Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Usia dan Berat Badan terhadap Derajat Proteinuria pada Ibu Hamil dengan Hipertensi: Correlation between Age and Body Weight with the Degree of Proteinuria among Hypertensive Pregnant Women Thalib, Kiki Uniatri; Lilis
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada kehamilan, termasuk pre-eklampsia, merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal. Pemeriksaan protein urin dapat digunakan sebagai indikator adanya kerusakan ginjal akibat hipertensi pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik protein urin pada ibu hamil dengan hipertensi berdasarkan usia dan indeks massa tubuh (IMT). Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling. Sampel terdiri dari 32 ibu hamil trimester III dengan hipertensi. Pemeriksaan protein urin dilakukan menggunakan metode carik celup dengan pembacaan hasil menggunakan urine analyzer (Urit-50). Hasil: Dari 32 sampel urin yang diperiksa, ditemukan hasil protein urin negatif pada 18 orang (56,25%), positif 1 (+) pada 8 orang (25%), positif 2 (++) pada 3 orang (9,38%), dan positif 3 (+++) pada 3 orang (9,38%). Rata-rata usia responden adalah 32 tahun, sedangkan rata-rata IMT sebesar 30,65 kg/m² yang termasuk kategori obesitas. Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil dengan hipertensi memiliki hasil pemeriksaan protein urin negatif, dengan sebagian kecil menunjukkan proteinuria positif. Rata-rata responden berada pada usia reproduktif dan memiliki IMT dalam kategori obesitas.
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Siswa SMPN 4 Mamuju Nur, Akbar; D, Yuliana; Ibrahim, Ikhsan; Suaib, Suaib; Parwati, Dewi; Thalib, Kiki Uniatri; Purnomo, Edi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2044

Abstract

Keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat diajarkan kepada masyarakat umum dan tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan saja namun juga kepada masyarakat umum dengan memberikan edukasi dan pelatihan BHD awam. Saat ini diharapkan kepada setiap orang harus memiliki kemampuan dalam memberikan pertolongan bantuan hidup dasar dimana kemampuan ini sangat dibutuhkan karena didalamnya telah diajarkan keterampilan dan teknik dasar dalam melakukan pertolongan kepada korban dari berbagai kecelakaan maupun kejadian yang tidak diharapkan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan BHD kepada siswa SMPN 4 Mamuju. Pengetahuan, pandangan, sikap dan keputusan pada siswa sangat berpengaruh dalam pengambilan Keputusan Tindakan BHD. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini, dilakaukan dengan tiga sesi yaitu; pada sesi satu telah diberikan edukasi BHD, kemudian pada sesi ke dua melakukan simulasi atau demonstrasi terkait pemberian BHD. Pada sesi ketiaga kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan perlombaan ketangkasan dalam melakukan BHD kepada masing-masing perwakilan sebanyak 2 orang dari 5 kelompok. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa SMPN 4 Mamuju yang telah mengikuti edukasi dan Pelatihan BHD dapat memahami materi penyuluhan dan pelatihan BHD, pengabdaian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD serta mampu mempratekkan dan mengimplementasikan dalam melakukan BHD dengan baik dan benar jika mendapatkan korban yang membutuhkan pertolongan pertama.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Mental Melalui Program Konseling Keliling Bachri, Syaiful; Thalib, Kiki Uniatri; Rahmat, Rezqiqah Aulia; Malaha, Naomi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.914

Abstract

Adolescent mental health is a critical issue that requires special attention, given the increasing incidence of anxiety, depression, and risky behaviors in this age group. Limited access to counseling services and adolescents' low understanding of mental health are major challenges, especially in areas with limited health services. This community service program aims to increase adolescents' knowledge and awareness of mental health through a Mobile Counseling Program. The program was conducted in three secondary schools within the target area, involving 120 adolescents aged 13–18. The methods used included outreach, group counseling, individual counseling, and distribution of educational media. Evaluation was conducted through pre- and post-tests to measure knowledge gains and participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase in adolescents' knowledge, with an average pre-test score of 58.4 increasing to 84.2 in the post-test. Ninety-two percent of participants stated that the mobile counseling program was very beneficial and should be conducted regularly. In conclusion, the Mobile Counseling program is effective in increasing adolescents' knowledge and awareness of mental health. This activity is recommended as a sustainable program in schools and communities to strengthen preventive efforts against mental health issues.
Midwifery Care For Women In Labor With A Mother-Loving Approach Saad, Rahmiyani; Thalib, Kiki Uniatri; Aji, Sulistyani Prabu
International Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v4i1.1114

Abstract

The Mother-Friendly approach is a midwifery service concept that emphasizes fulfilling the physical, psychological, social, and cultural needs of mothers during the labor process. This approach aims to create a safe, comfortable, dignified, and mother-centered labor experience. This study aims to describe the implementation of midwifery care for mothers giving birth using the Mother Friendly approach. The study used a descriptive design with a case study approach. The research subject was a mother giving birth in the first–fourth stage who received midwifery care using the Mother Friendly approach at Community Health Center X. Data collection was carried out through interviews, observations, physical examinations, and SOAP documentation. The results of the study indicate that the implementation of the Mother Friendly approach can increase comfort, reduce anxiety, and support a physiological labor process. It was concluded that the Mother Friendly approach is effectively implemented in midwifery care for mothers giving birth.