Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari tahun ke tahun, sementara fasilitas pelayanan kesehatan jiwa masih terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya fasilitas rehabilitasi yang lebih terintegrasi dan berfokus pada pemulihan pasien secara holistik. Penelitian ini merumuskan konsep pusat rehabilitasi sosial ODGJ berbasis ruang terapeutik dengan menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak untuk menentukan lokasi strategis, analisis kebutuhan ruang, penyusunan zonasi sesuai fungsi, serta perencanaan utilitas yang mendukung aktivitas rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip terapeutik seperti care in community, integrasi dengan unsur alam, pencahayaan alami, serta desain domestik yang hangat mampu meningkatkan kenyamanan psikologis dan mempercepat proses penyembuhan pasien. Selain itu, penerapan arsitektur berkelanjutan berkontribusi terhadap efisiensi energi, sirkulasi udara yang sehat, dan kualitas lingkungan yang lebih baik. Konsep ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi penyembuhan pasien, tetapi juga menjadi model fasilitas rehabilitasi yang ramah lingkungan, hemat energi, dan dapat diterapkan di daerah lain dengan permasalahan serupa.