Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CORE LOSS SEPARATION TESTING IN TRANSFORMERS 1 PHASE 220/48V Maharani Putri; Ibnu Hajar; Abdullah Abdullah
International Journal of Economic, Technology and Social Sciences (Injects) Vol. 2 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : CERED Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/injects.v2i2.497

Abstract

This test aims to calculate the loss of the core hysterisis and navel current (Eddy Current) separately, and to determine the effect of frequency and load flow on the loss of the transformer core. The first test is done by determining the frequency value of 25 Hz and voltage 110 V. Then the second test by determining the frequency value of 50 Hz and voltage 220 V. From the results of the pergukuran and calculation obtained at the frequency of 25 Hz, hysterisis loss = 4 watts, and eddy current loss = 0. While at a frequency of 50 Hz, hysterical loss = 8 Watts and eddy current loss = 0. The greater the frequency of sources given to a transformer, the greater the core loss to the transformer. Similarly, the greater the current flowing to the transformer, the greater the core loss. Core loss is proportional to current, this causes if there is a change in current it will greatly affect the core loss.
Knowledge Improvement through Smartphone Utilization in the Remote Control System Module of Electronic Equipment at SMKS Muhammadiyah 9 Medan Abdullah; Maharani Putri; Moh. Zainul Haq; Arridina Susan Silitonga; Cholish; Suprianto; Nooritawati Md Tahir; Abdul Rahim Bin Ridzuan; Pius Fernando Hutauruk; Priansus Rhein Rumahorbo
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v4i3.971

Abstract

Control technology is currently growing rapidly, one of the utilization of control technology that is currently experiencing rapid development is control of smart homes and automation systems coupled with rapid advances in the field of the Internet of Things, so that control technology becomes a remote control concept that is widely applied. Thematic Community Service Collaboration (TCSC) activity is a series of community service activities intended for the downstreaming of research products of Medan State Polytechnic lecturers in collaboration with Universiti Teknologi MARA (Malaysia) lecturers that can be utilized by the community (partner), namely SMKS Muhammadiyah 9 Medan aims to provide training from modules / trainers that have been specially designed consisting of several electronic equipment that has been equipped with wireless communication so that students can control electronic equipment remotely only through an application from a Smartphone without having to make direct contact like using a mechanical switch in general. The method used in this service is the lecture method followed by the discussion and question and answer method followed by the module / trainer demonstration method and how it works and the direct interaction method, namely students can try or practice directly, so that this training increases students' knowledge, skills and creativity towards the development of remote control technology in the future.
Sistem Monitoring Kualitas Air Terintegrasi IoT (SIMKAT) untuk Meningkatkan Budidaya Ikan Air Tawar Mawardi; Rafiqah Humaira; Maharani Putri; Panangian Mahadi Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok Tani Pondok Miri Asri Desa Sei Semayang melakukan budidaya ikan lele, ikan nila, ikan gurami, dan ikan patin. Desa Sei Semayang memiliki potensi untuk aktivitas pertanian maupun budidaya ikan air tawar karena memiliki suhu udara rata-rata di antara 26,9°C–29,9°C dan kelembapan udara rata-rata di antara 73,6%–83,8%. Namun, kelompok tani tersebut masih memiliki dua masalah utama, yaitu di bidang produksi dan pemasaran. Masalah di bidang produksi meliputi pertumbuhan ikan yang lama dan kematian ikan akibat penyakit, sedangkan masalah di bidang pemasaran berupa penjualan hasil panen pada pasar setempat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan Kelompok Tani Desa Sei Semayang dengan berfokus pada pemberian solusi untuk masalah di bidang produksi dan pemasaran budidaya ikan air tawar. Dua metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penerapan Sistem Monitoring Kualitas Air Terintegrasi IoT (SIMKAT) dan pelatihan penggunaan aplikasi pemasaran berbasis digital. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, diketahui bahwa teknologi SIMKAT mampu memberikan informasi kualitas air berupa pH, turbiditas, total dissolved solids (TDS), suhu, dan dissolved oxygen secara real time. Sehingga, petani mampu memberikan penanganan yang memadai pada kolam ikan. Sedangkan melalui pelatihan penggunaan aplikasi pemasaran digital, kelompok tani mampu menjual hasil panen di luar pasar lokal.
Implementasi Sistem Filter Air Otomatis Berbasis IoT untuk Mengoptimalkan Budidaya Ikan Air Tawar : Pengabdian Sari Novalianda; Muhammad Abdhi Ridha; Maharani Putri; Panangian Mahadi Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5719

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah salah satu kelompok tani Desa Sei Semayang, Deli Serdang yang bergerak di bidang budidaya ikan air tawar, seperti ikan nila, ikan lele, ikan gurami, dan ikan patin. Potensi desa tersebut memiliki suhu dan kelembapan udara yang mendukung budidaya ikan air tawar dengan suhu udara di antara 26,9 °C–29,6 °C dan kelembapan udara di antara 73,6%–83,8%. Namun, Mitra masih memiliki masalah kualitas air dengan kandungan zat besi dan mangan terlarut yang cukup tinggi sehingga menyebabkan hasil budidaya ikan air tawar tidak optimal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan Mitra dalam menurunkan kandungan zat besi dan mangan terlarut pada air tanah yang digunakan untuk budidaya ikan air tawar. Terdapat dua metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu sosialisasi kualitas air untuk budidaya ikan air tawar dan penerapan teknologi tepat guna berupa Sistem Filter Air Otomatis Berbasis IoT (SIMFATISI). Hasil kegiatan berupa peningkatan pemahaman Mitra terkait parameter kualitas air yang sesuai untuk budidaya ikan air tawar dan kemampuan dalam menggunakan alat SIMFATISI dengan baik. Pencapaian kegiatan ini berupa penurunan kadar besi dan mangan terlarut pada air tanah menggunakan alat SIMFATISI oleh Mitra.
Penerapan Elektromotor pada Alat Pengiris Keripik Pisang untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Cemilan Fatihah di Kecamatan Medan Sunggal Juli Iriani; Gunoro Gunoro; Abdullah Abdullah; Samaria Chrisna HS; Maharani Putri; Cholish Cholish
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v4i1.2858

Abstract

Kegiatan Pengabdian pada Penerapan Elektromotor pada Alat Pengiris Keripik Pisang untuk Meningkatkan Produktivitas Usaha Cemilan Fatihah di Kecamatan Medan Sunggal dilatarbelakangi oleh rendahnya efisiensi proses produksi pada Usaha Cemilan Fatihah yang masih menggunakan alat pengiris manual. Proses pengirisan secara konvensional menyebabkan waktu produksi menjadi lama, hasil irisan tidak seragam, serta kapasitas produksi yang terbatas. Selain itu, mitra juga belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi tepat guna, khususnya penggunaan alat berbasis elektromotor yang dapat meningkatkan efisiensi kerja dan konsistensi hasil. Melalui kegiatan PKM ini, tim pelaksana memberikan solusi berupa penerapan alat pengiris keripik pisang berbasis elektromotor yang dirancang untuk mempercepat proses pengirisan, menghasilkan irisan yang seragam, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Kegiatan ini juga disertai dengan pelatihan teknis kepada mitra mengenai cara pengoperasian, instalasi, dan perawatan alat agar dapat digunakan secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah untuk penyampaian konsep dasar teknologi alat, diskusi interaktif untuk memahami kebutuhan mitra, demonstrasi alat pengiris elektromotor, serta pendampingan langsung dalam proses instalasi dan pengoperasian. Tahapan kegiatan dimulai dari survei lokasi mitra dan identifikasi permasalahan produksi, dilanjutkan dengan perancangan dan pembuatan alat, hingga tahap pelatihan penggunaan dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi pada Usaha Cemilan Fatihah, baik dari segi waktu, jumlah produksi, maupun keseragaman hasil irisan. Penerapan teknologi elektromotor ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mitra serta mendorong pengembangan UMKM berbasis teknologi tepat guna.
Development of an IoT-Based Broiler Chicken Coop Air Quality Monitoring Prototype Panangian Mahadi Sihombing; Maharani Putri; Tuti Adi Tama Nasution; Muhammad Fiza Lubis; Aulia Agung Dermawan; Muhammad Syahruddin
Journal of Applied Informatics and Computing Vol. 10 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/jaic.v10i3.12863

Abstract

Inadequate air quality in the cage causes broiler chickens to become stressed, resulting in suboptimal weight gain, even death, and crop failure. Adequate broiler chicken cage air quality parameters include: a temperature range of 22 °C to 32 °C (depending on the chicken's age), a humidity range of 45% to 65%, an O2 level of≥ 19.6%, an NH3 level of ≤ 10 ppm, a CO level of ≤ 10 ppm, and a CO2 level of ≤ 3,000 ppm. Therefore, a technology is needed to monitor the air quality of the chicken coop in near real time. Thus, farmers can provide appropriate and prompt handling to maintain good air quality in the chicken coop. The purpose of this research is to develop a prototype for monitoring the air quality of broiler chicken coops based on IoT. The method used is research and development (R&D) with a prototype manufacturing approach based on the Internet of Things (IoT). The prototype was developed using temperature and humidity sensors (DHT22), NH3, O2, CO, and CO2 sensors. Each sensor is connected to the ESP32, which processes the data and displays it on the liquid crystal display (LCD) and the Thingspeak dashboard. Prototype testing was conducted by comparing the measurement results with those from standard measuring instruments in a closed container. Based on the test results, the prototype measured air quality accurately. This is evidenced by the mean absolute error (MAE) values for each measurement result of the O2 sensor, CO sensor, CO2 sensor, DHT22 sensor, and A02YYUW sensor, which are 0.10 % Vol, 4.46 μmol/mol, 24.20 ppm, 0.71 °C, and 0.13 cm, respectively. Thus, this prototype offers an advantage in measuring air quality in near real time using IoT.