Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Relationship Between Health Locus of Control and Medication Adherence in Hypertensive Patients Setianingsih, Endah; Herman, Herman; Budiharto, Ichsan
ProNers Vol 9, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v9i2.70539

Abstract

Background: Hypertension is a chronic condition that poses significant health risks if not properly managed. Adherence to antihypertensive medication is essential for controlling blood pressure and preventing complications. Health locus of control, which reflects an individual"™s beliefs about the control of their health outcomes, is considered a critical factor influencing adherence.Objective: This study aimed to investigate the relationship between health locus of control and adherence to antihypertensive medication among patients with hypertension.Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted on 126 hypertensive patients at a primary healthcare center in Pontianak. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected through validated questionnaires: the Multidimensional Health Locus of Control (MHLC) for measuring health locus of control and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) for assessing medication adherence. The relationship between health locus of control and adherence was analyzed using Spearman"™s rho correlation.Results: Most participants exhibited a moderate level of adherence to antihypertensive medication. The findings revealed a significant positive relationship between health locus of control and medication adherence. Patients with a stronger internal health locus of control showed better adherence to their medication regimens, emphasizing the influence of personal beliefs on health behaviors.Conclusion: Strengthening health locus of control, particularly internal control, may improve adherence to antihypertensive medication. Healthcare providers should incorporate strategies to enhance patients' sense of control over their health to optimize hypertension management and outcomes.
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Kenakalan Remaja pada Remaja Madya: Literature Review Pratiwi, Bella; Budiharto, Ichsan; Fauzan, Suhaimi
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 2, No 2 (2020): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v2i2.46145

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah sosok yang mudah terpengaruh karena masih dalam pencarian identitas diri. Remaja khususnya remaja madya berada di fase kebingungan identitas yang rentan terhadap kekacauan jika tidak berhasil dilewati dengan baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi kegagalan perkembangan remaja adalah kontrol diri yang rendah. Kecerdasan emosional yang tidak memadai merupakan salah satu hal yang dianggap sebagai penyebab rendahnya kontrol diri remaja sehingga mereka cenderung melakukan berbagai kenakalan. Tujuan: Mengetahui bagaimana hubungan antara kecerdasan emosional dan kenakalan yang dilakukan oleh remaja madya. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran literatur dari tiga database elektronik yaitu Google Scholar, Pubmed dan ScienceDirect. Penelitian ini berdasarkan pengkajian dari 24.840 artikel klinis dan penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2011 hingga 2020. Hasil: Dari delapan artikel yang dipakai dalam literature review ini tujuh diantaranya menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan delinkuensi pada remaja madya. Kesimpulan: Kecerdasan emosional adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi penyimpangan pada remaja madya. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Perilaku Delinkuensi, Kenakalan Remaja ABSTRACT Background: Adolescents are easily influenced because there are still in search of self-identify. Adolescents, especially middle adolescents, are in phase of identity confusion which is prone to chaos if it is not passed properly. One remarkable factor affecting the failure of adolescents development is low self-control. Inadequate emotional intelligence considered as one of several causes of low self-control in adolescents that leads them to commit delinquent acts. Aim: To determine the correlation between emotional intelligence and juvenile delinquency in middle adolescence. Method: Method used in this study was a literature review from three electronic databases including Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. This study based on an examination of 24.840 clinical papers and research published between 2011 and 2020. Result: Seven out of eight articles used in this literature review show significant correlation between emotional intelligence and juvenile delinquency in middle adolescence. Conclusion: Emotional intelligence is one of most the significant factors that influences behavioral deviations in the second stage of adolescence. Keyword: Emotional Intelligence, Delinquent Behaviour, Juvenile Delinquency
ANALISIS RENCANA PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA Arizal, Arizal; Budiharto, Ichsan; Nurfianti, Arina
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2019): Edisi Juli - Desember 2019
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.865 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v7i2.20

Abstract

Latar belakang: Sistem informasi dalam keperawatan merupakan komponen kunci dalam pemberian asuhan keperawatan modern dan sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Rumah Sakit Universitas Tanjungpura memiliki fasilitas dan sumber daya manusia dalam yang mendukung dalam menggunakan sistem informasi dalam proses asuhan keperawatan berbasiskomputer. Tujuan: Untuk menganalisis proses penerapan sistem informasi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit UniversitasTanjungpura. Metode: Desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi, diambil dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil: Penelitian ini teridenfikasi empat tema yaitu Pelaksanaan pendokumentasian terintegrasi dengan dua kategori yaitu orientasi terhadap dokumentasi dan kelemahan paper base, Pemahaman tentang pendokumentasian berbasis komputerisasi dengan dua kategori yaitu kemudahan terhadap komputerisasi dan pengetahuan, Persiapan perawat dalam proses penerapan SIMRS dengan tiga kategori yaitu persepsi perawat terhadap penerapan SIMRS, wacana publik dan pengembangan perawat, dan Penghambat dalam penerapan sistem informasi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan tiga kategori yaitu sumber daya manusia tenaga ahli IT, fasilitas dan ketidaksamaan visi dalam birokrasi. Kesimpulan: Rencana penerapam sistem informasi dalam pendokumentasian keperawatan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura dipengaruhi oleh perawat, manfaat dalam peningkatkan kinerja dan mutu pelayanan dan pengetahuan perawat, selanjutnya didukung dengan tenaga infomatika, fasilitas dan manajemen rumah sakit.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kejadian Luka Kaki Berulang di Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak Kharisma, Firman; Budiharto, Ichsan; Fahdi, Faisal Kholid
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.429

Abstract

Diabetes Mellitus is a non-communicable disease that causes death. People living with DM are at risk for life-threatening complications, causing an increased need for medical care, decreased quality of life, and stress on the family. Diabetes mellitus can cause very dangerous complications for the body, namely peripheral neuropathy which can lead to the appearance of diabetic foot ulcers. Patients with diabetes who have long been diagnosed, glucose levels in the blood are no longer under control which causes atherosclerosis so that the leg muscles are disturbed. This condition is suspected of causing diabetic foot ulcers in diabetic patients. The aim of the study was to analyze the relationship between the duration of suffering from DM and the incidence of recurrent leg injuries at the Clinic PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak. This research method uses quantitative research with a correlational design with the quota sampling method. The population of this study were diabetic leg wound patients with a total of 86 respondents. The results of the study with a total of 71 respondents had a significant relationship between the length of time they had diabetes and the incidence of recurrent leg injuries. The conclusion of this study is that 88% of patients with long-suffering >10 years experience frequent foot wounds and have a significant relationship between the length of time they suffer from diabetes mellitus and the incidence of recurrent foot injuries at the Clinic PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Tingkat Harapan Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Sulistianingrum, Ratih; Yulanda, Nita Arisanti; Mita, Mita; Maulana, Muhammad Ali; Budiharto, Ichsan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.22 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10268

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is an irreversible and progressive disorder of kidney structure or function. CKD is the biggest reason patients have to undergo hemodialysis. The hemodialysis that is undertaken makes the patient feel hopeless and lose hope. The strongest hope is formed by involving the family. To analyze the relationship between family support and the hope level of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. This research is a quantitative study with a correlational study design and a cross-sectional approach. Determination of the sample using accidental sampling with 73 respondents. The analysis in this study uses Kendall's Tau test. Characteristics of respondents are dominated by men (60,3%) with an age range of 15–64 (94,5%) years, and most have undergone hemodialysis for 1–5 years (67,1%). The majority of respondents are in the categories of good family support (69,9%) and high hope level (97,3%). Based on the results of Kendall's Tau correlation test, the p-value is 0.037 and the r is 0.246. The results showed that there was a relationship between family support and the hope level of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. The correlation coefficient value indicates that the two variables have a weak positive relationship. Keywords: Family Support, Level of Hope, Hemodialysis  ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kelainan struktur atau fungsi ginjal yang ireversibel dan progresif. PGK menjadi penyebab terbesar pasien harus menjalani hemodialisis. Hemodialisis yang dijalani membuat pasien merasa putus asa dan kehilangan harapan. Harapan terkuat terbentuk dengan melibatkan keluarga. Menganalisis hubungan dukungan keluarga dan tingkat harapan pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif desain studi korelasional dan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan accidental sampling dengan 73 responden. Analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Kendall’s Tau. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (60,3%) dengan rentang usia 15-64 tahun (94,5%) dan sebagian besar telah menjalani hemodialisis selama 1-5 tahun (67,1%). Mayoritas responden berada pada kategori dukungan keluarga baik (69,9%) dan tingkat harapan tinggi (97,3%). Berdasarkan hasil uji korelasi Kendall’s Tau diperoleh p-value 0.037 dan r 0,246. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan keluarga dan tingkat harapan pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif yang lemah. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Tingkat Harapan, Hemodialisis 
Hubungan Pola Makan dengan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 : Literature Review Kuwanti, Elly; Budiharto, Ichsan; Fradianto, Ikbal
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.245 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10495

Abstract

ABSTRACT There is a change in eating patterns at this time. Selection of food menus and unhealthy lifestyles are increasingly widespread in all levels of society that affect diseases, one of which is diabetes mellitus. A lot of literacy that studies about diet and how it affects the incidence of diabetes mellitus is still too much confusion. To determine the relationship between diet and blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients. Using a literature review design with SPIDER analysis technique. The keywords in English are "diet AND blood sugar AND type 2 diabetes mellitus" and in Indonesian "diet AND blood sugar AND type 2 diabetes mellitus". The analysis in this study uses the method of content analysis. The results of the literature review contained 12 articles from 2018-2022 from Indonesia, China and Singapore. The results of 12 articles found a relationship between diet and blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. There is a significant relationship between diet and blood sugar levels. Keywords: Diet, Blood Sugar, Type 2 Diabetes Mellitus  ABSTRAK Terjadi perubahan pola makan pada saat ini. Pemilihan menu makanan dan pola hidup yang kurang sehat semakin menyebar luas di seluruh lapisan masyarakat yang mempengaruhi penyakit salah satunya penyakit diabetes melitus. Banyak literasi yang mempelajari tentang pola makan serta bagaimana pengaruh terhadap kejadian penyakit diabetes melitus masih terlalu banyak kesimpang siurannya. Mengetahui hubungan pola makan dengan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2. Menggunakan desain literatur review dengan teknik analisa SPIDER. Kata kunci dalam bahasa inggris “diet AND blood sugar AND type 2 diabetes mellitus” dan bahasa Indonesia “pola makan  AND gula darah AND diabetes melitus type 2”. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Hasil literatur review terdapat 12 artikel dari tahun 2018-2022 yang berasal dari negara Indonesia, China dan Singapura. Hasil 12 artikel didapatkan adanya hubungan antara pola makan dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.Ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kadar gula darah.Kata Kunci: Pola Makan, Gula Darah, Diabetes Melitus Type 2
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Remaja tentang Pencegahan Penularan HIV/AIDS di Club Malam Sukmawati, Sukmawati; Yulanda, Nita Arisanti; Budiharto, Ichsan
Bima Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v7i1.1482

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih sehingga sistem kekebalan tubuh menurun dan menjadi AIDS jika serangkaian gejala infeksi HIV terus berkembang. Jumlah kasus HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya, terutama di kalangan remaja, yang menyumbang sebanyak 51 persen kasus. Salah satu penyebab tertinggi kasus HIV/AIDS adalah kurangnya paparan informasi terkait HIV / AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS di lingkungan tempat hiburan malam. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis menggunakan uji Spearman Rank. Responden dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13–21 tahun yang mengunjungi tempat hiburan malam, dengan instrumen berupa kuisioner pengetahuan dan sikap tentang HIV/AIDS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS (p = 0,000), dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,707 yang menunjukkan hubungan yang kuat. Artinya, semakin tinggi pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS, maka semakin positif sikap mereka dalam mencegah penularannya. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang kuat antara pengetahuan dan sikap remaja tentang mencegah penularan HIV / AIDS di klub malam. Semakin tinggi pengetahuan remaja, semakin positif sikapnya terhadap pencegahan HIV/AIDS.