Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENANGANAN KERUSAKAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA JALAN SEPAKU – PERIGI KABUPATEN LAMANDAU: Handling Damage to District Road Using Bina Marga Method on Sepaku Road – Perigi Lamandau Regency Pertiwi, Evitriana Dessy; Robby, Robby; Elvina, Ina
Spektrum Sipil Vol 8 No 2 (2021): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v8i2.215

Abstract

Ruas Jalan Sepaku – Perigi merupakan ruas jalan yang mempunyai peran penting bagi masyarakat di Kabupaten Lamandau. Ruas Jalan ini menghubungkan Ibukota Kabupaten Lamandau di Nanga Bulik dengan 4 (empat) kecamatan, namun hal tersebut justru membuat kondisi perkerasan dan kualitas jalan menjadi menurun karena beban yang di terima jalan semakin tinggi pula. Kerusakan jalan memiliki beberapa faktor selain beban dari pengguna jalan. Untuk itu penelitian ini dibuat dengan pengambilan sampel secara survei, yang tujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan jalan dengan menggunakan Petunjuk Praktis Pemeliharaan Rutin Jalan (1992) yang diterbitkan oleh Bina Marga serta metode analisis yang digunakan adalah dengan Metode Bina Marga, hasil penelitian menunjukkan jenis kerusakan jalan diantaranya: retak kulit buaya, retak memanjang, retak melintang, lubang, tambalan, dan pelepasan butir. Lubang dengan presentase 51,28%, tambalan dengan presentase 17,94%, pelepasan butir dengan presentase 10,25%, retak kulit buaya dengan presentase 7,69%, retak melintang dengan presentase 7,69%, retak memanjang dengan presentase 5,12%. Sedangkan nilai kondisi jalan menunjukkan angka 4 (empat), sehingga berada dalam urutan prioritas 8 (delapan) yaitu pemeliharaan rutin, solusi perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengaspalan, mengisi retakan, penambalan lubang dan perataan.
ANALISIS PENGGUNAAN LIMBAH GYPSUM SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN PERKERASAN HOT ROLLED SHEET BASE (HRS-BASE): Analysis of the use of Gypsum Waste as A Fine Aggregate in Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base) Pavement Mix Sujatmiko, Dwi; Robby, Robby; Elvina, Ina
Spektrum Sipil Vol 9 No 1 (2022): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v9i1.238

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan merupakan nadi bagi mobilitas masyarakat sebagai penunjang transportasi darat, maka dibutuhkan konstruksi jalan yang berkualitas agar memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Salah satu jenis perkerasan yang biasa digunakan di Indonesia adalah perkerasan lentur. Limbah gypsum merupakan hasil buangan yang berasal dari tempat produksi gypsum pracetak yang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu upaya dalam memanfaatkan limbah gypsum ini yaitu dapat digunakan sebagai agregat halus terhadap perkerasan jalan raya. Penelitian ini dilakukan guna memanfaatkan limbah gypsum dalam campuran perkerasan Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base), menggunakan metode eksperimantal yang dilakukan di laboratorium untuk menganalisis penggunaan limbah gypsum sebagai agregat halus. Dalam penelitian ini menggunakan variasi kadar aspal 5,5%, 6%, 6,5%, 7% dan 7,5%. Dari hasil pemeriksaan sifat-sifat fisik agregat semuanya memenuhi persyaratan spesifikasi. Dari hasil pengujian Marshall maka dapat ditentukan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) yaitu sebesar 6,05%. Nilai karakteristik Marshall yang didapat dari Kadar Aspal Optimum (KAO) tersebut yaitu stabilitas sebesar 862,5 kg, rongga dalam agregat (VMA) sebesar 17,65%, rongga dalam campuran (VIM) sebesar 3,8%, rongga terisi aspal (VFB) sebesar 78% dan hasil bagi Marshall sebesar 295,5%.
Analysis of Student Route Choice Model to University of Palangka Raya Using Multilogit Nomial Method Siahaan, Neagel Banderas Zepanya; Silitonga, Sutan Parasian; Elvina, Ina
Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik Vol 6 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/sainteks.v6i1.618

Abstract

The various types of routes or traffic routes that will be taken to University of Palangka Raya require route selection so that it can be efficient in distance, travel time and cost. In the selection of this road network route, route selection will be analyzed from the results of field calculations with the perceptions of road users. The data is analyzed with the help of the SPSS application so that it can be seen which routes are most attractive to students when traveling to University of Palangka Raya, factors that influence students in choosing routes to University of Palangka Raya, and characteristics of users of travel routes to University of Palangka Raya. The methods used in this research are Descriptive Method and Multilogit Nomial Method. Based on the results of research with 664 respondents, the variables that influence the selection of student routes to University of Palangka Raya between Murung Raya Dormitory, Keminting, and Yos Soedarso are distance from residence to campus, distance (dummy variable), how to travel and other reasons (dummy variable), with probability results amounting to: Pasrama = 1.1%, Pkeminting = 69.3%, Pyos soedarso = 29.7%, Plainnya = 0%.
Tinjauan Kapasitas Terhadap Arus Kunjungan Kapal dan Peti Kemas pada Pelabuhan PT Pelindo Bumi Harjo Kabupaten Kotawaringin Barat Harmono, Harmono; Murniati, Murniati; Elvina, Ina
Empiricism Journal Vol. 6 No. 3: September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bs8k4s04

Abstract

Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal Branch Bumi Harjo di Kabupaten Kotawaringin Barat memegang peranan penting sebagai pusat distribusi komoditas ekspor dan impor melalui terminal peti kemas. Seiring meningkatnya arus kunjungan kapal dan volume peti kemas, pelabuhan ini menghadapi tantangan serius terkait kapasitas dan kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kapasitas pelayanan pelabuhan dengan arus kapal dan peti kemas berdasarkan dua indikator kinerja utama, yaitu waiting time (WT) dan approach time (AT). Data yang digunakan merupakan data operasional sekunder tahun 2025 yang diperoleh dari instansi terkait, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan perbandingan terhadap standar pelayanan pelabuhan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui DJPL dan KSOP Kelas IV Kumai. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata waiting time (WT) kapal mencapai 8,35 jam, jauh melampaui standar maksimal 1 jam, dengan hanya 1% kapal yang memenuhi ketentuan tersebut. Sementara itu, rata-rata approach time (AT) tercatat sebesar 7,47 jam, melebihi ambang batas 3 jam, dan hanya 2% kapal yang memenuhi standar pelayanan. Temuan ini mengindikasikan adanya deviasi signifikan antara kinerja pelayanan aktual dan standar operasional pelabuhan. Faktor utama penyebab tingginya WT dan AT meliputi keterbatasan jumlah petugas pandu dan kapal tunda, kepadatan lalu lintas kapal, kondisi cuaca yang kurang mendukung, serta aktivitas pengerukan di alur pelayaran. Kontribusi ilmiah penelitian ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga memberikan landasan analitis bagi perencanaan peningkatan kapasitas dan efisiensi sistem pelayanan pelabuhan, khususnya melalui optimalisasi sumber daya pandu-tunda, pengelolaan lalu lintas kapal, serta penyesuaian kapasitas infrastruktur terhadap pertumbuhan arus kapal dan peti kemas. Capacity Review of Vessel and Container Traffic at PT Pelindo Bumi Harjo Port, West Kotawaringin Regency Abstract The Port of PT Pelindo Multi Terminal, Bumi Harjo Branch, in West Kotawaringin Regency plays a crucial role as a distribution hub for export and import commodities through its container terminal. Along with the increasing number of vessel calls and container volumes, the port faces serious challenges related to service capacity and quality. This study employs a quantitative descriptive research design aimed at analyzing the relationship between port service capacity and vessel and container traffic based on two key performance indicators, namely waiting time (WT) and approach time (AT). The data used consist of secondary operational data from 2025 obtained from relevant institutions and analyzed using descriptive statistical techniques and comparisons with port service standards established by the Ministry of Transportation through the Directorate General of Sea Transportation (DJPL) and the Kumai Class IV Port Authority (KSOP). The results indicate that the average vessel waiting time (WT) reached 8.35 hours, far exceeding the maximum standard of 1 hour, with only 1% of vessels meeting the required standard. Meanwhile, the average vessel approach time (AT) was recorded at 7.47 hours, surpassing the 3-hour threshold, with only 2% of vessels complying with the service standard. These findings reveal a significant deviation between actual port service performance and established operational standards. The main factors contributing to the prolonged WT and AT include limitations in the number of marine pilots and tugboats, high vessel traffic density, unfavorable weather conditions, and dredging activities along the navigation channel. The scientific contribution of this study is not merely evaluative but also provides an analytical foundation for planning improvements in port service capacity and operational efficiency, particularly through the optimization of pilotage and tugboat resources, vessel traffic management, and the adjustment of infrastructure capacity in response to the growth of vessel and container flows.