Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

TECHNICAL KNOWLEDGE OF CREATING DIGITAL VISUAL CONTENT FOR MODEST FASHION BRANDING: A CASE STUDY OF STUDENT INTERNSHIP AT PT BILQIS BANGUN CITRA Wasi Safany; Amanda Chandra Maharani; Syarifah Nur Hajja
Runtas: Jurnal Fesyen dan Wastra Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Exploration of Batik Motifs and Technique
Publisher : Indonesian Institute of the Arts Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses branding strategies in the modest fashion industry through digital visual content based on the internship experience of a Batik Fashion Design student from ISI Surakarta at PT Bilqis Bangun Citra. Using a descriptive qualitative approach with a practice-based artistic method, the study shows that the production of visual content such as product catalogs, promotional videos, and live social media broadcasts significantly strengthens brand identity. The student’s involvement enhanced both technical skills and cultural communication within the local fashion industry. Keywords: digital branding, visual content, modest fashion, internship, MBKM
Inovasi Batik dan Keris untuk Peningkatan Nilai Ekonomi IKM Kampus Kopi di Desa Banyuanyar, Boyolali Harsakya, Cahya Surya; Hajja, Syarifah Nur; Fikri, Hilmi Khoirul
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1033

Abstract

Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, terutama melalui IKM Kampus Kopi yang dikelola oleh pemuda desa. Meskipun dikenal sebagai sentra pengolahan kopi, potensi budaya lain seperti batik dan keris masih terpisah dan kurang dimanfaatkan secara strategis. Program ini bertujuan untuk merevitalisasi identitas lokal melalui penciptaan dan produksi motif serta kain batik yang mengangkat ikon Kampus Kopi, batik, dan keris sebagai simbol budaya desa. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya inovasi desain serta keterbatasan keterampilan teknis masyarakat dalam mengembangkan produk berbasis budaya lokal. Program ini menawarkan solusi berupa pelatihan kreatif dan teknis yang mencakup penciptaan motif kontemporer dan produksi kain batik. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dengan pendekatan berbasis kearifan lokal, melibatkan masyarakat dan mitra sejak tahap awal hingga evaluasi. Hasil kegiatan diharapkan tidak hanya menghasilkan produk batik unggulan, tetapi juga memperkuat identitas budaya desa dan membuka peluang ekonomi baru berbasis wisata edukasi dan pemasaran kreatif.