Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFFECT OF DIFFERENT STOCKING DENSITY TO GROWTH RATE OF CATFISH (Clarias gariepinus, Burch) CULTURED IN BIOFLOC AND NITROBACTER MEDIA Puspita, Elfa Verda; Sari, Ratih Purnama
AQUASAINS Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Perikanan dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.507 KB) | DOI: 10.23960/aqs.v6i2.p583-588

Abstract

Catfish is one of the freshwater commodities whose demand continues to increase in Indonesia. Intensive cultivation is done to meet market demand. Intensive cultivation is done by optimizing stocking density. The aim of this research was to know the effect of different density on feed productivity, growth, feed conversion ratio (FCR) and survival of catfish dumbo fry (Clarias gariepinus, Burch) in biofloc and nitrobacter media. This study used a completely randomized design (RAL) with 6 treatments and 3 replications. The test animalsused catfish dumbo (Clarias gariepinus, Burch) with an average weight of 0,6 ± 0,1g and an average length of 4 cm. Catfish dombo seeds are kept in tarpaulin ponds 2 m in diameter with water volume ± 1 m3 for 45 days and feeding 3% of biomass weight. The results showed that the different density of stockingin biofloc and nitrobacter media had increase on productivity, specific growth rate, feed efficiency and no significant effect on the survival of catfish dumbo fry.
KAJIAN ASPEK TEKNIS PERIKANAN GILLNET BERBASIS EAFM (ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT) DI PERAIRAN DUMAI Sari, Ratih Purnama; Shalichaty, Shiffa Febyarandika
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v7i1.1858

Abstract

The local government law regulated the management of 0 – 12 miles waters carried out by the province so that fishermen can operate their fishing gear without differentiating districts. Catch fishing was not limited to one kind of fishing gear and it caused the increasing of fishing capacity. The limited area of fishing with the distance of 2 miles from coast can caused fisheries utilization resources was not balanced. Therefore this study needed to be conducted to assess the status of development of gillnet fishing activities in Dumai waters. Data was collected by conducting interviews in the form of: fishing units, selectivity, sustainability of function and size of fishing vessel with legal documents, and modification of fishing gear. The data results based on 5 fishing technical aspects explained that the fishing utilization of gillnet still could be developed. However, the data of fishing vessel documents have to be well recorded according to the reality so that government could develop the responsible fishing activities.
PENENTUAN GROSS TONAGE KAPAL PURSE SEINE DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN FISIK DI TEGAL, JAWA TENGAH: PENENTUAN GROSS TONNAGE KAPAL PURSE SEINE DENGAN PENDEKATAN PEMODELAN FISIK DI TEGAL, JAWA TENGAH Suharyanto, Suharyanto; Sari, Ratih Purnama; Akbar, R. Mohamad Adha; Krisnafi, Yaser; Kusumo, Tonny
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.12-21

Abstract

Penelitian dilaksanakan di perusahaan dock dan perkapalan PT. Perikanan Indonesia, PT. Tiara, dan koperasi unit desa (KUD) Karya Mina di kota Tegal Jawa Tengah. Waktu pelaksanaan pada bulan Oktober 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan persentase perubahan bentuk badan kapal di bawah dek, nilai Cb (coefficient block) dan GT (gross tonnage) kapal purse seine di wilayah Tegal dengan pendekatan model yang dicelupkan dalam air. Penelitian Cb dan GT difokuskan pada KM. Himalaya SB dengan akurasi 84,44%. Hasil penelitian di ketiga perusahaan dock dan perkapalan tersebut diperoleh bahwa perubahan bentuk badan kapal di bawah dek rata-rata bagian I, II, III, IV, and V adalah masing-masing 14%, 20%, 30%, 11%, dan 25%, sedangkan pada contoh kasus KM. Himalaya SB bagian I, II, III, IV, and V adalah masing-masing 15%, 18% , 29%, 9%, dan 29%. Bentuk didominasi oleh bentuk III dan V, yang memberikan peningkatan nilai Cb dan GT adalah bentuk III dengan bentuk U. Hasil rata-rata persentase perubahan bentuk dari 6 buah kapal termasuk di dalamnya kapal purse seine contoh kasus mempunyai pola yang cenderung sama. Nilai Cb hasil percobaan diperoleh 0,82 > 0,70 dari koefisien faktor “f” sesuai Permenhub Nomor 8 Tahun 2013. Berdasarkan perhitungan GT, didapat peningkatan nilai sebesar 17% jika dibandingkan dengan permen tersebut.
Potensi Komersialisasi Alat Tangkap Ikan Di Politeknik Kelautan Dan Perikanan Karawang Dendi Haris; Larasati, Rakhma Fitria; Perangin angin, Robet; Prayitno, Muhamad Riyono Edi; Suharyanto; Sari, Ratih Purnama; Akbar, Raden Mohamad Adha; Sutrisno, Bagus Oktori
PUSAKA ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v2i1.55

Abstract

Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Karawang telah mengembangkan berbagai inovasi alat tangkap ikan yang memiliki potensi komersialisasi tinggi, seperti bubu prayang, bubu pintu lolos, mini line hauler, dan jaring rajungan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penangkapan ikan tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sumber daya perikanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjembatani hasil inovasi akademik dengan kebutuhan lapangan melalui serangkaian pelatihan, demonstrasi, dan diskusi interaktif bersama siswa SMK Negeri Cilebar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap prinsip kerja dan potensi komersialisasi alat tangkap meningkat secara signifikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan teknologi alat tangkap inovatif oleh masyarakat nelayan serta mendukung pembangunan ekonomi lokal.
EVALUASI TEKNIK PENGOPERASIAN PURSE SEINE PADA KM. SUMBER REZEKI Mardiah, Ratu Sari; Hutapea, Roma Yuli Felina; Kelana, Perdana Putra; Ikhsan, Suci Asrina; Sari, Ratih Purnama; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Tiku, Mathius
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 1 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.1.099-108

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi teknik pengoperasian purse seine pada KM. Sumber Rezeki berdasarkan Permen KP No 18 Tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan KM. Sumber Rezeki milik PT. HLS tahun 2022. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Hasil nya adalah purse seine yang digunakan KM. Sumber Rezeki adalah jenis purse seine pelagis kecil dengan nama daerah pukat langgar. Konstruksinya terdiri atas tali ris atas 450 m, tali ris bawah 450 m, tali pelampung 450 m, tali pemberat 450 m, srampat 450 m, tali cincin 450 m, pelampung 1500 buah, pemberat 700 buah, cincin 105 buah. Alat bantu pengoperasian purse seine adalah rumpon menetap dan lampu. Kapal yang digunakan adalah kapal motor dengan ukuran 168 GT. Penangkapan ikan dilakukan pada jalur III dan WPP 711. Berdasarkan evaluasi teknik pengoperasian purse seine, tujuh aspek telah dinyatakan sesuai yaitu mesh size dan panjang tali ris sesuai, ukuran kapal dan jalur penangkapan telah sesuai. Satu aspek yang belum sesuai yaitu pengoperasian pukat langar tidak dilengkapi dengan radar reflektor sebagai alat bantu penangkapan. Kata kunci: evaluasi, pengoperasian, purse seine, teknis
MANAJEMEN OPERASIONAL PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE DI PPS NIZAM ZACHMAN (STUDI KASUS PADA KAPAL KM. MEKAR KENCANA 03) Sari, Ratih Purnama; Toratno; Krisnafi, Yaser; Istrianto, Kadi; Prasetyono, Untung
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 8 No 3 (2024): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.8.3.313-318

Abstract

Setiap operasi penangkapan ikan tidak terlepas dari proses manajemen yang dilakukan secara bertahap mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengendalian (controlling) agar ketercapaian penangkapan ikan dapat dipenuhi. Purse seine merupakan alat tangkap yang menghasilkan produksi perikanan yang paling tinggi di PPS Nizam Zachman Jakarta. Kajian mengenai proses manajemen operasi penangkapan masih terbatas sehingga perlu dilakukan kajian mengenai manajemen operasional penangkapan pada KM. Mekar Kencana 03 di PPS Nizam Zachman Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi kegiatan penangkapan ikan di KM. Mekar Kencana 03 dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Persiapan keberangkatan dilakukan 30 menit sebelum keberangkatan. Jumlah anak buah kapal saat melakukan penangkapan di laut minimal sebanyak 32 orang termasuk nakhoda. Perbekalan disiapkan sesuai dengan jumlah awak kapal. Kondisi kapal harus dipantau seperti mesin induk dan mesin gardan. Dokumen perizinan kapal harus disiapkan, pengecekan alat tangkap dan pengecekan alat navigasi kapal juga dilakukan. Pengawasan operasi penangkapan dilakukan langsung oleh pemilik kapal yang berperan sebagai nakhoda kapal. Kata kunci: manajemen, operasional, purse seine, PPS Nizam Zachman
The influence of facilities on fish quality in ports of east waters, North Sumatera (case study in belawan fishing port, North Sumatera) Sari, Ratih Purnama; Krisnafi, Yaser; Tiku, Mathius; Hutapea, Roma Yuli F; Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari
Depik Vol 12, No 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.2.29148

Abstract

One of the problems faced in the development of the marine and fisheries sector nationally is the low quality of the fish capture due to the limited capacity and quantity of available port infrastructure resulting in the decrease in competitiveness. The data in this study were related to fish capture from fishing boats to wholesalers. The data obtained was observation of the location of the vessel, the fish auction place, and the marketer. The types of fish taken were Kurisi (Nemipterus pneumatophores), Biji Nangka (Upeneus mullocensin), Kapas-Kapas (Gerres erythronium), Bawal Putih (Pampus argenteus), Kembung (Rastrelliger spp). Fish examining was done by looking at the organoleptic and pH values. The pH value was obtained by testing the pH meter, while the organoleptic value was obtained by observing the physical condition using a score sheet. To determine the magnitude of the influence of facilities on fish quality, and the correlation between organoleptic values and pH, an analysis using simple linear regression was conducted. The average organoleptic value of fish while on the boat, when distributed, and when in the marketplace were 8,248; 7,024; and 6.6 respectively. Meanwhile, the average pH value was 7.05; 5.51; and 5.15. The quality of fish caught at Class A Fishing Port of Belawan is still of good quality. The pH test showed decline in pH value ever since the fish was brought to the port until they were marketed. The influence of facilities on the fish organoleptic and pH value are 98.3% and 96%. Thus, facilities significantly affect fish quality at Belawan Fishing Port. Between pH and organoleptic values showed a positive correlation, hence when the pH value decreased, the organoleptic value also dropped.Keywords:Belawan Fishing PortEast WatersFacilities InfluenceFish Quality
POTRET PERIKANAN TANGKAP KOTA DUMAI SEJAK 2017 HINGGA 2021 Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari; Hutapea, Roma Yuli F.; Sari, Ratih Purnama; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Tiku, Mathius
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2891.36 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.65-71

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi produksi perikanan tangkap di Kota Dumai sejak 2017 hingga 2021, dan menganalisa karakteristik unit penangkapan ikan di kota tersebut. Penelitian menggunakan data sekunder tahunan (2017-2021) berupa jumlah nelayan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, produksi perikanan tangkap, dan nilai produksi perikanan tangkap diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Dumai. Untuk memperoleh kajian yang lebih komprehensif, data primer diperoleh dengan cara wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data produksi perikanan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2017 data produksi sebesar 930.815 kg dan menurun signifikan pada tahun 2018 (564.766 kg), kemudian mengalami kenaikan setiap tahun secara perlahan. Kegiatan penangkapan ikan di Kota Dumai tersebar pada 5 kecamatan dari 7 kecamatan, yaitu Medang Kampai, Sungai Sembilan, Dumai Barat, Dumai Timur, dan Dumai Kota. Karakteristik perikanan tangkap Kota Dumai adalah Perikanan Tangkap Skala Kecil atau tradisional. Nelayan di Kota Dumai didominasi oleh nelayan utama. Kapal yang digunakan terdiri atas beberapa jenis, yaitu kapal motor (KM) ukuran 5-30 GT, motor tempel (MT) ukuran 5 GT, perahu tanpa motor (PTM), dan nelayan tanpa perahu (NTP). Alat tangkap yang digunakan terdiri atas alat tangkap aktif, pasif, dan statis.
Analysis of Fish Catch Diversity Index on Purse Seine Vessels in Indonesia Fisheries Management Area 718 (IFMA-718) Fadli Alfarisi R; Perangin-angin, Robet; Sari, Ratih Purnama; Sugiono; Nurlaela, Eli
Coastal and Marine Journal Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/cmj.v2i1.47

Abstract

Indonesia Fisheries Management Area 718 (IFMA-718), located in the Arafura Sea, is known for its high marine biodiversity and serves as a strategic fishing ground. However, the lack of fishing gear selectivity in this area poses a significant threat to the sustainability of marine resources. This study aims to evaluate the selectivity of purse seine fishing gear through biodiversity analysis using the Shannon-Wiener diversity index (H’), evenness index (E), and dominance index (C). Data collection was conducted from September 2023 to March 2024 in the Arafura Sea using a 149 GT purse seiner. Catch data were categorized into target species, bycatch, and discards. The results showed that the values of H’ ranged from 0.77 to 1.40, E values were mostly greater than 1, and C values were below 0.5. These findings indicate a high species diversity and evenness, alongside low dominance, suggesting a relatively balanced community structure. However, such diversity also reflects the low selectivity of the fishing gear, which captures both target and non-target species, including demersal and benthic organisms. In conclusion, the purse seine gear used in IFMA-718 is considered to have low selectivity and is potentially harmful to non-target marine ecosystems. This study provides essential insights for improving selective fishing practices and implementing sustainable fisheries management in the region.
DISEMINASI KESELAMATAN JIWA KAPAL NELAYAN PESISIR KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT Saputra, Rahmad Surya Hadi; Perangin-Angin, Robet; Haris, Dendi; Sutono, Dian; Prasetyono, Untung; Istrianto, Kadi; Surharyanto; Sari, Ratih Purnama; Akbar, Raden Mohamad Adha
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1673

Abstract

The escalating need for animal protein has stimulated the growth of the capture fisheries industry. However, undue carelessness concerning the maintenance and operation of fishing vessels often results in scenarios that pose serious risks, even leading to fatal accidents. In Karawang District, the high spirit of fishermen in setting sail plays a major role in boosting the productivity in the capture fisheries sector. Yet, the awareness of the importance of using personal safety equipment while at sea remains disappointingly low. The Fish Capture Study Program of the Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang set out to organize a training sessions aimed for enhancing the fishermen’s awareness of safety during their voyages. These sessions are a manifestation of the social responsibility in empowering the community and promoting sustainable development. Through presentations, and direct demonstrations, fishermen are instructed on various aspects of safety during their voyage. The training includes techniques for self-preservation at sea, use of the red hand flare, activation of parachute signals, and smoke signals during emergencies, as well as the use of life buoys and life jackets to enhance safety at sea. This community service activity was attended by 20 fishermen residing on the coast of Karawang District. The initiative attempts to strike a balance between the urgency to meet the growing demands for animal protein, and the obligation to promote safe and sustainable practices in the capture fisheries sector.