Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD ISTIANAH TERPADU KOTA SORONG HERSEGOVINA HERSEGOVINA; AGUS YUDIAWAN; ALIF HASANAH
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to assess the impact of applying the Role Playing method on enhancing students' interest in learning the Indonesian Language subject for fourth-grade students at SD Istianah Terpadu, Sorong City. The role playing method, which involves students acting out various roles, can create a more engaging and meaningful learning experience. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental research design. The sample consisted of 12 students from SD Istianah Terpadu, Sorong City. Data weqare gathered through a questionnaire and analyzed using SPSS to test the proposed hypothesis. The study results indicated significant differences in the average, maximum, and minimum scores before and after the treatment. The significance value was 0.000 < 0.05, which leads to the rejection of H0 and the acceptance of H1. This suggests that there is a difference in the average learning interest before and after the treatment, indicating that the implementation of the role playing method effectively enhances students' learning interest in Indonesian Language subject for fourth-grade students at SD Istianah Terpadu Sorong City.
Ain Ni Ain Philosophy in Peace Counseling : A Cultural Approach to Conflict Resolution between That Kei Communities in Sorong City Abdul Latif Raharusun; Alif Hasanah; Rosdiana Rosdiana
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik) Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling : Teori dan Praktik)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v10n1.p24-36

Abstract

Local wisdom plays a strategic role in maintaining social cohesion and resolving conflicts in multicultural societies. Ain Ni Ain is a cultural value upheld by the Kei ethnic community of Southeast Maluku, Indonesia. This philosophy, which literally means “one belongs to another,” emphasizes brotherhood, solidarity, and collective responsibility as the foundation of social relations. However, these values have experienced cultural shifts in the urban context of Sorong City, Southwest Papua. This study aims to analyze the implementation of Ain Ni Ain values within a peace counseling approach as a strategy for conflict resolution among the Kei community in Sorong City. The study employed a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews with customary leaders, religious leaders, counselors, and members of the Kei community involved in or affected by conflicts, supported by participatory observation. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation of sources and techniques. The findings indicate that Ain Ni Ain remains relevant in peace counseling practices through community deliberation, customary mediation, reinforcement of collective moral commitments, and spiritual legitimization by traditional and religious leaders, with counselors acting as facilitators of reflective dialogue in reconciliation processes. These findings suggest that integrating local cultural values into counseling practices can strengthen community-based conflict resolution and contribute to the development of culturally grounded peace counseling in multicultural societies.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI MI AL-ISHLAH KOTA SORONG Fuad Rahmatullah; Alif Hasanah; Rusyaid; Sumarsi
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2026): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v9i2.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam pendidikan Fiqh di MI Al-Ishlah, Kota Sorong. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan penerapan model PBL dalam pendidikan Fiqh di MI Al-Ishlah, Kota Sorong, serta menganalisis faktor-faktor yang menghambat dan mendukung penerapannya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus deskriptif, penelitian ini melibatkan guru Fiqh, kepala sekolah, dan siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diperiksa menggunakan kriteria kredibilitas, transferabilitas, keandalan, dan konfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan (identifikasi masalah, sumber belajar, skenario, pembentukan kelompok, dan penilaian), pelaksanaan (orientasi, pengorganisasian, bimbingan penyelidikan, pengembangan kerja, dan evaluasi proses), serta evaluasi (penilaian individu/kelompok, pengetahuan konseptual, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi). Hambatan meliputi keterbatasan waktu, keragaman siswa, fasilitas, dan kesiapan guru, sedangkan faktor pendukung meliputi keterlibatan aktif siswa, kesiapan dan dukungan guru, serta relevansi bahan pembelajaran.
Analisis Kemampuan Berkolaborasi Peserta Didik Kelas V MI Al-Ma’arif Kota Sorong Pada Pembelajaran Matematika Via Luftiatun Nabila; Alif Hasanah
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/misool.v1i1.2342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berkolaborasi peserta didik kelas V sekolah dasar dalam proses pembelajaran matematika. Kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dimiliki oleh peserta didik agar mampu menghadapi tantangan dunia modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sumber data berupa hasil observasi terhadap 27 peserta didik. Instrumen yang digunakan terdiri atas delapan indikator kemampuan kolaborasi, yaitu: (1) berbagi ide, (2) berpartisipasi dalam penyelesaian tugas, (3) mendengarkan dan menghargai pendapat teman, (4) berbagi tugas dan peran, (5) menunjukkan tanggung jawab, (6) menunjukkan inisiatif, (7) mengambil keputusan bersama, dan (8) menjaga komunikasi positif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbentuk persentase, dengan menghitung jumlah peserta didik yang tergolong mampu (skor 3–4) dan kurang (skor 1–2) pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berkolaborasi peserta didik berada pada kategori baik, dengan indikator tertinggi pada aspek tanggung jawab dan komunikasi positif, sedangkan indikator pembagian peran dan inisiatif masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas telah mendorong kolaborasi, namun masih perlu penguatan pada partisipasi aktif dan pembagian tanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengembangan model pembelajaran inovatif seperti Project Based Learning untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif di sekolah dasar.
Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Psikomotorik Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPA Yuyut Yuyut; Alif Hasanah; Darnanengsih Darnanengsih
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Mei - Agustus 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.2.2025.6090

Abstract

Konteks pendidikan guru sekolah dasar, keterampilan psikomotorik tetap menjadi aspek yang krusial psikomotorik tetap menjadi aspek yang krusial namun menantang, khususnya dalam implementasi praktis pembelajaran praktikum (IPA). Keterampilan ini penting untuk mendukung pemahaman konseptual melaui eksperimen langsung dan kegiatan praktik. Sementara itu, Integrasi Kecerdasa Buatan (AI) ke dalam pembelajaran berbasis proyek (PBL) telah menunjukkan potensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, pemanfaatannya dalam mengembangkan kemampuan psikomotorik siswa masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi calon guru sekolah dasar mengenai integrasi AI dalam PBL dalam mata kuliah pendidikan sains, dengan fokus pada pengembangan psikomotorik keterampilan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan 14 mahasiswa semester enam dari program PGMI di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap AI bermanfaat selama tahap perencanaan proyek, khususnya dalam pencarian informasi dan eksplorasi ide. Namun, perannya dalam meningkatkan keterampilan psikomotorik masih dianggap terbatas. Mahasiswa cenderung lebih mengandalkan pengalaman langsung, modul instruksional, dan bimbingan dosen untuk memperkuat kemampuan praktis. Oleh karena itu, integrasi AI dalam PBL harus diimbangi dengan keterlibatan fisik aktif untuk melestarikan aspek-aspek penting dari pembelajaran praktikum. Oleh karena itu, integrasi AI dalam PBL harus diimbangi dengan keterlibatan fisik aktif untuk melestarikan aspek-aspek penting dari pembelajaran sains. Penelitian ini menekankan bahwa praktik langsung dan fasilitasi dosen tetap menjadi elemen kunci dalam mengembangkan kompetensi psikomotori di kalangan calon guru sekolah dasar
Supporting Early Reading Develovment Through Kipintar Media: a Classroom-Based Study in Indonesian Primary Education Shinta Wijaya Wijaya; Alif Hasanah; Ewinestri Hanidar Nur Afifi; Anindya Syam Choudhury
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2026): VOLUME 9, NUMBER 1, 2026
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early reading proficiency is a fundamental literacy skill that supports students' subsequent academic development. This study aimed to examine the application of KIPINTAR media in early reading instruction for third-grade students at SDIT Salafiyah Syafi'iyah, Sorong Regency. A non-experimental quantitative approach with a descriptive observational design was employed involving seven third-grade students. Data were collected using observation sheets for early reading ability and student engagement, along with validation instruments for the research instrument and the KIPINTAR media. The validation results indicated that the research instrument achieved an average validity score of 81.67% (valid), while the KIPINTAR media obtained a feasibility score of 95.00% (very feasible) and a practicality score of 86.87% (very practical). Observations of students' early reading performance demonstrated a consistent improvement across four learning sessions, with the average class achievement increasing from 66.07% at the first meeting to 70.83%, 83.33%, and 91.07% in subsequent meetings, resulting in an overall average of 77.83%. In addition, students demonstrated a high level of engagement throughout the learning process, with an average enthusiasm score of 3.68 out of 4. These findings suggest that the implementation of KIPINTAR media effectively facilitates progressive improvement in early reading skills while fostering active student participation. The media supports letter recognition, word formation, and simple word reading through interactive learning activities, indicating its potential as an effective instructional medium for strengthening early literacy instruction in elementary schools.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN HURUF ABJAD PADA PESERTA DIDIK KELAS 1 DI SD NEGERI 15 FAFANLAP Siti Dahlia Rahanyamtel; Alif Hasanah; Muhammad Ramli
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL)
Publisher : CV. ADIBA ASIHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20290855

Abstract

The study was conducted with the aim of explaining the use of local wisdom-based audio-visual media in improving the knowledge of alphabet letters in grade one students at Public Element School 15 Fafanlap, Raja Ampat Regency. The type of research used in this study is experimental research with a quantitative approach. The design in this study is a pre-experimental design with one-group Pretest-Postest. This design was used because this study only involved one class, namely the experimental class, which was carried out by comparing the results of the pretest with the results of the posttest design. The results of the study used in Public Element School 15 Fafanlap, Raja Ampat Regency with a sample of grade 1 students consisting of 30 students. In this study, the researcher provided treatment in the form of before and after the use of audio-visual media based on local wisdom to improve knowledge of the alphabet by using pretest and posttest in class 1 at Public Element School 15 Fafanlap, Raja Ampat Regency. Based on the results and discussion above, it can be concluded that there is a significant influence between audio-visual media activities on knowledge of the alphabet based on local wisdom in class 1 students at Public Element School Fafantap, Raja Ampat Regency. This can be proven in the analysis of the results of the posttest score which is higher than the pretest score of the students.