Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH Nonong Mailisa; Gunarmi Gunarmi; Siswanto Pabidang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5744

Abstract

Departemen Kesehatan Republik Indonesia melaporkan terjadinya penurunan usia menarche di Indonesia pada responden yang berusia lebih tua yaitu 55-59 tahun, usia menarche13-14 tahun sekitar 26,5% dan yang mengalami menarche di bawah usia 12 tahun sebanyak 15,3%, sementara pada responden yang berusia 15-19 tahun mengalami menarche pada usia 13-14 tahun sebanyak 51,3% dan yang dibawah usia 12 tahun sebanyak 30%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kesiapan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri di di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling yaitu 369 orang. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value dari 4 variabel independent yang diteliti yaitu pengetahuan (0,000), keterpaparan informasi (0,000), sikap (0,000), dan dukungan keluarga (0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa 4 variabel memiliki hubungan dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche yaitu pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan dukungan keluarga. Kemudian variabel yang paling dominan mempengaruhi yaitu variabel pengetahuan dan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan keluarga dengan kesiapan menghadapi menarche Kabupaten Nagan Raya tahun 2024.
PENGARUH TEHNIK REBOZO DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PINGGANG PADA IBU HAMIL DI KLINIK NUGRAHA KARTIKA TANGERANG BANTEN Yulis Setyaningsih; Yuni Kusmiyati; Siswanto Pabidang
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i1.226

Abstract

Latar Belakang: Masa kehamilan kehamilan merupakan masa dimana ibu akan mengalami perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang terjadi bahkan kadang memberikan ketidaknyamanan bagi ibu, salah satunya adalah nyeri punggung bagian bawah. Nyeri pinggang bawah pada wanita hamil terjadi yang berkaitan dengan peningkatan berat badan akibat pembesaran rahim dan peregangan dari otot penunjang, karena hormon relaksan (hormon yang membuat otot relaksasi dan lemas) yang dihasilkan. Rebozo merupakan tekhnik untuk memberikan ruang pada bayi dalam kandungan dengan cara yang menyenangkan bagi ibu..Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh teknik rebozo dan kompres air hangat terhadap penurunan nyeri pinggang pada Ibu Hamil di Klinik Nugraha Kartika.Metode: Desain penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan tehnik purposive sampling. Subjek Penelitian adalah semua ibu hamil di di Klinik Nugraha Kartika. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dengan analisis univariate menggunakan rumus distribusi frekuensi. Analisis Bivariat menggunakan uji statistik Paired T.TestHasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi penurunan intensitas nyeri pinggang ibu hamil dimana sebelum diberikan senam hamil sebanyak 20 ibu (80%) mengalami nyeri dengan intensitas berat dan setelah diberikan senam ibu hamil menjadi 2 ibu (8%) dan Intensitas ibu yang menalami nyeri sedang dari 5 ibu (20%) menjadi 22 ibu (88%).Kesimpulan: Terdapat pengaruh Teknik Rebozo Dan Kompres Hangat terhadap penurunan nyeri pinggang pada kehamilan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH Nonong Mailisa; Gunarmi Gunarmi; Siswanto Pabidang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5744

Abstract

Departemen Kesehatan Republik Indonesia melaporkan terjadinya penurunan usia menarche di Indonesia pada responden yang berusia lebih tua yaitu 55-59 tahun, usia menarche13-14 tahun sekitar 26,5% dan yang mengalami menarche di bawah usia 12 tahun sebanyak 15,3%, sementara pada responden yang berusia 15-19 tahun mengalami menarche pada usia 13-14 tahun sebanyak 51,3% dan yang dibawah usia 12 tahun sebanyak 30%. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kesiapan Menghadapi Menarche pada Remaja Putri di di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling yaitu 369 orang. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value dari 4 variabel independent yang diteliti yaitu pengetahuan (0,000), keterpaparan informasi (0,000), sikap (0,000), dan dukungan keluarga (0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa 4 variabel memiliki hubungan dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche yaitu pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan dukungan keluarga. Kemudian variabel yang paling dominan mempengaruhi yaitu variabel pengetahuan dan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan pengetahuan, sumber informasi, sikap dan dukungan keluarga dengan kesiapan menghadapi menarche Kabupaten Nagan Raya tahun 2024.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN KADER DENGAN PELAKSANAAN SISTEM INFORMASI POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS LONGKIB KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH Siti Makrifah; Anas Rahmad Hidayat; Siswanto Pabidang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5775

Abstract

Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar diantaranya sebagai Pengelola, Penggerak dan Pelaksana dalam memberikan Pelayanan di Posyandu. 4 dari 5 Meja Pelayanan di Posyandu dilakukan oleh Kader. Dalam proses kegiatan Posyandu ada 25 Ketrampilan Dasar Kader Bidang Kesehatan yang wajib diketahui dan diterapkan oleh kader Posyandu, salah satu nya adalah Melakukan Pencatatan dan Pelaporan. Pencatatan tersebut dibuat dalam beberapa buku yang disebut sebagai Sistem Informasi Posyandu (SIP). Tujuan penelitian yaitu menganalisis Hubungan Karakteristik dan Pengetahuan Kader Dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu. Desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 80 kader. Hasil uji chi-square didapatkan bahwa variabel karakteristik kader tidak berhubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena mimiliki nilai p > 0,05, yaitu usia kader (0,131), Pendidikan (0,127) dan pekerjaan (1,000). Sedangkan Variabel Pengetahuan memiliki Hubungan dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) karena memiliki nilai p = 0,000 < 0,05. Kesimpulannya Tidak ada hubungan karakteristik kader dengan pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) dan Ada hubungan Pengetahuan dengan Pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) di Wilayah Puskesmas Longkib Kota Subulussalam.
Efektivitas Peer Education dan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Awal Sekolah Dasar Di Kecamatan Denpasar Barat Luh Putu Eka Suryani S; siswanto Pabidang; Anas Rahmad Hidayat; Sumarmi; Fitriani Mediastuti
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kesehatan reproduksi pada remaja di Bali seperti HIV pada usia remaja, ibu hamil di usia remaja dan mengidap penyakit kelamin dan kista ovarium. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan metode peer education dengan metode penyuluhan  dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan metode Quasy Eksperimen (Pretest-Posttest Control Group Desain). Teknik pemilihan sampel dengan Multistage Sampling yaitu menggabungkan teknik Simple Random Sampling dan Purposive Sampling. Teknik Analisis data dengan uji non parametrik Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Jumlah populasi dalam penelitian ini 215 remaja awal sekolah dasar dengan jumlah sampel yaitu 124 remaja awal sekolah dasar yang terbagi atas 62 remaja awal sekolah dasar di SD Negeri 19 Pemecutan dan 62 remaja di SD Negeri 27 Pemecutan. Hasil analisis uji Wilcoxon dengan nilai signifikan pada masing-masing kelompok 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar sebelum dan setelah pemberian peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi dan hasil uji Mann Whitney dengan nilai signifikan 0,000<0,05 yaitu ada perbedaan efektivitas peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Barat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Peer education secara keseluruhan lebih efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar dibandingkan penyuluhan.