Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN UMUM KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Wijaksana, Irsyad Muzhaffar; Wismoyo, Erlana Adli; Liritantri, Widyanesti
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Umum Kota Bandung adalah salah satu fasilitas publik yang diberikan oleh pemerintah kepada warga Kota Bandung untuk keperluan pendidikan dan rekreasi. Keterletakannya yang strategis di pusat kota menjadikannya potensial untuk menjadi pusat pendidikan di wilayah tersebut. Namun, saat ini perpustakaan tersebut belum sepenuhnya memenuhi tuntutan zaman digital dan kebutuhan generasi digital natives. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan rancangan interior baru yang bertujuan untuk mengubah Perpustakaan Umum Kota Bandung agar sesuai dengan perubahan era digital dalam pengelolaan perpustakaan. Pendekatan Learning Commons diaplikasikan untuk memastikan perpustakaan ini dapat membangkitkan minat pengunjung, menciptakan suasana ruangan yang nyaman, dan menghindari kesan monoton. Proses perancangan interior Perpustakaan Umum Kota Bandung melibatkan berbagai metode seperti pengumpulan data, observasi, wawancara, studi literatur, pemrograman, serta pengembangan tema dan konsep. Hasil akhir dari proses ini adalah desain interior yang inovatif dan sesuai dengan tujuan perpustakaan dalam era digital.Kata kunci: Perpustakaan Umum Kota Bandung, Learning Commons, Desain Interior
PERANCANGAN ULANG DESAIN INTERIOR COWORKING SPACE BANDUNG TECHNO PARK PENDEKATAN TEKNOLOGI Damayanti, Galuh; Wismoyo, Erlana Adli; Siregar, Fernando Septony
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya kenaikan populasi penduduk di Kota Bandung menjadi penyebabpertumbuhan dan perkembangan ekomoni yang beriringan dengan teknologi denganmenghasilkan inovasi di kalangan para pelaku bisnis industri kreatif. Pertumbuhan pelakubisnis di Kota Bandung sendiri mendorong tumbuhnya public space seperti coworking space yang menjadi tempat bagi para pelaku bisnis dalam mengembangkan idenya.Banyaknya kebutuhan yang perlu untuk ditunjang dan dapat memfasilitasi para pelakubisnis terutama di lingkungan Telkom University sebagai pendorong dalam perancanganCoworking Space Bandung Techno Park. Bandung Techno Park sendiri menjadi coworking space yang berdiri dibawah naungan Telkom University dengan program inkubasi dankomersial untuk menyediakan fasilitas serta layanan bagi startup. Perancangan coworking space menggunakan metode penggumpulan data dengan melakukan survei langsungmaupun sumber online dengan dokumentasi, wawancara, serta observasi. Sebagai pusatteknologi yang memiliki stategi pengembangan terkait dengan teknologi sehingga padaperancangan coworking space menggunakan pendekatan teknologi dalam menyelesaikanpermsalahan yang ditemukan pada interior guna memberikan kenyamanan, efektivitas,serta kemudahan bagi pengguna. Perancangan coworking space Bandung Techno Parkmemiliki harapan dapat menciptakan kolaborasi yang mendukung kreativitas danefektivitas bagi pengguna terutama pelaku bisnis.Kata kunci: perkembangan teknologi, coworking space, bandung techno park
PERANCANGAN ULANG INTERIOR HOTEL PATRA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN CORPORATE IDENTITY Siregar, Salsabila Assa'diyah; Wismoyo, Erlana Adli; Perdana, Aditya Bayu
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel berkembang pesat di perkotaan dan pariwisata yang menjadi tujuan utama bagi masyarakat yang bepergian untuk berbagai kebutuhan, baik bekerja maupun bersantai menikmati wisata sekitar hotel. Berdasarkan data BPS Provinsi Jawa Barat, TPK hotel Mei 2021 mencapai sebesar 35,72%, dan kemudian meningkat menjadi 38,19% pada Juni 2021. Jumlah ini menjadi indikator majunya perkembangan pariwisata di Bandung, melebihi kota-kota lain di Jawa Barat. Hotel Patra Bandung yang merupakan city hotel bintang 4 di Jalan Dago, pusat kota Bandung, menarik minat pengunjungnya dengan slogan "Your Second Home in Dago". Perancangan ulang interior Hotel Patra Bandung bertujuan untuk memperkuat identitas, meningkatkan fungsi ruang dengan memenuhi fasilitas sesuai standar bintang 4, serta memperhatikan sirkulasi ruang dan kenyamanan pengunjung. Tema desain Hotel Patra Bandung diangkat dari slogan hoteluntuk menciptakan kenyamanan dengan sirkulasi ruangan yang baik, dan ukuran elemen yang ergonomis, melalui konsep kontemporer modern dengan menghadirkan suasana masa kini. Identitas yang dimiliki hotel tersebut menjadi bagian dari pemecahan masalah karena mengutamakan kenyamanan pengunjung seperti suasana, fasilitas, sirkulasi, organisasi, dan penataan furnitur. Tema "homey design" diimplementasikan melalui konsep kontemporer modern dengan tujuan memenuhi kenyamanan pengunjung dari segi fasilitas, sirkulasi, dan penataan furnitur.Kata Kunci : Hotel Bintang 4, Your Second Home, Homey, Re-design
PERANCANGAN ULANG PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN PESISIR SELATAN DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOUR Shezy, Yuriko Rahmi; Liritantri, Widyanesti; Wismoyo, Erlana Adli
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data yang didapat dari badan pusat statistika pesisir selatan, terdapat kenaikan pengunjung yang signifikan sebesar 10.000 orang dari tahun 2019 ke tahun 2022. Hal ini dapat dicapai karena Perpustakaan Umum Kabupaten Pesisir Selatan sudah ikut melaksanakan amanat pemerintah dengan adanya program dan kebijakan literasi bagi masyarakat melalui kegiatan pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan dengan bentuk kegiatannya adalah <Publikasi dan Sosialisasi Minat danBudaya Baca=. Tetapi melihat data dari Perpustakaan Umum Kabupaten Pesisir Selatan hasil survey kepuasaan pengunjung perpustakaan pada tahun 2022 tercatat 87% pengunjung tidak puas dengan fasilitas-fasilitas penunjang aktivitas pada perpustakaan tersebut. Yandes Amrianal (2023) menyebutkan bahwa alasan pengunjung mengunjungi perpustakaan ini antara lain menggunakan fasilitas area baca, belajar kelompok dan menggunakan fasilitas komputer untuk kegiatan sekolah. Dengan adanya kebutuhan pengunjung di setiap aktivitas perpustakaan, maka perpustakaan harus memiliki tema dan konsep yang menarik untuk meningkatkan minat pengunjung terutama di zaman yang sudah sangat berkembang pesat pada zaman era modern ini. Maka dari itu, Perpustakaan Umum Kabupaten Pesisir Selatan memerlukan perancangan ulang yang dapat menciptakan ruangan yang nyaman sehingga membaca tidak hanya berpacu pada sebuah literasi saja, melainkan bisa dalam bentuk multimedia atau berbasis praktikal tanpa menghilangkan tujuan itu sendiri, yaitu mendapatkan informasi.Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Pendekatan Perilaku, Ruangan Terbuka
PERANCANGAN ULANG STASIUN SELATAN KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS DAN PERILAKU MANUSIA Mahmudah, Dede Nursaadah; Wismoyo, Erlana Adli; Abdulhadi, Reza Hambali Wilman
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa kini transportasi umum merupakan sarana penting yang banyak diminati oleh masyarakat contohnya kereta api. Stasiun Selatan kota Bandung merupakan salah satu stasiun yang menyediakan transportasi umum yaitu kereta api. Stasiun yang merupakan area publik harus bisa memfasilitasi kebutuhan calon penumpang di dalamnya. Tak hanya itu, sebagai bangunan cagar budaya stasiun Selatan kota Bandung harus dijaga kelestariannya karena merupakan warisan dan sumber ilmu pengetahuan. Fenomena-fenomena permasalahan yang ada pada stasiun Selatan Bandung saat ini tidak dapat dipungkiri keberadaan nya. Melalui observasi ditemukanlah permasalahan meliputi kelengkapan fasilitas bagi calon penumpang prioritas, layout dan sirkulasi, dan konsep ruang bangunan cagar budaya yang kurang terlihat. Dengan menyelesaikan permasalahan tersebut maka secara tidak langsung telah memenuhi 6 aspek sesuai dengan Peraturan Menteri No. 63 tahun 2019 tentang Standar pelayanan Minimum Angkutan Orang. Dengan demikian pendekatan Behaviour menjadi pendekatan yang digunakan dalam perancangan ulang stasiun Selatan Bandung dengan memperhatikan aktivitas dan perilaku pengguna stasiun di dalamnya. Melalui pendekatan ini, desain ruang stasiun diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan pengguna ruang baik staf maupun calon penumpang selama berada di stasiun Selatan Bandung.Kata kunci: stasiun kereta, perancangan interior, kota Bandung, aktivitas
PERANCANGAN ULANG INTERIOR CITY HOTEL BEST WESTERN PREMIER LA GRANDE BANDUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Torada, Alifia Trianti Fadillah; Wismoyo, Erlana Adli; Budiono, Irwana Zulfia
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung adalah ibukota provinsi Jawa Barat yang dikenal dengan bangunan bersejarahnya yaitu bangunan peninggalan kolonial Belanda dengan gaya Art Deco yang merupakan cagar budaya yang dijelaskan dalam PERDA Kota Bandung No. 19 Tahun 2009 Pasal 18. Salah satu akomodasi parawisata di Kota Bandung yaitu Best Western Premier La Grande yang merupakan city hotel bintang 4 dengan menawarkan pengalaman menginap dengan kemewahan serta karakteristik atau tema tertentu berdasarkan lokasinya. Hotel ini yang terletak di pusat kota yang dikelilingi bangunan bersejarah serta pengalaman kota, sehingga dengan penerapan gaya Art Deco merupakan tujuan dari perancangan ulang interior hotel. Dengan menerapkan lokalitas kota Bandung ini diharapkan dapat melestarikan nilai cagar budaya melalui metode perancangan yaitu mencakup pengumpulan data melalui studi literatur dan observasi serta studi banding dengan hotel-hotel sejenis, agar perancangan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, pemerintah, bidang keilmuan interior dan penulis, serta dapat menjadi sarana akomodasi yang menarik bagi pebisnis, wisatawan nusantara dan mancanegara yang datang ke Kota Bandung, sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi pariwisata Kota Bandung. Kata kunci : Art Deco, city hotel, Kota Bandung, lokalitas
Atumics Methods Implementation: Work and Eat Activity Improvement in Warunk Upnormal as Study Case Erlana Adli Wismoyo; Mahendra Nur Hadiansyah; Ahsana Putri; Faridah Awaloka; Lilyana Yashila; Rizka Nurul
Journal of Architectural Research and Design Studies Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Departement of Architecture, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jars.vol8.iss1.art1

Abstract

This article aims to improve the quality of eating and working activities provided by restaurants/cafes in their indoor facilities by using one of the furniture objects in the Warunk Upnormal case study as study material. It starts by analysing consumer activities and their relationship to the facilities provided by the service provider. Warunk Upnormal in its marketing campaign informs about activities that can be accommodated by its consumers, including eating, gathering, working, etc. In a survey conducted on a sample of these consumers, it is stated that the dominant activities are eating, drinking, and working. With this background, data collection related to profiles, activities, and activity support facilities was carried out through direct observation and online surveys using convenience sampling techniques. The literature on dining table facilities as a medium that accommodates activities is also studied. Ergonomic data on dining and worktable artifacts, and supporting tools for eating, drinking, and working activities were collected. These data were analysed through the revitalization method of traditional design, called ATUMICS, where this method is a method used to design new artifacts with an innovation orientation that refers to certain intentions or goals. Dining table innovation supports eating and drinking activities, and this work aims to accommodate these activities so that they can be carried out comfortably and productively. Adjustment of ATUMICS elements is applied to the design, which includes elements of technique, utility, materials, concept, and shape. In conclusion, it is found that by using the ATUMICS method the dining table object in the restaurant/cafe can be adapted to the service facilities provided by the restaurant/cafe so that consumers can carry out their activities optimally. Keywords: activities; consumer; design; dining table; furniture; innovation; productivity
Perancangan Interior Inkubator Bisnis Kuliner Di Kota Tasikmalaya Dengan Pendekatan Visual Merchandising Salsabila Zashika Rizki; Titihan Sarihati; Erlana Adli Wismoyo
KalaTanda Vol 6 No 2 (2024): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v6i2.8728

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a significant role in Indonesia’s economy, especially in TasikmalayaCity, which has seen rapid growth in culinary MSMEs with 1,056 businesses. However, there remains a lack of adequatephysical facilities to support these MSMEs’ potential. This study focuses on developing the interior of a culinary businessincubator to address issues such as layout affecting consumer purchasing power, inadequate facilities according to businessincubator standards, and hygiene concerns. The research methodology employed qualitative descriptive methods involvingliterature review, interviews, field observations, and benchmarking studies. The analysis results advocate for visual merchandising as a solution to enhance the marketing of culinary MSME products and create a positive and efficient spatialexperience. The goal of this design is to tackle identified local challenges, aiming for the incubator to improve marketingfor culinary MSME products, foster business growth, and provide facilities that support operational efficiency and productinnovation. The study concludes that implementing visual merchandising based on specified parameters can create interiordesigns that capture attention and enhance consumer experiences. The benefits include creating positive experiences thatinfluence consumer purchasing behavior and enhance customer loyalty, ultimately fostering local economic development,increasing national income through MSME contributions, and facilitating culinary entrepreneurs in enhancing the quality oftheir products and services.