Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KESENJANGAN DISTRIBUSI RUANG TERBUKA HIJAU TINGKAT PELAYANAN KOTA DAN KECAMATAN DARI SISI AKSESIBILITAS DENGAN METODE SPACE SYNTAX (STUDI KASUS: KOTA BANDUNG) Iscahyono, Achmad Fauzan; Qolifah, Siti; Kameswara, Byna
Jurnal Reka Lingkungan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.184-197

Abstract

AbstrakKesenjangan distribusi ruang terbuka hijau di Kota Bandung membawa dampak tersendiri terhadap lingkungan. Selain itu, kesenjangan distribusi ruang terbuka hijau juga berpengaruh terhadap aksesibilitas masyarakat dalam pergerakan menuju ruang terbuka hijau tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesenjangan distribusi ruang terbuka hijau tingkat pelayanan kota dan kecamatan di Kota Bandung. Studi ini memakai metode Space Syntax dengan bantuan software DepthmapX. Bersumber pada hasil analisis dalam studi ini, menunjukkan bahwa distribusi ruang terbuka hijau di Kota Bandung mempunyai tingkatan kesenjangan yang besar. Distribusi ruang terbuka hijau cenderung berada di bagian tengah dan barat yang berpengaruh terhadap kemudahan aksesibilitas. Selain itu, lokasi distribusi ruang terbuka hijau cenderung berada pada jaringan jalan yang kurang terhubung. Terdapat beberapa ruang terbuka hijau yang berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki aksesibilitas yang sangat baik, yaitu Taman Balai Kota Bandung, Taman Alun Alun dan Taman Kiara Artha. Penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi keberadaan ruang terbuka hijau serta sebagai rekomendasi penentuan lokasi ruang terbuka hijau dengan kualitas yang baik yang mudah diakses oleh masyarakat.Kata kunci: ruang terbuka hijau, distribusi, aksesibilitas, space syntax. AbstractThe disparity in the distribution of public open spaces in Bandung City has its own impact on the environment. In addition, the disparity in the distribution of public open spaces also affects the accessibility of the community in moving towards these public open spaces. This study expects to determine the level of disparity in the distribution of public open spaces at the city and sub-district service levels in Bandung City. This study uses the Space Syntax method with the help of DepthmapX software. In view of the consequences of the examination in this study, it shows that the distribution of public open spaces in Bandung City has a high level of disparity. The distribution of public open spaces tends to be in the central and western parts which affect the ease of accessibility. In addition, the distribution locations of public open spaces tend to be on less connected road networks. There are several public open spaces that have the potential to be developed because they have excellent accessibility, namely Bandung City Hall Park, Alun Alun Park and Kiara Artha Park. This study is expected to evaluate the existence of public open spaces and as a recommendation for the location of public open spaces arrangement with great quality that is effectively open to the community.Keywords: public open space, distribution, accessibility, space syntax.
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI JALAN DIPONEGORO, KOTA BANDUNG Iscahyono, Achmad Fauzan; Fahrudin, Muhammad Zaki
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.7

Abstract

Jalan Diponegoro, Kota Bandung, merupakan salah satu koridor dengan intensitas pergerakan pejalan kaki yang tinggi di Kota Bandung karena berada di pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat serta dikelilingi oleh fungsi perdagangan, jasa, dan pariwisata. Aktivitas yang beragam tersebut menyebabkan tingginya mobilitas masyarakat dan menuntut tersedianya fasilitas pejalan kaki yang memadai. Namun, kondisi aktual menunjukkan adanya berbagai permasalahan fisik pada jalur pejalan kaki, seperti tidak tersedianya ramp, ketidaksesuaian guiding block, serta adanya pemanfaatan trotoar oleh PKL. Dengan karakteristik kawasan yang padat dan beragam, evaluasi tingkat pelayanan jalur pejalan kaki menjadi penting untuk mengetahui kemampuan fasilitas dalam menampung pergerakan pejalan kaki serta menentukan kebutuhan fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan pedoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Evaluasi tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki mengacu pada pedoman Peraturan Menteri PU Nomor 03/PRT/M/2014, sementara penentuan jenis fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki mengacu pada SE Menteri PUPR Nomor 02/SE/M/2018. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki yang telah tersedia di Jalan Diponegoro, Kota Bandung dinilai sudah cukup baik. Selain itu, jenis fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki di ruas Jalan Diponegoro, Kota Bandung yang sesuai adalah jenis zebra cross di mana sudah tersedia pada kondisi aktual.
Persebaran Fasilitas Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Keterjangkauannya terhadap Kawasan Permukiman di Kota Bandung Iscahyono, Achmad Fauzan; Putri, Siti Calulla; Safitri, Nur Diana
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 1 (2026): JPWK Volume 22 No. 1 March 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i1.78469

Abstract

Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berfungsi untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan, namun masih menghadapi permasalahan berupa ketimpangan distribusi sekolah dan keterjangkauan layanan pendidikan di kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran fasilitas pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan keterjangkauannya terhadap kawasan permukiman di Kota Bandung berdasarkan jaringan jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi jangkauan pelayanan sekolah serta analisis space syntax untuk mengukur aksesibilitas jaringan jalan melalui indikator connectivity, integration, dan intelligibility. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran fasilitas pendidikan SMPN di Kota Bandung masih belum merata. Hal ini ditunjukkan dengan masih terdapatnya wilayah yang belum terlayani oleh radius zonasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh konsentrasi fasilitas Pendidikan SMPN yang masih terpusat pada wilayah tertentu serta adanya kecamatan yang belum memiliki SMPN. Namun, fasilitas pendidikan SMPN telah didukung oleh jaringan jalan yang memiliki tingkat keterhubungan dan aksesibilitas yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa keterjangkauan fasilitas pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh persebaran lokasi SMPN, tetapi dipengaruhi juga oleh struktur jaringan jalan yang memengaruhi kemudahan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
DAMPAK REAKTIVASI STASIUN WANARAJA TERHADAP KINERJA SIMPANG JALAN CIKOLE DAN JALAN RAYA WANARAJA DI KABUPATEN GARUT Iscahyono, Achmad Fauzan; Khairullah, Rafi Arqam; Putri, Siti Calulla
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.33667

Abstract

The reactivation of Wanaraja Railway Station was carried out in March 2022 after 39 years of dormancy since 1983. With the reactivation of Wanaraja Railway Station, this is estimated to affect the intersection performance at the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway where the instersection is the road most often passed to get to the station. This purpose of this research is to identify the impact of reactivation of Wanaraja Railway Station on the intersectioin performance of Cikole Street and Wanaraja Highway by calculating the degree of saturation, delay, and queuing opportunities. This research uses a quantitative descriptive approach and intersection performance analytical method refers to Indonesia Highway Capacity Manual (PKJI) 2014. The results of the analysis show that the performance of the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway has increased that is on degree of saturation value from 0.49 to 0.74. The increase also occurs in the value of intersection delays and queue opportunities. This is because no substantial impact has been observed from the reactivation of Wanaraja Railway Station on the performance of the intersection of Cikole Street and Wanaraja Highway. Abstrak Reaktivasi Stasiun Wanaraja dilakukan pada bulan Maret 2022 setelah 39 tahun lamanya tertidur sejak tahun 1983. Reaktivasi Stasiun Wanaraja diperkirakan akan memengaruhi kinerja simpang di persimpangan Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja di mana persimpangan tersebut merupakan jalan yang paling sering dilewati untuk menuju stasiun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak reaktivasi Stasiun Wanaraja terhadap kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja dengan memperhitungan derajat kejenuhan, tundaan, serta peluang antrian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif serta metode analisis kinerja lalu lintas simpang mengacu kepada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) tahun 2014. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja mengalami peningkatan yaitu pada nilai derajat kejenuhan dari 0,49 menjadi 0,74. Peningkatan juga terjadi pada nilai tundaan simpang dan peluang antrian. Hal tersebut dikarenakan belum ada dampak yang signifikan dari reaktivasi Stasiun Wanaraja terhadap kinerja simpang Jalan Cikole dan Jalan Raya Wanaraja.