Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Bernyanyi Paduan Suara dengan Metode Euritmika Dalcroze di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Yogyakarta Dio Brevi Fonda; Dilla Octavianingrum; Hana Permata Heldisari
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v2i2.7511

Abstract

AbstractThe problem underlying this research is that many students need help becoming skilled at singing choirs due to the lack of variation in the learning methods used. This study aims to determine the impact of applying the Dalcroze Eurythmic method to choral singing skills. The classroom action research design was carried out using a mixed methods approach. Data collection techniques with observation, interviews, questionnaires, and skills tests. The validation technique in this study used technical triangulation, content validation, and construct validation. The reliability test was carried out quantitatively with the alpha formula. Data analysis using descriptive qualitative and quantitative. The results showed increased singing skills in the extracurricular choir at SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Yogyakarta. From the pre-cycle treatment - cycle I result, it was found that the percentage of students' completeness was 36.67%. Furthermore, in cycle I - cycle II, there was a change in the percentage of student completeness by 83.33%. Based on changes in the value of student learning outcomes, there is a significant increase due to the implementation of Eurythmic Dalcroze as a learning method to sing.AbstrakPermasalahan yang mendasari penelitian ini adalah banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk terampil bernyanyi paduan suara, hal ini disebabkan karena kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan metode Euritmika Dalcroze dalam keterampilan bernyanyi paduan suara. Desain penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan pendekatan metode campuran. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, angket, dan tes keterampilan. Teknik validasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, validasi isi, dan validasi konstruk. Uji reliabilitas dilakukan secara kuantitatif dengan rumus alfa. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan bernyanyi pada ekstrakurikuler paduan suara SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Yogyakarta. Dari hasil perlakuan prasiklus - siklus I ditemukan persentase ketuntasan siswa sebanyak 36,67%. Selanjutnya pada siklus I - siklus II terjadi perubahan persentase ketuntasan siswa sebanyak 83,33%. Sehingga berdasarkan perubahan nilai hasil belajar siswa tersebut ternyata ada peningkatan signifikan karena implementasi Euritmika Dalcroze sebagai metode belajar bernyanyi.
Pembelajaran Pemeranan pada Ketoprak Lakon Telik Sandi di Komunitas Sineprak Anak Muda Yogyakarta Vita Rosanti; Dilla Octavianingrum; Nur Iswantara
Indonesian Journal of Performing Arts Education Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ijopaed.v3i1.7545

Abstract

AbstrakKetoprak merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa yang terdapat di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran pemeranan ketoprak di Komunitas Sineprak Anak Muda Yogyakarta. Ketoprak dengan lakon Telik Sandi menjadi ruang lingkup pengamatan ini dikerjakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data dtempuh melalui triangulasi sumber data. Dari hasil penelitian diketahui bahwa proses pembelajaran pemeranan terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penampilan. Tahap persiapan berisi aktivitas pemilihan naskah, casting, pemilihan tim produksi, perancangan jadwal, dan teknis latihan. Tahap pelaksanaan berisi latihan konsentrasi, latihan pemunculan emosi, latihan dinamika pertunjukan, latihan pemunculan watak, apresiasi pertunjukan, dan latihan kepekaan irama. Tahap penampilan berisi pementasan karya ketoprak. Metode pembelajaran dasar yang diterapkan seperti metode ceramah, metode latihan (drill), metode diskusi, dan metode role-playing. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh pelatih dengan berlandaskan kaidah-kaidah wiraga, wicara, wirasa, dan wirama. AbstractKetoprak is one of the traditional Javanese arts found in Yogyakarta. This study aims to explain the learning process of playing ketoprak in the Komunitas Sineprak Anak Muda Yogyakarta. Ketoprak, with the title Telik Sandi, is the scope of this observation. The research method used is descriptive qualitative. Data was obtained through observation, interviews, and documentation. Data validation through the triangulation of data sources. From the results, it is known that the acting learning process consists of the preparation stage, the implementation stage, and the performance stage. The preparation stage contains activities for script selection, casting, production team selection, schedule design, and technical training. The implementation stage consists of concentration exercises, exercises for generating emotions, training for performance dynamics, training for showing character, appreciating performances, and practicing rhythm sensitivity. The appearance stage contains the performance of ketoprak works. The basic learning methods applied are lecture, drill, discussion, and role-playing. The trainer evaluates the learning process based on wiraga, wicara, wirasa, and wirama principles. 
Direct Learning Dalam Pembelajaran Paduan Suara di SMAK Santu Stefanus Ketang Nusa Tenggara Timur Martina Antonia Tenkudi; Dilla Octavianingrum; Antonia Indrawati
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler paduan suara aktif dilakukan di SMAK Santu Stefanus Ketang NTT untuk membantu kelancaran proses ibadah umat katolik sehingga sering mengikuti festival keagamaan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Direct Learning yang digunakan oleh guru dalam kegiatan ekstrakurikuler paduan suara di SMAK Santu Stefanus Ketang NTT. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah pembelajaran paduan suara di SMAK Santu Stefanus Ketang NTT, sedangkan subjek penelitian ini adalah guru paduan suara dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui tahapan yaitu pengumpulan data, memadatkan data, menampilkan data, dan menarik verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran paduan suara menggunakan model Direct Learning dengan lima tahapan yaitu presentasi, orientasi, latihan terstruktur, terbimbing dan mandiri terlaksana dengan baik. Hal tersebut dilihat dari peserta didik yang dapat bernyanyi dengan teknik vokal yang baik dan benar serta terbukti dari prestasi peserta didik dalam berbagai kejuaraan perlombaan paduan suara. Penggunaan model Direct Learning tersebut sudah tepat untuk pembelajaran teknik vokal dalam ekstrakurikuler paduan suara karena peserta didik dapat menerapkan materi yang disampaikan dengan baik.Kata kunci: Paduan Suara, Direct Learning, Teknik VokalDirect learning in Choral Learning of SMAK St. Stefanus Ketang Nusa Tenggara TimurActive choir extracurricular activity is performed at SMAK Santu Stefanus Ketang NTT to help smoothly process Catholics so that they often follow religious festivals. Therefore this research aims to describe the Direct Learning learning model used by teachers in choir extracurricular activities at SMAK Santu Stefanus Ketang NTT. This research uses qualitative descriptive methods. The object of this study is choir learning at SMAK Santu Stefanus Ketang NTT, while the subject of this study is choir teacher and learner. The data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The data validation technique used in this study is triangulation of techniques. The data analysis used in this study through the stages is data collection, compact data, display data, and draw conclusions verification. The results of the study showed that the choir learning process using the Direct Learning model with five stages: presentation, orientation, structured, guided and independent exercise is well done. This is seen from learners who can sing with good and true vocal techniques and proven from the achievements of learners in various championships of choir race. The use of the Direct Learning model is appropriate for learning vocal techniques in extracurricular choir because learners can apply well delivered material.Keywords: Choir, Direct Learning, Vocal Technique
Nilai Pendidikan Karakter Religius Tari Ratoeh Jaroe pada Ekstrakurikuler MAN 1 Yogyakarta Suci Aprilia Ritonga; Dilla Octavianingrum; Nur Iswantara
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAN 1 Yogyakarta ialah salah satu sekolah yang mempunyai ekstrakurikuler tari, mempelajari Tari Ratoeh Jaroe yang  merupakan tarian bernuansa islami. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter religius Tari Ratoeh Jaroe pada ekstrakurikuler MAN 1 Yogyakarta. Penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data memakai teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan pokok pembahasan. Teknik validasi pada penelitian ini memakai triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sumber data pada penelitian ini adalah pelatih tari, peserta didik, dan penanggung jawab kegiatan ekstrakurikuler tari. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter religius Tari Ratoeh Jaroe pada ekstrakurikuler MAN 1 Yogyakarta terdapat pada tata busana yang mencerminkan cara berpakaian muslimah, syair bernuansa islami, dan empat ragam gerak yaitu: 1) Saleum, 2) Shallallahu, 3) Aamiin, dan 4) Alam Semesta. Unsur-unsur religius Islam pada Tari Ratoeh Jaroe terdiri dari: 1) Akidah, 2) Syariah, dan 3) Akhlak. Adapun fungsi Tari Ratoeh Jaroe sebagai media dakwah bernafaskan Islam.Kata kunci: Pembelajaran Tari, Pendidikan Karakter, EkstrakurikulerThe Value of Religious Character Education in The Ratoeh Jaroe Dance in Extracurricular MAN 1 YogyakartaMAN 1 Yogyakarta is one of the schools which has a dance extracurricular activity, studies the Ratoeh Jaroe Dance which is a dance with Islamic nuances. Therefore, this study aims to describe the value of religious character education in the Ratoeh Jaroe Dance in extracurricular MAN 1 Yogyakarta. This study used a qualitative descriptive research method. Furthermore, data collection techniques used observation techniques, interviews, and documentation related to the subject matter. The validation technique in this study used source triangulation and technique triangulation. Meanwhile, the data sources in this study were dance trainers, students, and those in charge of dance extracurricular activities. In addition, the data obtained were analyzed with the stages of reduction, presentation, and drawing conclusions. The result of this study shows that the value of religious character education in the Ratoeh Jaroe Dance in extracurricular MAN 1 Yogyakarta has the dress code which reflects the way Muslim women dress, verse with Islamic nuances, and four kinds of movements, namely: 1) Saleum, 2) Shallallahu, 3) Aamiin , and 4) the Universe. Meanwhile, islamic religious elements in the Ratoeh Jaroe Dance consist of: 1) Aqidah, 2) Sharia, and 3) Morals. In addition, the function of the Ratoeh Jaroe Dance is that as a medium of Islamic preaching.Keywords: Dance Learning, Character Education, Extracurricular
Model Blended Learning Pada Pembelajaran Tari Kreasi di Kelas IX SMP Negeri 11 Yogyakarta Alifia Nur Agustin; Dilla Octavianingrum; Ujang Nendra Pratama
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 1 (2023): Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Blended learning diterapkan di SMP Negeri 11 Yogyakarta pada awal pandemi covid-19, dikarenakan  proses kegiatan belajar mengajar yang menimbulkan kerumunan ditiadakan. Model Blended learning merupakan solusi dalam  mengatasi permasalahan situasi pandemi covid-19 khususnya pada materi pembelajaran tari kreasi di SMP Negeri 11 Yogyakarta. Aplikasi yang digunakan yaitu Google Classroom, Youtube, dan video pembelajaran. Penggunaan model Blended learning pada pembelajaran tari di kelas IX SMP Negeri 11 Yogyakarta menerapkan pembagian 3 kali pertemuan dalam jaringan (luring) atau 50%, dan 3 kali pertemuan luar jaringan (luring) atau 50%. Tahapan pembelajaran yang dipakai adalah Seeking of information, Acquisition of information, Synthesizing of knowledge. Seiring dengan wabah covid-19 yang mulai mereda, model Blended learning tetap digunakan dengan menggunakan Aplikasi Youtube dan Whatsapp. Model Blended learning pada pembelajaran tari kreasi di kelas IX dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam menerima materi Tari Angguk Kenya Rinengga dan meningkatkan hasil belajar siswa.Kata kunci: Model Blended Learning, Pembelajaran Tari, Media PembelajaranBlended Learning Model for Creative Dance Learning in 9th Grade at SMP N 11 YogyakartaThe Blended learning model was implemented at Yogyakarta 11 Public Middle School at the start of the Covid-19 pandemic, because the teaching and learning process which caused crowds was eliminated. The Blended learning model is a solution in overcoming problems during the Covid-19 pandemic situation, especially in creative dance learning materials at SMP Negeri 11 Yogyakarta. The applications used are Google Classroom, Youtube, and learning videos. The use of the Blended learning model in dance learning in class IX at SMP Negeri 11 Yogyakarta applies the division of 3 meetings online (offline) or 50%, and 3 meetings offline (offline) or 50%. The learning stages used are Seeking of information, Acquisition of information, Synthesizing of knowledge. As the Covid-19 outbreak began to subside, the Blended learning model was still being used using the Yotube and Whatsapp applications. The Blended learning model in creative dance learning in class IX can improve students' understanding in receiving the Kenya Rinengga Angguk Dance material and improve student learning outcomes.Keywords: Blended Learning Model, Dance Learning, Instructional Media
Pembinaan Kelompok Band Pelestari Koesplus Melalui Metode Drill di Srihardono, Pundong, Bantul Dilla Octavianingrum; R. Taryadi; Royyan Al Fawaz
Jurnal Pengabdian Seni Vol 3, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v3i2.8190

Abstract

Pengabdian dilakukan dengan pembinaan kepada kelompok Band Pelestari Koesplus yang berada di Kelurahan Srihardono, Pundong, Bantul. Kelompok kesenian ini terbentuk dengan maksud melestarikan lagu-lagu Koes Plus dan Koes Bersaudara yang melegenda sampai saat ini. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu terdapat permasalahan, yaitu kaderisasi pelaku seni yang sedikit terhambat dikarenakan kurang minatnya remaja untuk melestarikan kesenian setempat. Tujuan diadakannya pengabdian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pelestarian kesenian yang dimiliki dan peningkatan kualitas seni. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan pendekatan pengembangan masyarakat secara partisipatif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terlaksananya pembelajaran bermain musik (band) menggunakan metode drill dengan materi lagulagu Koesplus. Penyampaian teknik bermain musik secara benar dan latihan terprogram dapat meningkatkan keterampilan dalam bermain musik. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan diharapkan program pengabdian dalam bentuk P3Wilsen menjadi program tahunan untuk daerah setempat.
Relevensi Kurikulum dengan Kebutuhan Kompetensi Guru Seni Budaya sebagai Profil Lulusan Dilla Octavianingrum; Latifatun Nisa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1418

Abstract

Perguruan tinggi menjadi tempat untuk mencetak lulusan-lulusan yang memiliki hardskill dan softskill mumpuni. Namun, masih terdapat ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja. Salah satunya disebabkan oleh kurangnya penyesuaian kurikulum dengan dinamika perubahan global, sehingga kurikulum yang berlaku pada prodi harus dievaluasi secara periodik untuk menyesuaikan kebutuhan kompetensi Guru Seni Budaya yang dibutuhkan pada dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui relevansi kurikulum Pendidikan Seni Pertunjukan dengan kebutuhan kompetensi Guru Seni Budaya, yang ditetapkan sebagai profil lulusan, selain itu untuk mengevaluasi kurikulum Pendididikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subyek penelitian guru seni budaya, dan alumni Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan observasi, depth interview, Focus Group Discussion (FGD) dan analisis dokumen. Analisis dan triangulasi data juga digunakan untuk menguji keabsahan data dan menemukan kebenaran objektif sesungguhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Pendidikan seni pertunjukan sudah relevan sesuai dengan kompetensi Guru Seni Budaya (kompetensi pedagogik, professional, sosial, dan kepribadian), akan tetapi perlu penambahan penguasaan teknologi, kompetensi kepemimpinan, kemampuan softskills, dan kompetensi yang berhubungan dengan sopan santun etika.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NASKAH DRAMA UTANG KARYA SANTO ANGSA Biantono, Alexsander Johan Chris; Iswantara, Nur; Octavianingrum, Dilla
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter pada naskah drama Utang karya Santo Angsa. Pendidikan karakter menjadi pembelajaran penting dalam mengembangkan potensi dan penanaman akhlak pada peserta didik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan hal mendasar yang harus dimiliki setiap insan dalam menumbuhkan karakter. Nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui pembiasaan atas hal-hal baik yang diajarkan dari kecil oleh orang tua, tenaga pengajar, maupun pengalaman yang dialami. Pengalaman terhadap hal-hal yang dilihat dan dirasakan dari suatu peristiwa pergelaran hiburan juga dapat menjadi rangsangan individu untuk dapat menghayatinya sebagai perenungan dalam diri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui teknik analisis struktural dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik baca-catat dan analisis isi. Metode ini memberikan fokus penelitian pada penafsiran isi pesan yang terkandung dalam naskah drama Utang karya Santo Angsa. Naskah drama Utang karya Santo Angsa memiliki nilai-nilai pendidikan karakter jujur, religius, toleransi dan kerja keras. Oleh karena itu Naskah drama Utang dapat dipilih menjadi bahan ajaran yang positif bagi kehidupan sehari-hari. Kata kunci: nilai pendidikan karakter, naskah drama, utang, deskriptifThis study aims to determine the values of character education in the drama script Debt by Santo Angsa. Character education becomes important learning in developing potential and inculcating morals in students. Thus it can be said that education is a fundamental thing that must be owned by every human being in growing character. The values of character education can be instilled through habituation of good things taught from childhood by parents, teaching staff, and experiences. Experience of things that are seen and felt from an entertainment performance event can also be an individual stimulus to be able to live it as a self-reflection. The research method used is qualitative research. Data obtained through structural analysis techniques and interviews. The data obtained were then analyzed using note-taking and content analysis techniques. This method provides a research focus on the interpretation of the message contained in the play Debt by Santo Angsa. The drama script Debt by Santo Angsa has character education values of honesty, religion, tolerance and hard work. Therefore, the drama script Debt can be chosen as positive teaching material for everyday life.Keywords: value of character education, dramatic script, utang, descriptive
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Tari Penthul Melikan di Desa Tempuran Paron Ngawi Ibrahim, Abhe Nova; Sarjiwo, Sarjiwo; Octavianingrum, Dilla
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjabarkan nilai-nilai pendidikan karakter pada tari Penthul Melikan di desa Tempuran Paron Ngawi, Jawa Timur. Tari Penthul Melikan dipilih untuk diteliti karena merupakan tarian yang menjadi ikon Kabupaten Ngawi. Selain dapat dipelajari dan diperoleh nilai-nilai pendidikan karakter pada tarian tersebut, secara tidak langsung juga ikut andil dalam pelestarian kesenian daerah yang saat ini kurang mendapat perhatian. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan karakter tari Penthul Melikan, sedangkan subjek penelitian adalah ketua komunitas, penari, dan penggerak komunitas tari Penthul Melikan. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan validasi data dengan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan tahap persiapan data, general sense, coding data, deskripsi data, penyajian data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tari Penthul Melikan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai religius, cinta tanah air, disiplin, peduli sosial, kerja keras, toleransi, dan semangat kebangsaan yang terdapat pada ragam gerak, musik iringan tari, busana, dan lirik lagunya. Kata Kunci: Penthul Melikan, Pendidikan Karakter, dan Seni Tari     This study aims to reveal and describe the values of character education in the Penthul Melikan dance in the village of Tempuran Paron Ngawi, East Java. The Penthul Melikan dance was chosen for research because it is a dance that has become an icon of Ngawi Regency. Apart from being able to learn and acquire character education values in the dance, it also indirectly contributes to the preservation of regional arts which are currently receiving less attention. The method used is qualitative with descriptive research type. The object of this research is the character education values of the Penthul Melikan dance, while the research subjects are community leaders, dancers, and community leaders of the Penthul Melikan dance. Data collection was obtained from observation, interviews, and documentation. After the data is collected, then data validation is carried out with source triangulation. Data analysis was carried out by the stages of data preparation, general sense, data coding, data description, data presentation, and data interpretation. The results of the study show that in the Penthul Melikan dance there are values of character education which include religious values, love of the motherland, discipline, social care, hard work, tolerance, and national spirit found in the variety of movements, dance accompaniment music, clothing, and lyrics the songKeywords: Penthul Melikan, Character Education, and Dance Art
PENGARUH REWARD DAN PUNISHMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 PANDAAN PASURUAN Prawirahati, Rr. Hervin Sheylla; Octavianingrum, Dilla; Heldisari, Hana Permata
IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Vol 17, No 2 (2023): Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/idea.v17i2.10574

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh reward dan punishment terhadap motivasi belajar seni musik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP Negeri 1 Pandaan Pasuruan sebanyak 76 siswa dari populasi sebanyak 325 siswa. Pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan juga uji regresi linear sederhana. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil analisis statistik deskriptif rata-rata motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi, sedangkan rata-rata penerimaan reward dan punishment berada pada kategori sedang. Dari hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa metode reward dan punishment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam materi seni musik di SMP Negeri 1 Pandaan Pasuruan. Hal ini didukung dengan adanya hasil t hitung > t tabel (5,168 > 1,692) dan f hitung > f tabel (26,707 > 4, 144). Sedangkan dari R Square sebesar 0,447 membuktikan bahwa reward dan punishment mempengaruhi motivasi belajar sebesar 44,7%.Kata kunci: reward dan punishment, motivasi belajar, seni musik The purpose of this research is to describe the effect of reward and punishment on motivation to learn music art. The method used in this research is descriptive quantitative. The sample used in this research was 76 students of Pandaan Pasuruan Public Middle School 1 from a population of 325 students. The analysis used in this research is using descriptive statistical analysis and simple linear regression test. Data collection uses a questionnaire with a Likert scale that has been tested for validity and reliability. From the results of the descriptive statistical analysis, the average student learning motivation is in the high category, while the average acceptance of rewards and punishment is in the medium category. The results of the simple linear regression test show that the reward and punishment method has a significant effect on student motivation in the art of music at SMP Negeri 1 Pandaan Pasuruan. This is supported by the results of t count > t table (5.168 > 1.692) and f count > f table (26.707 > 4.144). Meanwhile, the R Square of 0.447 proves that reward and punishment affect learning motivation by 44.7%.keywords: reward and punishment, motivation to learn, music art