Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sosialisasi Pembimbingan Kepribadian Berkarakter dengan Terapi Bersyukur bagi Narapidana Laki-laki di Lapas Pancur Batu Hek, Tan Kim; Mipo, Mipo; Hou, Amin; Sukiman, Sukiman; Gani, Petrus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7355

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan metode pembimbingan kepribadian berkarakter melalui pendekatan terapi bersyukur kepada narapidana laki-laki di Lembaga Pemasyarakatan Pancur Batu, Medan. Narapidana terutama laki-laki seringkali mengalami permasalahan psikologis seperti rendah diri, penyesalan berlebihan, dan kesulitan memaknai hidup secara positif yang dapat menghambat proses reintegrasi sosial. Terapi bersyukur (gratitude therapy) merupakan intervensi psikologis yang terbukti efektif meningkatkan kesejahteraan mental dengan cara melatih individu mengenali dan mengapresiasi aspek-aspek positif dalam kehidupan mereka, terapi bersyukur ini juga dapat mengalihkan focus perhatian dari aspek negative atau kekurangan seseorang menuju kepada pengakuan atas sumberdaya positif yang dimiliki seseorang. Metode sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan dengan metode kualitatif yaitu teknik pengumpulan data, diskusi interaktif, dan praktik langsung terapi bersyukur seperti journaling dan refleksi diri. Materi mencakup pemahaman konsep karakter positif, manfaat sikap bersyukur terhadap kesehatan mental, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lapas. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa cognitive reframing yang mengubah narasi negatif tentang diri dan situasi menjadi perspektif yang lebih konstruktif (β = 0.67, p < 0.001); kedua, peningkatan regulasi emosi yang mengurangi reaktivitas negatif dan impulsivitas (ditunjukkan oleh penurunan kortisol 38% dan peningkatan HRV 38,8%); dan ketiga, rekonstruksi makna hidup yang memotivasi narapidana untuk mengambil tanggung jawab atas masa depan. Untuk memaksimalkan dampak jangka panjang, diperlukan pendampingan berkelanjutan, seperti dosen, pelatihan petugas lapas sebagai fasilitator, pengembangan modul yang disesuaikan dengan konteks lokal, serta pelibatan keluarga narapidana dalam proses pembimbingan, dan kegiatan ini merekomendasikan keberlanjutan pembimbingan bahwa terapi bersyukur sebagai bagian integral dari sistem pembinaan narapidana.
Peran Dosen dalam Meningkatkan Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa pada Pembelajaran Matematika Hek, Tan Kim; Gani, Petrus; Mipo, Mipo
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7382

Abstract

Peran dosen dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi mahasiswa menjadi semakin penting di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, karena kemampuan berinovasi dan berpikir kreatif merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Penelitian ini dilakukan di Universitas IBBI Medan dan bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan dosen dalam memfasilitasi pengembangan kreativitas dan inovasi di kalangan mahasiswa, dan mengeksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas dan inovasi, khususnya dalam mata kuliah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dan survey melalui wawancara mendalam, observasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R Square = 0.658 atau 65.8% menunjukan hubungan yang erat antara peningkatan kreativitas dapat meningkatkan inovasi mahasiswa. Dosen berperan penting sebagai fasilitator, mentor dan model inspiratif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk kreativitas. Faktor-faktor seperti penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan teknologi, serta pemberian ruang bagi mahasiswa untuk bereksperimen dengan ide-ide baru sangat berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas dan inovasi khususnya dalam mata kuliah matematika. Selain itu, keterlibatan aktif dosen dalam memberikan umpan balik konstruktif dan mendorong kolaborasi antar mahasiswa juga terbukti efektif dalam mendorong inovasi. Kesimpulannya, peran dosen yang proaktif dan inovatif dalam proses pembelajaran dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan potensi kreativitas dan inovasi mahasiswa, yang pada akhirnya dapat mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja Kreativitas terbukti menjadi prediktor kuat bagi kemampuan inovasi mahasiswa, dengan kontribusi sebesar 65.8%.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa: Kontribusi Pembelajaran Realistik melalui Self-Efficacy Tan, Kim Hek; Gani, Petrus; Mipo, Mipo
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 4 No. 2 (2026): Edisi Januari- Juni In Press
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/juksit.v4i2.106

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikuasai mahasiswa, namun realitanya masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menghadapi persoalan matematika kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak model pembelajaran realistik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa serta menguji peran self-efficacy sebagai variabel intervening. Desain eksperimen semu (quasi experimental) diterapkan pada 100 mahasiswa yang mengambil mata kuliah Matematika yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerapkan model Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI), sementara kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen meliputi tes kemampuan pemecahan masalah berbasis indikator Polya dan kuesioner self-efficacy yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran realistik berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa (β = 0,52; p < 0,05). Selain itu, self-efficacy terbukti memediasi secara parsial hubungan antara model pembelajaran realistik dan kemampuan pemecahan masalah (β = 0,38; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berbasis konteks nyata tidak hanya meningkatkan keterampilan kognitif, tetapi juga memperkuat keyakinan diri mahasiswa. Oleh karena itu, dosen didorong untuk Mengintegrasikan pendekatan realistik           secara konsisten guna membangun self-efficacy dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa secara holistik.