Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Kepercayaan Diri pada Remaja di SMK Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025 dina ramadhani; Alini Alini; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46789

Abstract

Pada tahap remaja memiliki kebutuhan untuk diakui dan diterima oleh lingkungan sekitar terutama keluarga sehingga memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri. Tingkat kepercayaan diri seseorang memengaruhi cara ia menilai dan menghargai dirinya sendiri. Penilaian ini terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan, perlakuan yang diterima dari orang lain, serta komentar atau pandangan yang diberikan orang lain tentang dirinya, yang kemudian menjadi dasar untuk menilai dirinya sendiri. Rendahnya tingkat kepercayaan diri salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan kekerasan verbal dalam mendidik anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri pada remaja di SMK Negeri 1 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dan dilakukan pada 16 hingga 30 Januari 2025 dengan jumlah sampel 91 siswa/i melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kekerasan verbal orang tua dan kepercayaan diri. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Squre. Hasil univariat menunjukan 49 responden (53,8%) mengalami kekerasan verbal ringan dan 60 responden (65,9) memiliki kepercayaan diri tinggi. Uji Chi-Squre menunjukkan ada hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri (P Value 0,003). Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi/pengetahuan mengenai indikasi kepercayaan diri. Kata Kunci: Kekerasan Verbal Orang Tua, Kepercayaan Diri, Remaja
Hubungan Hardiness dengan Burnout pada Guru Sekolah Dasar di SD Muhammadiyah 019 Bangkinang Friska Elvita; Alini Alini; Zurrahmi Z.R; Bri Novrika
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46840

Abstract

Profesi guru, khususnya di tingkat sekolah dasar, memiliki tantangan tersendiri yang dapat memicu tekanan psikologis tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan burnout yaitu kondisi kelelahan emosional baik secara mental maupun fisik, akibat tuntutan pekerjaan yang berat dan terus-menerus. Disisi lain, hardiness merupakan kemampuan individu dalam menghadapi tekanan dan mengubah stres negatif menjadi tantangan yang dapat dikelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hardiness dengan burnout pada guru sekolah dasar di SD Muhammadiyah 019 Bangkinang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilakukan pada 17-19 Maret 2025 dengan jumlah sampel 161 guru melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner hardiness dan kuesioner burnout. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 81 responden (50,3%) mengalami hardiness tinggi dan 95 responden (59,0%) mengalami burnout ringan. Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara hardiness dengan burnout pada guru sekolah dasar di SD Muhammadiyah 019 Bangkinang dengan p value sebesar 0,003 ≤ Alpha (0,05). Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi/referensi mengenai indikasi burnout.
Hubungan Literasi Kesehatan Lingkungan Dengan Kemampuan Problem Solving Mahasiswa Dalam Isu Lingkungan M. Nizar Syarif Hamidi; Zurrahmi Z.R; Dessyka Febria; Suryani Suryani; Rizki Rahmawati Lestari; Rahmi Pramulia Fitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47673

Abstract

Tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Provinsi Riau menuntut generasi muda memiliki literasi kesehatan lingkungan (Environmental Health Literacy/EHL) dan kemampuan problem solving yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan lingkungan dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam menghadapi isu lingkungan di Provinsi Riau. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 412 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHL yang diadaptasi dari Febria et al (2024) dan instrumen problem solving yang dikembangkan berdasarkan tahapan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, uji beda (t-test dan ANOVA), dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian rata-rata skor EHL mahasiswa adalah 78,45 ± 12,68 dengan 47,3% berada pada kategori tinggi. Kemampuan problem solving memiliki rata-rata 76,32 ± 11,94. Terdapat hubungan positif signifikan antara EHL dengan kemampuan problem solving (r = 0,487; p < 0,001). EHL berkontribusi 23,7% terhadap varians kemampuan problem solving (R² = 0,237). Mahasiswa bidang kesehatan, semester akhir, dan perempuan menunjukkan EHL yang lebih tinggi secara signifikan. Kesimpulan: Literasi kesehatan lingkungan berkorelasi positif dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam isu lingkungan. Pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan EHL dengan keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan lingkungan di Provinsi Riau
Pengaruh Penyuluhan Penerapan Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Tahun 2025 Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54025

Abstract

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk serta mobilitas penduduk yang pesat mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Mengolah sampah dengan konsep 3R yaitu reuse reduce dan recycle merupakan cara untuk mengolah sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui “Pengaruh Penyuluhan Penerapan 3R dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Tahun 2025”. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan menggunakan desain one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang yang berjumlah 621 KK dengan sampel sebanyak 62 KK. Alat pengumpulan data yang dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan yaitu kurang (90,3%). Pengetahuan masyarakat sesudah diberikan penyuluhan yaitu baik (99,4%). Ada pengaruh penyuluhan tentang sampah rumah tangga terhadap pengetahuan masyarakat dengan p value 0,000. Diharapkan Kepada pihak pemerintah daerah perlu adanya kerjasama dengan masyarakat terhadap peningkatan sosialisasi khususnya penanganan sampah rumah tangga melalui penyuluhan.
Perkembangan Anak Tuna Grahita di SLB Bangkinang Putri Eka Sudiarti; Zurrahmi Z.R; Devi Eka Safitri; Wanda Arge
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.55792

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, melibatkan 40 orang tua anak tunagrahita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan anak tunagrahita dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua berada pada rentang usia 30–40 tahun, berpendidikan SMA, dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pola asuh yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis, diikuti oleh permisif, otoriter, dan penelantar. Dari sisi perkembangan anak, lebih dari separuh anak memiliki perkembangan motorik kasar, motorik halus, serta sosial dan bahasa yang masih berada dalam kategori tidak normal. Secara keseluruhan, hanya sebagian kecil anak yang memiliki perkembangan normal, sementara mayoritas masih tergolong tidak normal. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan peran orang tua, stimulasi perkembangan yang terstruktur, serta dukungan program intervensi di sekolah untuk mengoptimalkan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang.