Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KINERJA AKUSTIK DAN TERMAL DINDING BATA GEOPOLYMER CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (GCLC): KINERJA AKUSTIK DAN TERMAL DINDING BATA GEOPOLYMER CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE (GCLC) Yuuwono, Abito Bamban; Rakhmanty, Febrione Putri; Kukuh Kurniawan Dwi Sungkono
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4799

Abstract

The rapid growth of the construction industry in Indonesia has led to a surge in cement production, a process that is energy-intensive and releases significant amounts of CO2. To mitigate the environmental impact of cement, geopolymer materials have emerged as a sustainable alternative. Given their role as spatial dividers, walls play a crucial role in a building's thermal and acoustic performance. Effective thermal performance can reduce the energy consumption required for air conditioning, while good acoustic performance enhances occupant comfort. This study compared the thermal and acoustic performance of lightweight concrete bricks (using cement as the primary material) with geopolymer bricks (utilizing fly ash). Two simulated rooms with distinct wall materials were constructed, and their temperature and acoustic properties were simultaneously measured. The thermal testing revealed that geopolymer bricks exhibited superior acoustic performance compared to lightweight bricks. Acoustic testing indicated that both brick types performed well acoustically. However, the acoustic performance of lightweight bricks peaked in hot weather, while geopolymer bricks demonstrated better acoustic performance at lower temperatures.
PUSAT REHABILITASI SOSIAL ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) BERBASIS RUANG TERAPEUTIK DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Pratama, Dendi Gian Fridel Candika; Rakhmanty, Febrione Putri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 3 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v3i2.5457

Abstract

Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari tahun ke tahun, sementara fasilitas pelayanan kesehatan jiwa masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya fasilitas rehabilitasi yang lebih terintegrasi dan berfokus pada pemulihan pasien secara holistik. Penelitian ini merumuskan konsep pusat rehabilitasi sosial ODGJ berbasis ruang terapeutik dengan menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak untuk menentukan lokasi strategis, analisis kebutuhan ruang, penyusunan zonasi sesuai fungsi, serta perencanaan utilitas yang mendukung aktivitas rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip terapeutik seperti care in community, integrasi dengan unsur alam, pencahayaan alami, serta desain domestik yang hangat mampu meningkatkan kenyamanan psikologis dan mempercepat proses penyembuhan pasien. Selain itu, penerapan arsitektur berkelanjutan berkontribusi terhadap efisiensi energi, sirkulasi udara yang sehat, dan kualitas lingkungan yang lebih baik. Konsep ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi penyembuhan pasien, tetapi juga menjadi model fasilitas rehabilitasi yang ramah lingkungan, hemat energi, dan dapat diterapkan di daerah lain dengan permasalahan serupa.
VERTICAL URBAN FARMING CENTER YANG INOVATIF DI SURAKARTA DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Wijaya, Rizki Adi; Rakhmanty, Febrione Putri
Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies Vol 2 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jacts.v2i2.4009

Abstract

Kota Surakarta merupakan daerah perkotaan yang memiliki sedikit lahan pertanian. Sebagai daerah perkotaan tidak cukup memiliki lahan penghasil pangan, sehingga sangat tergantung pada daerah sekitar melalui mata rantai perdagangan bahan pangan. Kegiatan Vertical Urban Farming dengan sistem hidroponik merupakan solusi dari permasalahan kurangnya lahan pertanian di Surakarta dengan memanfaatkan ruang terbuka yang tidak efisien di lahan terbuka hijau. Di sisi lain Vertical Urban Farming ini mempunyai perkembangan suatu media/alat yang dapat digunakan dengan lebih efisiensi guna memproses serta mengendalikan suatu masalah, dalam bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi ini akan membuat hemat tenaga kerja dan yang hemat modal. Untuk itu, diperlukannya pembangunan Vertical Urban Farming Center yang inovatif di Surakarta. Permasalahan adalah desain seperti apa yang sesuai untuk fungsi bangunan sebagai penanaman hidroponik, penelitian, edukasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif analisis-sintesis. Vertical Urban Farming Center dengan Pendekatan Green Architecture sebagai upaya mencapai desain hijau, arsitektur alami, dan pembangunan berkelanjutan dengan penggunaan energi, air, dan material yang lebih efisien dalam konstruksi.