Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan Guru IPA melalui Alat Praktikum Fisika Berbasis Arduino Board Habibah Khusna Baihaqi; Alex Harijanto; Dyah Arum Arimurti; Tyas Nisa Fadilah
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i1.112

Abstract

Keterbatasan alat praktikum fisika konvensional di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi kendala utama dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan efektif. Permasalahan ini mendorong dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMPN 3 Ledokombo, Jember, dalam merancang dan menggunakan alat praktikum fisika berbasis Arduino Board. Pengabdian ini menggunakan metode workshop dan demonstrasi dengan pendekatan Action Research. Pelaksanaan program meliputi pemaparan materi dasar Arduino, demonstrasi praktikum gerak pada bidang miring dan bandul fisika, serta pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan 95% guru memahami konsep analog vs digital, 90% guru mampu akuisisi data real-time, 100% guru memahami potensi arduino sebagai alat praktikum dan keunggulan tampilan grafik otomatis untuk solusi pembelajaran yang terjangkau dan efektif. Secara keseluruhan, program pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya dengan menyediakan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan alat praktikum, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di sekolah mitra.
Kontribusi Sudut Datang terhadap Sudut Pantul pada Pemantulan Cahaya Riska Rahmawati; Vionita Rasti Shasi Pasha; Renata Natalia Br Ginting; Putri Shinta Wulandari; Yanua Risma Salsabila; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi; Tyas Nisa Fadilah; Nisrina Nafisah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i4.817

Abstract

Pemantulan cahaya merupakan salah satu sifat dasar cahaya yang terjadi ketika berkas cahaya mengenai suatu permukaan dan dipantulkan kembali ke arah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hukum pemantulan cahaya serta menentukan hubungan antara sudut datang dan sudut pantul pada berbagai jenis permukaan reflektif, seperti cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung menggunakan sinar laser dan papan optik untuk mengukur sudut datang serta sudut pantul. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul (i = r) pada semua jenis permukaan yang diamati, sesuai dengan hukum pemantulan cahaya. Selain itu, pada cermin cekung dan cembung terlihat bahwa arah dan fokus pantulan bergantung pada bentuk lengkung permukaan. Kesimpulannya, percobaan ini membuktikan bahwa hukum pemantulan cahaya berlaku universal dan karakteristik pantulan dipengaruhi oleh jenis cermin yang digunakan.
Pembuktian Hukum Pemantulan Cahaya dan Analisis Sifat Bayangan pada Cermin Datar Risma Rahmawati; Yulian Habibi Catur Pamungkas; Siti Aisyah; Selia Asri Nur Ramadhani; Rizky Anindita Purwiastanti; Sudarti, Sudarti; Yushardi, Yushardi; Tyas Nisa Fadilah; Nisrina Nafisah
Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM) Vol. 3 No. 4 (2025): November
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jiim.v3i4.818

Abstract

Pemantulan cahaya merupakan salah satu sifat utama dari cahaya yang penting untuk dipahami karena memiliki banyak penerapan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada penggunaan cermin, periskop, serta berbagai perangkat optik modern. Praktikum ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran hukum pemantulan cahaya dan mengkaji hubungan antara sudut datang dengan sudut pantul. Metode yang dilakukan ialah dengan menyorotkan berkas cahaya dari sumber laser ke permukaan cermin datar pada beberapa variasi sudut datang, kemudian mengukur sudut pantul menggunakan busur derajat. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh bahwa nilai sudut pantul selalu sama atau mendekati sudut datang pada setiap percobaan. Temuan ini membuktikan kesesuaian dengan teori hukum pemantulan yang menyatakan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul, dan bahwa sinar datang, sinar pantul, serta garis normal berada pada bidang yang sama. Dengan demikian, hasil praktikum ini menegaskan bahwa hukum pemantulan cahaya berlaku secara konsisten pada cermin datar dan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dasar pemantulan cahaya.
Experimental Validation of Gravitational Acceleration Measurement Using Kater’s Reversible Pendulum Tyas Nisa Fadilah; Niswatul Kariimah; Chilwatun Nasiroh; Habibah Khusna Baihaqi; Dyah Arum Arimurti
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 12 No 1 (2026): January-June
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v12i1.12191

Abstract

The measurement of gravitational acceleration is a fundamental experiment in physics education, providing essential understanding of classical mechanics and experimental techniques. This study presents the experimental validation of gravitational acceleration measurement using a low-cost Kater’s reversible pendulum developed for laboratory applications. The apparatus consists of two knife-edge pivots and adjustable masses that enable nearly identical oscillation periods about both pivot points. Oscillation periods were measured for various positions of the movable mass, while sensor-based measurements were used for verification. The equal-period condition was determined analytically from the experimental data and used to calculate the local gravitational acceleration. The measured value was (9.768 ± 0.012) m s⁻², where the uncertainty was estimated using partial differential error propagation based on instrumental uncertainties in length and time measurements. The result shows good agreement with the accepted local gravitational acceleration, with a relative deviation of approximately 0.13%. These findings demonstrate that the developed Kater’s reversible pendulum can provide reliable measurements of gravitational acceleration and is suitable for undergraduate physics laboratories. Accurate determination of gravitational acceleration was found to depend primarily on achieving equal oscillation periods and precise determination of the effective pendulum length.
Pengembangan E-Modul Agrofisika Untuk Mendukung Pertanian Industrial Berkelanjutan Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Trapsilo Prihandono; Sudarti Sudarti; Alex Harijanto; Dyah Arum Arimurti; Habibah Khusna Baihaqi; Niswatul Kariimah; Tyas Nisa Fadilah
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19626

Abstract

This study aims to develop an Agrophysics e-module using the Articulate Storyline application and to evaluate its validity and feasibility as a teaching material to support sustainable industrial agriculture. A research and development method based on the 4D model was employed, encompassing the define, design, and develop stages. The research instruments included material and media expert validation sheets as well as user response questionnaires. Validation was conducted by three experts, and user trial responses were collected from 28 students. The data were analyzed using descriptive statistical techniques. The results of the material expert validation yielded an average score of 3.63, categorized as highly feasible, while media validation produced an average score of 3.33, also classified as highly feasible. Preliminary trial results indicated user responses with an average score of 3.70, falling within the highly feasible category. Consequently, the Agrophysics e-module was deemed feasible for use as a teaching material. The module was designed to integrate recent developments in the application of physics concepts in agriculture. Therefore, the developed e-module contributes to multidisciplinary physics learning within the context of supporting sustainable industrial agriculture.
Edukasi Penerapan Fisika Dalam Berbagai Bidang Bagi Siswa SMA Kabupaten Jember Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Dyah Arum Arimurti; Tyas Nisa Fadilah
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25466

Abstract

Pengabdian tentang edukasi penerapan fisika dalam berbagai bidang bagi siswa SMA Negeri 1 Jember telah dilaksanakan dengan baik. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan contoh konkret dan pemahaman terkait penerapan fisika pada bidang kebumian dan medis dan memberikan wawasan mengenai peluang studi dan karier berbasis fisika di bidang kebumian dan medis. Jenis metode pengabdian yang dilakukan adalah Participatory Action Research (PAR) yang fokus pada mobilisasi ilmu pada masyarakat, yang dalam konteks ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Jember. Tim pengabdi memberikan contoh konkret penerapan fisika dalam berbagai bidang dengan harapan juga memberikan pemahaman mengenai penerapan fisika dan memberikan wawasan terkait peluang studi dan karier fisika khususnya di bidang kebumian dan medis. Terkait pemahaman dari siswa diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pemahaman yang diukur melalui instrumen tes (pretest-posttest). Test dilakukan dengan menggunakan media Kahoot!. Berdasarkan data pretest diperoleh data total jawaban salah sebesar 58,85% dan benar 41,15%. Rata-rata total skor siswa adalah 3499,02. Sementara pada data posttest diperoleh total jawaban salah mengalami penurunan menjadi 39,43% dan untuk total jawaban benarnya 60,57%, serta rata-rata total skor siswa mengalami peningkatan menjadi 5387,73. Berdasarkan hasil ini maka dapat dikategorikan kegiatan edukasi penerapan fisika pada berbagai bidang ini baik dalam pelaksanaannya dan siswa meningkat pemahaman atau wawasannya terkait penerapan fisika pada bidang fisika bumi dan medis. Pengabdian ini dapat direkomendasikan untuk dilaksanakan di sekolah lain dengan harapan memperluas dampak wawasan dan pemahaman terkait penerapan fisika pada berbagai bidang.
Needs Analysis of a Web-Based Virtual Laboratory for Basic Physics Practicum in Physics Education Tyas Nisa Fadilah; Habibah Khusna Baihaqi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 3 (2026): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/00g3m593

Abstract

Laboratory activities are fundamental to physics education because they integrate theoretical concepts with observation, measurement, and scientific reasoning. However, Basic Physics practicum often presents procedural and technical challenges, as students may enter laboratory sessions with limited familiarity with experimental procedures, equipment operation, and preparation requirements. This study aimed to analyze Physics Education students’ perceived needs for developing a web-based virtual laboratory as a complementary pre-laboratory learning environment for Basic Physics practicum. A quantitative-dominant descriptive survey with an embedded qualitative component was conducted involving 39 undergraduate Physics Education students who had completed the Basic Physics practicum. Data were collected through a questionnaire consisting of Likert-scale items, multiple-response questions, and open-ended responses. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and Cronbach’s alpha reliability analysis, while qualitative responses were examined using inductive semantic thematic analysis. The results showed strong overall need for and acceptance of the proposed virtual laboratory, with a composite mean score of 3.59 (SD = 0.59). Students particularly perceived the potential benefits of virtual laboratories for supporting conceptual understanding, providing interactive learning media, and improving preparation before laboratory sessions. The most frequently requested features were equipment-use demonstration videos (79.5%), interactive simulations (76.9%), and step-by-step practicum guidance (74.4%). Open-ended responses revealed that equipment and facility limitations were the most frequently reported practicum challenge (56.4%). The novelty of this study lies in conducting a user-needs analysis before virtual laboratory development and translating students’ experiences and expectations into context-specific design requirements. The findings indicate that a virtual laboratory should be designed as a complementary pre-laboratory environment rather than a replacement for physical laboratory activities. This study contributes to physics education by providing an evidence-based foundation for developing learner-centered virtual laboratory systems aligned with students’ needs and institutional laboratory contexts.