Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Zuriat

PENGUJIAN TOLERANSI PLASMA NUTFAH PADI TERHADAP CEKAMAN SUHU RENDAH PADA AGROEKOSISTEM GOGO Rina Hapsari Wening; Untung Susanto
Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i2.6873

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi plasma nutfah koleksi BB Padi terhadap cekaman suhu rendah pada agroekosistem gogo untuk mendapatkan genotipe yang toleran. Percobaan dilaksanakan di Desa Sikumpul Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara (1100 mdpl) pada MK 2010. Materi yang diuji sebanyak 86 aksesi plasma nutfah padi koleksi BB Padi dengan varietas pembanding yaitu Sarinah, Barito, Tejo, Ciherang dan IR 64. Percobaan ditata sesuai dengan rancangan augmented 4 blok dengan petak percobaan berukuran 1 x 2,5 m2.  Benih ditanam secara langsung (tabela) pada jarak tanam 20 x 20 cm dengan 1 benih per lubang pada agroekosistem gogo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi Cere Beureum, RUTTST858B-5-2-2-2-0-J dan Padi Gunung/Huma diindikasikan toleran terhadap cekaman suhu rendah karena memiliki umur bunga yang nyata lebih genjah dan sama dengan Tejo yang diduga tidak escape dari cekaman suhu rendah. Aksesi Cere Manggu, Ringgit, dan Bereum Tomang memiliki sifat adaptif di dataran tinggi karena memiliki nilai yang nyata lebih baik dibanding cek terbaik Tejo pada karakter bobot gabah per rumpun, gabah isi per malai, fertilitas malai, skore fertilitas malai, dan eksersi malai. Aksesi Ase Andele, Kantong dan Randa Kaya juga dapat dikatakan adaptif di dataran tinggi karena memiliki beberapa sifat komponen hasil yang lebih baik dibanding cek terbaik Tejo. 
Variabilitas Genetik dan Daya Gabung Umum Galur-Galur Murni Jagung Melalui Analisis Topcross Untung Susanto; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamihardja; Totok Agung Dwi Haryanto
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6679

Abstract

Merakit sebuah varietas jagung hibrida memerlukan jumlah galur murni yang sangat besar, padahal hanya sedikit sekali galur yang memiliki daya gabung yang tinggi, untuk dapat digunakan sebagai tetua hibrida superior. Topcross adalah metode seleksi daya gabung umum galur murni yang efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi variabilitas genetik dan daya gabung umum masing-masing galur murni untuk menyeleksi galur-galur murni terbaik yang akan dilanjutkan dalam uji dialel. Bahan dalam percoabaan ini adalah galur-galur murni populasi 3 dan populasi 4 diambil dari koleksi galur murni laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian ekperimental dilaksanakan dalam tiga musim tanam. Musim pertama dilaksanakan untuk melakukan selfing terhadap galur-galur murni, musim kedua untuk melakukan persilangan dengan tester dan yang ketiga untuk menganalisa hibrida hasil topcross. Sejumlah 142 hibrida dianalisa untuk mengevaluasi penampilan galurgalur murni. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa hampir seluruh karakter yang diamati memiliki variabilitas genetic yang luas (bobot panen kering, bobot pipilan, jamlah baris biji per tongkol, bobot 100 biji, jumlah daun, panjang batang dan buku tongkol produktif). Sepuluh galur murni direkomendasikan untuk uji lebih lanjut dalam persilangan dialel. Kesepuluh galur murni tersebut adalah : nomor kode 296, 58, 118b, 53, 207, 82, 20, 108, 301, and 276.