Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : The Islamic Religious Educational Journal

Efektifitas Manajemen SDM dalam Peningkatan Mutu Sekolah: Efektifitas Manajemen SDM dalam Peningkatan Mutu Sekolah Eman Sulaeman
Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal Vol. 2 No. 2 (2023): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/jt.v2i2.145

Abstract

Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan masyarakatnya, sebaliknya masyarakatpun tidak dapat dipisahkan dari sekolah. Karena keduanya sama-sama memiliki kepentingan. Sekolah sebagai lembaga formal yang diserahi amanat untuk mendidik, melatih dan membimbing anak bangsa (masyarakat) sementara masyarakat adalah stakeholder atau pengguna jasa pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas manajemen sumber daya manusia dalam meningkatkan mutu Sekolah di MA Putri PUI Majalengka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Putri PUI Majalengka menerapkan dua fungsi manajemen dalam mengelola SDM-nya, yaitu fungsi perencanaan dan pelaksanaan. Pengelolaan SDM terdiri dari merencanakan kebutuhan dan perkembangan tenaga pendidik dan kependidikan; pengadaan pelatihan peningkatan kapasitas guru dan staf/karyawan. Pelaksanaan SDM melibatkan komite, guru, dan staf/karyawan untuk merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan. Manajemen SDM secara efektif dapat meningkatkan mutu pendidikan di MA Putri PUI Majalengka.
Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist Eman Sulaeman
Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal Vol. 3 No. 1 (2024): EDISI MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/jt.v3i1.147

Abstract

Moderasi beragama adalah moderatnya pemahaman dan amalan beribadah dalam beragama, seimbang tidak ekstrem dan berlebih-lebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Al-Quran dan Hadis sebagai kitab suci umat Islam mempunyai akar dan berpotensi besar mengajak umatnya untuk melakukan kekerasan dan teror terutama terhadap umat beragama lain. Dalam penelitiannya ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i yaitu mengangkat satu topik kemudian memilih beberapa ayat dan Hadis yang berkenaan dengan moderasi beragama kemudian menghubungkan dengan konteks-konteks yang terkait dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran dan Hadis tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama. Al-Quran dan Hadis menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalaui jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lembut dan kasih sayang. Bahkan keseimbangan merupakan suatu keniscayaan termasuk pada hukum alam sebagai harmoninya kehidupan. Jika tidak demikian dunia ini akan hancur dan binasa.
Implementasi Pemikiran Filosofis Paulo Freire dalam Dunia Pendidikan Eman Sulaeman
Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal Vol. 4 No. 2 (2025): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/jt.v4i2.169

Abstract

This study aims to analyze the application of Paulo Freire's philosophical thought in education and its relationship to the principles of Islamic education and the educational context in Indonesia. According to Freire, education should be a liberation pedagogy that develops critical awareness (conscientization) through dialogue, reflection, and concrete action (praxis). However, education in Indonesia is still dominated by a conventional paradigm that positions students as passive objects. This study uses library research with a qualitative-descriptive approach, through an analysis of Freire's works, Islamic education literature, and national education policy documents. The results reveal that Freire's main principles—such as dialogical education, humanization, critical awareness, and social transformation—correlate with Islamic values ??such as tafakkur (religious reflection), syura (compassion), tazkiyah an-nafs (compassion for the self), and justice ('adl). In the context of Indonesian education, Freire's ideas are reflected in the implementation of the Merdeka Curriculum, which emphasizes active, reflective, and participatory learning. However, the main challenges remain related to the hierarchical teacher paradigm and a bureaucratic system that does not fully support a humanistic approach. This study concludes that the application of Freire's thinking has the potential to become the foundation for transforming education in Indonesia toward a system that is just, empowering, and based on divine values.
Analisis Hasil Belajar Psikologi Mahasiswa ditinjau dari Perbedaan Kepribadian Eman Sulaeman
Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal Vol. 3 No. 2 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/jt.v3i2.179

Abstract

Inclusive education represents an educational paradigm that places all learners—including those with special needs—within a single learning system that is equitable, non-discriminatory, and adaptive. In the context of Islamic education, the concept of inclusion possesses a strong theological foundation, both in the Qur’an and the Hadith, which emphasize the importance of justice, respect for diversity, and equal learning opportunities for every individual. This study aims to analyze the paradigm of inclusive education from the perspective of Islamic education through a literature review of classical and contemporary sources. The research employs a library research methodology with a content-analysis approach, focusing on theories of inclusive education, Islamic teachings on diversity, the value of justice, the concept of *fitrah*, and the implementation of inclusive practices in Islamic educational institutions in Indonesia. The findings indicate that the inclusive paradigm aligns with Islamic principles concerning human dignity, the mandate to educate without discrimination, and the obligation to strengthen learning environments that are welcoming, adaptive, and humane. This article affirms that inclusive education is not only compatible with Islamic education but also constitutes an integral part of its objectives, which position every learner as a unique individual who must be guided toward the perfection of their fitrah.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif dalam Meningkatkan Minat Belajar Eman Sulaeman
Ta'lim: The Islamic Religious Educational Journal Vol. 4 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Umat Islam Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65585/jt.v4i1.186

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pola penyusunan bahan ajar. Peserta didik abad ke-21 menunjukkan preferensi lebih tinggi terhadap media pembelajaran yang interaktif, visual, dan mudah diakses, sehingga bahan ajar berbasis multimedia interaktif menjadi salah satu inovasi yang relevan dalam meningkatkan minat belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis konsep pengembangan bahan ajar berbasis multimedia interaktif serta dampaknya terhadap peningkatan minat belajar peserta didik. Penelitian menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian pada rentang 2000–2024 yang membahas multimedia, psikologi belajar, perkembangan minat belajar, dan desain instruksional. Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia interaktif memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya melalui integrasi teks, visual, audio, animasi, dan simulasi. Menurut Mayer (2009), multimedia interaktif bekerja melalui dua kanal pemrosesan informasi—visual dan auditori—yang membantu memecah beban kognitif, sehingga memudahkan pemahaman materi. Selain itu, penelitian Suryani (2018), Pradana (2020), Issa (2013), dan Moreno (2010) menunjukkan bahwa penggunaan multimedia mampu meningkatkan keterlibatan belajar, motivasi intrinsik, serta minat belajar peserta didik. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa pendidik perlu mengembangkan bahan ajar digital yang bersifat interaktif, responsif, serta relevan dengan kebutuhan belajar generasi digital.