Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : ProNers

PERAN KOPING DAN ADAPTASI TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI PUSAT KESEHATAN : A LITERATURE REVIEW Larasati, Anggelisa; Yulanda, Nita Arisanti; Budiharto, Ichsan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.766 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.44443

Abstract

Background: Tuberculosis patients have a process of controlling stimuli such as emotional distress due to disease diagnosis, anger, and self-isolation, this behavior can lead to non-compliance in the treatment. Patients with tuberculosis can have a disability in adaptation both at home and the environment in which they live. So that tuberculosis patients need the right coping assistance and the adjustment or adaptation in tuberculosis patients. Objective: To find out the role of coping and adaptation to the compliance of the treatment of pulmonary tuberculosis patients in the Health Service Center. Methods: Literature review of the role of coping and adaptation to the treatment compliance of tuberculosis patients. The sources obtained through search using Google Scholar, Researchget, Pubmed, and Garuda Portal, using theanalysis method SPIDER. Results: There were 9 articles related to the role of coping and adaptation to the treatment compliance of tuberculosis patients. A good coping process can trigger a response in the face of stimulus so that it will produce an adaptation function. Coping and adaptation are a unity so that the creation of adherence to the treatment of tuberculosis. Conclusion: There is a coping and adaptation assessment of the treatment compliance of tuberculosis patients in the health care center. The better the coping, the better the adaptation in tuberculosis patients so that the higher the rate of treatment adherence. Keywords: Coping, adaptation, compliance and tuberculosis.
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPONSE TIME PERAWAT PADA PENANGANAN IGD Hania, Uray Putri; Budiharto, Ichsan; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.13 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46168

Abstract

Latar Belakang: Penanganan IGD memerlukan response time yang cepat sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien. Ada banyak faktor yang mempengaruhi response time yaitu ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, dan stretcher, kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, dan pendidikan, kehadiran petugas, dan beban kerja.Tujuan: Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Response Time Perawat pada Penanganan IGD.Metode: Tinjauan literature mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi response time perawat. Adapun sumbernya melalui pencaharian menggunakan Google Scholar, Researchget.Net, dan Science Direct. Analisis menggunakan teknik PICO.Hasil: Ditermukan 7 artikel   ditemukan dua faktor yang mempengaruhi response time yaitu faktor eksternal lebih mempengaruhi response time dengan didukung faktor internal. Faktor eksternal terdiri dari ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, stretcher, kehadiran petugas, dan beban kerja. Faktor internal terdiri dari kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, masa kerja dan pendidikan.Kesimpulan:   Faktor-faktor yang mempengaruhi response time yaitu ketersediaan alat dan obat, sarana prasarana, fasilitas, stretcher, masa kerja, kondisi gawat darurat, pelatihan gawat darurat, pendidikan, kehadiran petugas, dan beban kerja.  Kata kunci: Response Time Perawat, Waktu Tanggap Perawat, Faktor-Faktor Response Time.Referensi: 56 (2004-2020)
Hubungan Lama Menjalani Terapi Hemodialisa terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Umum Yarsi Pontianak Zakaria, Sultana; Fauzan, Suhaimi; Budiharto, Ichsan
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.126 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.42880

Abstract

Latar Belakang : Dialisis dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pasien yang telah melakukan dialisis cukup lama akhirnya dapat menerima keadaannya yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan nonprobability sampling. Jumlah sampel sebanyak 34 responden. Instrumen yang digunakan yaitu KDQOLtm-36. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil : Karakteristik responden jenis kelamin terbanyak perempuan (55,9%), usia 41-60 tahun (47,1%), lama hemodialisa terbanyak pada kategori lama 12 bulan dengan persentase (79,4 %) dan kualitas hidup terbanyak pada kategori baik yaitu (52,9 %). Analisis bivariat diperoleh nilai p value 1.000 Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara lama menjalani hemodialisa terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit Umum YARSI Pontianak. Kata Kunci : Kualitas hidup, Gagal ginjal kronik, Hemodialisis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP VAKSINASI COVID-19 RARASARI, DHITIA; Budiharto, Ichsan; Yulanda, Nita Arisanti
ProNers Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v8i2.56967

Abstract

Latar belakang : Coronavirus Disease 2019 merupakan penyakit menular yang menyebar dengan cepat dan menjadi masalah kesehatan dunia. Pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 di setiap wilayah berbeda-beda, banyak informasi dan persepsi masyarakat yang salah tentang vaksin COVID-19. Rendahnya minat masyarakat untuk melakukan vaksinasi COVID-19, karena kurang pengetahuan dan banyak opini tentang vaksin COVID-19 yang tidak diketahui kebenarannya. Tujuan : Menganalisis hubungan pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19.Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 96 responden yang dilakukan di Dusun Bunga Raya dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman rho.Hasil : Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 sebanyak 8,3% memiliki pengetahuan yang baik, 66,7% cukup, dan 2,5% kurang. Persepsi masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19 sebanyak 10,4% memiliki persepsi positif dan 89,6% memiliki persepsi negatif. Uji spearman rho menunjukkan nilai 0,176 dengan koefisien korelasi sebesar 0,139.Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap vaksinasi COVID-19.
The Relationship Between Health Locus of Control and Medication Adherence in Hypertensive Patients Setianingsih, Endah; Herman, Herman; Budiharto, Ichsan
ProNers Vol 9, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v9i2.70539

Abstract

Background: Hypertension is a chronic condition that poses significant health risks if not properly managed. Adherence to antihypertensive medication is essential for controlling blood pressure and preventing complications. Health locus of control, which reflects an individual"™s beliefs about the control of their health outcomes, is considered a critical factor influencing adherence.Objective: This study aimed to investigate the relationship between health locus of control and adherence to antihypertensive medication among patients with hypertension.Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted on 126 hypertensive patients at a primary healthcare center in Pontianak. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected through validated questionnaires: the Multidimensional Health Locus of Control (MHLC) for measuring health locus of control and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) for assessing medication adherence. The relationship between health locus of control and adherence was analyzed using Spearman"™s rho correlation.Results: Most participants exhibited a moderate level of adherence to antihypertensive medication. The findings revealed a significant positive relationship between health locus of control and medication adherence. Patients with a stronger internal health locus of control showed better adherence to their medication regimens, emphasizing the influence of personal beliefs on health behaviors.Conclusion: Strengthening health locus of control, particularly internal control, may improve adherence to antihypertensive medication. Healthcare providers should incorporate strategies to enhance patients' sense of control over their health to optimize hypertension management and outcomes.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MAKANAN DENGAN PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS KAMPUNG DALAM PONTIANAK Rio, Kelvin; Budiharto, Ichsan; Fauzan, Suhaimi
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v3i1.43412

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan kondisi di mana pembuluh darah terus-menerus menaikkan tekanan. Konsumsi lemak berlebih menyebabkan aterosklerosis sehingga menaikan tekanan darah, natrium memiliki sifat menarik air ke dalam pembuluh darah sehingga volume darah meningkat dan terjadilah kenaikan tekanan darah, kalium membantu tubuh menjaga keseimbangan jumlah natrium di dalam cairan sel, apabila tubuh kekurangan kalium, natrium yang berlebihan di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan sehingga resiko hipertensi meningkat. Tujuan : Mengetahui hubungan antara konsumsi makanan dengan penderita hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak. Metodologi Penelitian : Desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel menggunakan Consecutive sampling dengan jumlah sampel 51 responden. Pengambilan data menggunakan tensimeter digital serta kuesioner Food Frequency Questionnare Method. Analisa menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil : Distribusi usia terbanyak kategori lansia (46 tahun) sebanyak 34 responden (66,7%), sedangkan untuk jenis kelamin pada kategori perempuan sebanyak 30 responden (58,8%). Hipertensi terbanyak pada derajat 1 sebanyak 32 responden (62,7%), natrium terbanyak kategori sering sebanyak 32 responden (58,8%), lemak terbanyak kategori jarang sebanyak 47 responden (92,2%), natrium_lemak terbanyak kategori jarang sebanyak 36 responden (70,6%), kalium terbanyak kategori jarang sebanyak 48 responden (94,1%). Hasil yang didapatkan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai p = sig. (2-tailed) natrium (1,000), lemak (1,000), natrium_lemak (0,960) dan kalium (0,970). Kesimpulan : Tidak ada hubungan konsumsi makanan dengan penderita hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam Pontianak tahun 2018.