Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berkolaborasi Peserta Didik Kelas V MI Al-Ma’arif Kota Sorong Pada Pembelajaran Matematika Nabila, Via Luftiatun; Hasanah, Alif
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 1 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/misool.v1i1.2342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berkolaborasi peserta didik kelas V sekolah dasar dalam proses pembelajaran matematika. Kolaborasi merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dimiliki oleh peserta didik agar mampu menghadapi tantangan dunia modern. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sumber data berupa hasil observasi terhadap 27 peserta didik. Instrumen yang digunakan terdiri atas delapan indikator kemampuan kolaborasi, yaitu: (1) berbagi ide, (2) berpartisipasi dalam penyelesaian tugas, (3) mendengarkan dan menghargai pendapat teman, (4) berbagi tugas dan peran, (5) menunjukkan tanggung jawab, (6) menunjukkan inisiatif, (7) mengambil keputusan bersama, dan (8) menjaga komunikasi positif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berbentuk persentase, dengan menghitung jumlah peserta didik yang tergolong mampu (skor 3–4) dan kurang (skor 1–2) pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berkolaborasi peserta didik berada pada kategori baik, dengan indikator tertinggi pada aspek tanggung jawab dan komunikasi positif, sedangkan indikator pembagian peran dan inisiatif masih tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas telah mendorong kolaborasi, namun masih perlu penguatan pada partisipasi aktif dan pembagian tanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam pengembangan model pembelajaran inovatif seperti Project Based Learning untuk meningkatkan keterampilan kolaboratif di sekolah dasar.
Ain Ni Ain Philosophy in Peace Counseling : A Cultural Approach to Conflict Resolution between That Kei Communities in Sorong City Latif Raharusun, Abdul; Hasanah, Alif; Rosdiana, Rosdiana
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 Number 1, May 2026
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bikotetik.v10n1.p351-363

Abstract

Local wisdom plays a strategic role in maintaining social cohesion and resolving conflicts in multicultural societies. Ain Ni Ain is a cultural value upheld by the Kei ethnic community of Southeast Maluku, Indonesia. This philosophy, which literally means “one belongs to another,” emphasizes brotherhood, solidarity, and collective responsibility as the foundation of social relations. However, these values have experienced cultural shifts in the urban context of Sorong City, Southwest Papua. This study aims to analyze the implementation of Ain Ni Ain values within a peace counseling approach as a strategy for conflict resolution among the Kei community in Sorong City. The study employed a qualitative case study design. Data were collected through in-depth interviews with customary leaders, religious leaders, counselors, and members of the Kei community involved in or affected by conflicts, supported by participatory observation. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through triangulation of sources and techniques. The findings indicate that Ain Ni Ain remains relevant in peace counseling practices through community deliberation, customary mediation, reinforcement of collective moral commitments, and spiritual legitimization by traditional and religious leaders, with counselors acting as facilitators of reflective dialogue in reconciliation processes. These findings suggest that integrating local cultural values into counseling practices can strengthen community-based conflict resolution and contribute to the development of culturally grounded peace counseling in multicultural societies.