Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENENTUAN FAKTOR KORESI WAKTU KERJA EFEKTIF DAN CYCLE TIME SISTEM SHOVEL-DUMP TRUCK BERBASIS ANALISIS MULTIVARIABEL Harlin, V. R.; Ibrahim, E.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2365

Abstract

Perencanaan kebutuhan dumptruck untuk pengupasan overburden mempertimbangkan target overburden dan kemampuan produksi dumptruck. Variabel utama yang mempengaruhi produksi dumptruck adalah waktu kerja efektif dan cycle time, yang ditentukan melalui pengamatan langsung dan perhitungan teoritis. Produksi dumptruck bervariasi karena multivariabel yang mempengaruhi waktu kerja efektif dan cycle time. Penelitian ini bertujuan mengestimasi waktu kerja efektif dan cycle time aktual tahunan dengan menentukan faktor koreksi menggunakan metode AHP. Hasil pengamatan menunjukkan waktu kerja efektif sebesar 69,20%, sementara pemodelan menghasilkan 52,57% dengan faktor koreksi 0,38. Terdapat selisih 24,03% lebih kecil dari waktu kerja efektif aktual. Cycle time pengamatan aktual adalah 23,06 menit, teoritis 11,24 menit, dan pemodelan 14,16 menit dengan faktor koreksi 0,24. Terdapat selisih 38,59% lebih besar dari cycle time aktual dibandingkan dengan pemodelan dan selisih 51,25% lebih kecil dibandingkan dengan aktual. Multivariabel dominan yang mempengaruhi waktu kerja efektif meliputi disiplin kerja (17,00%), maintanance & repair (41,90%), pengisian bahan bakar (6,10%), cuaca (29,30%), dan luas area di front dan disposal (5,70%). Sedangkan variabel yang mempengaruhi cycle time meliputi topografi (35,10%), sliperry (32,70%), kepadatan jalan (17,40%), jarak pandang (7,40%), dan penyiraman jalan (7,50%).
OPTIMASI RECOVERY CASSITERITE (SnO2) PADA KIP TIMAH 19 PT TIMAH TBK Ferdian, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.; Yusuf, M.; Komar, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2392

Abstract

Recovery cassiterite merupakan salah satu indikator dalam keberhasilan proses pemisahan cassiterite dengan mineral pengotornya. Kapal Isap Produksi (KIP) Timah 19 merupakan armada operasional penambangan milik PT Timah Tbk yang beroperasi di wilayah laut Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Proses pencucian bijih timah (cassiterite) pada KIP Timah 19 menggunakan Pan American Jig sebagai alat konsentrasinya, namun nilai recovery-nya masih di bawah standar perusahaan yaitu berkisar 90%-94%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variabel operasi jig yang mempengaruhi rendahnya capaian recovery cassiterite dalam proses pencucian bijih timah untuk mendapatkan recovery yang optimal sesuai dengan persyaratan perusahaan (di atas 96%). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan melakukan perubahan pada variabel operasi jig untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoptimalan recovery pada jig dapat tercapai setelah dilakukan perubahan atau penyesuaian salah satu variabel operasi jig, yaitu dengan panjang 32 mm, 26 mm dan 19 mm dan frekuensi pukulan jig sebesar 140 pukulan per menit. Recovery akhir dari jig primer BB 1 dan BB 2 meningkat dari 94,27% dan 96,58% menjadi 98,60% dan 98,73%.
EVALUASI EKONOMI PROSES PENCUCIAN BIJIH TIMAH TANPA SLUICE BOX PADA KAPAL ISAP PRODUKSI (KIP) DI LAUT MATRAS SUNGAILIAT Kohirozi, N.; Ibrahim, E.; Setiawan, B.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2908

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi ekonomi dari proses pengolahan bijih timah pada Kapal Isap Produksi (KIP) di PT Timah Tbk, khususnya dengan menghilangkan fungsi sluice box dalam proses pencucian. Sejak dioperasikannya KIP pada tahun 2008, proses pencucian bijih timah telah mengalami beberapa perubahan untuk mengoptimalkan penanganan material dan konsentrat. Awalnya konsentrat hasil Jig Clean Up (Kompartemen A, B, dan C) dicuci kembali di sluice box untuk meningkatkan kadar Sn hingga lebih dari 50%. Namun, Sisa Hasil Pengolahan (SHP) dari proses ini sering dibuang ke laut karena keterbatasan penyimpanan dan alat angkut. Saat ini, dengan ketersediaan alat angkut dan hasil analisis yang menunjukkan kadar Sn pada SHP (berkisar 4-10%) masih ekonomis, SHP dikumpulkan kembali. Perhitungan menunjukkan bahwa konsentrat bijih timah dari Jig Clean Up tidak lagi memerlukan proses di sluice box dan dapat langsung dikirim ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT). Pemotongan proses ini menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp 2.306.742,- per pengiriman (30 ton ore) atau sekitar 4,37% lebih rendah dari metode eksisting. Penghematan biaya ini bukan sekadar pengurangan angka, melainkan cerminan dari keputusan strategis PT Timah Tbk untuk terus mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saingnya di pasar komoditas global yang fluktuatif. Selain itu, tenaga kerja yang sebelumnya dialokasikan untuk pengoperasian sluice box dapat dialihkan untuk kegiatan perawatan alat pencucian di KIP, menjaga variabel jig tetap stabil, dan meminimalkan kehilangan material.
POTENSI TIMAH PADA LOKASI PENAMPUNGAN MATERIAL SISA HASIL PENGOLAHAN (SHP) LOKASI GEMURUH, PT TIMAH TBK Alfiansah, M. G.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2914

Abstract

Pulau Bangka dikenal sebagai wilayah utama penghasil timah di Indonesia, dengan sejarah panjang aktivitas penambangan sejak abad ke-18. Seiring dengan berkembangnya pengolahan mineral di PT Timah Tbk, sisa hasil pengolahan (SHP) semakin menjadi perhatian, mengingat masih adanya kandungan mineral strategis di dalamnya. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, pengelolaan SHP sebagai bagian dari konservasi sumber daya menjadi wajib dilakukan untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi timah (Sn) pada lokasi penampungan SHP di Gemuruh, PT Timah Tbk. Lokasi terbagi dalam tiga blok dengan volume total sebesar 6.772,5 m³ dan berat material 8.804 ton. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode test pit sesuai SNI 03-6376-2000, kemudian direduksi menggunakan teknik cone and quartering untuk menjaga representativitas. Analisis kadar Sn dilakukan menggunakan metode X-ray Fluorescence (XRF), dengan hasil rata-rata masing-masing blok sebesar 0,21% (Blok 1), 0,27% (Blok 2), dan 0,12% (Blok 3). Estimasi potensi timah yang dapat dikonservasi diperkirakan mencapai 16,20 ton Sn. Hasil ini menegaskan bahwa material SHP memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut, serta berperan penting dalam mendukung optimalisasi sumber daya mineral PT Timah Tbk secara berkelanjutan.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PENGUPASAN TANAH PENUTUP MENGGUNAKAN ALAT BERAT ZOOMLION Lidiani, R. M.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2915

Abstract

PT PDL melakukan proyek perdana dalam jasa pengupasan tanah penutup di Pit Middle dengan menggunakan alat produksi merk Zoomlion. Untuk menilai kelayakan proyek ini, perlu dilakukan analisis perencanaan keekonomian. Tujuan dari penelitian ini menghitung biaya yang timbul dalam proyek pengupasan tanah penutup PT PDL, mengestimasikan jumlah produksi tanah penutup pada kondisi break even dan mengidentifikasi kelayakan proyek berdasarkan analisis keekonomian, dan menentukan merk alat angkut yang lebih menguntungkan antara Zoomlion ZT105 atau Sany SKT 90S. Metode penelitian dengan penelitian eksplanatori dan komparatif untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang muncul terhadap pendapatan dan menilai sejauh mana perbedaan yang dapat ditimbulkan antara menggunakan alat angkut Zoomlion dengan alat angkut Sany SKT 90S. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa total biaya yang timbul dari proyek pengupasan tanah penutup Pit Middle PT PDL adalah sebesar Rp 521.215.875.276. Nilai break even point produksi proyek ini adalah sebesar 9.812.875 bcm. Hasil analisis kelayakan investasi, didapatkan nilai NPV proyek ini sebesar Rp 127.949.146.832, nilai IRR sebesar 102,68%, dan payback period 1,75 tahun yang berarti proyek ini layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis sensitivitas dengan mengubah parameter biaya investasi dan operasional dengan alat angkut Sany SKT 90S juga masih mendapatkan nilai positif, dengan nilai NPV Rp 202.926.360.473, IRR 194,64%, dan payback period selama 1,08 tahun. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penggunaan alat angkut merk Sany SKT 90S berpotensi dapat memberi laba yang lebih besar dibandingkan dengan alat angkut Zoomlion ZT105. Hal ini disebabkan meskipun kapasitas Zoomlion lebih besar, namun biaya operasionalnya lebih tinggi dibandingkan dengan Sany.
OPTIMASI BATAS PIT BERDASARKAN PERTIMBANGAN GEOTEKNIK DAN FINANSIAL PADA PT BUKIT ASAM TBK Dani, I. F.; Ibrahim, E.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i1.3271

Abstract

Perencanaan tambang batubara terbuka memerlukan integrasi kajian geoteknik dan finansial untuk menghasilkan batas pit yang aman serta layak secara ekonomi. Penelitian ini dilakukan pada Tambang Batubara Pit X Barat PT Bukit Asam, Tbk dengan tujuan mengoptimalkan batas pit berdasarkan kestabilan lereng dan kelayakan finansial serta mengevaluasi dampak risiko transisi energi terhadap keekonomian tambang. Optimasi pit dilakukan menggunakan algoritma Lerchs–Grossmann (LG) berbasis block model untuk memperoleh batas pit optimum. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan metode kesetimbangan batas untuk menentukan nilai Faktor Keamanan (FK) dan Probability of Failure (PoF) dengan mengacu pada Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018. Evaluasi finansial dilakukan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) dengan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Break Even Stripping Ratio (BESR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pit optimal (OPT 1) memiliki Stripping Ratio (SR) sebesar 5,58 dengan nilai BESR sebesar 11,63 pada kondisi non-transisi. Geometri lereng yang digunakan meliputi tinggi jenjang 8 m, sudut jenjang 45°, lebar berm 15 m, rest bench 30 m, dan lebar jalan 30 m dengan sudut keseluruhan lereng 6,77–19,61°. Analisis kestabilan lereng menghasilkan nilai FK statis sebesar 1,395 dengan PoF 3,27% serta FK dinamis sebesar 1,272 dengan PoF 4,89%. Evaluasi finansial menunjukkan nilai NPV sebesar USD 158.345.272 dan IRR sebesar 32,93%. Pada skenario transisi energi dengan Harga Batubara Acuan (HBA) USD 74/ton, nilai BESR menurun menjadi 9,38. Meskipun terjadi penurunan fleksibilitas ekonomi, kegiatan penambangan tetap layak karena nilai SR aktual masih lebih kecil dibandingkan BESR.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA MELALUI DIVERSI SUNGAI LENGKUPI STUDI KASUS PIT GAB 02 PT BUMI MERAPI ENERGI Hibaturrahman, R. B.; Ibrahim, E.; Sutriyono, E.; Toha, T.; Mahdyrianto, F.
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v10i2.3280

Abstract

Diversi sungai pada wilayah tambang terbuka tidak hanya berfungsi sebagai upaya pengendalian lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi strategi teknis untuk meningkatkan pemanfaatan cadangan batubara. Penelitian ini mengkaji secara komprehensif pengaruh diversi Sungai Lengkupi terhadap peningkatan cadangan batubara serta implikasinya terhadap kelayakan ekonomi penambangan di Pit GAB 02 PT Bumi Merapi Energi. Pendekatan penelitian dilakukan melalui integrasi analisis geologi, pemodelan sumber daya, desain pit optimasi, serta penerapan faktor pengubah sesuai SNI 5015:2019. Estimasi cadangan dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting sebelum dan sesudah penerapan desain diversi sungai, dengan mempertimbangkan batas pit ekonomis dan parameter teknis penambangan. Selanjutnya, evaluasi keekonomian dilakukan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP) untuk menilai dampak finansial dari skenario diversi sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi Sungai Lengkupi secara signifikan meningkatkan luas area tertambang dan volume cadangan batubara yang dapat diekstraksi secara ekonomis. Perubahan batas pit akibat eliminasi kendala alur sungai lama menghasilkan penurunan rasio kupas marginal serta peningkatan nilai NPV dan IRR proyek, disertai dengan percepatan periode pengembalian modal. Temuan ini mengindikasikan bahwa perencanaan diversi sungai yang terintegrasi dengan optimasi pit dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam peningkatan nilai proyek tambang, tanpa mengabaikan aspek teknis dan lingkungan.