Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kesejahteraan Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Dalam Perspektif Ekonomi Islam Anas; Masin, Muhlis
ABHATS: Jurnal Islam Ulil Albab Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Direktorat Pondok Pesantren Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/abhats.vol5.iss1.art4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dan upaya menyejahterahkan Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Berkat cabang Bantaeng Sulawesi Selatan dalam Perspektif Ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan penelitian adalah level top manajamen dan karyawan Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Bantaeng. Pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara dengan analisis data deskriptif. Hasil penelitian memberikan temuan bahwa manajemen Koperasi Simpan Pinjam Berkat Cabang Bantaeng keberadaannya sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Bahwa gaji, tunjangan dan hak-hak karyawan telah terpenuhi sesuai dengan hak karyawan. Fakta mengindikasikan bahwa perusahaan cenderung fleksibiltas dan tidak memaksakan tugas atau target kepada karyawan secara berlebihan dan menekan. Penghargaan setinggi-tingginya akan diberikan kepad kayawan yang berprestasi sebagai bentuk pengakuan yang adil dari perusahaan atas kontrubusi dan kerja kerasnya. Pemberian gaji, tunjangan dan penghargaan selalu didasarkan pada prinsip keadilan, kesetaraan dan kehalalan. Sehingga, ini sudah sangat sesuai dengan perspektif ekonomi Islam bahwa kesejahteraan karyawan diperhatikan oleh Koperasi Berkat Cabang Bantaeng. Keywords: Kesejahteraan Karyawan, koperasi simpan pinjam, Ekonomi Islam
SOSIALISASI PENCEGAHAN TB PARU PADA REMAJA DI WILAYAH KERJA KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Fitri, Ridha; anas; Herlambang, Tri Mulyono; Khairunnisak, Khairunnisak
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.1994

Abstract

Kecamatan Johan Pahlawan adalah daerah tertinggi kasus TB di Aceh Barat yaitu 33 kasus. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit Tb  paru, rendahnya   kesadaran   masyarakat   untuk mencegah penularan dan pemberantasan penyakit Tb paru. TB paru banyak menyerang usia produktif yakni 15-50 tahun. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya remaja tentang pencegahan TB paru. Metode yang digunakan adalah Information and Comunication Tecnology (ICT) dengan menggunakan peralatan berupa laptop, LCD, dan Speaker. Sosialisasi pencegahan TB Paru diberikan kepada kelompok sasaran yang berjumlah 18 orang remaja di Aula Prodi Keperawatan Meulaboh Poltekkes Kemenkes Aceh. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terlihat peningkatan yang signifikan dari hasil test yang dilakukan kepada masyarakat sasaran yaitu dari awalnya hanya 16,7%, namun setelah diberikan sosialisasi meningkat sebanyak 83,3%. Perlu dilakukan tindak lanjut terhadap peningkatan kemampuan remaja dalam perawatan dan pemberantasan TB Paru.
Legalisasi Usaha Mikro: Pelatihan dan Pendampingan NIB, P-IRT, dan Sertifikasi Halal Bagi UMKM Berbasis Digital Online Single Submission Khatori, Anas; Anas; Usada, Untung; Rahma, Isna Maulita; Nugraha, Erlangga Abiartha; Kristanto, Riyan; Firmansyah, Ahcmad Ramadhani; Nabila, Syahrun; Rahmatullah, Alim; ’Ulya, Muhimmatul; Firmansyah, Rizky Dwi
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/qc6knj46

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Perumahan Bumi Intan Permai RT 20 dengan fokus pada pendampingan digitalisasi perizinan usaha mikro dan kecil (UMK) melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMK adalah minimnya pemahaman mengenai prosedur perizinan serta kendala teknis dalam pendaftaran daring, khususnya terkait Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikasi halal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui studi awal, sosialisasi, workshop, pendampingan praktis pembuatan akun OSS, serta pemberian materi sertifikasi halal sesuai regulasi terbaru BPJPH. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran pelaku UMK tentang pentingnya legalitas usaha. Sebanyak 75% peserta berhasil membuat akun OSS dan memproses NIB, sementara seluruh peserta memperoleh pemahaman mengenai prosedur sertifikasi halal. Program ini tidak hanya menghasilkan manfaat praktis berupa dokumen legal, tetapi juga memberikan implikasi strategis dalam meningkatkan daya saing, kredibilitas, dan akses pasar UMK. This community service program was conducted at Bumi Intan Permai Housing Complex, RT 20, with a focus on assisting with the digitalization of micro and small business (MSE) licensing through a risk-based Online Single Submission (OSS) system. The main problems faced by MSEs were a lack of understanding of licensing procedures and technical obstacles in online registration, particularly related to Business Identification Numbers (NIB), Home Industry Food (PIRT), and halal certification. The implementation method used a participatory approach through initial studies, outreach, workshops, practical assistance in creating OSS accounts, and providing halal certification materials in accordance with the latest BPJPH regulations. The results of the activity showed an increase in understanding and awareness among MSEs regarding the importance of business legality. As many as 75% of participants successfully created OSS accounts and processed NIBs, while all participants gained an understanding of halal certification procedures. This program not only produced practical benefits in the form of legal documents but also had strategic implications in increasing MSEs' competitiveness, credibility, and market access.
Determining the Priorities of Macroprudential Indicators in Indonesia Parizi, Ahmat; Anas
Islamic Economics Methodology Vol. 4 No. 2 (2025): Islamic Economics Methodology
Publisher : SMART Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58968/iem.v4i2.707

Abstract

Financial system stability is the main prerequisite for the sustainability of a country's economic growth. In this context, macroprudential policy plays an important role in mitigating systemic risks originating from the financial and real sectors. However, the effectiveness of macroprudential policies is largely determined by the accuracy of the indicators used as early warning indicators. This study aims to determine the priority macroprudential indicators that are most relevant to Indonesia based on the assessment of experts. The method used is the Delphi method involving nine experts who have competence in the field of macroeconomics and financial stability. The analysis was carried out using statistical measures in the form of mean values, standard deviation, and interquartile range (IR) to measure the consensus level. The results showed that of the 20 macroprudential indicators analyzed, there were 13 indicators that reached consensus (convergent) and 7 indicators that did not reach consensus (divergent). The indicators with the highest priorities are the current account deficit, the adequacy of foreign exchange reserves, and the employment rate. These findings underscore the importance of external sector and labor market indicators in the macroprudential policy framework in Indonesia.
Literasi Digital dan Transformasi Sosial Pembelajaran Siswa SMP Negeri 2 Unaaha Kabupaten Konawe Anas; Apryeni, Fransisca; Safitri, I Luh Melda; Lestari, Erina Sukma
DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika Vol 11 No 2 (2025): DIALEKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Matematika
Publisher : FKIP, Universitas Lakidende Unaaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi sosial pembelajaran di era digital melalui praktik literasi digital siswa di SMP Negeri 2 Unaaha Kabupaten Konawe. Literasi digital dikonseptualisasikan sebagai modal kultural dalam arena pendidikan yang memengaruhi praktik belajar dan relasi pedagogik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif–interpretatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 12 siswa, empat guru wali kelas, dan satu kepala sekolah, serta didukung kuesioner terhadap 60 siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56% siswa memanfaatkan YouTube sebagai sumber utama belajar, diikuti Google (20%), Brainly (14%), dan Photomath (10%). Praktik digital guru didominasi oleh penggunaan Quizizz (58%), dibandingkan Kahoot (15%) dan Google Classroom (10%). Temuan ini mengonfirmasi literatur sebelumnya mengenai fungsi instrumental literasi digital, namun juga menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran berlangsung secara adaptif dan reproduktif dalam struktur evaluatif sekolah. Literasi digital berkembang pada level fungsional–operasional dan mereproduksi habitus belajar yang berorientasi pada penyelesaian tugas. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran pada tingkat SMP tidak bersifat disruptif, melainkan beroperasi dalam kerangka struktur sosial pendidikan yang relatif stabil.  
Kekosongan Norma Sanksi Dan Implikasinya Terhadap Perlindungan Anak Pasca Perceraian Dalam Sistem Hukum Perkawinan Indonesia Huda Noor Rahman, Huda; Anas; Naufal, Yamani; Parahdina, Soraya
Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam
Publisher : Muhammadiyah University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/mqsd.v15i1.31085

Abstract

Dalam hukum keluarga di Indonesia, perceraian tidak menghapuskan kewajiban ayah untuk memberikan nafkah kepada anak. Namun, meskipun kewajiban tersebut diatur secara tegas, tidak terdapat pengaturan sanksi khusus apabila kewajiban itu tidak dipenuhi. Ketiadaan norma sanksi ini menimbulkan kelemahan struktural dalam penegakan hukum. Artikel ini mengkaji kesenjangan normatif tersebut serta implikasinya terhadap kepastian hukum dan perlindungan anak. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada aspek implementasi, penelitian ini menyoroti kekosongan norma sanksi sebagai akar struktural lemahnya kepatuhan terhadap kewajiban nafkah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan sanksi menjadikan norma kewajiban nafkah lemah secara yuridis dan tidak memiliki daya paksa yang memadai. Hal ini berdampak pada lemahnya kepastian hukum, tidak efektifnya pelaksanaan putusan pengadilan, serta meningkatnya beban ekonomi pihak pengasuh anak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi melalui perumusan sanksi dan mekanisme penegakan yang lebih efektif guna menjamin perlindungan hak anak pasca perceraian. Kata Kunci: Hukum Perkawinan, Kekosongan Norma, Nafkah Anak, Perceraian, Perlindungan Anak.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU: OPTIMALISASI PROGRAM MAGANG GURU DAN SELF IMPROVEMENT DI KOTA BANDUNG Anas; Ihwan Fauzi
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to investigate the contribution of teacher internship programs and self-improvement efforts to the formation of superior educators and increasing professionalism within the Center of Excellence (CoE) Vocational School environment. The research method used is a qualitative method with a case study approach. The data collection techniques used were participatory observation, interviews with teachers who had participated in the teacher internship program, and analysis of documents related to program implementation. The research results show that teacher internship programs and self-improvement efforts significantly increase teaching competence, understanding of the latest curriculum, and teacher managerial skills in transferring knowledge in the classroom through more structured learning practices, teachers who are straightforward in delivering material, and sharing experiences with another teacher related to internships. Recommendations from this research involve increasing collaboration between educational institutions and industry, providing stronger support from the government and schools for teacher self-improvement efforts, as well as developing teacher internship programs that are more structured and results-oriented to form students who are ready to enter the world of work. in line with industry expectations. To achieve this, teachers are needed whose competencies are expected to be in line with industry needs.