Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENCEGAHAN DAN PENANGAN BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH SDIT TAHFIZ AL FATIH KOTA PEKANBARU RIAU Sriyani Harahap, Afrida; Devita, Yeni; Dyna, Fitry; Harahap, Mustika Hana; Hartian, Tengku; Asniati, Asniati
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Vol. 3 No. 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v3i1.1772

Abstract

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenppa) RI menjelaskan bullying atau penindasan/perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bullying memiliki dampak yang besar bagi kehidupan anak-anak. Contohnya dalam sebuah kasus terdapat anak-anak yang tidak ingin pergi kesekolah karena mereka takut bertemu dengan teman yang selalu membullynya, lalu dalam kasus seorang anak yang enggan memberi tanggapan atau terlalu pasif di kelas karena pernah menjadi korban bahan ejekan teman atau gurunya. Itu semua merupakan salah satu faktor yang menghambat anak-anak untuk aktif dan berprestasi di lingkungan sekolah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menambah pengetahuan anak sekolah dasar dan mencegah perilaku yang mengarah ke bullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Setelah dilakukan kegiatan didapatkan hasil bahwa 80 % audiens sudah memahami tentang perilaku bullying, hal ini dibuktikan dengan hampir keseluruhan audiens mengangkat tangan ketika diberikan pertanyaan. Dan dari 10 pertanyaan yang diberikan, audiens mampu menjawabnya dengan benar.
PEMBERDAYAAN PKK MELALUI SUMBER DAYA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP Harahap, Mustika Hana; Ningsih, T Hartian Silawati; Ningsih, Rena Afri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39600

Abstract

PKK adalah Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Mitra dalam kegiatan ini adalah PKK Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Menurut data Arsip Nasional Republik Indonesia Sungai Kampar merupakan sungai terbesar di Indonesia karena perpaduan sungai Kampar Kanan dan Kiri. PKK memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kesejahteraan masyarakat dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga. Desa ini terletak ditepian sungai Kampar sehingga banyak memperoleh hasil sungai berupa ikan sungai dari daerah tersebut. Diperoleh dari ketua PKK, angora PKK belum pernah mendapatkan pelatihan tentang keterampilan dalam mengolah produk lokal, sedangkan wilayah mereka terletak di pinggiran Sungai Kampar yang memiliki hasil sumberdaya ikan sungai khas Kampar. Untuk itu ibu PKK perlu dilatih dalam mengolah keterampilan produk lokal. Metode yang digunakan ibu PKK dilatih dengan cara tim pengabdian mendemonstrasikan cara mengolah hasil ikan sungai dengan menggunakan teknologi yang dapat membantu anggota PKK dalam mengolah ikan sungai tersebut, olahan ikan sungai yang di demontrasikan berupa bakso ikan sungai hasil olahan dicampur dengan berbagai jenis sayuran sehingga olahan memiliki nilai gizi dan nilai jual yang tinggi. Melalui olahan ikan sungai ini diharapkan meningkatkan produktifitas kaum ibu sehingga meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan pengabdian ini meliputi presentasi, tanya jawab pre dan post, pengolahan produk lokal dan umpan balik dengan tujuan membantu memecahkan masalah yang ada.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Kebiasaan Konsumsi Fast Food Pada Siswa SD N 70 Kota Pekanbaru Hartian, Tengku; Harahap, Mustika Hana
JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jkems.v1i2.493

Abstract

Anak perlu mendapatkan zat gizi sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pola makan dan nafsu makan anak mengalami perubahan ketika memasuki usia sekolah pada usia 6-12 tahun. Pada era globalisasi dan semakin berkembangnya kemajuan teknologi terdapat kecenderungan konsumsi makanan fast food pada anak semakin meningkat. Makanan cepat saji merupakan makanan yang mengandung tinggi kalori, tinggi lemak dan rendah serat. Konsumsi tinggi makanan cepat saji diduga dapat menyebabkan obesitas dan kekurangan akan zat gizi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kebiasaan konsumsi fast food pada anak SDN 70 Pekanbaru. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa kelas IV dan V yang berjumlah 274 siswa dengan sampel 70 siswa. Data melalui kuesioner, dan Food Frequency Questionaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SDN 70 Rata–rata (41,4%) anak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kebiasaan konsumsi fast food. Sebagian kecil (48,6%) anak memiliki sikap baik kebiasaan konsumsi fast food. Sebagian besar (55,7%) anak sering memiliki kebiasaan konsumsi fast food. Jenis Makanan fast food yang dikonsumsi sosis (64,3%), nugget (58,6%), bakso bakar (72,9%), dan kentang goreng (68,6%) Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan konsumsi fast food pada anak di SDN 70 Pekanbaru, nilai p=0,037< 0,05. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kebiasaan konsumsi fast food pada anak di SDN 70 Pekanbaru, nilai p=0,226>0,05. Perlunya guru dapat memberikan perhatian dan melakukan pendidikan kesehatan terkait konsumsi makanan siap saji (fast food) serta pengawasan makanan yang dijual di kantin sekolah maupun yang dijual di sekitar sekolah.
EDUKASI TENTANG PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Harahap, Mustika Hana; Ningsih, Rena Afri; SN, T Hartian; Andriani, Andriani; Mulyani, Siska; Batubara, Hamidah Sari
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.51

Abstract

Abstrak (Indonesia): Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan bagian integral dari program kesehatan dan keluarga berencana di Indonesia. Remaja merupakan salah satu sasaran dalam kesehatan reproduksi. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana pada masa tersebut banyak terjadi perubahan baik fisik maupun psikis. Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan, kondisi dimana remaja sehat secara sosial, fisik, mental, yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi reproduksi dan peran reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa MTs. Muhammadiyah 02 Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media power point dapat digunakan untuk menambah pengetahuan. Melalui kegiatan ini, disarankan agar informasi kesehatan reproduksi terus disampaikan kepada siswi. Kegiatan ini berjalan dengan lancer dan peserta kegiatan mengikuti dengan serius dan antusias.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Masalah Produksi ASI Di Pmb Bd. Henni Afrinaju, S.Keb Faiza, Vinda; Dale, Dewinny Septalia; Harahap, Mustika Hana; Aryantiningsih, Dwi Sapta
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v2i2.216

Abstract

Air Susu Ibu merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Tetapi banyak ibu nifas mengalami masalah produksi ASI tidak lancar. Asuhan yang diberikan adalah pijat oksitosin. penelitian ini mengevaluasi efektivitas pijat oksitosin dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Henni Afrina. Metode studi kasus dengan pendekatan SOAP pada Ny. D dengan produksi ASI tidak lancar hari ketiga masa nifas. pijat oksitosin diberikan selama 4 hari dengan durasi 15 menit setiap pagi dan sore. Hasil menunjukkan peningkatan produksi ASI. Hal ini ditandai dengan payudara yang terasa penuh sebelum menyusui, ASI keluar spontan, frekuensi menyusu bayi meningkat menjadi 11 kali dalam sehari, frekuensi buang air kecil bayi lebih dari 6 kali, buang air besar bayi sebanyak 3 kali berwarna kekuningan, dan bayi tidur nyenyak setelah menyusu. Penelitian ini merekomendasikan agar tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan pijat oksitosin bagi ibu nifas dengan masalah produksi ASI tidak lancar.
Booklet-based menstrual hygiene education and its effect on knowledge and attitudes of women Harahap, Mustika Hana; Harahap , Afrida Sriyani; Harahap , Dewi Anggriani
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v23i3.27923

Abstract

Background: Menstrual hygiene is a crucial aspect of reproductive health, particularly for women of reproductive age (WRA) in correctional institutions where access to health education is often limited. Purpose: This study aimed to evaluate the effectiveness of booklet-based education in improving knowledge and attitudes of WRA regarding menstrual hygiene at the Women’s Correctional Facility in Pekanbaru City. Method: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 70 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: Respondents’ knowledge increased from 68.6% to 95.7%, and positive attitudes from 71.4% to 95.7% after the intervention (p < 0.001). Conclusion: Booklet-based education significantly improved menstrual hygiene knowledge and attitudes among incarcerated women, supporting its use as a sustainable and scalable reproductive health education strategy in correctional facilities.