Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberian Pelatihan Pengambilan Darah Vena Dan Kapiler Pada Siswa SMK Negeri 17 Samarinda Marsudi, La Ode; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Susanto, Zaenal Adi; Putri, Maharani
Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): Linggamas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.linggamas.2024.2.1.12870

Abstract

Blood collection, or phlebotomy, is the process of obtaining a blood sample from circulation through a puncture or incision. The medical personnel who perform this procedure are called phlebotomists. Typically, blood is drawn from the median cubital vein in the front of the arm (inside the elbow). If this vein is not accessible, the cephalic or basilic veins can be alternatives, and if these are also unsuitable, blood can be drawn from a vein in the wrist area. It is important to consider blood volume, especially in patients with anemia, newborns, or patients with small veins, to avoid insufficient blood collection. Adequate skills are required to obtain a qualified blood sample. The aim of this community service is to provide education and training to students on the proper methods for venous and capillary blood collection in accordance with standard procedures, and to minimize phlebotomy complications. The service methods include pre-tests, post-tests, material presentation, and phlebotomy practice. Out of 44 participants, after education, 88.6% understood phlebotomy, 86.3% understood ancient phlebotomy techniques, 100% understood modern techniques, 91% understood the types of veins and the first choice, 75% understood the order of venipuncture, 100% understood modern phlebotomy equipment, and 79.5% understood the use of tourniquets. In conclusion, participants' knowledge increased after phlebotomy training and education.
VAKSINASI YANG AMAN UNTUK PENDERITA DIARE Anam, Khoirul; Susanto, Zaenal Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abd_mlt.v2i1.1027

Abstract

Diarrhoea is one of the most common digestive diseases in the community. Until now, diarrheal disease is still a major health problem and the main cause of death in children under five, especially in developing countries including Indonesia (WHO, 2009). Based on demographic characteristics, the under-five age group is the group with the highest incidence of diarrhoea. Socialization is one of our efforts to absorb and provide information that is relevant to our goals and objectives. Socialization is carried out as an effort to inform the public through the provision of socialization. Better understanding leads to better thinking. One of the efforts that must be made for socialization and education is the provision of safe vaccinations for diarrhoea sufferers. Due to the lack of public understanding of vaccination, people are reluctant to vaccinate. Therefore, promotive efforts on safe vaccination for diarrhoea sufferers were carried out by ITKES Health lecturers and student Wiyata Husada Samarinda. After the presentation of the material was completed, participants were first given a posttest by giving questionnaires to as many as 33 people who had good knowledge about vaccination and diarrhoea, and as many as 3 people have sufficient knowledge about vaccination and diarrhoea.
Pemeriksaan Golongan Darah Pada Siswa SMA Negeri 2 Tenggarong Susanto, Zaenal Adi; Utami, Rinda Aulia; Irwadi, Didi; Erni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golongan darah merupakan bentuk klasifikasi darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah yang disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membrane sel darah merah. Golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B di permukaan eritrositnya serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun antigen B dalam serum darahnya. Sedangkan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tetapi dalam serumnya terdapat antibodi terhadap antigen A dan B. Golongan darah secara umum terbagi menjadi empat golongan darah yaitu A,B,O dan AB, selain itu darah juga dikelompokkan menjadi golongan darah Rh positif (rh+) dan Rh negatif (rh-). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini membantu meningkatkan pengetahuan dan pentingnya golongan darah serta untuk mengetahui jumlah persentase siswa yang memiliki golongan darah A, B, AB, O. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah persiapan, dan pelaksanaan dengan mengambil sampel darah dari setiap siswa sehingga diperoleh hasil dari setiap golongan darah siswa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa ada semua golongan darah yaitu A, B, AB dan O. Presentase hasil pemeriksaan yaitu siswa dengan golongan darah A dan B sebanyak 29%, golongan darah B sebesar 39%, dan golongan darah O 27%. Semua siswa (100%) memiliki rhesus positif (Rh +).
Pemeriksaan Kadar Hb pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Samarinda Raudah, Siti; Susanto, Zaenal Adi; Mawardhani, Maya Tamara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) di bawah batas normal, sebagaimana diketahui bahwa sel darah merah mengandung Hb yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringant tubuh. Kadar hemoglobin normal pada laki laki adalah 14 – 18 g/dL dan perempuan 12 g/dL. Remaja putri lebih mudah mengalami anemia karena umumnya lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit. Remaja putri ingin menjaga penampilan sehingga membatasi asupan gizi. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi, khususnya melalui feces, setiap bulan remaja putri mengalami haid, dimana kehilangna zat besi ± 1,3 mg perhari sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada laki-laki. Dampak dari gejala anemia tersebut adalah prestasi belajar remaja dapat menurun, malas berolahraga dan produktivitas kerja menurun, serta imunitas tubuh menurut sehingga tubuh mudah terinfeksi. Oleh karena itu perlu diberikan pemahaman bahwa melakukan pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu adanya keluhan atau kejadian sakit remaja putri. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah pemeriksaan screening dengan tes darah berupa pemeriksaan kadar Hb dalam darah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2022 2019 bertempat di SMU Negeri 1 Samarinda. Hasil ada sebanyak 179 remaja putri yang melakukan pemeriksaan Hb, dengan hasil pemeriksaan Hb normal sebanyak 34 orang (19%) dan Hb rendah sebanyak 145 orang (81%) Kesimpulan Nilai Hb rendah rentan terjadi pada remaja putri sehingga memiliki resiko tinggi anemia