Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Mobile Learning Berbasis Augmented Reality Materi Bangun Datar dan Ruang dengan Pendekatan Etnomatematika pada Tingkat Sekolah Dasar Anggraini, Cicilia Clara Devi; Dewi, Danar Kristiana; Wiradharma, Gunawan; Anam, Khaerul; Nurmanita, Tiara Sevi
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol 6 No 2 (2023): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v6i2.6851

Abstract

Aktivitas pembelajaran matematika yang dilakukan oleh guru di tingkat sekolah dasar belum sesuai dengan apa yang diharapkan karena media pembelajaran yang digunakan hanya terpaku pada satu sumber, yaitu buku ajar sehingga peserta didik kesulitan dalam memahami materi dan objek yang tidak jelas. Mobile learning sebagai alternatif layanan pembelajaran masa kini yang adaptif menawarkan kemudahan, kecepatan, keluwesan, dan kemenarikan. Selain itu, penggunaan media pembelajaran semakin beragam dan interaktif, salah satunya adalah dengan pemanfaatan teknologi augmented reality (AR). Perlu dilakukan pengembangan aplikasi mobile learning berbasis augmented reality materi bangun datar dan ruang yang terdapat dalam pelajaran matematika di tingkat SD agar materi tersebut mudah dipahami. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengembangan aplikasi tersebut. Tujuan penelitian ini melakukan pengembangan hingga uji kelayakan dari para ahli. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pengembangan aplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dengan kuesioner sebagai teknik pengambilan data. Tahapan penelitian dan pengembangan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Penelitian ini fokus pada bagian pengembangan aplikasi yang terdiri atas dua tahap. Tahap pertama adalah pengembangan konten dan tampilan aplikasi. Tahap kedua adalah uji validasi aplikasi menurut ahli bahasa, materi, dan media sehingga jika ada kekurangan dapat dilakukan perbaikan. Hasil penelitian ini adalah kualitas dan kelayakan aplikasi mobile learning berbasis augmented reality materi bangun datar dan ruang. Kata kunci: mobile learning, augmented reality, pengembangan aplikasi, media pembelajaran, bangun ruang/datar, pendekatan etnomatematika
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENGUATKAN IDENTITAS NASIONAL SISWA DI LUAR NEGERI: PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DI SEKOLAH INDONESIA MALAYSIA DAN SINGAPURA Nurmanita, Tiara Sevi; Wiradharma, Gunawan; Prasetyo, Mario Aditya; Anam, Khaerul; Rohmah, Dewi Wardah Mazidatur
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i4.26291

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural menjadi semakin penting, terutama bagi komunitas diaspora karena sekolah-sekolah Indonesia Luar Negeri menghadapi tantangan unik dalam mempertahankan dan memperkuat identitas nasional siswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif guru dan siswa mengenai implementasi pendidikan multikultural di sekolah-sekolah Indonesia luar negeri dan bagaimana hal ini mempengaruhi persepsi dan praktik identitas nasional mereka. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dan metode wawancara mendalam terhadap guru dan siswa di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, dan Sekolah Indonesia Singapura, penelitian ini mendapatkan pemahaman mendalam tentang dinamika di dalam kelas, strategi pengajaran yang digunakan, serta respons dan interaksi antara guru dan siswa dalam konteks multikultural. Penelitian ini menghasilkan perspektif guru dan siswa terkait karakteristik Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia dan Singapura, penerapan pendidikan multikultural di Sekolah Indonesia Luar Negeri, dan tantangan pendidikan multikultural di Sekolah Indonesia Luar Negeri. Ketiga sekolah menunjukkan karakteristik yang khas dan adaptif terhadap kebutuhan pendidikan dan kebudayaan siswa-siswa Indonesia di luar negeri. Sekolah Indonesia Luar Negeri berusaha mengimplementasikan pendidikan multikultural untuk mempertahankan dan memperkuat identitas ke-Indonesia-an melalui kurikulum, kegiatan, dan integrasi kebudayaan. Setiap sekolah menghadapi tantangan unik berdasarkan konteks geografis dan demografis, tetapi memiliki tujuan yang sama untuk mengintegrasikan pendidikan dengan kebutuhan multikultural siswa.[L1] Abstract: Multicultural education is becoming increasingly important, especially for diaspora communities as overseas Indonesian schools face unique challenges in maintaining and strengthening the national identity of Indonesian students. This study aims to explore the perspectives of teachers and students regarding the implementation of multicultural education in overseas Indonesian schools and how this affects their perceptions and practices of national identity. Using a descriptive qualitative approach based on interview data with teachers and students at Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, and Sekolah Indonesia Singapore, the research gained an in-depth understanding of the dynamics in the classroom, the teaching strategies used, and the responses and interactions between teachers and students in a multicultural context. The research resulted in the characteristics of Indonesian Overseas Schools in Malaysia and Singapore, the implementation of multicultural education in Indonesian Overseas Schools, and the challenges of multicultural education in Indonesian Overseas Schools. All three schools show an adaptive approach to the educational and cultural needs of Indonesian students abroad. The Indonesian Overseas Schools strive to maintain and strengthen their Indonesian identity through curriculum, activities and cultural integration. Each school faces unique challenges based on geographic and demographic contexts, but shares the goal of integrating education with students' multicultural needs. [L1]Sebaiknya hasil penelitian menjawab dari tujuan penelitian. Harap disesuaikan
Peningkatan Pemahaman Guru Terhadap Media Sosial dalam Pembelajaran Nurmanita, Tiara Sevi; Cicilia Clara Devi Anggraini
JANACITTA Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jnctt.v7i2.3028

Abstract

AbstractThe limited use of media makes learning less engaging and can cause students to feel bored. This research aims to examine the utilization of social media to enhance the learning process. Data were collected from statements made by 70 elementary school teachers who responded to a Google Forms questionnaire. The data obtains the grade levels at which teachers teach, the social media platforms, utilization and the impact. The data is processed with Google Forms software in the form of pie charts, while respondents' answers are summarized and processed using a word cloud. The majority of respondents are teachers, teach in grade 1 (28.8%), with only 6.8% teaching in grade 6. The social media platform most commonly used by teachers for teaching was WhatsApp (74.6%), YouTube had the lowest usage (1.7%). Teachers used WhatsApp to send lesson materials (37.3%), assignments (33.9%), video calls (5.1%). WhatsApp was chosen because more efficient and accessible to everyone, including students and the parents. Learning is not confined to the classroom but can also take place on social media outside of school and beyond regular school hours. The limitations of physical space and time for learning are no longer obstacles to the presence of social media.   Abstrak Keterbatasan penggunaan media membuat pembelajaran menjadi kurang menarik dan dapat menyebabkan siswa merasa bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan proses pembelajaran. Data dikumpulkan dari pernyataan yang dibuat oleh 70 guru sekolah dasar yang menanggapi kuesioner Google Forms. Data diperoleh dari tingkatan kelas guru mengajar, platform media sosial, pemanfaatan dan dampaknya. Data diolah dengan software Google Forms dalam bentuk pie chart, sedangkan jawaban responden dirangkum dan diolah menggunakan word cloud. Mayoritas responden adalah guru, mengajar di kelas 1 (28,8%), dan hanya 6,8% yang mengajar di kelas 6. Platform media sosial yang paling umum digunakan guru untuk mengajar adalah WhatsApp (74,6%), YouTube memiliki penggunaan terendah (1,7). %). Guru menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan materi pelajaran (37,3%), tugas (33,9%), video call (5,1%). WhatsApp dipilih karena lebih efisien dan mudah diakses oleh semua orang, termasuk siswa dan orang tua. Pembelajaran tidak hanya terbatas di dalam kelas saja tetapi juga dapat dilakukan melalui media sosial di luar sekolah dan di luar jam sekolah biasa. Keterbatasan ruang fisik dan waktu belajar tidak lagi menjadi kendala kehadiran media sosial.
MEMBERDAYAKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN: PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PEMANDU PANTAI GALUNG UNTUK DESTINASI UNGGULAN JURUAN DAYA Wardah Mazidatur Rohmah, Dewi; Sucipto, Sucipto; Nurmanita, Tiara Sevi; Hidayati, Berlina; Dhika Arif Rizqon, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4139-4153

Abstract

Desa Juruan Daya di Sumenep memiliki potensi pariwisata yang belum tergarap, terutama di Pantai Galung. Salah satu hambatan utamanya adalah keterbatasan keterampilan pemandu wisata lokal. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemandu wisata dan menetapkan standar operasional guna mengangkat Pantai Galung menjadi destinasi wisata unggulan. Program pelatihan yang bersifat interaktif dan praktis mencakup pengetahuan destinasi, teknik pemanduan, protokol keselamatan, dan praktik pariwisata berkelanjutan. Peserta juga mengikuti simulasi lapangan untuk mempersiapkan skenario pemanduan nyata. Pelatihan ini juga mengintegrasikan elemen budaya lokal dan mempromosikan daya tarik sekitar serta produk UMKM seperti terasi. Dengan menetapkan standar operasional, inisiatif ini bertujuan mengelola kapasitas wisatawan dan meminimalkan dampak lingkungan, memastikan keberlanjutan Pantai Galung dalam jangka panjang. Hasil yang diharapkan termasuk peningkatan kinerja pemandu, pengalaman wisatawan yang lebih baik, dan model pariwisata berkelanjutan yang mendukung ekonomi lokal dan lingkungan. 
Nilai moral dalam cerita fantasi karya mahasiswa PGSD UNU Blitar: Kajian nilai pendidikan Mu'alimah, Isna Khuni; Nurmanita, Tiara Sevi; Nisak, Winda Khoirun; Niwangtika, Widyarnes; Kurniasari, Dwi
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 3 No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v3i4.1373

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji cerita anak karya mahasiswa PGSD UNU Blitar yang bergenre fantasi dari segi nilai moral yang terkait dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan wadah untuk melestarikan nilai-nilai moral salah satunya melalui cerita. Proses ini bertujuan untuk memberikan bekal kehidupan bagi siswa melalui proses pembudayaan dan pemberdayaan. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik perlu memiliki kemampuan bersastra yang baik, salah satunnya adalah kemampuan menulis cerita. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dimana data yang terkumpul berupa kata-kata. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik baca, dan teknik catat. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan teknik dialektik dan teknik analisis ini. Teknik dialektik digunakan dengan menghubungkan unsur-unsur yang ada dalam cerita fantasi karya mahasiswa dan mengintegrasikannya ke dalam satu kesatuan makna. Proses selanjutnya yakni membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru dan data sahih dengan memperhatikan konteks melalui analisis isi. Penelitian ini akan menghasilkan kajian mendalam nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita-cerita hasil karya mahasiswa. Abstract: This research examines children's stories written by PGSD UNU Blitar students in the fantasy genre in terms of moral values ​​related to the field of education. Education is a forum for preserving moral values, one of which is through stories. This process aims to provide provisions for life for students through acculturation and empowerment processes. Therefore, as an educator, you need to have good literary skills, one of which is the ability to write stories. The research method uses a qualitative descriptive research method where the data collected is in the form of words. This research data was collected using reading techniques and note-taking techniques. Meanwhile, the data analysis technique uses dialectical techniques and this analysis technique. The dialectical technique is used by connecting the elements in the student's fantasy story and integrating them into a single meaning. The next process is to make replicable inferences and valid data by paying attention to context through content analysis. This research will produce an in-depth study of the moral values ​​contained in the stories created by students.
MEMBERDAYAKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN: PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PEMANDU PANTAI GALUNG UNTUK DESTINASI UNGGULAN JURUAN DAYA Wardah Mazidatur Rohmah, Dewi; Sucipto, Sucipto; Nurmanita, Tiara Sevi; Hidayati, Berlina; Dhika Arif Rizqon, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4139-4153

Abstract

Desa Juruan Daya di Sumenep memiliki potensi pariwisata yang belum tergarap, terutama di Pantai Galung. Salah satu hambatan utamanya adalah keterbatasan keterampilan pemandu wisata lokal. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemandu wisata dan menetapkan standar operasional guna mengangkat Pantai Galung menjadi destinasi wisata unggulan. Program pelatihan yang bersifat interaktif dan praktis mencakup pengetahuan destinasi, teknik pemanduan, protokol keselamatan, dan praktik pariwisata berkelanjutan. Peserta juga mengikuti simulasi lapangan untuk mempersiapkan skenario pemanduan nyata. Pelatihan ini juga mengintegrasikan elemen budaya lokal dan mempromosikan daya tarik sekitar serta produk UMKM seperti terasi. Dengan menetapkan standar operasional, inisiatif ini bertujuan mengelola kapasitas wisatawan dan meminimalkan dampak lingkungan, memastikan keberlanjutan Pantai Galung dalam jangka panjang. Hasil yang diharapkan termasuk peningkatan kinerja pemandu, pengalaman wisatawan yang lebih baik, dan model pariwisata berkelanjutan yang mendukung ekonomi lokal dan lingkungan. 
Pembelajaran Berbasis Pendidikan Multikultural pada Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia dan Singapura Nurmanita, Tiara Sevi; Wiradharma, Gunawan; Prasetyo, Mario Aditya; Anam, Khaerul; Suparti, Suparti
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 8 No. 5 (2025): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v8i5.16345

Abstract

The purpose of this study is to analyze the teaching and learning process at Indonesian Schools (SILN), focusing on the challenges faced in preserving Indonesian cultural heritage amidst the social, cultural, and linguistic diversity of students from diverse backgrounds. The research method used here is qualitative, based on a case study approach, and employs thematic analysis to analyze the collected data. The research team conducted in-depth interviews with school administrators, faculty, and students from Indonesian Schools in Kota Kinabalu (SIKK), Kuala Lumpur (SIKL), and Singapore (SIS) to gather information about the curriculum and pedagogy at SILN. Education at Indonesian schools abroad must be integrated with the teaching of Indonesian culture and the learning of the Indonesian language, which directly contributes to the formation of national character. The study findings are anticipated to provide theoretical contributions to the development of multicultural education and Indonesian language teaching abroad, as well as practical benefits for SILN administrators and teachers in developing more effective and inclusive teaching methods, thereby enabling education at SILN to optimally maintain and introduce Indonesian culture to students living abroad.   Keywords: Global Diversity, Multicultural Education, Teaching and Learning Process, Indonesian Schools Abroad
Children’s stories: Reality and cultivation Nurmanita, Tiara Sevi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 48, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine the reality and cultivation of children's stories by children and adults. Children's stories used in this study are children's novels. The method used is literary analysis in the form of a mimetic approach. Data sources are in the form of text excerpts from children's novels by children and adults. The results of the study are a comparison of reality and story development in children's novels by children and adults. In terms of reality, it is found that children's stories are imitations of children's real life interpretations as reviewed in children's characteristics. When viewed from the perspective of cultivation, children's stories written by children have simpler storyline, use many conversational texts and tend to use simple sentences. On the other hand, the storylines and sentences in children's stories written by adults are more complex, although the vocabulary used is still simple.