Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Habitat, Struktur, Komposisi Dan Keanekaragaman Pohon Pada Habitat Orangutan Tapanuli Di Koridor Hutaimbaru: Analysis of Habitat Suitability, Structure, Composition, and Tree Diversity in the Tapanuli Orangutan Habitat in the Hutaimbaru Corridor Tanjung, Dede Syahputra; Aththorick, T. Alief; Rahmawaty, Rahmawaty
HUTAN TROPIKA Vol 20 No 1 (2025): Volume 20 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i1.21436

Abstract

The Tapanuli orangutan (Pongo tapanuliensis), currently classified as critically endangered, inhabits the Batang Toru Ecosystem and persists in two wild populations. This study aims to analyze habitat suitability for the Tapanuli orangutan, the Importance Value Index (IVI), the Shannon Diversity Index (H′), and the Margalef Species Richness Index (Dmg) of tree species. Model accuracy, assessed by the Area Under the Curve (AUC) of a random test based on 25% of samples, was 0.993, while the overall predictive AUC reached 0.996, both classified as “excellent.” Elevation, precipitation, and distance from forest cover emerged as the most influential environmental variables. Habitat suitability classification revealed 60.23% as “unsuitable,” 28.77% as “suitable,” and 11.00% as “highly suitable.” In secondary forest, the highest IVI values were observed for hoteng (Lithocarpus hystrix) at 28.68%, mayang (Palaquium gutta) at 22.55%, and hayu horsik (Ilex pleiobrachiata) at 17.81%. In mixed gardens/agroforestry systems, durian (Durio zibethinus) had an IVI of 21.44%, mayang (Palaquium gutta) 18.82%, and medang (Persea declinata) 18.48%. Shannon diversity (H′) was high in both secondary forest (3.19) and mixed gardens/agroforestry (3.23), while stem density diversity was moderate in secondary forest (2.71) and mixed gardens/agroforestry (2.53). Margalef richness (Dmg) was high in both secondary forest (5.63) and mixed gardens/agroforestry (5.96), whereas stem richness was high in secondary forest (4.51) but moderate in mixed gardens/agroforestry (3.79).
MENGUBAH SAMPAH MENJADI PELUANG: MENDAUR ULANG PLASTIK DAN MENGOLAH SAMPAH RUMAH TANGGA Rahmawaty, Rahmawaty; Rauf, Abdul; Sabrina, T.; Hasmadi Ismail, Mohd; Gandaseca, Seca; Fuad Abdullah, Muhammad; Aning Tedong, Peter; Nuryawan, Arif; Erwin Harahap, Darmadi; Aththorick, T. Alief; Kholizah, Siti; Syauki, Azri; Syawal Harahap, Fitra; Rambey, Ridahati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1730-1739

Abstract

Sampah organik dan sampah plastik dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan, karena membuat lingkungan menjadi kotor dan bau.  Untuk mengatasi masalah ini maka sampah organik dan sampah plastik tersebut diolah menjadi produk lain. Kegiatan ini dilakukan oleh Kelompok Tani Pondok Miri pada bulan Mei 2022. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan praktik daur ulang sampah plastik dan memanfaatkan sampah rumah tangga sebagai medium tanam dan pupuk untuk tanaman obat guna meningkatkan nilai jual dan pendapatan di antara masyarakat, yang diilustrasikan melalui studi kasus di kelompok tani Pondok Miri Asri, Desa Sei Semayang, Sunggal, Deli Serdang. Daur ulang sampah plastik dilakukan dengan menggunakan pipa paralon, botol bekas yang multifungsi untuk menanam tanaman obat, serta galon/gelas air mineral untuk menanam tanaman obat. Pengumpulan sampah plastik, seperti botol plastik, bungkus makanan, bekas pembungkus minyak, bekas gelas plastik, dan sejenisnya, dilakukan di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang untuk dijadikan wadah tanam bagi tanaman obat.