum sangat diperlukan untuk menciptakan keadilan dan keharmonisan dalam praktik kewarisan.
Peran Prinsip Maslahah dalam Penetapan Hukum Waris Islam Rizal Febriansyah; Muhammad Ajrah; Nasya Fatiha Ahmad; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4078

Abstract

Penelitian ini membahas peran prinsip maslahah dalam penetapan dan penerapan hukum waris Islam. Hukum waris Islam secara normatif telah diatur secara rinci dalam Al-Qur’an dan Hadis, namun dalam praktiknya sering menghadapi berbagai persoalan sosial dan hukum di masyarakat kontemporer. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menjembatani ketentuan nash dengan realitas sosial yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran prinsip maslahah dalam menyelesaikan persoalan-persoalan waris modern tanpa mengabaikan ketentuan dasar syariat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan mengkaji sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis serta sumber sekunder berupa kitab fikih, ushul fikih, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk menjelaskan ketentuan hukum waris Islam dan mengkaji penerapan prinsip maslahah dalam penetapan hukum waris.Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip maslahah berperan penting dalam memberikan fleksibilitas penerapan hukum waris Islam, khususnya dalam menghadapi permasalahan kontemporer seperti ketimpangan ekonomi ahli waris, harta bersama suami istri, kedudukan anak angkat, serta pengelolaan harta warisan produktif. Penerapan maslahah mampu mewujudkan keadilan substantif, menjaga keharmonisan keluarga, dan menciptakan kemanfaatan sosial yang lebih luas
Pernikahan di Era Media Sosial di Indonesia: Analisis Sosial terhadap Perubahan Relasi Suami Istri dalam Keluarga Modern Siti Mutmainnah; Karismatul Adawiyah; Zaid Ahmad Madali; Hikmatullah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4132

Abstract

Pernikahan merupakan institusi sosial yang memiliki peran penting dalam membentuk keluarga dan tatanan sosial masyarakat. Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi dan relasi suami istri dalam keluarga modern di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap dinamika hubungan suami istri serta mengidentifikasi permasalahan pernikahan yang muncul di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif melalui studi pustaka. Data diperoleh dari artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta laporan resmi yang relevan dengan topik konflik pernikahan dan media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intensif berkontribusi terhadap menurunnya kualitas komunikasi tatap muka, meningkatnya kecemburuan, perselingkuhan daring, konflik privasi, serta ketegangan dalam pembagian peran gender. Namun demikian, nilai keluarga yang meliputi nilai agama, budaya, dan komitmen pernikahan berperan sebagai faktor penengah dalam mengendalikan dampak negatif media sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial dapat berdampak positif maupun negatif terhadap pernikahan, bergantung pada pola penggunaan serta kekuatan nilai keluarga dalam mengelola relasi suami istri di era digital.