Kemandirian wirausaha berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi desa. Namun, jajanan tradisional seperti kue sagon dan ting-ting kacang kerap terlupakan, terutama oleh generasi muda, serta sulit menembus pasar yang lebih luas karena keterbatasan inovasi produk dan strategi pemasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian wirausaha pengrajin jajanan tradisional melalui inovasi varian rasa, perbaikan packaging, dan pembuatan label serta map UMKM sebagai identitas usaha. Mitra kegiatan adalah Ibu Maimunah, pengrajin kue sagon dan ting-ting kacang di Desa Rejoso Lor. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, perencanaan inovasi produk dan desain kemasan, pelatihan pembuatan varian rasa berbahan keningar dan jahe, serta evaluasi dampak dan keberlanjutan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa inovasi rasa berbasis bahan tradisional dan penggunaan packaging serta labeling yang lebih menarik meningkatkan ketertarikan masyarakat serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Kesimpulannya, inovasi produk, standarisasi kemasan, dan penyusunan map UMKM mampu memperkuat kemandirian wirausaha sekaligus memperluas segmentasi pasar jajanan tradisional di Desa Rejoso Lor.