Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DIFFERENCES IN CHANGES IN KNOWLEDGE OF WOMEN ABOUT EARLY DETECTION OF CERVICAL CANCER BETWEEN USING PRESENTATION MEDIA COUNSELING AND LEAFLET COUNSELING Yuliana, Baiq Ade Herna; Purwanto , Bambang; Euvanggelia Dwilda Ferdinandus; Mulawardhana , Pungky
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 8 No. 3 (2024): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, July 2024
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v8i3.2024.300-311

Abstract

Background: Encouraging early detection and prompt treatment of precancerous lesions is the key to preventing cervical cancer in women who are fertile. IVA examinations are used to detect precancerous lesions early on. Thus far, both nationally and at Mojo Health Center, the IVA examination has been achieved. Women of reproductive age may not be as aware of early diagnosis of precancerous lesions as they should be, which could contribute to the low IVA examination achievement. Due to a lack of understanding regarding the early diagnosis of precancerous lesions, women of reproductive age have low awareness. Method: A lecture and leafleting approach were used to conduct this health counseling. This kind of study uses a quasi-experimental pretest-posttest one group design, which is experimental in nature. carried out in Surabaya City at the Mojo Health Center. A straightforward random sampling methodology was used to choose the sample of 84 WUS, who were then split into two groups: the treatment group, which received an intervention counseling lecture style, and the control group, which received a leaflet intervention. A questionnaire was utilized to collect the data, and the Wilcoxon signed rank test was used to evaluate it. Independent Samples Test (p<0.05) and Wilcoxon signed Rank test. Results: The test results showing variations in both groups' knowledge levels produced the result p = 0.000 (p <0.05). P = 0.268 (p>0.05) was the outcome of the test to determine the value of differences in knowledge factors between the treatment group and the control group. Conclusion: There is no difference in WUS knowledge between the lecture method and leaflet media distribution when it comes to counseling, but there is a shift in the outcomes of WUS knowledge about early detection of cervical cancer before and after receiving counseling.
Pelatihan Kader Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan di Puskesmas Rejoso Nganjuk Jayanti, Ratna Dwi; Farizi, Sofia Al; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda; Tricahyanti, Ari; Dewi, Bianca Bunga Cinta; Huwaida, Hasna Afifa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1860

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kemampuan kader Puskesmas Rejoso dalam deteksi dini komplikasi kehamilan dengan menggunakan lembar observasi untuk memantau pemeriksaan kehamilan dan mengenali tanda bahaya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua tahapan utama. Pada tahap pertama, dilakukan pelatihan kepada kader kesehatan yang meliputi materi deteksi dini komplikasi kehamilan menggunakan buku KIA, simulasi edukasi kesehatan, serta tanya jawab. Kader juga melakukan praktik edukasi dengan supervisi dari tenaga kesehatan. Tahap kedua adalah pengawalan ibu hamil oleh kader kesehatan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke tenaga kesehatan. Kader memastikan ibu hamil memeriksakan kehamilan secara teratur hingga melahirkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan kader Rejoso dalam deteksi dini komplikasi kehamilan. Nilai pretest menunjukan 4,86, dan setelah diberikan pelatihan terjadi peningkatan rata-rata nilai postest menjadi 9,13. Pendampingan pada 30 ibu hamil menunjukkan bahwa pemeriksaan selama hamil dilakukan secara rutin dan semua ibu hamil melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini berkontribusi positif terhadap upaya deteksi dini komplikasi pada kehamilan, sekaligus memberikan kesempatan bagi kader untuk berkembang dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. 
Inovasi Kualitas Kader dalam Upaya Deteksi Dini Tuberkulosis Paru pada Kehamilan di Puskesmas Bluto Kabupaten Sumenep Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda; Fitriana, Farida; Anis, Wahyul
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 3 (2025): Januari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/vehr5147

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia, yang menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat. Dampak TB sangat serius pada ibu hamil, membawa risiko ganda baik bagi ibu maupun bayi. Pemberdayaan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif menjadi salah satu pendekatan strategis untuk pengendalian TB di Indonesia. Kader kesehatan, sebagai anggota masyarakat yang telah dilatih, memainkan peran penting dalam menjembatani layanan kesehatan dengan masyarakat. Namun, peran kader ibu hamil belum sepenuhnya terintegrasi dengan upaya pencegahan dan deteksi dini TB selama kehamilan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui metode tiga tahap: pelatihan kader, tindak lanjut pelatihan, dan evaluasi. Sebanyak tiga puluh kader kesehatan dari Puskesmas Bluto di Jawa Timur berpartisipasi dalam inisiatif ini. Program ini terbukti efektif dan efisien dalam meningkatkan pengetahuan tentang TB paru, baik pada kader maupun ibu hamil, meningkatkan keterampilan kader dalam edukasi kesehatan, serta memperluas cakupan skrining mandiri TB paru dan tindak lanjut hasil skrining. Analisis statistik menggunakan Paired T-Test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader sebelum dan setelah pelatihan, serta peningkatan jumlah ibu hamil yang mendapatkan edukasi dan melakukan skrining mandiri TB paru. Umpan balik dari peserta juga menyoroti dampak positif program ini. Inisiatif ini menegaskan potensi optimalisasi peran kader kesehatan sebagai strategi yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan upaya pengendalian TB, khususnya pada kelompok rentan seperti ibu hamil.
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Upaya Promotif dan Preventif Tuberkulosis Paru pada Kehamilan Fitriana, Farida; Anis, Wahyul; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.12201

Abstract

Indonesia menjadi negara tertinggi kedua jumlah kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia. Dampak TB akan lebih besar pada ibu hamil yang dapat mengakibatkan beban ganda baik bagi ibu maupun bayinya. Pemberdayaan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif merupakan salah satu upaya strategis penanggulangan TB di Indonesia. Kader kesehatan merupakan anggota masyarakat yang peduli kesehatan dan telah dilatih mengenai tugas khusus dalam bidang kesehatan. Selama ini kegiatan kader ibu hamil belum pernah terintegrasikan dengan upaya pencegahan dan deteksi dini TB Paru dalam kehamilan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pelatihan kader, tindak lanjut pelatihan, dan evaluasi. Sejumlah tiga puluh kader di wilayah kerja Puskesmas Guluk-Guluk mengikuti program ini. Rangkaian program terbukti efektif dan efisien dalam upaya peningkatan pengetahuan, baik kader maupun ibu hamil mengenai TB Paru, keterampilan kader dalam mengedukasi ibu hamil, dan cakupan skrining mandiri TB Paru oleh ibu hamil serta tindak lanjut hasil skrining oleh kader. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai pre dan post-test yang dianalisis menggunakan uji statistik Paired T-test menunjukkan p-value: 0.00 (p-value < α: 0,05) sehingga didapatkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah pelatihan, jumlah ibu hamil yang diberi edukasi oleh kader dan melakukan skrining TB Paru mandiri, serta kesan kader selama mengikuti program ini. Peran kader kesehatan ibu hamil dalam TB Paru diharapkan optimal dan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia untuk mewujudkan eliminasi TB pada tahun 2030.
Hubungan Kesesuaian Kenaikan Berat Badan Ibu selama Hamil dengan Kejadian Ruptur Perineum di TPMB Farida Hajri Surabaya Wuni, Aulia Az Zahra; Ferdinandus, Euvanggelia Dwilda; Prasetyo, Budi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.20417

Abstract

Ruptur perineum terjadi akibat adanya perlukaan pada jalan lahir baik menggunakan alat maupun tidak merupakan salah satu penyebab dari perdarahan postpartum, penyebab tidak langsung dari ruptur perineum adalah kenaikan berat badan yang berkaitan dengan berat bayi lahir. Hal ini menyebabkan meningkatnya angka kematian dan kesakitan pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian kenaikan berat badan selama hamil dengan kejadian ruptur perineum, supaya tindak pencegahan sebagai salah satu pendukung SDG’s good health and well being pada maternal dapat ditingkatkan. Metode: Metode penelitian menggunakan analitik observasional dengan rancangan case control dan pendekatan secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah 126 ibu postpartum pervaginam primipara yang melakukan persalinan normal di TPMB Farida Hajri Surabaya peiode Januari 2019–Desember 2022 yang termasuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi dan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari 63 kelompok kasus (ruptur perineum) dan 63 kelompok kontrol (tidak ruptur perineum). Instrumen yang digunakan berupa rekam medis. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi-square (X2). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kelompok kasus yaitu 45 sampel (71,4%) mengalami kenaikan berat badan tidak sesuai dengan rekomendasi IOM, sedangkan sebagian besar kelompok kontrol yaitu 36 sampel (57,1%) mengalami kenaikan berat badan sesuai dengan rekomendasi IOM. Hasil uji didapatkan nilai p=0,001 (p<α), C=0,277, dan OR=3,333 (95% CI=1,590–6,987). Kesimpulan: Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kesesuaian kenaikan berat badan ibu selama hamil dengan kejadian ruptur perineum di TPMB Farida Hajri Surabaya.