Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Youth Culture pada Novel Antariksa Karya Tresia Hayat, Hifdatul; Hadiansyah, Firman
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Youth Culture In Tresia's Space NovelABSTRAKAnak muda yang selalu berkelompok, memiliki nama tertentu dan mempunyai ketua kelompok merupakan fenomena yang terjadi di masyarakat. Kegiatan pemuda ini disebut “geng”. Selain geng, seperti nongkrong, tawuran, fashion, jajan, intimidasi, memberontak, dan lain sebagainya, fenomena ini bisa disebut fenomena youth culture dan dapat ditemukan dalam kehidupan nyata maupun dalam bentuk karya sastra seperti pada novel. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis dokumen dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya youth culture (30 kutipan): klasifikasi kultural: 10; pembatasan kelas, ras, dan gender: 3; tentang budaya: 13; peran konsumsi masyarakat kapitalis: 2; dan perlawanan: 2.Kata kunci: Youth culture (budaya anak muda); fenomena youth culture; novelABSTRACTYoung people who are always in groups, have certain names and have group leaders are a phenomenon that occurs in society. These youth activities are called "gangs". In addition to gangs, such as hanging out, brawls, fashion, snacks, intimidation, rebellion, and so on, this phenomenon can be called the phenomenon of youth culture and can be found in real life and in the form of literary works such as novels. This research method is descriptive qualitative with data collection techniques using document analysis techniques with content analysis techniques. The results showed the existence of youth culture (30 quotations): cultural classification: 10; class, race, and gender restrictions: 3; about culture: 13; the role of consumption in capitalist society: 2; and resistance: 2.Keyword: Space, Boys Over Flowers, novels, films, comparative literature
Stereotip Gender dalam Novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo: Kajian Feminisme serta Penyusunan Modul Ajar di SMA Sagaravil, Sita; Hadiansyah, Firman; Solihat, Ilmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk stereotip gender dan feminsime yang terdapat dalam novel Perempuan yang Menangis Kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Data dalam penelitian ini adalah kutipan atau dialog yang terdapat bentuk stereotip gender dan feminsime. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 20 data yang meliputi 12 data stereotip gender dan 8 data feminisme. Secara rinci data mengenai bentuk stereotip gender, diantaranya adalah perempuan dianggap lemah sebanyak 2 data, perempuan dianggap emosional sebanyak 2 data, perempuan dianggap keibuan sebanyak 2 data, perempuan bertugas mengelola rumah tangga sebanyak 2 data, perempuan bertugas melayani suami sebanyak 2 data, dan perempuan sebagai objek seks sebanyak 2 data. Selanjutnya, data mengenai bentuk feminisme diantaranya adalah diskriminasi sosial sebanyak 2 data, pelecehan seksual sebanyak 2 data, kekerasan seksual sebanyak 2 data, dan eksploitasi perempuan sebanyak 2 data. Hasil analisis dan temuan pada penelitian ini dimanfaatkan untuk menyusun modul ajar di SMA.
Representasi Maskulinitas dalam Novel Hujan Karya Tere Liye Nurlelah, Siti; Senjaya, Arip; Hadiansyah, Firman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran maskulinitas dalam novel Hujan karya Tere Liye, dengan fokus pada karakter Lail dan Esok. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui pembacaan mendalam, pencatatan bagian relevan, dan identifikasi tema terkait maskulinitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi, dengan menggunakan koding untuk menandai dan mengelompokkan elemen-elemen dalam teks. Temuan menunjukkan bahwa aspek maskulin, seperti kemandirian, keberanian, dan kemampuan mengambil keputusan, diwakili dalam kedua tokoh utama. Meskipun Lail adalah seorang perempuan, ia menunjukkan sifat-sifat maskulin yang kuat, sementara Esok menunjukkan kepekaan emosional. Penelitian ini menunjukkan pemahaman tentang konstruksi sosial maskulinitas dalam sastra, bahwa sifat-sifat maskulin dapat dimiliki oleh individu dari kedua jenis kelamin.