Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA VARIETAS BIG ROY Ika Maisari; Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Suryadi Suryadi; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.046 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v16i2,Des.2846

Abstract

ABSTRAKAglonema merupakan salah satu tanaman hias yang menjadi primadona di perkotaan dan tata hias taman, karena aglonema memiliki kemampuan untuk hidup pada lingkungan dengan intensitas cahaya yang rendah contohnya perkantoran dan dekorasi ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh lama perendaman ekstrak bawang merah dan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman aglaonema varietas big roy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dengan dua faktor, Faktor I adalah lama perendaman  yang terdiri 4 taraf (0 Menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit) dan faktor II terdapat media tanam sekam bakar, tanah, dan cocopeat terdiri 4 taraf (2:2:1, 3:2:1, 3:3:1, 4:3:1) perlakuan diulangi sebanyak 3 kali. Setiap unit percobaan terdiri 4 tanaman dan 2 tanaman dijadikan sampel. Parameter yang diamati presentase tumbuh, waktu  muncul tunas, panjang tunas, jumlah akar, dan panjang akar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahawa: 1) Perlakuan lama perendaman berpengaruh nyata pada parameter panjang tunas dan panjang akar dan tidak berpengaruh nyata pada parameter lainnya; 2) Media tanam tidak berpengaruh nyata terhdap semua parameter; 3) tidak terjadi interaksi antara lama perendaman dan media tanam terhadap semua parameter pengamatan. Kata kunci : Aglaonema, sekam bakar, cocopeat.PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN AGLAONEMA VARIETAS BIG ROY
SISTEM MULTIPLE CROPPING TANAMAN SAYURAN SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI CURUP UTARA REJANG LEBONG Dwi Fitriani; Fiana Podesta; Ririn Harini
DHARMA RAFLESIA Vol 14, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v14i2.2588

Abstract

The events have been held in farmer Group Manggala Curup Village and farmer Group Melati Siguring Village, Sub-district North Curup, District Rejang Lebong. Most of farmers in Curup Village and Seguring Village, Sub -district North Curup, plant vegetable plants in monoculture and do not us e a good quality of seed. Farmers have good potential to improve the result and the income with avoiding crop failures or the plummeted of market price. These things will be able to be covered by other plants that can be obtained with intensive use of land by using multiple copping to vegetable plants that have high economy and use of good quality of seeds. The purpose of doing training are (1) farmer group has knowledge about intensification of land using multiple cropping and good quality of seeds (2) farmers are able to be producer of seeds in order to decrease the cost incurred in the next growing season and increace the income. The methods that will be used in training are (1) counselling and education about the agriculture of multiple cropping, good quality of seed, and the way to get good quality of seeds (2) production of demonstration plot (demplot) trial to apply multiple cropping and good quality of seeds. (3) Mentoring system of farmer group. The result of the activity is being able to improve insight of farmer, in the terms of intensification land by using multiple cropping and good quality of seeds. Besides that, farmers can produce their own seeds to the next growing season. The income of farmers in multiple cropping systems of vegetable plants will be higher if it is compared with monoculture system.Keywords: vegetable plant, multiple cropping, good quality of seed
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN JERUK NAGAMI (Fortunella margarita L.) DENGAN TEKNIK SAMBUNG Dirga Aznan Harahap; Eva Oktavidiati; Fiana Podesta; Jafrizal; Usman; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.184 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3593

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi ZPT Terhadap Pertumbuhan Jeruk Nagami (Fortunella margarita L.) Dengan Teknik Sambung Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama jenis ZPT (Z) : Atonuik (Z0), ZPT Alamai dari Rebung Bambu (Z1), ZPT Alamai dari Bawang Merah (Z2), sedangkan faktor ke dua yitu Konsentrasi ZPT (K) : dengan konsentrasi 25% (K1), konsentrasi 50% (K2), dan konsentrasi 75% (K3) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan’s Mutiple Range Test (DMRT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian jenis ZPT berpengaruh sangat nyta terhadap jumlah tunas 6 MSS, jumlah daun 4, 7, dan 10 MSS, panjang tunas 7 dan 10 MSS, sedangkan pada perlakuan pemberian konsentrasi ZPT serta interkasi antara jenis dan konsentrasi ZPT tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Kata kunci : Atonik, bawang merah, jeruk nagami, rebung, dan konsentrasi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN TANKOS KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Sofyan Efendi; Jafrizal; Neti Kesumawati; Dwi Fitriani; Jon Yawahar; Eva Oktavidiati
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.388 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk SP-36 dan tankos kelapa sawit Terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah ( Arachis hypogaea L.). Penelitian ini telah dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Kota Bengkulu, mengunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu faktor pertama Pupuk Tankos kelapa sawit (T) : T1 (2,5 ton/ha), T2 (5 ton/ha), T3 (7,5 ton/ha), T4 (10 ton/ha), Sedangkan faktor kedua SP-36 (P) : P1 ( 75 gram/plot ), P2 ( 15o gram/plot ) dan P3 ( 225 gram/plot), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman, sehingga diperoleh 144 tanaman. Hasil data analisis mengunakan Analisis Sidik Ragam ( ANOVA ) dan apabila berbeda nyata dilakukan uji lanjut Dunca’s Multiple Range Test ( DMRT ) taraf 0,5%. Hasil perlakuan pupuk SP-36 menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat polong segar, berat polong kering, jumlah cabang primer, jumlah polong pertanaman, berat 100 biji (gr), berat brangkas kering. Dan perlakuan tankos tidak berpengaruh nyata terhadap semua pengamatan, Sedangkan ada interaksi pupuk sp-36 dan tankos terhadap tinggi tanaman 56 Hst. Kata kunci : Kacang Tanah, Pupuk SP-36, Tankos Kelapa Sawit
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PEMANGKASAN BUAH Taufik Akbar; Fiana Pondesta; Suryadi; Jafrizal; Rita Hayati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 17 No. 1 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.874 KB) | DOI: 10.36085/agrotek.v17i1.3597

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian pupuk organik cair dan pemangkasan buah terhadap melon. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Untuk mengetahui pengaruh pemangkasan buah terhadap melon, penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan bentiring permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Faktor pertama pengaruh kosentrasi pupuk organik cair nasa (N) ,yang terdiri dari 4 taraf yaitu :N0 = Tanpa pupuk (kontrol), N1 = 3mL/L pupuk organik cair Nasa, N2 = 6mL/L pupuk organik cair Nasa , N3 = 9 mL/L pupuk organik cair Nasa, Faktor kedua P1 = 1 buah ditinggalkan di tanaman, P2 = 2 buah ditinggalkan di tanaman, P3= 3 buah ditinggalkan di tanaman, Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit percobaan. masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 144 tanaman.Model linier aditif untuk rangcangan factorial dua faktor dengan rancangan lingkungan RAL (Rancangan Acak Lengkap). Berdasarkan hasil analisis ragam pada table diatas perlakuan pupuk cair berpengaruh nyata terhadap parameter bobot buah pertanaman, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 28, 42 hst, umur bunga betina, umur panen, diameter buah. Perlakuan pangkas berpengaruh nyata terhadap parameter diameter batang umur 28 hst, umur bunga betina, berpengaruh tidak nyata terhadap parameter panjang tanaman umur 14, 28, 42 hst, diameter batang umur 14, 42 hst, umur panen, diameter buah. Interaksi pupuk cair dan pangkas berpengaruh nyata pada umur bunga betina. Dengan hasil terbaik perlakuan N2 dan P3 . Kata kunci : Melon, Pupuk Organik Cair, Pemangkasan
PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI GIBERELLIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L) Edwar Triadi; Fiana Podesta; Dwi Fitriani; Ririn Harini; Jon Yawahar
Agriculture Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v17i2.4422

Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonicum ) merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Hal ini karena bawang merah memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan produksi tanaman bawang merah dibutuhakan unsur hara yang cukup, salah satunya dengan pemberian beberapa pupuk kandang dan konsentrasi giberelin. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) Faktor yang terdiri dari 2 faktor dengan 16 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor – faktor yang diteliti merupakan faktor pertama perlakuan beberapa jenis pupuk kandang terdiri dari 4 taraf P0 = Kontrol P1 = Pupuk Kandang Ayam P2 = Pupuk Kandang Kelinci P3 = Pupuk kandang Kambing Faktor yang ke 2 konsentrasi giberellin terdiri dari 4 Taraf G0 = 0 ppm ( kontrol ) P1 = 50 ppm,p2 =75 ppm,p3 = 100ppm. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan berat kering. Berdasarkan analisis ragam perlakuan pemberian perlakuan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 42 hst, 56 hst, dan 84 hst. Berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun pada umur 98 hst. Tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun pada umur 28 hst, dan 70 hst. Pemberian konsentrasi giberelin pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 28 hst dan 56 hst, akan tetapi konsentrasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 42 hst, 70 hst, 84 hst, dan 98 hst. Pada perlakuan berbagi konsentrasi giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun. Kata kunci : Bawang Merah, Pupuk Kandang dan Giberellin
The Effect Of ZPT Types and Concentration on The Growth Of Kebiul Plant Cuttings (Caesalpinia bonduc L.) Valen Heryanto; Ririn Harini; Fiana Podesta; Dwi Fitriani; Usman Usman
Nabatia Vol 11 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/nabatia.v11i1.1617

Abstract

The purpose of this study is to find out the effect of ZPT types and concentrations on the growth of cuttings of Kebiul plants (Caesalpinia bonduc L). The design used is a factorial complete randomized design (CRD) with 2 factors, namely the first factor is the type of Growth Regulatory Substance Giberelin, Auxin and Cytokinins, while the second is concentration control, 15 mg/l, 30 mg/l, and 45mg/l. Based on the tested levels of the two factors, 12 treatment combinations were obtained. Each treatment combination was repeated 3 times and 36 experimental units. The results of this study indicate that the interaction has no significant effect between the types of synthetic ZPT treatments and concentrations on all parameters and observations. The results of the study were analyzed using Analysis of Variety and if they had a significant effect, further tests were carried out using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Treatment of synthetic ZPT types significantly affected the length of shoots 9.12 WAP and the number of shoots 9 WAP, very significantly affected the number of shoots 3.12 MST, the number of leaves 9.12 WAP, root length and number of roots. Treatment Concentration had a significant effect on the number of shoots 9 MST, and the percentage of living cuttings, however it had a very significant effect on shoot length 3, 6, 9 MST, number of shoots 6, 12 MST, number of leaves 3, 6, 9 12 MST, root length and number of roots on Kebiul plant cuttings.
The Effect Of Physical Treatment and Concentration Of KNO3 Against The Breakdown Of Dormancy and Growth Seeds Of Bile Plants (Caesalpinia Bonduc. L ) Nurul Rosidah; Fiana Podesta; Dwi Fitriani; Ririn Harini; Suryadi Suryadi
Nabatia Vol 11 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/nabatia.v11i1.1618

Abstract

This study aims to determine the effect of physical treatment and concentration of KNO3 on the breakdown of dormancy and seed growth of bile plants (Caesalpinia bonduc L). The design used is RAL Factorial with 2 factors, namely the first factor Physical treatment (F): F0 (Control), F1 (sanding), F2 (wounding), while the second factor KNO3 concentration (K): K0 (Control), K1 (0.1%), K2 (0.2%), K3 (0.3%) Each treatment is repeated 3 times. The results of the data were analyzed using fingerprint analysis (ANOVA) and if the difference was marked, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was carried out at 5%. The results showed the interaction of physical treatment and KNO3 concentration on Growing Percentage, Plant Height 2, 6, 8, 10 MST and Root Length. and In physical treatment has a very noticeable effect on Growing speed, growing percentage, Plant height 2, 4, 6, 8, 10 MST, Number of leaves 4, 6, 8, 10 MST, Root length, as well as on KNO3 b Concentration Treatment It has a very real effect on Growing Speed, Growing Percentage, Plant Height, 2, 4, 6, 8, 10 MST, Leaf count 4 MST, Root length and has a significant effect on leaf count 6, 8, 10 MST.
KOMBINASI AB MIX DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM WICK BOTOL BEKAS Peter Forensyah; Fiana Pondesta; Yukiman Armadi; Rita Hayati; Dwi Fitriani
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5413

Abstract

PETER FORENSYAH. Kombinasi Ab Mix Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa L.) Secara Hidroponik Sistem Wick Botol Bekas. Dibimbing oleh YUKIMAN ARMADI dan RITA HAYATI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi dan pengaruh dosis petrognaik dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanain dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl. Bali Kota Bengkulu pada bulan Agustus-Oktober 2021. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) perlakuan 1 macam nutrisi (N) yaitu Kontrol (N0), 600 ppm+0,5 gram Petrogenik/L air (N1), 600 ppm+1 gram Petrogenik/L air (N2), 600 ppm+1,5 gram Petrogenik/L air (N3). Perlakuan ke-2 yaitu Rockwool (M1) dan Sekam Padi (M2). Terdapat 8 kombinasi diulang sebanyak 4X sehingga diperoleh 32 percobaan, setiap percobaan 4 tanaman sehingga diperoleh 128 tanaman. Hasil data di analisis secara statistik menggunakan analisis sidik ragam, selanjutnya apabila berpengaruh nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multipe Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Pemberian dosis petrogenik 1 g/ L air dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman pokcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik sistem wick botol bekas. Media tanam rockwool dan sekam padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Tidak ada interaksi antara perlakuan dosis petrogenik dan media tanam terhadap tanaman pokcoy (Brassica rapa L.) secara hidroponik sistem wick botol bekas. Kata Kunci : Pakcoy, AB mix, Media Tanam
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SP36 DAN MACAM ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumus Sativus L) Alam Kurniawan; Jafrizal Jafrizal; Fiana Pondesta; Dwi Fitriani; Suryadi Suryadi
Agriculture Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v18i1.5449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pupuk SP36 dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis Saivus L).Penelitian ini di laksanakan di kebun kelompok tani Milenial. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor 3 ukangan. Faktor pertama pemberian pupuk SP36 (P): P0 (kontrol), P1 (1,6 gr/tanamaan), P2 (2,4 gr/tanaman), P3 (3,2 gr/tanaman), Sedangkan faktor kedua pemberian zat pengatur tumbuh alami (Z): Z0 (kontrol), Z1 (ektrak bawang merah), Z2 (air kelapa), Z3 (ektrak toge). Berdasarkan taraf yang dicobakan dari kedua faktor pemberian tersebut, maka di peroleh 16 kombinasi perlakuan. Masing masing kombinasi perlakuan di ulang 3 kali dan di peroleh 48 satuan percobaan dan di setiap satuan percobaan terdapat 4 tanaman sehingga terdapat 192 tanaman yang akan diamati pada penelitian ini. Hasil penelitan menunjukan bahwa perlakuan pupuk SP36 berpegaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, berat buah pertanaman, panjang buah, jumlah buah, berat basah, berat kering. Sedangkan pada perlakuan zat pengatur tumbuh alami berpengaruh sangat nyata terhadap umur mulai berbunga, jumlah buah pertanaman, berat basah, berat kering dan berpengaruh nyata terhadap berat buah pertanaman. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan pupuk SP36 dan macam zat pengatur tumbuh alami. Kata kunci: Macam zat pengatur tumbuh alami, Mentimun (Cucumis Sativus L), Pupuk SP36