Perkembangan wellness tourism di Indonesia menunjukkan potensi yang signifikan, dengan Kota Surakarta ditetapkan sebagai salah satu kota percontohan pengembangan wisata kesehatan. Namun, ketersediaan fasilitas akomodasi yang secara khusus mendukung aktivitas wellness masih terbatas dan belum terintegrasi dalam satu kawasan. Penelitian ini bertujuan merancang Wellness Tourism Center di Surakarta dengan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular sebagai solusi terhadap kebutuhan fasilitas wisata kesehatan yang mengakomodasi aspek fisik, mental, dan budaya lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui survei lapangan, studi literatur, serta analisis aspek manusia, lingkungan, dan tapak sebagai dasar penyusunan konsep perancangan. Hasil perancangan menghasilkan kawasan terpadu yang mengintegrasikan fasilitas akomodasi, ruang yoga dan meditasi, pusat jamu, terapi herbal, cottage, area detoksifikasi, serta ruang pendukung lainnya. Konsep arsitektur Neo-Vernakular diterapkan melalui reinterpretasi elemen arsitektur tradisional Jawa yang dipadukan dengan teknologi dan kenyamanan modern, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung proses relaksasi dan pemulihan kesehatan. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pariwisata kesehatan Surakarta, memperkuat identitas budaya lokal, serta menjadi model pengembangan fasilitas wellness tourism yang berkelanjutan.