Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KUAT TEKAN PAVING BLOCK MENGGUNAKAN LIMBAH CANGKANG KERANG GONGGONG SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS Anggreana, Vella; Alwiyah, Sy. Sarah; Elizar; Rahmadi, Yusuf
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 21 No. 3 (2025)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.21.3.225-236.2025

Abstract

Paving block merupakan campuran yang terdiri dari semen portland, agregat halus dan air. Material ini populer di kalangan masyarakat sebagai penutup tanah pada area seperti tempat parkir, taman, halaman sekolah, dan lain-lain. Kepulauan Riau dikenal sebagai penghasil cangkang gonggong dalam jumlah yang cukup besar, namun cangkang gonggong ini hanya sebagai limbah oleh masyarakat disekitar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah penumpukan limbah cangkang kerang gonggong yang berpengaruh terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat setempat dan sebagai pengembangan material alternatif dalam mencari bahan pengganti yang lebih murah dan berkelanjutan untuk material konvensional khususnya agregat halus pada campuran paving block. Selain itu penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan serbuk cangkang gonggong sebagai pengganti agregat halus terhadap kuat tekan paving block. Dimana diketahui bahwa cangkang kerang gonggong kandungan CaO nya sebesar 94,05% sehingga dapat digunakan sebagai pengganti agregat halus pada campuran paving block. Pemanfaatan limbah cangkang gonggong digunakan untuk penelitian sebagai substitusi parsial agregat halus pada paving block dengan komposisi campuran 0%, 30% dan 40%. Untuk pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari. Digunakan metode uji mekanis utama untuk paving block sesuai SNI 03-0691-1996. Cetakan paving block berukuran 10,5 cm x 10,5 cm x 6 cm. Pada penelitian ini diperoleh persyaratan minimum mutu B dan A yaitu 21,97 MPa, 25,2 MPa, dan 35,01 MPa. Kesimpulannya menunjukkan bahwa penggunaan serbuk cangkang gonggong sebagai substitusi sebagian agregat halus pada paving block di atas 30 % mengalami peningkatan kuat tekan.
Karakteristik Marshall Penambahan Lateks dan Filler Abu Daun Bambu Pada Aspal AC – WC anggreana, vella; Aziz, Abdul
Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil (JUTSI)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jutsi.v2i2.5894

Abstract

Filler merupakan bahan pengisi rongga yang lolos ayakan no.200, dimana bahan alternatif yang bisa digunakan adalah memanfaatkan limbah yang terbuang. Salah satu penggunaan limbah terbuang yaitu daun bambu yang merupakan limbah organik dan limbah yang memiliki kandungan silika dan zat kimia kedua setelah abu sekam padi. Lateks merupakan getah cair pohon Hevea Brasiliensis yang berwarna putih seperti susu, dan memiliki sifat koloid, Fasa terurai pada Lateks berupa molekul hidrokarbon. Penelitian ini melibatkan campuran filler abu daun bambu dengan variasi (0%, 50%, dan 100%), dan campuran aspal cair AC – WC dengan variasi Lateks (0%, 1%, 3%, 5% dan 7%) dilakukan dengan metode Marshall Test. Hasil penelitian ini memperoleh nilai kadar aspal optimum sebesar 5,4% dan filler abu daun bambu sebesar 100%. Dalam penelitian ini semakin besar penambahan persentase dari lateks, maka nilai VMA dan VIM mengalami kenaikan dan penurunan, penurunan terjadi pada persentase 5% dan 7%. Pada nilai Stabilitas dan MQ mengalamai penurunan dan kenaikan, kenaikan terjadi pada persentase 5% dan 7%. Pada nilai VFA mengalami penurunan pada persentase 1% dan mengalami kenaikan pada persentase 3%,5%, dan 7%. Pada nilai Flow mengalami kenaikan. Variasi Lateks 0%,1%,3%,5%, dan 7% dengan Filler abu daun bambu variasi 100% memenuhi spesifikasi bina marga 2025.
Optimalisasi Daya Dukung Tanah Lempung dengan Campuran Spent Bleaching Earth (SBE) dan Kapur Tohor Alwiah, Sy Sarah; Anggreana, Vella; Ahmadi, Heri; Suftri, Frisca Amelia
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v10i1.19830

Abstract

Clay soil has high water content, high plasticity, and low bearing capacity, which often causes structural problems in construction projects, as observed at the research location on Jl. Siak II, Masjid Raya Province of Riau area, where structural settlement occurred due to insufficient soil bearing capacity. This study aims to improve the physical properties and bearing capacity of clay soil through stabilization using a mixture of Spent Bleaching Earth (SBE) and quicklime. Laboratory tests were performed using a mixture variation of 22.5% SBE and 25% quicklime with curing durations of 0, 4, and 7 days and a soaking period of 4 days. The laboratory program included water content, specific gravity, sieve analysis, Standard Proctor compaction, and California Bearing Ratio (CBR) tests. The untreated soil exhibited a water content of 29.45%, a specific gravity of 2.43 g/cm³, 40.44% retained on sieve No.200, and a maximum dry density of 1.57 kN/m³ at an optimum moisture content of 20.8%. The CBR value of the untreated soil increased with curing time, reaching 13.99% on the 7th day. For the stabilized soil, the highest CBR improvement was achieved by the mixture of soil + SBE + quicklime with 7 days of curing, reaching 29.36%, while the best CBR under 4-day soaking occurred in the mixture of soil + quicklime with a CBR value of 20.75%. These findings indicate that the combined use of SBE and quicklime is effective in enhancing the bearing capacity of clay soil, with optimal performance observed after 7 days of curing.