Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Abundance, Diversity, and Distribution of Fish Larvae in The Bali Strait Satyawan, Noar Muda; Suhery, Noveldesra; Kelana, Perdana Putra; Triyono, Heri; Prasetyo, Ganang Dwi; Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Tiku, Mathius
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 1 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.1.31-42

Abstract

Larva represents the initial phase of a fish’s life after hatching from the egg. Studies on fish larvae aim to provide seasonal information, as well as identify spawning and nursery areas, especially economically important fish species, to support the sustainability of fishery resources. This study aimed to gather information on the abundance, diversity, and distribution of fish larvae in the waters of the Bali Strait. Sampling was carried out from August to November 2024, using a trawl net at five observation stations. The larval samples were preserved with 4% formalin and subsequently identified and counted using a microscope at the Capture Fisheries Laboratory of Marine and Fisheries Polytechnic of Jembrana. This study found 22 families of fish larvae, with abundance ranging from 38 to 433 individuals per 1000 m3. Spatially, the highest abundance was recorded at the Perancak station, followed by Tuwed, Sumbersari, Cupel, and Jimbaran. Temporarily, fish larvae with high abundance were found from September to November. The larval composition was dominated by the families Clupeidae, Gobiidae, Bramidae, and Carangidae. Shannon-Wiener Index (H') of fish larvae ranged from 0.64 to 2.18, indicating that the level of diversity and stability of the community was at a low–moderate level. The highest diversity was found at Tuwed station. The distribution of fish larvae is influenced by oceanographic characteristics, fish behavior, and the availability of natural food sources, such as plankton.
SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PADA PERIKANAN SKALA KECIL DI KABUPATEN PANGANDARAN, JAWA BARAT: Fishing Ground Distribution of Artisanal Fisheries in Pangandaran Regency of West Java Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Rahman, Abdul; Hakim, Muhammad Romdonul
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 2 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v14i2.44236

Abstract

Capture fisheries in Pangandaran Regency, West Java are dominated by small-scale fishers. As many as 98% of fishing vessels in Pangandaran are under 5 GT. The small fishing vessels restrict Pangandaran fishers from operating further outside the Pangandaran Bay. As a result, the fishing pressure around the bay increases. This study aims to analyze the fishing grounds distribution of Pangandaran fishers. The selection of fishing locations was carried out using the participatory mapping method by asking fishers to show the fishing location on the map provided. A total of 163 respondents from 4 different fish landing bases were interviewed to obtain data on fishing positions and dominant caught fish. The results showed that the fishing grounds of Pangandaran Regency fishers are divided into Pangandaran Bay (east coast) and Parigi Bay (west coast) with the highest concentration of fishing grounds in the western part of both bays. Fishers choose this location because it is safer from waves and blocks the target fish that migrate from west to east. There were 25 species of fish caught by Pangandaran fishers, but only 13 species were dominant with Trichiurus savala and Pampus argenteus being at the top. The results of this study are expected to be the basis information for determining policies to develop the fishing capacity of coastal fisheries in Pangandaran to offshore, hence it can reduce fishing pressure in the coastal waters. Keywords: fishing ground, artisanal fisheries.
Potensi Komersialisasi Alat Tangkap Ikan Di Politeknik Kelautan Dan Perikanan Karawang Dendi Haris; Larasati, Rakhma Fitria; Perangin angin, Robet; Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Suharyanto; Sari, Ratih Purnama; Akbar, Raden Mohamad Adha; Sutrisno, Bagus Oktori
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.55

Abstract

Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang telah mengembangkan berbagai inovasi alat tangkap ikan yang memiliki potensi komersialisasi tinggi, seperti bubu prayang, bubu pintu lolos, mini line hauler, dan jaring rajungan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penangkapan ikan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjembatani hasil inovasi akademik dengan kebutuhan lapangan melalui serangkaian pelatihan, demonstrasi, dan diskusi interaktif bersama siswa SMK Negeri Cilebar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap prinsip kerja dan potensi komersialisasi alat tangkap meningkat secara signifikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan teknologi alat tangkap inovatif oleh masyarakat nelayan serta mendukung pembangunan ekonomi lokal.
PERCEPATAN PENGUAPAN AIR PADA TUNNEL GARAM MENGGUNAKAN PENUTUP TUNNEL BERWARNA HITAM DAN PENGARAH ANGIN Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Hidayat, Zahira Salsabila; Baswantara, Arif; Sembiring, Kennedi; Kusdinar, Afriana
MARLIN Vol 4, No 2 (2023): (AGUSTUS) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V4.I2.2023.95-100

Abstract

Produksi garam menggunakan tambak geomembran model tunnel marak dikembangkan di Indonesia. Selain hasil garam yang lebih bersih dibandingkan dengan tambak kolam tanah, produksi garam dengan metode ini bisa dilaksanakan sepanjang tahun karena tidak terkendala oleh hujan. Namun demikian, proses penguapan pada kolam tunnel lebih lambat dibandingkan kolam terbuka sehingga waktu tunggu panennya menjadi lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan penguapan pada tambak garam model tunnel dengan penggunaan plastik penutup tunnel berwarna hitam untuk meningkatkan suhu dan pengarah angin untuk meningkatkan aliran angin dalam kolom tunnel. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan berupa tunnel berpenutup plastik bening tanpa pengarah angin sebagai kontrol, tunnel berpenutup plastik hitam tanpa pengarah angin, tunnel berpenutup plastik bening dengan pengarah angin dan tunnel berpenutup plastik hitam dengan pengarah angin. Kolam tunnel berukuran 200 x 100 x 35 cm dan diisi dengan air laut setinggi 30 cm. Parameter yang diukur yaitu berupa suhu, kelembapan dan kecepatan angin pada kolom tunnel serta penurunan tinggi muka air harian selama 30 hari. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam dan Uji Beda Nyata Terkecil. Penggunaan plastik penutup berwarna hitam dan pengarah angin berpengaruh nyata terhadap peningkatan kecepatan penguapan dengan kecepatan tertinggi diperoleh pada tunnel berpenutup plastik hitam dan pengarah angin dengan kecepatan penguapan 0,98 cm/hari atau setara dengan 19,6 liter/hari.Salt production using geomembrane ponds tunnel model is widely developed in Indonesia. In addition to producing salt that is cleaner than land ponds, salt production with this method can be carried out throughout the year because it is not constrained by rain. However, the evaporation process in tunnel ponds is slower than open ponds, so the production time until the harvest is longer. This study aims to increase the speed of evaporation in the salt pond model tunnel by using black plastic tunnel cover to increase temperature and wind direction turner to increase wind flow in the tunnel column. The study was conducted in a completely randomized design with 4 treatments in the form of a clear plastic covered tunnel without wind direction as a control, a black plastic covered tunnel without wind direction turner, a clear plastic covered tunnel with wind direction turner and a black plastic covered tunnel with wind direction turner. The tunnel pool measures 200 x 100 x 35 cm and is filled with seawater as high as 30 cm. Parameters measured were temperature, humidity and wind speed in the tunnel column as well as the daily decrease in water level for 30 days. Data were analyzed using the Test of Variance and the Test of Least Significant Difference. The use of black plastic covers and wind direction turner has a significant effect on increasing the evaporation rate with the highest rate obtained in the tunnel covered with black plastic and wind direction turner with an evaporation rate of 0.98 cm/day or equivalent to 19.6 liters/day.
DAMPAK RUMPON TERHADAP KEBIASAAN MAKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEBERLANJUTAN SUMBERDAYA IKAN Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Hakim, Muhammad Romdonul; Rahman, Abdul
MARLIN Vol 2, No 1 (2021): (Februari, 2021)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V2.I1.2021.43-54

Abstract

Penggunaan rumpon oleh nelayan di perairan Samudera Hindia semakin marak. Ikan yang berkumpul di sekitar rumpon lebih mudah untuk ditangkap, sehingga hasil tangkapan nelayan meningkat. Meski demikian, terdapat kekhawatiran akan adanya dampak ekologis dari penggunaan rumpon yang terlalu banyak terhadap keberlangsungan sumberdaya ikan. Kurangnya sumber makanan di sekitar rumpon dapat menggiring kepada terjadinya kelaparan pada ikan-ikan yang berasosiasi dengannya. Kurangnya makanan dapat berdampak buruk pada kemampuan ikan untuk berkembangbiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap di sekitar rumpon, mengetahui kondisi lambung dan jenis makanan ikan yang berasosiasi dengan rumpon dan menentukan dampak rumpon terhadap keberlangsungan sumberdaya ikan. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi jenis ikan yang ditangkap menggunakan pukat cincin dan pancing ulur di sekitar rumpon laut dalam yang dipasang di Samudera Hindia selatan Jawa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif, dengan aspek yang dikaji yaitu kondisi kepenuhan lambung dan jenis makanan ikan yang berkumpul di sekitar rumpon Sebanyak 279 sampel ikan dari berbagai jenis dibedah lambungnya untuk mengetahui kondisi kepenuhan lambung dan jenis makanannya. Terdapat 16 jenis ikan yang tertangkap di sekitar rumpon. Persentase ikan dengan lambung kosong yaitu 44%. Jenis makanan ikan yang ditangkap dengan pukat cincin yaitu lemuru, teri, dan cumi-cumi, sedangkan ikan yang ditangkap dengan pancing ulur memakan lemuru, teri, cumi-cumi, tongkol, cakalang, layang, udang dan larva Stomatopoda. Penggunaan rumpon dapat menimbulkan dampak negatif berupa kompetisi dalam memperoleh makanan yang ketersediaannya terbatas. Kondisi ini dapat mengganggu keberlangsungan sumberdaya ikan.
RESPON PERTUMBUHAN SEMAIAN MANGROVE Rhizophora sp. PADA BERBAGAI JENIS MEDIA TANAM Rahman, Abdul; Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Sembiring, Kennedi; Apriliani, Izza M.
MARLIN Vol 3, No 2 (2022): (Agustus 2022)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V3.I2.2022.97-102

Abstract

Rhizopora merupakan jenis tanaman bakau yang dominan ditanam oleh masyarakat di kawasan pesisir Pangandaran. Bakau jenis ini dipilih karena pertumbuhannya yang baik pada substrat jenis lumpur yang banyak terdapat di muara-muara sungai yang ada di Pangandaran. Perbanyakan bibit jenis Rhizopora pun tergolong mudah. Namun demikian belum banyak masyarakat yang secara khusus mengembangkan pembibitan bakau jenis Rhizopora, sehingga terkadang bibitnya harus didatangkan dari derah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit mangrove yang ditanam pada polibag dengan media berupa pasir, tanah merah, lumpur dan serbuk kelapa/cocopeat. Rancangan Acak Lengkap digunakan sebagai metode percobaan dengan perlakuan berupa empat media tanam yang berbeda dengan 50 ulangan. Total bibit Rhizopora yang ditanam yaitu sebanyak 200 bibit. Hasil pengamatan selama 60 hari dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil. Pertumbuhan bibit tanaman pada keempat media tanam berbeda secara nyata dengan pertumbuhan rata-rata yang lebih baik yaitu pada media tanah sebesar 5,64 cm dan media lumpur sebesar 5,55 cm. Pertumbuhan rata-rata bibit pada media pasir dan cocopeat  lebih lambat yaitu masing-masing sebesar 5,25 cm dan 5,19 cm.Rhizopora is the dominant type of mangrove planted at coastal area by the people of Pangandaran . This type of mangrove was chosen because of its good growth on mud-type substrates that are widely found in river estuaries in Pangandaran. Propagation of Rhizopora seeds is also relatively easy. However, not many people have specifically developed Rhizopora mangrove nurseries, resulting the seeds have to be imported from other areas. This study measures the growth response of mangrove seedlings planted in polybags with four different media namely beach sand, red soil, mangrove mud and cocopeat. Completely randomized design was used as the experimental method with four different growing media as the treatment with 50 replications. The total number of Rhizopora seeds planted was 200 seedlings. The results of observations for 60 days were analyzed using analysis of variance and the Least Significant Difference test. The growth of plant seeds on the four planting media was significantly different with a better average growth of 5.64 cm in soil media and 5.55 cm in mud media. The average growth of seedlings on sand and cocopeat media was slower, which was 5.25 cm and 5.19 cm, respectively.