Latar belakang: Kesenjangan literasi digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan dalam pendidikan dasar, khususnya dalam pengenalan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir komputasional dan koding. Siswa sekolah dasar di daerah pedesaan umumnya masih menjadi pengguna pasif teknologi dan belum memperoleh kesempatan untuk memahami proses kreatif di baliknya. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar berpikir komputasional dan koding kepada siswa Sekolah Dasar di Desa Rumah Gerat melalui pelatihan pembuatan game edukasi menggunakan platform Scratch serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 25 siswa kelas IV–VI yang dibagi ke dalam lima kelompok. Desain kegiatan menggunakan pendekatan project-based learning dengan metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas peserta, penilaian proyek game yang dihasilkan, dan angket respon siswa. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, rubrik penilaian proyek, dan angket kepuasan peserta. Hasil: Seluruh kelompok menghasilkan 5 prototipe game edukasi sederhana dengan mekanisme skor dan level yaitu Game Matematika (3 buah) dan Game Pengenalan Kata (2 buah). Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep algoritma, event, dan logika dasar pemrograman. Dihasilkan Kesimpulan: Pelatihan koding berbasis Scratch efektif dalam menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional dan literasi digital produktif pada siswa sekolah dasar di wilayah pedesaan. Program ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan dan proyek dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang relevan untuk mengurangi kesenjangan literasi digital serta mendukung penguatan keterampilan abad ke-21.