Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Deteksi dan Identifikasi Protozoa pada Feses Pasien Kucing Di Klinik ZZ Pet Care Jaelani, M Abdurrahman; Atma, Candra Dwi; Janah, Maratun; Munawaroh, Muhammad
Mandalika Veterinary Journal Vol. 4 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v4i2.13409

Abstract

Kucing adalah salah satu hewan kesayangan yang banyak dipelihara Masyarakat. Masyarakat banyak memelihara kucing, tetapi banyak juga yang kurang memperhatikan kesejahteraannya, lingkungan yang lembab dan kotor merupakan tempat perkembangan beberapa agent penyakit, salah satunya adalah protozoa. Protozoa merupakan organisme bersel tunggal, dimana pada beberapa spesies mempunyai lebih dari satu nucleus (inti) pada bagian atau seluruh daur hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi protozoa pada feses pasien  kucing di klinik ZZ pet care. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2023 dengan menggunakan 70 sampel feses pasien kucing dengan menggunakan metode natif dan sedimen. Pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium klinik ZZ pet care. Hasil pemeriksaan dengan metode natif dan metode sedimen dari 70 sampel menunjukan bahwa terdapat 4 sampel positif. Berdasarkan seluruh sampel positif, telah berhasil diidentifikasi 3 jenis protozoa, yaitu : Toxoplasma gondii, Isospora sp dan Giardia sp. 
Deteksi Logam Berat Tembaga (Cu) pada Plasma Darah Sapi Bali (Bos Sondaicus) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gili Trawangan Lestari, Mirsa Novia Putri; Purwanti, Ni Luh Lasmi; Janah, Maratun; Dina, Nur Rus; Munawaroh, Muhammad
Mandalika Veterinary Journal Vol. 4 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v4i2.13421

Abstract

Pencemaran logam pada daging sapi bali yang dipelihara di TPA, diindikasikan karena mengonsumsi sampah yang kemungkinan besar sudah tercemar dengan berbagai jenis logam berat. Cemaran logam berat pada sapi bali yang mengkonsumsi logam berat dapat terakumulasi dalam darah sapi. Hal ini dapat berdampak buruk bagi ternak, tentu secara tidak langsung juga akan berdampak buruk juga bagi kesehatan masyarakat ketika mengkonsumsi daging sapi. Sapi yang digembala secara ekstensif di TPA lebih tinggi sebesar 1,515 mg/kg dibandingkan sapi yang dipelihara secara semi intensif di luar TPA sebesar 1,408 mg/kg sehingga sapi yang digembalakan pada area TPA 10,7% lebih tinggi dari sapi yang dipelihara secara semi intensif pada luar TPA. Tujuan dilakukan penelitian untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan logam berat tembaga (Cu) pada plasma darah sapi bali yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir TPA Gili Trawangan. Sampel pada penelitian ini adalah darah sapi bali yang digembalakan di TPA Gili Trawangan sebanyak 10 sampel berdasarkan metode yang digunakan yaitu Simple Random Sampling. Pembacaan kandungan logam berat tembaga menggunakan Atomic Absobtion Specttrophotometer (AAS). Dari 10 sample yang diperiksa, didapatkan hasil bahwa semua sampel negatif terinfeksi logam berat tembaga (Cu). Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal seperti berat badan ternak, umur dan antibodi ternak sedangkan faktor eksternal yaitu jumlah zat toksik, konsentrasi, lama paparan logam tembaga sangat mempengaruhi kadar logam tembaga dalam darah. 
Deteksi Ektoparasit pada Ikan Nila (Oreochormis niloticus) Di Desa Perian Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur Atma, Candra Dwi; Libra, Yaonanta; Afifah, Firdausya Ummu; Purwanti, Ni Luh Lasmi; Janah, Maratun; Munawaroh, Muhammad; Dharmawibawa, Iwan Doddy
Mandalika Veterinary Journal Vol. 5 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mvj.v5i1.15365

Abstract

Ikan nila (Oreochromic niloticus) merupakan salah satu ikan air tawar dengan nilai ekonomis penting di Indonesia karena cara budidayanya yang relatif mudah, sebagai sumber protein hewani utama selain daging, telur, dan susu. Serangan parasit membuat ikan kehilangan nafsu makan, kemudian perlahan-lahan lemas dan berujung kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi ektoparasit pada ikan nila di Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober- November 2024 dengan menggunakan 78 ekor sampel ikan dari 13 kolam budidaya dengan metode natif scraping dan biopsi. Hasil penelitian dari 78 sampel menunjukkan bahwa terdaat 25 sampel postif yang terinfeksi Dactylogyrus sp. Prevalensi parasit Dactylogyrus sp. yang menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) mencapai 32,05%. Protozoa Trichodina sp. yang menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) mencapai 38%.
Antibiotic Resistance in Escherichia coli Isolated from Feces of Bali Cattle With Reproductive Disorders Kholik, Kholik; Munawaroh, Muhammad; Saputra, Muhammad Rama Imam; Rahmawati, Rahmawati; Srianto, Pudji
Jurnal Biodjati Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i2.13925

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) has become a global issue in animal, human and environmental health. The AMR profile of Escherichia coli reflects the use of antibiotics in production animals. The purpose of this study was to determine the antibiotic resistance of Escherichia coli bacteria isolated from the feces of female Bali cattle with reproductive disorders. Feces samples were taken purposively using a swab on 4 rectums from 7 Bali cattle with reproductive disorders in June 2021 in Lando Village, East Lombok Regency. Escherichia coli samples were isolated on Eosin Methylene Blue Agar media and identified by biochemical tests. An antibiotic resistance test against Escherichia coli was carried out by the disk diffusion method. The antibiotics used in the test were Penicillin G 10 U, Oxytetracycline 30 g, Gentamicin 10 g, and Tetracycline 30 g, and Cefotaxime 30 g. The results of planting on Eosin Methylene Blue Agar media obtained 4 Escherichia coli which were successfully isolated from 4 samples of Bali cattle feces. Data on the level of Escherichia coli susceptibility level to various antibiotics were analyzed using the chi-square test. The results of the susceptibility test to antibiotics showed that 4 samples of Escherichia coli (100%) were resistant to Penicillin G, (25%) were resistant to Oxytetracycline, (25%) were resistant to Cefotaxime, and (100%) samples of Escherichia coli were sensitive to Gentamicin and Tetracycline. The chi-square test on the level of Escherichia coli susceptibility to various antibiotics was significant with p˂ 0.05 (p-value = 0.012). The results of this study have shown that Escherichia coli from Bali cattle feces experience multidrug resistance which later on might have an impact on human health and the environment.
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Gambaran Leukosit Tikus Wistar yang Diinfeksi Staphylococcus aureus Munawaroh, Muhammad; Angkasa, Winoto; Santosa, Christin Marganingsih; Kholik, Kholik; Rosyadi, Imron
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.44892

Abstract

Shallot (Allium cepa L) has been used emperically to treat wounds, bloat, common cold and is known to boost immunity. Shallots have a variety of useful compounds such as flavonoids, antioxidants, quercetin, saponins and many other compounds. These compounds have been known to have antibacterials, antihistamines, and immunomodulators activities. This study aimed to examine the  potential of shallot extract in wounded rats that are infected with Staphylococcus aureus.Fifteen female Wistar rat were divided into 5 treatment groups: 40% shallot extract, 80% shallot extract, 10% povidone iodine, positive control and negative control. The rats were wounded by making an incision on the back then the shallot extract was administered topically once a day for 21 days. Blood samples were taken on days 0 and 21 then the total number of leukocytes and its differentials     (neutrophils, lymphocytes, monocytes, eosinophils and basophils) were calculated. The data were then processed using one-way ANOVA test with 95% significance value.The result showed a significant increase (p<0,05) on the total number of leukocyte (10,37 ± 1,09 103/µl), neutrophils (4,98 ± 0,30 103/µl), lymphocytes  (8,76 ± 0,04 103/µl) and monocytes (0,74 ± 0,02 103/µl) on the group treated with 40% shallot extract. While on the group treated with 80% shallot extract there was a significant increase (p<0,005) on the total number of leukocytes (10,40 ± 0,43 103/µl), lymphocytes (7,67 ± 0,19 103/µl), and monocytes (0,64 ± 0,01 103/µl). This study concluded that shallot extract is able to improve the immune system.